
Brian pun menuruti perkataan Qisya, namun Brian melihat ke arah Hana terlebih dahulu dan Hana pun hanya bisa tersenyum mengedipkan matanya perlahan sambil mengangguk.
Apa salahnya kan di coba, siapa tahu apa yang dikatakan Qisya ada benarnya. Jadi, Brian perlahan menciumi tangan Baby twins secara bergantian.
“Sayang-sayangnya Ayah... Ayah minta maaf ya kalau selama ini Ayah selalu kasar kepada Bunda kalian. Mungkin pada saat itu kalian bisa merasakan apa yang Bunda kalian rasakan meskipun tidak sepenuhnya. Tapi Ayah sama Bunda sudah berbaikan kok, dan Ayah benar-benar sangat mencintai Bunda kalian hiks... Ayah tahu Ayah salah makanya kalian seperti ini untuk membalas perlakuan Ayah kepada Bunda kan...”
“Tapi asal kalian tahu kalau Ayah benar-benar tulus minta maaf sama kalian, Ayah mohon jangan bikin Ayah tersiksa seperti ini dengan tidak bisa mendekati kalian. Ayah ingin sekali menggendong kalian semua hikss... Ayah sayang kalian semua, Ayah enggak mau kehilangan kalian semua apa lagi sampai kalian menjauhi Ayah hiks.. ”
Brian berbicara sambil menangis yang membuat Baby twins menatap sorot mata Ayahnya dengan sangat dalam.
Namun, di saat Qisya dan Hana mencoba membuat Brian tenang tanpa sengaja Baby twins tertawa dengan gemas saat melihat Ayah mereka menangis didepan mereka.
“Kakak, Ayah. Lihat... Baby twins tertawa saat melihat Ayahnya menangis seperti ini” ucap Hana sambil menatap Baby twins yang masih tertawa.
“Wah... Baby twins kayanya sudah maafin Ayah deh” ucap Qisya dengan percaya diri.
“Hiks... Be-benarkah itu? Me-mereka sudah me-memaafkan Ayah? Sungguh...” tanya Brian dengan wajah bingungnya karena ia masih belum percaya jika Baby twins sudah mau digendong oleh Brian.
“Benaran, Ayah. Coba deh Ayah gendong Baby Lukas perlahan. Kita lihat saja reaksinya seperti apa nantinya” saut Hana dengan tersenyum menatap Brian.
“Ayo Ayah semangat, Ayah pasti bisa gendong Baby twins... Go... Go... Go... Ayah bisa, Ayah pasti bisa...” teriak Qisya dengan heboh untuk menyemangati Brian.
Brian yang masih nampak sangat ragu ia hanya bisa menatap Baby twins dengan sangat lama. Hingga akhirnya, dengan perlahan Baby Lukas digendong oleh Brian.
Dan hasilnya benar-benar membuat Brian terkejut. Karena Baby Lukas sudah tidak menangis lagi saat digendong oleh Brian, ia malah tersenyum menatap wajah tampan sang Ayah.
Tanpa di sengaja, air mata kebahagiaan Brian kembali menetes saat ia telah berhasil menggendong Baby Lukas dan Baby Lukas juga sudah tidak menangis seperti sebelumnya.
“Alhamdulillah...” gumam Hana sambil tersenyum saat melihat betapa senangnya Brian saat bisa menggendong Baby Lukas.
“Hore... Yeey... Ayah hebat, Ayah bisa gendong Baby Lukas yeeey...” sorak Qisya dengan sangat bahagia.
Dan di saat semuanya sedang bahagia dengan Baby Lukas, tiba-tiba saja Baby Lily menangis dengan kejar. Hana mencoba menggendong Baby Lily, namun ia tak kunjung berhenti dari tangisnya malah semakin menangis kejar.
Qisya pun tidak tinggal diam, dia membantu sang Bunda untuk mencoba menenangkan Baby Lily tapi sayangnya, tidak ada respon sama sekali dari Baby Lily.
“Aduh... Sayang kamu kenapa menangis mulu hem... Bunda bingung jadinya. Apa kamu lapar iya?” tanya Hana yang mencoba menyusui Baby Lilyy yang malah di tolak mentah-mentah.
__ADS_1
“Baby Lily kenapa ya Bunda kok nangis mulu sih, di susui sama Bunda enggak mau. Teyus maunya apa ya? Qisya jadi bingung deh...” ucap Qisya sambil memasang wajah polosnya dengan sedikit kebingungan.
Brian yang asyik menggendong Baby Lukas dan bercanda seketika terhenti saat melihat Baby Lily yang terus saja menangis tanpa henti.
“Coba sini Ayah gendong, siapa tahu Baby Lily akan terdiam” ucap Brian.
“Ayah yakin bisa menggendong mereka berdua sekaligus? Ini Ayah baru pertama kali menggendong mereka loh...” jawab Hana dengan wajah khawatirnya.
“Insya Allah sayang, kan bisa sambil Bunda jagain. Kalau nanti Ayah salah gendong atau kesulitan, kan bisa Bunda benarkan cara gendongannya” ucap Brian dengan meyakinkan Hana.
“Baiklah, tapi Ayah pelan-pelan ya kalau cape bilang. Biar Bunda yang ganti menggendong mereka” jawab Hana sambil memberikan Baby Lily kepada Brian.
“Wah... Ayah hebat bisa gendong Baby twins kaya Bunda” saut Qisya dengan sangat kagum.
Brian hanya bisa tersenyum, karena ia sudah tidak tahu bagaimana lagi cara mengekspresikan wajahnya kalau saat ini ia sedang benar-benar sangat bahagia. Dan, tak disangkanya Baby Lily pun langsung terdiam di dalam gendongan Brian bersama Baby Lukas.
“Sepertinya Baby Lily ini sedang iri melihat Ayahnya menggendong Baby Lukas” ucap Hana sambil sedikit menoel pipi Baby twins.
“Kakak juga mau dong di gendong Ayah” ucap Qisya saat melihat betapa senangnya adik-adiknya digendong sang Ayah.
Qisya pun seketika berusaha tersenyum, tetapi Brian tahu jika Qisya sedang menutupi rasa sedihnya karena ia masih suka cemburu dengan kedua adik kembarnya itu.
Brian pun berjongkok dengan perlahan sambil berkata “Ayo naik peri kecil yang cantik” ucap Brian sambil tersenyum menatap Qisya.
“Mas...” ucapan Hana terhenti saat Brian memberikan kode dengan kedipan matanya yang perlahan.
“Ayah benelan bisa gendong Kakak sama Baby twins?” tanya Qisya.
“Apa pun untuk kebahagiaan kalian Ayah akan lalukan” ucap Brian.
“Sayang Ayah banyak-banyak, muach...” ucap Qisya sambil mencium pipi Brian.
Qisya pun langsung merekatkan kedua tangannya di leher Brian, dengan perlahan Brian mulai kembali berdiri. Dan Hana pun selalu setia untuk menjaga anak-anaknya agar tidak sampai terjatuh.
Tak lupa Hana pun mengabadikan momen sweet mereka semua menggunakan telepon genggamnya.
Cekrek !...
__ADS_1
Cekrek !...
Cekrek !...
Suara kamera dengan berulang-ulang kali untuk mengambil momen kebersamaan mereka semua dengan perasaan bahagia.
Tetapi tanpa mereka tahu, bahwa Tuan Ferry dan Nyonya Syifa serta Arya sedang mengintip mereka semua dari celah pintu kamar yang tidak ditutup rapat.
Mereka semua tersenyum saat melihat pemandangan yang sangat indah di depan mata mereka semua. Mereka berharap semoga kebahagiaan keluarga kecil Brian dan Hana tidak cepat berlalu.
Sampai akhirnya mereka meninggalkan kamar Brian untuk menunggu di ruang makan saja agar tidak ketahuan kalau mereka sudah mengintip. Dan tidak terasa Baby twins tertidur dengan sangat pulas di gendongan Brian.
Qisya yang sudah turun pun tidak mau terlalu lama memberatkan sang Ayah karena ia juga sedang menggendong kedua adiknya secara bersamaan.
Dengan begitu, Hana mengambil Baby Lukas dan menaruhnya di box bayi dengan perlahan sambil sedikit mengayunkannya. Kemudian, bergantian dengan Baby Lily.
Di saat Baby twins sudah tertidur pulas di box bayi mereka, kini saatnya mereka pergi ke ruang makan untuk bergabung sarapan dengan yang lainnya.
Tak lupa, Brian langsung menggendong Qisya sambil menciumi wajahnya yang sedikit membuatnya merasa geli sampai akhirnya mereka tertawa sepanjang perjalanan menuju ruang makan.
Hana yang entah kenapa hari ini benar-benar merasakan kebahagiaan yang tiada habisnya saat melihat keluarga kecilnya bisa tertawa lepas seperti ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai sini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁
Jaga diri kalian dan tetap semangat untuk kalian semua... 💪🏻💪🏻💪🏻
Tersenyumlah karena senyum adalah ibadah hehehe... 😊😊😊
Terima kasih atas dukungan kalian selama waktu ini 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Sampai jumpa lagi dan jangan lupa kangenin Author yaa... 😆😆😆
Sayang kalian banyak banyak para pembaca setiaku... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1