
Hingga akhirnya Ash memegang rahang Anna sambil mengusap air mata yang masih mengucur deras, lalu Ash membawa Anna kedalam pelukannya. Disitulah Anna menangis sesegukan ketika semua kejadian itu kembali berputar di dalam ingatannya.
"Ma-maafkan aku Anna, ma-maaf jika ucapanku sudah membuatmu sakit. Pukul aku Anna pukul, agar rasa sakit itu bisa kamu luapkan padaku. Aku siap jadi samsakmu asalkan kamu mau memaafkan aku" Ucap Ash penuh penyesalan.
"Hiks.. a-aku benci cinta Ash, aku benci!! Aku enggak mau kembali merasakan itu, aku mau hidup sendiri aku enggak butuh cinta dan pasangan. Aku benci semua itu!"
Anna memukul-mukul dada bidang Ash dengan begitu keras, teriakan Anna mampu membuat Ash bisa merasakan betapa hancurnya Anna pada saat itu.
Ash terdiam membiarkan Anna terus memukuli tubuhnya, mungkin dengan begini Anna bisa meluapkan semua perasaan yang selama ini ia pendam seorang diri.
Ketika Anna sudah mulai lelah ia langsung memeluk Ash, Anna seperti menemukan kenyaman yang selama ini telah hilang. Apa lagi udah bertahun-tahun Anna tinggal seorang diri mengejar semua cita-citanya, untuk kuliah pun Anna ketar ketir mencari sampingan yang untungnya dia memiliki tabungan masa depan dari mendiang kedua orang tuanya yang sudah meninggal akibat sang Ibu kehabisan darah saat melahirkannya dan Ayahnya meninggal karena jatuh sakit.
Beberapa menit kemudian Ash merasakan bahwa Anna sudah mulai tenang lalu ia melepaskan pelukannya dan langsung meraup wajah Anna dengan kedua tangannya, menatap mata Anna sangat dalam.
"Heeii.. dengarkan aku, kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Ingat, cinta itu anugerah. Jadi apa pun yang kamu rasakan jangan membuat kamu patah semangat untuk menemukan cintamu. Aku yakin suatu saat nanti kamu akan bertemu dengan seseorang yang sangat mencintaimu. Percaya semua itu akan terjadi!" Ucap Ash.
"Aku juga yakin ketika kamu bisa mengatakan semuanya pada Dokter Sasya pasti perasaanmu akan jauh lebih baik, kasihan dia Ash. Dia tidak tahu apa-apa, bahkan dia pasti sangat sedih ketika sahabatnya menjauhinya. Cobalah berbicara dengannya, kamu pasti bisa kok" Sahut Anna.
Anna tersenyum kecil menunjukkan lesung pipi yang saat ini terlihat begitu manis, sampai keduanya malah terhanyut dengan suasananya.
Ash menatap kearah bibir Anna dengan mengusapnya secara perlahan, sehingga tubuh Anna mulai menegang dan sedikit gugup. "A-ash ka-kamu ma-mau nga-.. hempt.."
Ash mencium bibir Anna secara lembut, sedangkan Anna membolakan matanya ketika bibirnya kembali menjadi permen bagi Ash. Namun Anna merasa sesuatu hal yang tidak pernah ia rasakan sampai-sampai Anna terbawa oleh suasanaa dan membalas permainan Ash.
5 menit berlalu, Anna hampir kehilangan nafasnya dan segera memukul kecil dada Ash. Kemudian Ash langsung melepaskan pautannya.
__ADS_1
"Manis..." Gumam Ash ketika ia baru pertama kali merasakannya. Anna menarik nafas sebanyak-banyaknya dan menatap Ash.
"Astaga Ash, kau ingin membuatku mati muda IYA!!" Pekik Anna yang wajahnya sangat memerah.
"Ma-maaf, a-aku tidak sengaja. Ha-habisnya bibirmu terlihat sangat menggoda, jadi aku coba cicipi. Eh ternyata rasanya sangat manis, bahkan kamu juga menikmatinya kan? Jadi jangan marah-marah, nanti kalau ketagihan tinggal hubungin aku. Aku siap kok haha.." Canda Ash yang membuat Anna semakin tegang.
"Yaaaa.. dasar Dokter mesum!!" Anna berteriak sambil ingin memukul Ash, cuman dengan cepat Ash menghindar berlari menjauhi Anna.
Anna yang tidak terima, mengejar Ash dengan ekspresi wajahnya mampu membuat Ash tertawa geli. Saat mereka berada di tempat sedikit ramai, Ash berhenti berlari. Ash menatap semuanya yang melihatnya dengan tatapan aneh, sebisa mungkin Ash memasang wajah coolnya sambil berdehem.
Tak jauh dari Ash, Anna juga kembali memasang wajah murah senyumnya yang penuh dengan rasa malu ketika semuanya menatap ke arahnya. Lalu mereka pergi ke arah kantin untuk beristirahat.
...*...
...*...
Saat ini Mommy Nisha dan juga Jay terlihat sangat khawatir, mereka tidak menemukan keberadaan Key ketika di pagi hari. Niatnya Mommy Nisha mau membangunkan Key karena hari sudah semakin siang tapi sayangnya Mommy Nisha malah menemukan selembar kertas yang Key tinggalkan untuk semuanya.
...Daddy, Mommy dan juga Jay maaf jika setelah kalian membaca surat ini kalian akan merasa sangat sedih. Tapi Key tidak bisa terus seperti ini, Key enggak mau Mommy sama Daddy bertengar hanya karena Key....
...Untuk itu Key mau mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Mommy dan juga Jay, kalian sudah mau menyayangi Key dengan sangat tulus. Cuman maaf kalau Key harus mengecewakan, semua Key lakukan agar Daddy tidak lagi memarahi kalian....
...Dan ketika kalian sudah membaca surat ini, mungkin Key sudah pergi sangat jauh, jadi kalian tidak perlu repot-repot mencari keberadaan Key lagi. Key akan baik-baik saja jika kalian bahagia. Semoga suatu saat nanti kita bisa ketemu kembali....
...Key tidak mau jika rumah tangga Daddy dan juga Mommy hancur gara-gara Key. Key tahu kok kalau Key adalah anak yang tidak Daddy harapkan lantaran Key terlahir dari wanita yang sangat menjijikkan....
__ADS_1
...Tapi kalau boleh jujur Key juga tidak minta untuk dilahirkan, cuman apa boleh buat? Ini sudah takdir Key yang memang harus hidup dijalanan, setidaknya rumah tangga Mommy dan Daddy baik-baik saja. Key tahu kalau sebenarnya kalian itu saling mencintai, tetapi semenjak kehadiran Key kalian seperti menutupi cinta itu dengan ego yang cukup besar....
...Jaga diri kalian baik-baik ya. Key pamit Dad, Mom, Jay. Semoga kalian bisa selalu berada di dalam lindungan Tuhan dan Key berharap hubungan Daddy sama Mommy akan kembali membaik....
...Peluk jauh dari Key, anak yang tak di harapkan!...
Tulisan tangan Key selalu membuat Mommy Nisha tak henti-hentinya menangis, Jay yang berada di dekat Mommy Nisha langsung memeluknya. Tapi Daddy Ken? Dia malah merasa puas ketika beban yang selama ini ada di dekatnya sudah menghilang.
Jadi Daddy Ken bisa kembali memperbaiki rumah tangganya dengan Mommy Nisha, serta mereka bisa membesarkan Jay tanpa adanya perdebatan.
"Hiks.. Ke-key kamu dimana Sayang, pulang Sayang Mommy kangen hiks.." Ucap Mommy Nisha.
"Hiks.. Jay ju-juga kangen sama Kak Key, kenapa Kak Key tega ninggalin kita Mom kenapa. Apa Jay buat salah sehingga Kakak sudah tidak mau memiliki adik seperti Jay?" Tanya Jay yang membuat Mommy Nisha cuman bisa memeluknya sambil mencium kepala Jay.
"Kalian ini pada kenapa sih, sudahlah jangan nangis terus, pusing kepala Daddy dengar suara kalian. Bkannya bagus ya kalau anak sia*alan itu pergi, jadi kan kita bisa hidup bahagia tanpa dia" Sahut Daddy Ken.
"Puas kamu Ken, puas!! Sekarang sudah tidak ada lagi yang akan mengganggu hidupmu, tapi karena ulahmu 3 kehidupan hancur terutama Key. Dia orang yang paling hancur diantara aku dan Jay!" Pekik Mommy Nisha dengan wajah penuh amarah.
"Hiks... Da-daddy jahat sama Kak Key, kalau Kak Key tidak kembali Jay juga tidak mau berbicara sama Daddy sampai kapan pun. Jay benci Daddy, Jay benci!!"
Jay berlari menuju kamarnya dengan perasaan sangat hancur, tidak ada lagi seorang Kakak yang akan bisa selalu melindung Jay atau pun memarahinya jika ia berbuat salah. Jay menutup pintu kamarnya dengan keras, dimana dia sudah tidak tahu lagi harus mencari Key kemana lagi.
Jay tidak menyangka bahwa Kakaknya bisa pergi meninggalkannya, padahal dia sudah berjanji akan terus di samping Jay sampai kapan pun.
Sedangkan Daddy Ken sangat frustasi ketika anak kesayangannya malah membenci dirinya, padahal Daddy Ken tidak pernah mengusir Key tetapi hari ini Key pergi dengan kemauannya sendiri. Cuman kenapa anak serta istrinya malah menyalahkan semua ini kepadanya, entahlah Daddy Ken benar-benar sudah sangat pusing.
__ADS_1
Mommy Nisha pun pergi ke arah kamar Key, menutup keras pintu tersebut sambil menguncinya. Lalu Mommy Nisha duduk di atas ranjang Key dengan mengelus sepray yang masih tercium aroma tubuh Key.
Mommy Nisha kembali menangis hingga akhirnya ia tertidur dalam keadaan selembar kertas berada di dekapan dadanya. Mommy Nisha berharap jika ini semua adalah mimpi buruk baginya dan bukanlah sebuah kenyataan yang amat pahit.