Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Om Arya Suka Sama...


__ADS_3

Qisya kemudian menatap Arya dengan wajah bingungnya dan mulai merasa aneh, karena jarang sekali Arya menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan Bu guru.


Kini, mata Qisya mulai menyipit menandakan adanya kejanggalan di dalam pertanyaan Arya.


“Kok Om nanya begitu? Qisya kan enggak tahu tentang Bu Cantik. Soalnya Bu Cantik balu masuk ke sekolah minggu kemalin. Dia gulu balu Om” saut Qisya.


“Heum... Jadi Bu Cantik itu guru baru yang mengajar di kelas Qisya gitu? Jadi Qisya enggak tahu tentang Bu Cantik?” Arya kembali bertanya dengan tutup point yang semakin membuat Qisya merasakan kebingungan.


“Kok Om Alya nanya-nanya Bu Cantik mulu sih?” tanya Qisya dengan raut muka yang sinis.


“Eh... e-enaggk kok, O-om cuman nanya saja gitu. Kalau Qisya enggak tahu ya sudah enggak apa-apa hehe... ya sudah ayo kita main lagi” jawab Arya dengan wajah sedikit memerah serta salah tingkah.


Qisya yang melihat Arya seperti salah tingkah membuat ia merasa aneh, kemudian ia berpikir sejenak lalu “Cie... cie... Om Alya suka ya sama Bu Cantik haha... Qisya bilangin Mbah Kung sama Mbah Uti sekalang wlee... 😝” Qisya meledek Arya dengan wajah tengilnya.


Arya yang mendapati ledekan dari Qisya membuat ia menjadi tambah salah tingkah serta wajah yang sudah memerah bagaikan kepiting rebus.


“Muka Om Alya lucu kek badut. Melah-melah gitu, cie... cie... malu ya ketauan haha...” Qisya tertawa dengan sangat puas.


“Ishh... apaan sih, sudah deh diam. Masih kecil juga sudah tahu aja tentang suka-sukaan" ucap Arya dengan wajah yang dibuat kesal untuk menutupi muka malunya yang semakin memerah.


“Hahah... Mbah Kung, Mbah Uti... Om Alya suka sama Bu Cantik nih...” teriak Qisya sambil berdiri dan berlari ke arah kamar Abah dan Umi.


“Yakk... Hei bocah rese tunggu enggak! Awas kamu ya kalau ke tangkap” ucap Arya dengan berlari mengejar Qisya.


“Bhahaaa... cie... cie... ada yang suka sama Bu Cantik nih... Mbah Kung halus tahu ini bial Om Alya enggak jomblo lagi haha...” Qisya terus saja meledek Arya dengan tingkah lucunya yang semakin membuat Arya memerah dan kesal.


“Qisya diam enggak! Jangan berisik napa, Om cuman nanya doang kok” Arya berusaha mengejar Qisya yang sudah hampir mendekati kamar Abah dan Umi.


Tok... tok... tok ...


“Mbah Kung, Mbah Uti buka pintunya ini Qisya” teriak Qisya sambil melihat-lihat Arya yang lagi menaiki tangga.


“Masuk saja sayang, pintunya tidak di kunci” ucap Umi dari dalam kamar.


Ceklek ! ...


Braak ! ...


Qisya masuk ke dalam kamar Abah dan Umi dengan terburu-buru sambil berlari mendekati Abah dan Umi.

__ADS_1


“Mbah Kung, Mbah Kung... Mbah tahu enggak kalau hempt... ” ucapan Qisya terputus saat Arya berhasil menutup mulut Qisya menggunakan tangannya.


“Astaghfirullah, Arya...” teriak Umi yang langsung mencoba melepaskan tangan Arya dari mulut Qisya.


“Hah... hah... hah...” Qisya menarik nafasnya lalu berteriak “Om Alya... ish... nanti kalau Qisya mati gimana, hah!! Om Alya mau Qisya datengin tiap malem... hihihi... Om Alya ini Qisya gitu” ucap Qisya sambil menakut-nakuti Arya.


“Yakk... dasar hantu kecil rese. Bisa-bisanya menakuti Omnya sendiri” ucap Arya dengan kesal.


“Ini ada apa, toh... kok kalian datang-datang pada ribut begini?” tanya Abah dengan suara lembutnya.


“Hehe... enggak ada apa-apa kok, Bah. Ini tadi Arya jahili Qisya jadi dia mau mengadu pada Abah sama Umi” ucap Arya sambil tersenyum menyengir seperti kuda untuk menahan rasa gugupnya.


“Om Alya bohong, Mbah Kung. Qisya kesini bukan untuk mengadu kalau Qisya di jahili. Tapi Qisya kesini mau bilang kalau Om Alya suka sama hempt...” ucapan Qisya kembali terhenti saat Arya kembali menutup mulutnya dengan tangannya yang besar.


“Maksudnya kalau Arya suka sama mendoan tempe gitu hehe...” jawab Arya untuk menutupi perkataan Qisya.


“Astaghfirullah... Arya lepaskan tanganmu itu kasihan Qisya, dia tidak bisa nafas” ucap Abah dengan wajah cemasnya.


Qisya yang sangat kesal langsung menggigit tangan Arya dengan kencang.


Kreeek ! ...


“Awwwww...” teriak Arya dengan melepaskan tangannya sambil meniupnya yang sudah memiliki berbekas gigitan Qisya.


“Huaa... Mbah Kung, tolongin Qisya. Om Alya mau di membunuh Qisya hiks...” ucap Qisya dengan drama dan memeluk Abah.


“Yakk... Dasar rese, kecil-kecil sudah pintar mengadu ya. Bahkan aktingnya sangat bagus” saut Arya dengan wajah kesalnya.


“Hiks... Mbah Kung lihat tuh Om Alya. Dia jahat sama Qisya kan...” rengek Qisya dengan muka yang di sedih-sedihkan.


“Cup... cup... sudah ya jangan sedih lagi, nanti Mbah Kung omelin Om Alyanya” ucap Abah dengan mengelus pipi Qisya.


“Arya, berani sekali kamu mengganggu cucuku ya...” saut Umi dengan wajah yang kesalnya.


“Eh... hehe... ma-maaf Umi, kan Qisya duluan yang mulai kenapa Arya yang di marahin sih” ucap Arya dengan wajah cemberutnya.


“Hiks... tuh Mbah Uti lihat saja, Om Alya enggak mau ngalah sama Qisya. Kan Qisya masih kecil, lagian yang salah kan Om Alya bukan Qisya olang dia yang mau bunuh Qisya tadi kan. Mbah Uti sama Mbah Kung juga lihat sendili kan tadi Qisya enggak bisa nafas” rengek Qisya sambil menatap Umi dan Abah bergantian sambil memasag muka puppy eyes.


“Nahkan... ternyata kamu biang keroknya heum...” ucap Umi yang sudah berdiri sambil menjewer kuping Arya dengan memelintirnya sangat keras.

__ADS_1


“Awww... awww... aduh... Umi, sakit umi... awww... sstt... aduhh... duhh... yayaya, Arya mi-minta maaf deh...” saut Arya dengan menahan rasa sakitnya sambil memegang tangan Umi yang masih menjewernya.


“Hihi... rasain tuh Om, lagian sih bandel. Qisya di lawan wleee...” ucap Qisya di dalam hatinya sambil meledek dan menatap Arya.


“Ck!! Awas saja kamu bocah kecil, berani sekali mengerjaiku. Pasti dia sedang meledekku dengan senyuman liciknya itu ” saut Arya di dalam hatinya sambil menatap Qisya yang sedang tersenyum penuh arti.


Abah dan Umi tidak melihat Qisya uang diam-diam tersenyum dengan artian meledek Arya.


“Sudah, Umi... kasihan Arya itu lihat saja kupingnya sudah matang begitu” ucap Abah sambil melihat kuping Arya yang memerah.


“Umi bakalan lepasin kalau Arya sudah dapat kata maaf dari Qisya, lalu mereka berbaikan lagi” saut Umi.


“Awww... stt... Umi kan tahu kalau Arya sama Qisya sering berantem tapi cuman bercanda loh, kenapa Umi jadi marah sih...” ucap Arya dengan wajah kesalnya.


“Tapi kali ini bercandamu kelewatan Arya. Sampai-sampai kau membekap mulut Qisya seperti itu” jawab Umi.


“Qisya mau kan maafin Om Arya, kasihan dia tuh lihat saja kupingnya sudah kaya tomat busuk. Kalau tidak di lepas bisa-bisa putus deh...” bujuk Abah sambil memangku Qisya.


Qisya menatap Abah dan bergantian untuk menatap Umi dan Arya.


“Mbah Uti, Qisya mau kok maafin Om Alya. Kan kita teman, tapi teman belantem hehe...” ucap Qisya sambil tertawa.


“Aduh... aduh... cucu Mbah Uti pintar sekali ya bercandanya, sini cium dulu dong” ucap Umi sabil melepaskan jewerannya dari kuping Arya kemudian mendekati Qisya dan mencium pipi Qisya dengan sangat gemas.


“Sttt... sakit banget sumpah. Untung saja tidak putus, kalau putus bagaimana aku mencari penggantinya. Adeh... ada-ada saja Umi, tumben-tumbenan dia marah seperti monster galak” gumam Arya sanga pelan sambil mengusap kupingnya yang memerah.


Namun, gumaman Arya masih bisa di dengar oleh sang Umi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu ya ceritanya semuanya... 😁😁😁


Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗


Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗


Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰

__ADS_1


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2