Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
2 Bulan Kemudian


__ADS_3

Lain halnya di Indonesia, keluarga Joko dan Pinjai sedang mempersiapkan penyambutan untuk Sasya dan juga bayi yang ada diperutnya.


Sama dengan keluarga besar Brian dan juga Hana, mereka semua lagi mempersiapkan acara untuk 7 bulanan Sasya yang nanti akan diadakan sebentar lagi bersama mereka dirumah kediaman keluarga besar Brian.


...*...


...*...


2 bulan kemudian ...


Di Indonesia, tepatnya dikediaman keluarga besar Ayah Brian. Rumah besar itu sudah disulap seperti sebuah gedung yang sangat indah.


Banyak anak-anak panti asuhan, dan yang lainnya berkumpul untuk menghadiri 7 bulanan anak, cucu, ponakan atau pun cicit pertama bagi semuanya.


Bahkan ada juga MS sebagai pemandu acara serta beberapa fotografer. Mereka bekerja untuk mengabadikan momen istimewa, agar bisa menjadi sebuah kenang-kenangan untuk mereka semua.


Ya, meskipun keluarga Brian tidak bisa hadir. Cuman Joko dan Pinjai sudah mempersiapkan semuanya untuk mereka melakukan panggilan video dalam bentuk layar lebar.


Tak lama acara pun dimulai. Sasya beserta Alex terlihat begitu cantik dan juga tampan. Belum lagi wajah mereka benar-benar bahagia, lantaran senyuman lebar selalu menghiasi bibirnya.


Acara berlangsung dari pukul 9 pagi sampai jam 5 sore. Ketika acara selesai semua para tamu pun telah meninggalkan rumah kediaman keluarga besar Ayah Brian.


Mereka semua berkumpul, bermain dan juga bercanda bersama anak Pinjai yang saat ini sudah tumbuh besar. Belum lagi anak Joko yang sudah memasuki 6 sampai 7 bulan.


Berbeda sama anak-anak Arsya yang sekarang sudah tumbuh menjadi seorang laki-laki tampan dan gadis yang begitu manis.


Semua terlihat benar-benar bahagia, setelah beribu-ribu masalah datang membuat mereka seperti sedang menikmati buah manis dari kesabaran yang selama ini mereka kumpulkan.


...*...


...*...

__ADS_1


Beberapa bulan berlalu ...


Sasya dan Alex sedang berada ditaman sambil melihat Pinjai bersama kedua anaknya sedang bermain. Begitu juga Joko yang selalu menggendong anaknya yang kini sudah mulai belajar berbicara.


Mereka semua duduk beralasan tiker taman, seolah-olah melakukan piknik bersama keluarga. Dimana semuanya menikmati camilan sambil bercanda riang.


Alex melihat semuanya tertawa membuat perasaannya begitu bahagia melihat suasana seperti ini, berbeda sama Sasya dia hanya tersenyum merasakan perutnya sedikit mules.


"Sstt, aduh ... Ada apa ini? Kenapa perutku mules banget. Apa jangan-jangan ini adalah kontraksi untuk kesekian kalinya?"


"Tapi, ya sudahlah. Mungkin nanti juga udah enggak sakit lagi. Sabar ya Sayang, sebentar lagi kita akan bertemu."


Sasya berbicara didalam hatinya sambil mengelus perutnya perlahan. Melihat hal itu Alex yang berada disebelah Sasya menjadi sedikit curiga.


"Ada apa, Sayang? Kenapa wajahmu terlihat pucat?" ucap Alex membuat semuanya menoleh kearahnya.


"Astaga, Syaa. Pelipismu kenapa berkeringat? Apa kamu sedang menahan sesuatu?" tanya Chika, cemas.


"Apa kamu kontraksi lagi, Syaa?" tanya Manda, khawatir.


"Kita kerumah sakit aja ya. Aku takut kamu kenapa-kenapa, Syaa." sahut Alex, wajahnya terlihat begitu gelisa melihat keadaan istrinya.


"Tidak u-- arrghhh ...." Sasya berteriak, memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.


"Cepat bawa Sasya ke rumah sakit, Lex. Aku yakin itu bukan kontraksi, tapi Sasya mau melahirkan!" pekik Manda, membuat Alex segera menggendong Sasya.


Joko dan Pinjai segera berlari menuju mobil, dimana Pinjai menyetir mobil karena dia tahu pasti saat ini fokus Alex teralihkan saat melihat Sasya.


Kemudian Joko menyusul dibelakangnya bersama dengan Chika, sedangkan anak-anak di titipkan kepada Manda.


Semua terlihat cemas, bahkan laju mobil pun terlihat begitu cepat. Saat ini Sasya terus menjerit, berteriak dan juga menangis merasakan perutnya begitu sakit.

__ADS_1


Ya meskipun Sasya seorang dokter, tetapi dia juga manusia yang bisa merasakan rasa sakit ketika melahirkan.


Sasya mencoba mengingat pengarahan dari dokter kandungan untuk tetap menjaga nafasnya dan juga tidak diperbolehkan untuk mengejan sebelum terlihat pembukaan ke-10.


Apa lagi kemungkinan besar ini baru pembukaan 1 atau 2, jadi Sasya baru merasakan mules-mulesnya.


Wajah Alex terlihat cemas, gelisah dan juga panik. Dia berusaha menenangkan istrinya, walau terkadang rambut dan juga tangannya menjadi sasaran empuk bagi Sasya.


20 menit berlalu, mereka semua sudah beradaan dirumah sakit. Alex langsung menggendong Sasya dan menaruhnya di bangkar. Kemudian didorong bersama suster lainnya menuju ruang persalinan.


Awalnya Alex dilarang untuk masuk kedalam ruangan, bahkan beberapa kali dia mengamuk untuk meminta izin agar bisa menemani istrinya berada didalam.


Joko, Pinjai dan juga Chika berusaha untuk menenangi Alex yang saat ini keadaannya sudah tidak bisa dikontrol. Mereka tahu pasti Alex sedang mengkhawatirkan keadaan istri dan juga anaknya.


Sampai akhirnya seorang dokter keluar dari ruangan membuat Alex langsung mendekatinya sambil berkata. "Dok, bagaimana istri dan anak saya? Mereka baik-baik aja, kan? Terus Baby gimana, Dok? Dia perempuan atau laki-laki?"


Alex mencecar sang dokter dengan semua pertanyaan yang tidak bisa dokter jelaskan.


"Maaf, Tuan. Istri Tuan belum melahirkan, saya kesini hanya ingin memberitahukan agar Tuan ikut bersama saya kedalam. Karena pada saat ini Nyonya Sasya samgat-sangat membutuhkan suport dari suaminya. Mari!"


"Ayo, Dok. Ayo! Saya mau menemani istri saya, sekarang juga!" sahut Alex, dia bergegas ikut masuk bersama sang dokter.


Chika, Joko dan Pinjai mereka hanya bisa duduk menunggu kabar baik yang akan Alex berikan. Dimana mereka semua belum tahu gender anak pertama Alex, semua ini memang permintaan Sasya.


Dia mau kelahiran anaknya menjadi kejutan bagi semua orang, agar tidak akan menjadi kekecewaan atau kesedihan jika mereka telah mengetahui gender anaknya lebih awal.


Apa lagi Sasya dan Alex pernah meributkan masalah gender, setelah dinasihati oleh Umi Dewi dan juga Abah Toni. Disitulah mereka mencoba mengikhlaskan semuanya, tanpa kembali meributkan masalah anak.


Joko serta Pinjai dengan inisiatifnya sendiri segera menghubungi semua keluarga Sasya, mereka memberitahukan masalah sepenting ini supaya semua keluarga bisa bertemu dengan anak pertama Alex dan juga Sasya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Hai guys ... jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Terima kasih.. 🙏🏻...



__ADS_2