Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Memiliki Jiwa Kepedulian


__ADS_3

Hana dan Brian hanya bisa tersenyum lebar saat melihat anak-anaknya di belakang sedang asyik bernyanyi.


“Lukas memang berbeda dengan Lily ya, Mas” ucap Hana dengan tangan yang saling menggenggam dengan tangan Brian.


“Ya, kamu benar sayang. Dia terlalu cuek dengan semuanya, tapi yang aku salut dibalik kecuekannya itu dia memiliki kasih sayang yang sangat besar terhadap kita semua” jawab Brian sambil menatap spion depan yang menyorot ke anak-anaknya.


“Ya, Mas. Aku bangga sama dia, di usianya yang sangat kecil ini dia memiliki jiwa penyayang serta tanggung jawab yang sangat besar” ucap Hana.


“Semoga keluarga kita akan selalu seperti ini ya, sayang...” ucap Brian sambil mencium tangan Hana.


Hana pun tersenyum sambil bersandar ke dalam dada Brian, entah kenapa perasaan tidak enaknya itu selalu saja mengganjal di dalam hati kecilnya Hana.


Namun, Hana tidak mengambil pusing dengan perasaan tidak enaknyaitu, ia hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk menjaga serta memberikan keselamatan bagi mereka semua.


...*...


...*...


Sesampainya di Bandara, mereka pun sudah di jemput oleh beberapa body guard Brian yang membawakan semua barang-barang mereka.


Kemudian, sisa bodyguardnya menjaga serta mengawal keluarga Brian sampai ke dalam pesawat pribadi Brian yang benar-benar mewah.


Mereka pun masuk sambil melihat-lihat keadaan yang sangat takjub dengan desain pesawat pribadi tersebut layaknya seperti sebuah hotel mewah dimana ada meja makan, kamar, serta ruang berkumpul untuk bersantai.


Tak lupa mereka semua pun berdoa terlebih dahulu sebelum pesawat lepas landas menuju Korea, tentu saja dengan Brian yang memimpin doa mereka.


Setelah itu, mereka pun berbaring di tempatnya masing-masing sambil menatap layar kecil yang ada di belakang kursi.


Lily selalu asyik dengan permainannya yang terkadang membuat kegaduhan di dalam pesawat karena ia sangat kesal jika tidak bisa memenangkan babak selanjutnya dalam permainannya.


Lukas yang berasa di sampingnya pun merasa jengkel atas kebisingan saudara kembarnya ini, namun ia tidak mau ambil pusing. Lukas malah mendengarkan musik dengan menggunakan headphone sambil sedikit menambahkan volumenya. Lalu, ia memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


Sedangkan Qisya telah sibuk dengan buku-buku tentang ilmu kedokteran yang dia bawa, ya meskipun pengetahuannya masih sangat jauh menuju ke kuliah. Tapi, Qisya tidak mau menyia-nyiakan waktunya karena ia ingin sekali menjadi seorang dokter agar bisa merawat semua anggota keluarganya ketika sakit tanpa harus mengunjungi dokter lainnya.


Brian dan Hana tidak lupa untuk saling mengambil gambar melalui telepon genggamnya dengan memotret pose-pose anak mereka yang tengah sibuk dengan dunia mereka sendiri.


Hampir 7 jam kurang mereka sudah berada di dalam pesawat pribadinya Brian, kini waktunya telah tiba dan mereka pun akhirnya telah sampai di tujuan mereka yaitu Korea Selatan.


Pintu pesawat pun terbuka dengan perlahan yang langsung membuat mereka bersiap dan lalu mereka turun dari pesawat secara bergantian.


Tetapi, di saat Lily sedang ingin menginjakkan kakinya di tangga pintu pesawat tiba-tiba ia sekali lagi hampir saja terjatuh. Semua terima kasih atas kesigapannya Lukas yang menjaga ketat kembarannya itu membuat ia berulang-ulang kali menyelamatkan Lily.


Lukas memang memiliki kepekaan yang sangat kuat hingga membuat ia memiliki refleks tubuh yang sangat cepat untuk menggerakkan anggota tubuhnya.


Dan lagi-lagi, kini gantian dengan Qisya yang hampir saja terjatuh karena tali sepatunya yang terlepas. Lalu, dengan sigapnya Lukas memberhentikan sang Kakak sambil berjongkok untuk mengikatkan kembali tali sepatu Qisya dengan benar.


Entah kenapa, Lukas seolah-olah memiliki jiwa kepedulian yang sangat besar terhadap keluarganya. Bahkan ia seperti layaknya seorang pria dewasa yang sedang melindungi adik, Kakak, serta keluarganya dari mara bahaya.


Itulah yang membuat semuanya terpesona melihat tingkah Lukas penuh dengan teka-teki tetapi juga penuh kepedulian. Hana dan Brian pun sangat kagum dengan sosok anak laki-laki mereka yang sifatnya sangat menyentuh hati.


Hingga akhirnya mereka pergi menuju sebuah penginapan di Korea yang sangat mewah dan juga berkelas.


Ini adalah liburan pertama mereka semua untuk pergi ke luar negeri. Sehingga, Brian telah menyiapkan semuanya dengan sangat detail tanpa membuat istri serta anak-anaknya mengeluh.


“Wah... Ayah, ini bagus banget penginapannya sama seperti yang ada di film-film drakor yang terkenal itu hehe...” ucap Qisya yang kagum dengan penginapan tersebut.


“Ya dong, apa pun untuk membuat kalian bahagia. Ayah akan melakukan apapun meski nantinya Ayah harus menghabiskan seluruh harta pun Ayah siap. Karena yang utama bagi Ayah adalah kebahagiaan kalian semua” jawab Brian sambil tersenyum.


“Yeeeyy... Cayang Yayah, anyak-anyak” ucap Lily dengan memeluk kedua kaki Brian dengan sangat erat.


“Uhh... Anak Ayah yang manja ini kenapa cantik banget sih hari ini hem...” tanya Brian sambil menggendong Lily.


“Halus dong Yayah, kan Lily cama kaya Bunbun cama Kakak juga. Jadi cantik-cantik teyus juga baik cama olang endak oleh malah-malah kaya ntuh tuh...” tunjuk Lily dengan menggunakan isyarat matanya kepada Lukas.

__ADS_1


“Kenapa lihat-lihat.... Aku tahu kalau aku itu sangatlah tampan. Jadi stop menatapku seperti itu” ucap Lukas dengan nada dinginnya sambil duduk di sofa.


“Sayang, enggak boleh cuek-cuek dong sama adiknya. Kasihan dia loh, nanti kalau adiknya pergi, kamu nangis” ucap Hana dengan lembut.


“Biasa, Bun. Lukas kan memang seperti itu cuek-cuek tapi sayang, ya enggak Dek hehe...” saut Qisya dengan nada menggoda.


“Apa sih, Kakak. So tahu banget deh...” ucap Lukas dengan wajah memerah.


“Haha... Cie-cie Babang bekas mukanya melah-melah, mayu ni yee haha...” ledek Lily dengan tawa gemasnya yang semakin membuat Lukas salah tingkah.


“Ternyata si kutub bisa malu juga, toh... Ayah kira hanya datar saja seperti kanebo kering hehe...” saut Brian yang sambil duduk di sofa dan memangku Lily.


“Kenapa sih pada ledekin Lukas mulu. Lagian juga Lukas memang sayang sama Lily tapi Lilynya aja itu yang menyebalkan” jawab Lukas.


“Yak... Babang ntuh yang lese-lese cuka anggu-anggu Lily teyus” ucap Lily dengan wajah cemberutnya yang terlihat semakin menggemaskan.


“Haha... Lily, lihatlah wajahmu sangat lucu. Coba sini lihat Kakak” ucap Qisya sambil mengarahkan sebuah kamera ke wajah Lily.


Namun, saat Lily sedang melirik Qisya tiba-tiba saja terdengar sebuah suara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Dan terima kasih atas dukungan kalian selama ini semuanya 😄😄😄


Semua dukungan kalian itu sangatlah berarti untuk Author 😊😊😊


Author akan berusaha untuk bisa up lebih banyak lagi 💪🏻💪🏻💪🏻


Dan Author juga akan membuat ceritanya lebih menarik 😆😆😆

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa para pembaca setiaku 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2