
Dengan wajah paniknya Ayah Brian membuat semuanya lagi dan lagi tertawa dimana tingkah anak sama Ayah benar-benar berhasil membuat perut mereka terasa di kelitiki. Bunda Hana yang tidak tega langsung menolong Ayah Brian serta mencoba menenangkannya dari segala kepanikan.
Di saat semuanya sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, Abah Toni melihat adanya peluang untuk mendekati Sasya yang sedang sendiran sambil menata makanan. Lalu dengan perlahan Abah Toni berjalan ke arah Sasya lalu duduk di sampingnya yang membuat Sasya sedikit terkejut.
"Astagfirullah Mbah Kung, ya ampun ngagetin Sasya saja.." Ucap Sasya sambil mengusap dadanya.
"Hehe.. maaf kalau Mbah Kung mengganggumu, habisnya Mbah Kung bingung mau ngapain. Lalu Mbah Kung liat kamu lagi menata makanan sendiri, jadi ya sudah Mbah Kung ke sini saja buat nemenin cucu kesayangaku ini" Jawab Abah Toni dengan mengelus kepala Sasya dan tersenyum.
"Uhhhh.. pokonya Mbah Kung memang Kakek yang terbaik, terima kasih. Sasya sayang Mbah Kung, i love you sekebon Mbah Kung yang awet muda hihi.."
Sasya langsung memeluk Abah Toni yang membuat Abah Toni tertawa melihat tingkah Sasya, ya walaupun usianya terbilang sudah sangat matang tetapi bagi Abang Toni Sasya tetaplah cucunya yang masih manja karena memang hanya Sasya yang begitu dekat dengannya sedari kecil.
Sedangkan Lukas dia lebih suka menyendiri, meski terkadang juga suka nimbrung. Tetapi tidak sedekat Sasya. Begitu juga dengan Lily yang memang sifatnya lebih manja dari pada Sasya, namun Lily malah lebih dekat ke Bundanya Hana.
Abah Toni melepaskan pelukan Sasya secara perlahan sambil menatap wajah Sasya yang kini menatapnya dengan keadaan menyengir kuda. Kemudian Abah Toni langsung mencubit pipi Sasya lantaran ia begitu gemas sehingga lagi dan lagi Sasya cuman bisa tertawa.
"Sudah akhh.. enggak baik ketawa mulu nanti ujung-ujungnya nangis lagi. Oh iya, Mbah Kung boleh menanyakan sesuatu padamu?" Tanya Abah Toni yang kini suasananya mulai terlihat serius.
Sasya yang tahu kemana arah pertanyaan Abah Toni langsung menatap Abang Toni dengan tatapan penuh arti. Lalu Sasya berkata, "Pasti Mbah Kung mau meneruskan pertanyaan yang kemarin sempat tertunda itu kan?"
Abang Toni tersenyum lebar dan menganggukan kepalanya perlahan sambil menjawab, "Apa waktunya sudah pas untuk Mbah Kung mengetahui kisah kalian lebih dalam lagi? Siapa tahu Mbah Kung bisa menjadi Kakek sekaligus sahabat, hehe.."
__ADS_1
"Baikah Mbah, Sasya juga ingin sekali berbicara berdua dengan Mbah Kung. Cuman waktunya saja yang belum tepat, tapi sekarang kita bisa berbicara dengan puas mumpung yang lainnya sedang sibuk"
Sasya menatap Lukas, Lily, Iky dan jiga Baby Iva sedang bermain bersama. Sedangkan yang lainnya sibuk dengan urusannya masing-masing, bahkan Umi Dewi yang melihat Abah Toni bersama Sasya memang sudah tahu jika Abah Toni memamg sangat mengkhawatirkan kisah Sasya dan juga Alex untuk kedepannya.
Ya, walaupun Abah Toni terbilang orangnya sangat pendiam tetapi jika sudah menyangkut masalah cucunya dan anaknya dia tidak akan tinggal diam. Dan berharap nasehatnya bisa membantu Sasya untuk melewati semuanya.
"Mbah Kung tidak masalah kamu mau berteman dengan siapa pun itu, mungkin kalau dengan Tuan Alex kamu sudah tahu kan siapa dia dan bagaimana dia dulu telah menanamkan luka di hati kedua orang tuamu. Jadi Mbah Kung hanya mau memastikan kalau semuanya baik-baik saja" Ucap Abah Toni sambil tersenyum.
"Mbah Kung tenang saja, Tuan Alex yang sekarang di sudah jauh lebih baik kok. Ya, walaupun Tuan Alex adalah ketua Mafia tetapi sebenarnya tujuan dia untuk membuat Mafia hanya karena ingin menolong orang kecil yang ditindas. Hanya saja mungkin caranya sedikit salah, tapi Sasya yakin kok Tuan Alex adalah orang baik" Jelas Sasya dengan percaya diri.
"Apa yang membuatmu sangat percaya padanya, kalau Tuan Alex sudah berubah tidak seperti dia yang dahulu? Apa karena dia sudah mengakui perasaannya sehingga kamu bisa mempercayainya dengan mudah?" Tanya Abang Toni dengan wajah serius.
"Mencintainya? Mbah Kung tahu kalian itu saling mencintai satu sama lain, karena Mbah Kung bisa melihat adanya cinta di mata kalian. Cuman kalian enggan untuk mengakuinnya secara bersama-sama, tapi hanya ada 1 pihak yang berani dengan lantangnya mengatakan bahwa dia sangat mencintaimu dan menginginkanmu untuk selalu ada di sampingnya"
"Belum lagi dia rela kehilangan nyawanya asalkan keluargamu bisa memaafkannya, Mbah Kung tahu Saa.. kalian itu bagaikan langit dan bumi yang tidak pernah bisa bersatu. Tetapi ingat jika Allah memang sudah menakdirkan kalian untuk bersama maka semua itu tidak ada yang mustahil"
"Buktinya, sejauh apa pun Ayahmu memisahkanmu dari masa lalumu dengan Tuan Alex. Tetapi takdir malah mempertemukan kalian kembali di saat kamu sudah beranjak dewasa. Jadi Mbah Kung mau tahu jawabanmu, apakah kamu juga mencintai Tuan Alex?"
Abah Toni menjelaskan semuanya kepada Sasya hingga mata mereka saling bertemu satu sama lain, terlihat jelas cinta itu memang ada di dalam matanya. Cuman Sasya selalu mengalihkan semua yang ada. Tapi, kali ini Sasya tidk bisa lagi menyembunyikan perasaannya. Apa lagi Abah Toni bisa merasakan apa yang Sasya rasakan, berbeda dengan kedua orang tuanya yang belum bisa mengerti Sasya.
Sasya menganggukkan kepalanya sambil meneteskan air matanya secara perlahan, segera mungkin Abang Toni menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan mengusap air mata yang menetes agar Saya tidak perlu bersedih. Mungkin ini adalah sebuah takdir untuknya yang harus bisa memperjuangkan cinta mereka jika memang mereka sama-sama saling mencintai.
__ADS_1
"Sa-sasya memang mencintai Tuan Alex, Mbah. Ta-tapi Sasya takut kalau mereka tidak akan pernah menyetujui hubungan kami, apa lagi Sasya dan Tuan Alex berbeda agama. Pasti mereka menantang semua itu, padahal asal Mbah Kung tahu kalau Tuan Alex memiliki tekat di dalam hatinya untuk berpindah agama"
"Tapi semu itu bukan karena hanya ingin mendapatkan Sasya, melainkan dia mau belajar agama kita supaya bisa merubah hidupnya jauh lebih baik apa lagi hidup Tuan Alex sedari kecil sudah sangat menyedihkan. Jadi dia bertekat semoga dengan pindahnya agama membuat hidupnya jauh lebih baik dimana dia akan memuli semuanya kemabli di titik noh bagaikan seorang bayi yang baru saja dilahirkan"
"Untuk masalah Sasya menerima di atau tidak menurutnya itu adalah bonus ketik di sudah berhasil memperbaiki dirinya, cuman jika tidak mendpatkan bonus itu pun dia akn tetap belajar memperbaiki dirinya sendiri. Dan dia juga akan berjuang untuk bisa mendapatkan maaf dari kita semua yang telah di sakitinya"
"Dari situ hati Sasya benar-benar sangat tersentuh Mbah, sehingga Sasya baru menyadari bahwa perasaan yang selama ini Sasya rasakan itu adalah bentuk dari sebuah cinta"
Sasya menceritakan semuanya kepada Abah Toni dengan sangat detail. Bahkan Abah Toni hanya bisa tersenyum sepanjang mendengar cerita Alex dari Sasya, yang mana seolah-olah Abah Toni sudah mengetahui kisah mereka akan seperti apa kedepannya.
Ya walaupun Abah Toni tidak mengenal Alex sama sekali, tapi entah kenapa ketika melihat Alex di rumah sakit dengan semua ketulusannya membuat Abah Toni yakin bahwa memang Alex sudah di takdirkan untuk Sasya.
Meski kedatangan Alex di awal telah membawa luka yang sangat mendalam untuk mereka, tetapi Abah Toni berharap semoga kali ini kedatangan Alex yang kedua bisa sebagai menebus semua waktu yang telah terlewatkan dengan percuma.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
...Lets go di serbu... 🤸🤸...
__ADS_1