Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kebahagiaan Qisya


__ADS_3

Brian serta keluarganya baru saja sampai di depan rumah Hana dan sudah di sambut oleh Abah yang lagi asyik duduk di depan rumah sambil memakan singkong rebus dan kopi.


"Mbah kung.." Qisya yang baru saja turun dari mobil, langsung berlari untuk mendekati Abah dan tidak sengaja di tangkep oleh Arya.


Hap..


Arya langsung menggendong Qisya dengan sangat senang, tetapi beda dengan Qisya.


"Om Alya ish.., tan Isa mau peyuk Mbah kung. Apa jadi Om Alya yang peyum cih" Qisya yang sudah kesal dan memasang muka marahnya kini malah membuat Arya tertawa.


"Haha.., lucu banget sih boneka kecil Om ini" Arya mencoba mencubiti pipi Qisya.


"Yak.. Om Alya, ini pipi bukan kue ubit tau" ucap Qisya.


Arya yang sudah melihat Qisya yang sudah mulai kesal, langsung menduduki Qisya di pangkuan Abah.


"Cucu Mbah kung, cantik banget sih hari ini" ucap Abah sambil menatap Qisya.


"Hehe.. ya dong, kan Isa antik dali lahil. kalo ecilna elek gedenya uga elek kaya om Alya noh elek wlee" Qisya meledek Arya dengan memeletkan lidahnya.


"Yakk.. enak saja, om Arya ini sudah ganteng dari sebelum lahir malahan" jawab Arya dengan nada sombongnya.


"Assalammualaikum" ucap Tuan Ferry dan Nyonya Syifa sambil bersalaman dengan Abah dan Arya yang diikuti oleh Brian dibelakangnya.


"Hoya.., Isa upa beyum calam hehe.., acalamualaikum" Qisya yang lupa untuk memberi salam langsung mengucapkan sambil salim kepada Abah dan Arya.


"Sudah ayo masuk, sudah di siapin singkong rebus, tempe mendoan, dan jagung rebus dari tadi loh. Kirain tidak jadi ke sini mau langsung bablas saja ke Jakarta" tanya Abah sambil mengajak mereka semua untuk masuk dan duduk di ruang tamu.


"Biasa mas, itu si Brian susah di banguninnya jadi terlambat deh. Mana si Qisya sudah ngajakin ke sini mulu" ucap Nyonya Syifa sambil melirik Brian dengan mata sinisnya.


Brian yang merasa di tatap oleh Nyonya Syifa, kini malah membalas dengan memutar bola matanya dengan sangt malas.


"Mas Brian, mana laptopku?" Arya yang sudah sangat penasaran dengan hadiahnya kini memberanikan diri untuk meminta kepada Brian.


"Arya, Abah tidak pernah mengajarimu untuk meminta kepada orang lain. Jika kamu ingin mempunyai laptop, maka kamu harus usaha untuk menabungnya sendiri" ucap Abah dengan nada tegasnya sambil menatap Arya.


"Ma-maaf, Bah. Arya kan cuman menagih hadiah dari mas Brian, karena waktu itu mas Brian mengajak Arya untuk lomba mancing belut. Lalu Arya memenangkan lomba itu"


Arya kini menundukkan kepalanya karena takut jika Abahnya sudah berbicara menggunakan nada tegasnya itu berarti Abah sedang memarahi Arya.


"Tidak apa-apa, Bah. Brian juga sudah janji kok, jadi sebentar aku ambilin dulu di mobil" Brian kemudian langsung melangkahkan kakinya keluar rumah menuju mobilnya.

__ADS_1


Brian membuka pintu mobilnya untuk mengambil tas berisikan laptop yang waktu itu dia belikan saat Brian ingin berangkat ke desa Brian mampir lebih dulu untuk mangambil laptop yang sudah dia pesan.


Kemudian Brian kembali menutup pintu mobil dan pergi masuk ke dalam rumah.


"Ini hadiah yang sudah aku janjikan padamu" Brian memberikan tas berisi laptop kepada Arya.


"Wah... i-ini se-serius untuk Arya, mas?" tanya Arya sambil membuka tas dan mengeluarkan laptop bermerek dengan gambar apel yang di gigit.


"Mas Brian, tidak perlu repot-repot begitu. Biarkan Arya berusaha sendiri agar bisa membeli apa yang dia inginkan" ucap Abah yang merasa tidak enak jika Arya mendapatkan hadiah tanpa harus berkerja lebih dulu.


"Gapapa. Semoga laptop itu bisa bermanfaat untuk Arya, mas. Toh jika Brian membelikan laptop satu toko juga tidak akan membuat ia menjadi bangkrut ya kan, Mah" ucap Tuan Ferry sambil menatap sang istri dan diangguki oleh Nyonya Syifa.


"Mbah kung, Bunda mana?" tanya Qisya sambil menatap Abah.


"Bunda ada di belakang, mau om Arya anterin enggak? kita lihat binatang loh, mbah kung punya banyak hewan peliharaan" Arya berusaha membujuk Qisya agar mau lebih dekat dengannya.


"Om Alya ndak boong kan, kalo boong dosa loh ya tan mbah kung?" Qisya menatap Abah untuk meminta jawaban dari Abah dan langsung dianggukin oleh Abah dengan senyuman.


"Yakk.. emangnya om Arya kelihatan tampang pembohong apa?" tanya Arya dengan nada kesalnya.


"Hehe.. ya mangap om piss" Qisya mencoba menghibur Arya sambil jari kecilnya membentuk huruf V.


Semua yang ada di sana ikut tertawa melihat tingkah lucu Qisya yang berusaha untuk menjahili Arya, sedangkan Brian hanya tersenyum kecil melihat betapa bahagianya Qisya.


"Yak.. pelan-pelan dong, kamu ini sudah seperti menarik kerbau saja" ucap Arya di sela-sela berjalannya.


...****************...


Qisya dan Arya sudah sampai di ruang belakang yang langsung mendapati Hana sedang memberika makan kepada kelinci gemuk berwarna putih.


"Makan yang banyak ya Cici, semoga dagingmu sangat enak ketika di makan nanti hehe" Hana berusaha mengobrol dengan kelinci sambil menyuapi wortel.


"Bunda..." Qisya langsung melepaskan gandengan tangannya dari Arya kemudian berlari kecil untuk mendekati Hana.


"Hai.. sayang, sini" Hana membalikkan badannya lalu merentangkan tangannya dan langsung menggendong Qisya.


"Yey.. akhilna Isa temu bunda agi hehe" Qisya bersorak dengan sangat bahagia bisa bertemu dengan Hana.


Hana juga merasa sangat senang bisa bertemu kembali dengan Qisya yang sangat menggemaskan sertu lucu ini.


Sampai akhirnya, Hana mengajak Qisya untuk mencoba memberi makan kepada kelinci.

__ADS_1


Disaat mereka sedang asyik memberi makan hewan peliharaan Abah, tiba-tiba saja Umi datang.


"Sayang, mari kita ke ruang tamu. Sudah ditunggu oleh yang lain, katanya ada yang mau mereka omongin sebelum pulang ke Jakara" ucap Umi.


"Ya sudah, Mi. Kita bersih-bersih dulu ya nanti Hana nyusul ke sana" ucap Hana sambil menggendong Qisya.


Sedangkan Arya sudah lebih dulu pergi karena dia sangat penasaran dengan apa yang ingin keluarga Brian bicarakan dan diikuti oleh Umi.


Setelah selesai membersihkan diri Hana dan Qisya berjalan sambil menggandeng tangan menuju ruang keluarga.


Qisya terlihat sangat bahagia sekali, karena baru pertama kali ini Qisya bisa bergandeng tangan dengan Hana yang sudah dia anggap sebagai bundanya sendiri.


Selama ini Qisya hanya bisa melihat anak kecil yang bergandengan tangan dengan ibunya tanpa merasakan bagaimana rasanya di gandeng oleh seorang ibu.


Tetapi saat ini Qisya sudah bisa merasakan betapa bahagianya bergandengan dengan Hana.


Hana yang melihat Qisya selalu tertawa senang, kini membuat dirinya juga ikut merasakannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para leaders 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung othor terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


Papay 🤗🤗


...MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN SEMUANYA 🙏😍...


__ADS_2