Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Cemburu Dengan Qisya


__ADS_3

Malam hari


Semua orang sudah kembali ke kamarnya masing-masing. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Brian dan Hana sudah berada di dalam kamarnya bersama Qisya yang sedari tadi sudah menangis ingin tidur bersama Bundanya.


Bahkan sebelum mereka memasuki kamar, Ayah dan anak selalu saja bertengkar sampai akhirnya Qisya menangis dan itu membuat Hana merasa pusing oleh tingkah mereka.


Sampai akhirnya kali pertama Hana mengencangkan suaranya dan membuat Brian seketika langsung takluk serta memperbolehkan jika Qisya malam ini saja boleh tidur bersama mereka.


Qisya sangat senang telah menang di peperangan oleh sang Ayah, bahkan Qisya selalu menjulurkan lidahnya kepada Brian yang malah membuat Brian semakin kesal.


“Sudah jangan marah-marah terus mas, nanti dosa loh. Lagian kan Qisya hanya tidur malam ini saja, ya kan sayang” tanya Hana sambil membenarkan anakan rambut Qisya yang sudah membuka hijabnya.


“Tapi sayang, kan malam ini aku mau ronde ke dua” rengek Brian sambil memeluk Hana dari samping.


“Mas...” geram Hana saat tahu jika tangan Brian sudah mulai mencari sesuatu.


Hana langsung menghentikan aksi tangan jail Brian dan menatap tajam ke arah Brian.


“Ckk.. terahlah aku mau tidur ngantuk” ucap Brian yang sudah ngambek sambil tidur membelakangi Hana dan Qisya.


Sedangkan Qisya dan Hana hanya bisa melihat kelakuan Brian yang seperti anak kecil.


“Bunda, Ayah napa malah-malah cih.. tan Isa cuma mau bobo di cini, emangna ndak boyeh ya” ucap Qisya sambil matanya berkaca-kaca.


Hana yang melihat Qisya langsung memeluk Qisya dan mencoba untuk menasihatinya, kemudian Hana mengajak Qisya untuk tidur karena hari sudah semakin larut.


Saat ini posisi Hana berada di tengah, Hana mengalah karena Qisya dan Brian yang sejak tadi memperebutkan dirinya agar bisa tidur di sebelah mereka, sampai akhirnya Hana memutuskan untuk tidur di tengah-tengah agar semuanya rata.


Di saat Hana sedang menidurkan Qisya, Hana sedikit mendengar suara isak tangis seseorang.


“Kenapa seperti suara orang yang menangis ya. Sedangkan Qisya sudah tidur, lalu ini suara siapa?” tanya Hana di dalam hatinya sambil menatap Qisya yang sudah tertidur dengan sangat lelap.


Dengan perlahan Hana menyelimuti Qisya kemudian ia berbalik menghadap punggung Brian dengan tubuh yang sedikit bergetar.


“Hiks..” suara isak tangan Brian di sertai gerakan tubuhnya.


Hana yang melihatnya langsung duduk dan sedikit mencondongkan tubuhnya sambil mengusap pundak Brian.

__ADS_1


“Mas, kamu kenapa kok nangis?” tanya Hana dengan rasa cemas.


Dengan perlahan Brian membalikkan tubuhnya dan langsung memeluk perut Hana.


“Hiks.. kamu jahat, dari tadi aku diomeli mulu”


“Hiks.. kamu lebih sayang Qisya dari pada aku, apa kamu sudah tidak menginginkan aku lagi?” tanya Brian sambil menatap Hana dengan mata sembabnya.


Sedangkan Hana hanya terdiam heran dengan tingkah Brian saat ini, Hana merasa bingung kepada Brian hanya karena Qisya ingin tidur dengannya sampai membuat Brian seperti ini.


“Hiks.. ya sudah kalau kamu sudah tidak sayang sama aku, aku tidur di kamar tamu saja” Brian langsung terbangun dan berdiri, namun di saat Brian ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba saja Hana langsung menariknya.


Seketika Brian terjatuh dengan keadaan duduk, Hana langsung menggenggam tangan Brian.


“Mas cemburu dengan Qisya ya” goda Hana.


“Ti-tidak, buat apa aku cemburu dengan anakku” jawab Brian dengan muka tegangnya.


“Maafin Hana ya mas, Hana belum bisa adil membagi kasih sayang kepada mas dan Qisya. Hana belum bisa menjadi wanita yang dewasa, Hana tahu mas kecewa kan sama Hana. Kalau mas kecewa tidak apa-apa biar Hana tidur di luar, mas di sini sama Qisya ya”


Brian yang mendengar ucapan Hana kini langsung memeluk Hana.


Hana hanya bisa tertawa kecil di dalam pelukan Brian yang membuat ia langsung melepaskan pelukannya dan menatap aneh Hana.


“Kenapa ketawa? Ada yang lucu?” tanya Brian.


“Hehe.. tidak ada kok mas, A-apa mas Brian sudah mulai menyukai Hana?” tanya balik Hana yang sudah sangat senang karena dalam pikiran Hana kali ini Brian akan menyatakan cintanya.


“Hem.. ti-tidak, aku kan pernah bilang kalau aku baru nyaman sama kamu. Jadi jangan berpikiran halu dulu deh” jawab Brian dengan nada sewotnya.


Seketika raut wajah Hana yang tadinya senang kini kembali seperti orang yang sedang memaksakan senyumnya.


“Hehe.. ya sudah mas tidak apa-apa, Hana tahu mungkin ini pertanyaan Hana yang terlalu cepat” saut Hana dengan bibir yang mulai bergetar serta air mata yang susah payah ia tahan.


“Maaf Hana, aku belum tahu apakah perasaan ini adalah cinta untukmu atau hanya kagum. Aku janji padamu saat aku sudah yakin jika ini cinta aku akan menyatakannya dan membuatmu menjadi wanita yang sangat bahagia di dunia” ucap Brian di dalam hati kecilnya.


“Ya sudah mas tidur duluan Hana mau ke kamar mandi dulu” ucap Hana sambil berdiri dan tiba-tiba Brian langsung menarik Hana ke dalam pangkuannya.


“Mas Brian..” Hana sontak kaget karena perilaku Brian yang langsung tangannya menyelinap masuk ke dalam baju Hana.

__ADS_1


“Aku pengen, boleh ya” Brian menatap lekat mata Hana penuh dengan nada memohon.


Hana yang merasa kasihan melihat mata sembab Brian kini langsung sedikit menganggukkan kepalanya, meski pun perasaannya masih tidak karuan akibat perkataan Brian.


Tapi apa boleh buat, Hana tidak mau sampai menanggung dosa besar saat menolak ajakan suaminya untuk keperluan biologisnya.


Brian menyuruh Hana untuk tiduran di kasur dengan posisi menyamping dan menghadap Qisya.


“Mas, nanti kalau Qisya bangun bagaimana? Apa tidak bisa ditunda dulu?” tanya Hana sambil menengok ke belakang.


“Aku sudah pengen banget Hana, apa kamu tega denganku? Lagian aku main belakang kok jadi Qisya tidak akan tahu. Apa lagi aku juga akan main dengan lembut kok supaya tidak sampai membangunkan Qisya” Brian membalikkan posisi Hana menjadi terlentang dan kemudian membuka celana Hana yang hanya menyisakan baju tidurnya serta membuka hijabnya.


“Mas yakin ini tidak sampai membangunkan Qisya kan?” tanya Hana untuk lebih meyakinkannya.


“Sudah ikuti saja perintahku, jangan banyak berbicara sayang. Suaramu itu yang akan membuat Qisya terbangun nantinya” saut Brian sambil membuka celananya sendiri dan langsung menarik selimut menutupi keadaan mereka sebatas pinggang.


Hana hanya bisa menuruti perintah suaminya, meski pun di hati kecilnya Hana merasa masih sedih tapi dengan susah payah Hana menahan perasaan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guys kali ini author akan banyak mempromosikan novel teman-teman di bab selanjutnya ya, jika ada yang berkenan tolong mampir jangan di skip 🤣😝


*BLUR**B* !


Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, Karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul 'My Kepet pet'. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.


"Keren nih game, bisa dapet duit beneran nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi."


Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.


Tet Tot !!!


What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?" Mila melongo melihat kegagalannya.


"Aaaa ... ini sungguh tidak adil!!!" Teriak Mila.


Bagaimakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?


__ADS_1


__ADS_2