Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Seorang Wanita Dewasa


__ADS_3

Apa lagi ini masalah keluarga, jadi Mommy Nisha tidak mau melewati batasan yang ada. Kecuali Bunda Hana sendiri yang menjelaskan apa yang terjadi dengan semua ini barulah Mommy Nisha bisa bisa bersuara.


...*...


...*...


Di taman rumah sakit, Lukas terduduk dengan wajah sedihnya yang mana air mata sudah membasahi pipinya.


"Kenapa Kak, kenapa Kakak membentakku hiks.. untuk yang pertama kalinya Kakak seperti ini hanya demi membela laki-laki breng*sek itu!"


"Pokonya aku benci dia, aku benci! Aku tidak akan pernah memaafkan dia, karena dia sudah menghancurkan semuanya termasuk dia juga telah membuat Kak Sasya membentakku untuk pertama kalinya!"


Lukas berteriak dalam keadaan penuh emosi dan juga kesedihan serta kebencian terhadap Alex, seseorang yang melihat serta mendengar Lukas sedikit tersentuh dan langsung berlari kecil hingga duduk di sebelah Lukas dalam keadaan Lukas segera mengalihkan wajahnya dan mengelap semua air matanya secara kasar.


"Abang gapapa, kan? Lily khawatir dan juga cemas saat lihat Abang di bentak Kakak seperti itu. Lily tahu Abang sayang banget sama Kakak, tapi seharusnya Abang juga tidak boleh langsung mukul dia kaya gitu" ucap Lily, seseorang yang tadi mengikuti Lukas hingga membuat Lukas berlari lebih cepat.


Lukas yang sudah mulai tenang langsung kembali duduk lurus ke depan sambil menunjukkan wajah datarnya tanpa menoleh ke arah Lily yang terus menatap wajahnya dalam keadaan sedih.


"Ngapain kamu ke sini? Sudah sana balik ke ruangan Ayah, aku lagi pengen sendiri!" ucap Lukas dengan dingin tanpa menoleh sedikit pun.


"Abang ngu-ngusir Lily, hiks.. Abang enggak mau Lily temenin, Abang marah sama Lily? Pa-padahal kan yang membentak Abang Kak Sasya bukan Lily, kenapa Lily yang di suruh pergi hiks.. memangnya salah kalau Lily di sini nemenin Abang? Salah? Hiks.."


Lily menangis sambil menatap Lukas, yang mana Lukas langsung menoleh ke arah Lily dan memeluk Lily begitu erat.


"Hiks.. ma-maaf, Abang enggak bermaksud seperti itu sama Lily. Abang cuman enggak mau Lily ngeliat Abang lagi nangis seperti ini, nanti yang ada Lily akan meledeki Abang" ucap Lukas sambil memeluk Lily.

__ADS_1


Hingga beberapa detik mereka melepaskan pelukannya sambil Lukas yang menghapus air mata Lily dan membuat Lily menatap Lukas dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Lily sayang banget sama Abang, jadi Lily tidak tega melihat Abang seperti ini hiks.. Abang harus sabar ya, jangan marah atau benci sama Kak Sasya. Lily enggak mau kalian berantem, Abang ingat kan pesan Bunda sama Ayah"


"Mereka enggak mau melihat anak-anaknya berantem atau sampai bermusuhan, karena jika berantem terus salah satu dari kita ada yang saling benci serta ikatan persaudaraan rusak itu akan membuat hati Bunda sama Ayah sakit"


"Lily enggak mau melihat Bunda sama Ayah sakit, dan juga Lily enggak mau melihat Abang berantem sama Kak Sasya. Lebih baik Abang minta maaf sama Kak Sasya ya, kan Abang jagoan dan Abang laki-laki. Jadi Abang harus mengalah sama perempuan"


Lily berbicara dengan tanpa henti yang membuat Lukas tersenyum menatapnya, di balik kecerewetan seorang Lily yang begitu manja namun terdapat sifat dewasa yang bisa membuat Lukas tersadar akan kesalahannya.


Namun, Lukas hanya merasa bersalah kepada Sasya bukan kepada Alex. Lukas masih merasa sangat kesal dan juga benci dengan Alex, sehingga sampai saat ini Lukas belum bisa melupakan apa pun yang pernah terjadi di dalam keluarganya sehingga hampir saja membuat kedua orng tuanya berpisah hanya karena balas dendam Alex yang salah orang.


"Hem.. ternyata adikku yang terlihat sangat manja, cengeng dan juga cerewet ini rupanya bisa juga menjadi seorang wanita dewasa ya.."


"Bahkan dia rela mengomeli Abangnya sendiri yang selalu di bilang beruang kutub, namun kali ini malah singa betina kecil yang meraung-raung hihi.."


"A-abang, se-senyumanmu itu membuat Lily meleleh bagaikan es batu yang berada di bawah terik matahari. Huaaa... issshhh gemes, gemes, gemeesss hahah.."


Lily berteriak sambil mencubiti kedua pipi Lukas dengan penuh geregetan hingga Lukas pun hanya bisa meringis kesakitan akibat cubitan Lily benar-benar tidak bisa lepas dari pipinya.


"Yaaakkk.. lepaskan tanganmu dari pipiku!! Astaga Lily lama-lama pipiku bisa jadi kendor gara-gara cubitan maut dari tanganmu itu" pekik Lukas dengan kesal.


"Bodo amat, wleeeee.. hahahaah.." Lily malah meledek Lukas dan terus mencubiti pipi Lukas dengan mengunyel-unyelnya.


"Yaaakkkk.. dasar anak nakal, rasakan pembalasanku ini hahah.." Lukas langsung mencubit kedua pipi Lily yang mana membuat Lily pun ikut meringis hingga tertawa bersama.

__ADS_1


Sampai akhirnya mereka berlari ke sana ke sini mengejar satu sama lain dengan wajah yang sudah bahagia.


begitulah Lily. Lily yang terlihat manja dan juga cengeng. Namun, dibalik itu semua ternyata Lily bagaikan sebuah obat untuk keluarganya agar kembali pulih serta sembuh dari rasa sakitnya.


Hingga air mata yang tadinya terlihat sangat menyedihkan, kini berubah menjadi sebuah tawa tanpa henti. Belum lagi seseorang yang dari tadi mengikuti Lily serta Lukas hanya bisa menguping dari balik pohon tanpa berani mendekatinya.


"Dibalik sifatnya yang sangat dingin, ternyata dia begitu menyayangi keluarganya. Dia benar-benar pria sejati, yang menjaga seluruh keluarganya dari mara bahaya, ya meskipun bahaya itu sudah berubah menjadi kebaikan. Namun, di dalam benaknya bahaya tetaplah bahaya jadi dia selalu berhati-hati agar kelurganya tidak kembali masuk di dalam bahaya"


"Aku salut dengannya, benar-benar salut. Pokonya aku harus belajar banyak darinya agar aku bisa kuat dalam menjaga Mommy dan juga Jay dari amarah Daddy"


"Ya, meskipun Daddy seperti itu tapi entah kenapa aku sangat yakin jika suatu saat nanti Daddy akan bisa menjadi seperti Ayah mereka yang selalu menyayangi anak-anaknya tanpa pilih kasih serta bisa selembut itu dalam memperlakukan istrinya"


"Semoga saja Daddy bisa cepat tersadar, sebelum Daddy kehilangan semuanya yang suatu saat nanti akan membuat Daddy merasa menyesal"


Gumam seorang gadis cantik, yang mana itu adalah Key. Diam-diam tadi Key mengikuti Lily yang mengejar Lukas lantaran Key sangat ingin tahu bagaimana kondisi Lukas saat di bentak oleh sang Kakaknya.


Apa lagi baru kali ini Key melihat Lukas yang terkenal dingin tanpa ekspresi itu bisa selemah ini hanya karena bentakan sang Kakak yang tidak separah Key saat di bentak oleh Daddynya.


Sekarang Key sudah mendapatkan jawabannya yang mana dibalik sifat cuek yang selama ini Lukas tonjolkan, terdapat hati yang begitu lembut serta jiwa ksatria terpancar di dalam diri Lukas yang semakin membuat Key kagum terhadapnya.


Key yang melihat Lukas kembali tertawa membuat hatinya begitu lega, apa lagi senyuman yang terukir di bibir Lukas membuat Key yang ada di balik pohon pun ikut tersenyum bahkan tertawa kecil saat melihat Lukas berbaring di atas rerumputan dengan keadaan tertawa geli.


Sedangkan Lily yang sudah berhasil menangkap Lukas langsung menggelitiki Lukas hingga tubuhnya berguling ke sana ke sini penuh keceriaan.


Namun, tanpa di sadari ada seseorang yang berjalan mendekati Key lalu menepuk pundaknya hingga membuat Key terlonjak kaget serta langsung membolakan kedua matanya bersamaan dengan berbaliknya tubuh Key secara perlahan.

__ADS_1


Key benar-benar terkejut saat menatap seseorang yang kini juga menatapnya dengan tatapan begitu insten, bagaikan seorang intel yang menemukan hal yang mencurigakan.


__ADS_2