
“Ya mana Mamah tahu, bahkan anak kamu mirip orang yang ada di film-film Korea loh yang lebih tampan darimu, Brian. Jangan-jangan waktu kalian bikin yang ada dalam pikiran Hana orang Korea jadi hasilnya seperti ini, wah.. Sungguh Hana kamu itu memang wanita yang pintar. Jadi, dengan begini kamu bisa memperbaiki keturunan” saut Nyonya Syifa yang sudah tidak kuat menahan tawanya.
“Sa-sayang, a-apa be-benar yang dibilang Mamah barusan? Ka-kalau kamu waktu saat proses pembikinan Baby twins kamu malah membayangkan orang Korea itu dari pada aku? Pantas saja akhir-akhir ini kamu selalu menonton film Korea” ucap Brian dengan sorotan mata penuh kesedihan, bahkan air matanya sudah memenuhi bola matanya hingga akhirnya terjatuh.
“Hiks... Hana jahat, kenapa malah memikirkan pria lain dari pada aku? Memangnya aku kurang tampan apa sih sampai-sampai kamu memikirkan pria lain” Brian melanjutkan kata-katanya sambil menangis.
“Loh, kok Ayah nangis sih. Kan Bunda enggak salah. Lagian dedeknya ganteng kok dan cantik. Baby G mirip sama Bunda teyus kalau Baby B milip sama Ayah. Lihat saja tuh hidungnya mancung kaya Ayah. Kalau Baby G milip kaya Bunda hidungnya pesek” ucap Qisya sambil menjelaskan apa yang ia lihat dari wajah kedua adiknya yang begitu mirip dengan Brian dan Hana.
“Be-benarkah itu?” tanya Brian yang langsung berhenti dari nangisnya dan menatap Baby twins dengan seksama dan bergantian.
“Benelan Ayah. Coba saja lihat deh... Baby B itu milip kaya foto Ayah kecil. Teyus Baby G juga hampil milip kaya Ayah” saut Qisya yang mencoba membela sang Ayah.
Brian yang tidak percaya pun langsung berdiri dan mendekati Baby B kepada Baby G lalu ia perhatikan wajah keduanya dengan sangat lama.
Namun, Nyonya Syifa dan Hana yang sudah tidak kuat menahan tawanya pun langsung tertawa dengan sangat puas bersamaan dengan Tuan Ferry.
Maklumlah ya, namanya juga ini kelahiran anak kandung Brian yang pertama jadi begitu terlihat sangat lucu. Bahkan sampai tidak sadar sehingga Brian terjebak oleh godaannya Nyonya Syifa yang memang hanya berniat untuk menjahili Brian.
“Hahaha...” suara tawa pun bergema di kamar Hana dan membuat Brian dan Qisya pun merasa sangat bingung.
“Loh, kok Bunda, Opa sama Oma ketawa?” tanya Qisya dengan raut wajah bingung.
“Kalian kenapa tertawa?” tanya Brian.
“Ya ampun Mas, kamu lucu banget sih. Mana ada anak yang tidak mirip dengan kedua orang tuanya. Pasti akan ada kemiripan dong, karena kan buatnya berdua bukan sendiri” ucap Hana sambil tersenyum.
“Haha... Papah, lihat wajah Brian dia benar-benar sangat polos” ucap Nyonya Syifa sambil tertawa.
“Iya, Mah. Dia sama persis seperti Papah waktu dulu saat Brian baru lahir, yang orang tua Mamah menjahili Papah dan bilang kalau Brian mirip anak tetangga. Bahkan Papah di situ sampai kaget, kok bisa padahal kan yang bikin Papah kenapa hasilnya kaya tetangga. Apa jangan-jangan ada tetangga yang mengintipin kita jadinya seperti itu. Eh... tahunya malah Papah di kerjain haha...” jawab Tuan Ferry.
“Yakk... Jadi kalian semua mengerjaiku, iya?” ucap Brian dengan perasaan yang sangat kesal.
“Sudah, Mas. Mamah kan cuma bercanda kok, lagian kamu sama Kakak pinteran Kakak loh. Dia bisa membedakan wajah Ayah dan Bundanya tanpa di jelaskan. Masa Mas enggak bisa melihat itu?” tanya Hana.
“Ya habisnya Mamah bilang begitu ya aku langsung percaya lah, lagian juga kenapa sih harus ngerjain aku. Kan jadi panik tahu, aku kira beneran Baby twins tidak mirip denganku” jawab Brian dengan wajah lesunya.
__ADS_1
“Makanya Ayah jangan cengeng, lihat dulu baik-baik sudah tau Oma suka belcanda. Lagi pula kalau enggak milip Ayah sama Bunda teyus milip siapa? Tukang cilok?” tanya Qisya dengan wajah seriusnya yang malah ditanggapi tawaan dari semuanya kecuali Brian.
“Yak... Enak saja kamu bilang anakku kaya tukang cilok” saut Brian dengan wajah kesalnya menatap Qisya.
“Sudah sudah... Jangan berantem lagi, lebih baik kamu berikan mereka nama yang bagus daripada berantem sama anak sendiri” ucap Tuan Ferry sambil menatap Brian.
“Ya benar itu kata Papah, Brian. Apa kamu sudah mempunyai nama untuk anak kalian? Kalau belum Mamah bisa kok kasih nama. Bagaimana kalau namanya Ujang dan Siti, baguskan” goda Nyonya Syifa yang malah mendapati pelototan mata dari Brian dan Qisya secara bersamaan.
“Mamah !!...”
“Oma !!...”
Teriak Brian dan Qisya secara bersama-sama penuh dengan perasaan kesal.
“Bhahaaa... Maaf bercanda kawan, jangan sinis gitu dong” saut Nyonya Syifa sambil tertawa.
“Ya sudah bagaimana kalau namanya Popot dan Pipit, baguskan lucu” ucap Tuan Ferry yang juga mendapatkan pelototan mata dari Brian dan Qisya.
“Papah !!...”
“Opah !!...”
“Eitss... Sabar kawan, ini kan Cuma pendapat loh jadi tidak salah dong hahaaa...” ucap Tuan Ferry sambil tertawa.
“Kalian ini bisa tidak jangan memberi nama anak-anakku seperti itu!” jawab Brian dengan wajah kesalnya.
“Tahu nih Opa sama Oma, ini adik Kakak loh jadi jangan macam-macam ya...” saut Qisya sambil memberi peringatan kepada Oma dan Opanya yang semakin tertawa bahkan mereka sampai duduk di sofa saking tidak kuatnya melihat 2 orang yang sangat possesif terhadap Baby twins.
“Sudah Ayah, Kakak tidak boleh kesal seperti itu kan cuman bercanda. Coba Kakak sama Ayah punya nama apa buat Baby twins hem... hoya, tadi Kakak bilang Baby G dan Baby B itu maksudnya apa ya Bunda kurang paham?” tanya Hana sambil kembali menggendong Baby Girl.
“Itu loh Bunda, Baby G sama Baby B itu singkatan dari Baby Girl sama Baby Boy hehe...” jawab Qisya sambil cengengesan.
“Oalah. . ya sudah, Mas bagaimana sudah ada nama untuk mereka?” tanya Hana sambil menatap Brian.
“Sudah dong, kan aku sudah mempersiapkan semuanya dari jauh hari hehe...” saut Brian sambil tertawa.
__ADS_1
“Mulai sekarang ganti aku kamu, atau Mas itu dengan sebutan Ayah dan Bunda karena kalian sudah punya anak. Jika panggilan kalian masih kaku seperti itu nanti anak-anak malah pada ngikutin dan bisa-bisa memanggil Brian dengan sebutan Mas” ucap Tuan Ferry.
“Ya betul tuh kata Papah, waktu Brian lahir Mamah dan Papah juga mengganti panggilan kami agar lebih romantis lagi dan anak-anak pun tidak sampai mengikutin panggilan orang tuanya” ucap Nyonya Syifa.
Brian dan Hana pun saling menatap satu sama lain, kemudian mereka menganggukkan kepala mereka.
Sedangkan Qisya asyik mengelus pipi kedua adiknya dengan penuh kasih sayang.
“Jadi nama mereka siapa Ma- eh... maksudnya A-ayah” ucap Hana dengan sangat gugup.
“Nama untuk Baby Boy adalah Lukas Hendrik Pratama dan untuk Baby Girl namanya adalah Lily Permata Brianna” ucap Brian dengan sangat tenang sambil menatap wajah Baby twins.
“Wah... Nama yang sangat indah, Mamah suka” ucap Nyonya Syifa dengan wajah yang begitu senang.
“Papah juga suka, itu nama yang sangat cocok untuk mereka” saut Tuan Ferry sambil tersenyum.
“Kakak juga suka Ayah, nama meleka bagus banget. Lukas dan Lily halo... Ini Kakak Qisya” ucap Qisya sambil menyapa Baby twins.
“Terima kasih sayang, ini nama yang benar-benar sangat indah di dengar” ucap Hana sambil tersenyum lebar.
“Sama-sama sayang, ini memang nama yang sangat cocok untuk mereka. Karena mereka adalah malaikat-malaikat yang membuat kita bisa kembali bersatu. Dan untuk Kakak Qisya kamu adalah peri yang dikirim Allah untuk menyatukan Ayah sama Bunda” ucap Brian.
Dan akhirnya mereka pun berpelukan dengan wajah yang sangat bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁
Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗
Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗
Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰
__ADS_1
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻