
“Me-memangnya aku tidak boleh makan? Kan ini juga pakai uangku, lagi pula aku lapar dari tadi belum makan, jadi ya sudah dari pada aku mati kelaparan mending aku makan yang ada saja”.
Qisya hanya bisa tertawa kecil saat melihat kegugupan di wajah Bisma yang sedang berusaha menahan gengsinya.
“Dasar gengsian” gumam Qisya yang begitu pelan namun masih bisa terdengar oleh Bisma.
“Aku bukan gengsi, ya. Catat! Aku ini hanya lapar, jadi jangan berpikir seolah-olah aku menyukai makanan itu. Bahkan, rasanya saja tidak enak” saut Bisma yang mencoba mengelak.
“Kalau tidak enak, tidak mungkin Daddy memakannya sampai bersih tak tersisa. Sampai-sampai kuahnya saja tidak ada. Sudahlah Dad, jangan terlalu gengsi jadi orang karena itu enggak akan baik. Lebih baik jujur kalau memang makanannya enak, jadi kan kita bisa sering-sering beli di sini hehe...” rayu Qisya sambil menunjukkan sederetan giginya.
“No!! Tidak akan kita jajan seperti ini lagi, cukup ini yang terakhir. Dan kamu juga harus belajar makan makanan yang sehat, supaya kamu tidak gemuk. Wanita dengan badan yang melebihi berat ideal itu akan terlihat sangat jelek, jadi mulai sekarang kamu harus menjaga berat badanmu. Dan kurangi makan makanan yang berminyak, begitu juga dengan makanan yang manis. Apa lagi kamu masih dalam masa pertumbuhan, jadi aku akan memantau semuanya. Mengerti!” tegas Bisma.
“Ckk! Apaan sih, Dad. Aku ini bukan anak kecil lagi ya, dan aku juga bisa mengurus diriku sendiri. Apa lagi, aku tidak mau seperti Daddy yang banyak sekali aturan harus makan ini itu dan sebagainya. Daddy paham!” tegas Qisya.
“Berdebat dengan anak kecil sepertimu ini tidak akan ada habisnya, lebih baik kita pulang sekarang. Dan aku juga harus segera bersiap-siap untuk kembali bekerja” ucap Bisma sambil berdiri dan sedikit membersihkan celananya.
“Berdebat dengan orang dewasa juga tidak mengasyikkan. Cih...” saut Qisya yang langsung berjalan lebih dulu dengan wajah kesalnya.
“Astaga, gadis kecil itu benar-benar membuatku lelah saja. Sifatnya yang selalu berubah-ubah terkadang menggemaskan, namun juga memiliki sifat yang aneh. Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit marah, dikit-dikit manja. Apa serumit inikah menghadapi seorang wanita? Bagaimana nanti jika aku memiliki pasangan? Yakk... Tidak, tidak! Umurku masih panjang jadi jangan pikirkan tentang pasangan ” ucap Bisma di dalam hatinya sambil berjalan menyusul Qisya.
Qisya berjalan dengan wajah yang sedikit di tekuk, sedangkan Bisma berjalan di samping Qisya dengan gagah dan berwajah datar. Banyak pasang mata yang menatap aneh ke arah Qisya dan Bisma yang sedikit membuat Qisya bertambah kesal.
“Kenapa lihat-lihat, hah... Ada yang salah dengan penampilanku?” ucap Qisya dengan cuek yang menggunakan bahasa inggris kepada orang asing.
“Siapa juga yang ngeliatin kamu, kami lagi melihat pangeran yang ada di sampingmu itu. Jadi, jangan geer!” saut wanita-wanita cantik sambil menggunakan bahasa inggrisnya.
__ADS_1
Tidak lupa mereka menatap Bisma dengan tatapan penuh arti. Bisma hanya melirik sekilas ke arah wanita tersebut dan kembali memasang wajah lebih datar lagi. Qisya yang mengerti arah pandangan wanita tersebut malah semakin geram.
“Mbaknya kenapa lihatin Daddy seperti itu? Maaf ya, Daddy sudah ada yang punya. Jadi, berhenti lihatin Daddy. Paham!” ucap Qisya dengan bahasa inggrisnya dan langsung bergelayut di tangan Bisma.
“Ayo Dad kita pulang, di luar banyak sekali ulet bulu” ajak Qisya sambil menarik Bisma untuk segera pergi.
“Daddy, I love you...” teriak wanita-wanita tersebut dengan gaya centilnya.
“Ck! Dasar pengganggu. Ayo, Daddy cepat kita pulang dan Daddy jangan pergi malam ini titik. Daddy harus di rumah jangan sampai keluar malam-malam. Bahaya!” ucap Qisya sambil berjalan dan melepaskan tangannya.
“Bahaya kenapa? Aku ini laki-laki, jadi kamu tidak usah khawatir. Aku bisa jaga diriku sendiri kok” jawab Bisma.
“Bahaya kalau nanti Daddy di culik sama tante-tante, bagaimana? Lagian Daddy juga ngapain sih pakai muka di ganteng-gantengin gitu, kan jadi banyak yang kecentilan kaya tadi” saut Qisya dengan wajah kesalnya.
“Kamu kenapa tiba-tiba marah seperti ini? Apa jangan-jangan kamu demam? Atau kamu kesambet? “ tanya Bisma dengan menaikkan alisnya sebelah.
“Astaga, ini bocah kenapa sih? Sifatnya benar-benar aneh banget. Dahlah, terserah dia saja. Lebih baik aku cari aman dulu, dari pada dia tahu siapa aku sebenarnya. Bisa-bisa rencana balas dendamku hancur berantakan ” ucap Bisma di dalam hatinya.
Hampir beberapa menit mereka saling berdiam sambil terus berjalan. Hingga, pada akhirnya mereka sampai di penginapan. Keduanya masuk dengan wajah datarnya dan membuat Pinjai yang sedang asyik menonton televisi di ruang tamu kini menjadi bingung.
“Seharusnya kan saat ini mereka terlihat happy. Lalu, kenapa malah membuat mereka semakin bete seperti itu? Apakah ada sesuatu yang terjadi sehingga mereka bisa seperti ini ?” tanya Pinjai di dalam hatinya sambil berdiri menatap keduanya yang langsung duduk di ruang tamu.
“Buatkan aku kopi” ucap Bisma dengan dingin sambil menatap televisi.
“Kalau ingin menyuruh orang itu bisa kan sertai kata TOLONG. Dia bukan pembantu di sini, jadi hargai usahanya yang setia bekerja pada Daddy” saut Qisya yang menekan kan kata-katanya.
__ADS_1
Pinjai yang mendengar kata ‘Daddy’ dari mulut Qisya pun merasa terkejut dan melongo. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang Qisya ucapkan barusan.
“Da-Daddy? A-apa sa-saya tidak salah dengar, kalau Nona Rose memanggil Tuan dengan sebutan Daddy ?” Pinjai bertanya-tanya di dalam hatinya sambil menunjukkan wajah penuh kebingungan.
“Aku sudah terbiasa seperti itu, jadi jangan mencoba untuk menasihatiku ya, Baby!” tekan Bisma.
Lagi-lagi, Pinjai di buat terkejut dengan Tuannya yang memanggil Qisya dengan sebutan ‘Baby’.
“Astaga, sebenarnya ini ada apa ini? Kenapa Tuan dan Nona malah seperti seorang pasangan? Bukankah panggilan itu khusus untuk Sugar Daddy and Sugar Baby, yang artinya apakah mereka memiliki hubungan khusus? Masa iya, hanya dengan keluar sebentar saja bisa membuat mereka jadian? Ckk... Ckk... dunia memang begitu kejam. Balas dendam yang akan di lakukan oleh Tuan malah menjadi petaka untuk dirinya sendiri. Benar-benar permainan yang ekstrem ” ucap Pinjai di dalam hatinya dengan perasaan kaget serta bingung yang bercampur aduk.
Pinjai masih terdiam di tempatnya dengan keadaan berdiri serta wajahnya yang sangat bingung terlihat jelas oleh Bisma.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hey... Hai... Hello semuanya... 😊😊😊
Ketemu lagi dengan Author tergemoy dan terunyu kalian 🤭🤭🤭
Biasa seperti...seperti biasa... Author ingin memberikan rekomendasi Novel hari ini 😁😁😁
Silahkan dijelajahi dan tinggalkan jejak kalian semuanya... 🤗🤗🤗
Terima kasih banyak 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
...*...
__ADS_1