
Sampai akhirnya Hana sudah bisa menyesuaikan semuanya, serta sudah mulai lihai memperlakukan si Joni begitu nyaman di dalam mulutnya.
Sehingga Brian sudah tidak bisa lagi menahan suara indahnya.
“Arghh.. hem.., enak sayanghh uhh.. terushh lebih cepat” saut Brian sambil menekan kepala Hana agar semakin dalam mengulum si Joni.
Hana yang mendengar suara indah Brian merasa ada yang janggal di dalam hatinya.
“Suara ini... kenapa mirip sekali dengan suara Mas Brian saat berhubungan denganku?” tanya Hana dalam hati sambil mulutnya terus menyesap si Joni.
Sehingga, Brian yang benar-benar di buat sangat menikmati sentuhan lembut dari mulut Hana membuat ia mendongak ke atas penuh dengan keringat yang bercucuran.
“Arghh.. sambil digigit sayang, biar lebih berasa lagi” ucap Brian.
“Di gigit? Katanya tadi sakit, lalu kenapa harus di gigit? Apa nanti tidak akan terasa sakit lagi. Tapi ya sudahlah ikuti saja maunya apa, dari pada nanti mas Brian meninggal” saut Hana di dalam hatinya.
Brian yang begitu menikmati si Joni sedang di manja oleh Hana membuat ia sudah tidak terkontrol. Bahkan ini adalah puncaknya Brian untuk mengeluarkan lahar putihnya.
Namun, di saat Brian sudah ingin mengeluarkan lahar putihnya Hana langsung menggigit pas di ujung si Joni.
“Arggghhhhhh....” Brian berteriak dengan sangat kesakitan sambil melakukan pelepasan yang begitu berbeda.
Hana yang tidak tahu apa-apa hanya bisa langsung menelannya, tanpa pikir panjang.
“Ta-tadi apa yang sudah aku telan?” saut Hana di dalam hatinya sambil melepaskan si Joni dari mulutnya.
“Yak.. kenapa gigitnya kencang sekali sih, sakit tahu” ucap Brian sambil mengelus si Joni penuh kasih sayang.
“Kan tadi kata Mas Brian suruh digigit, ya Hana gigitlah. Lalu salah Hana dimana?” tanya Hana dengan nada sewotnya.
“Maksudku gigit kecil saja kaya orang gemas, ini kenapa malah di gigit benaran. Kalau si Joni putus bagaimana? Mau ganti pakai apa?” Brian sudah mulai terbawa emosi bahkan ia menampilkan wajah kesalnya kepada Han.
“Ya sudah sambung saja pakai lem power glue, atau pakai lem tembak sekalian” jawab Hana dengan nada kesalnya.
Hana yang sudah kesal dengan Brian kini langsung pergi ke arah kamar mandi untuk membersihkan mulutnya dan kembali keluar.
“Mau kemana?” tanya Brian sambil merapikan celananya.
“Mau cari suami baru, yang tidak menyebalkan seperti Mas” jawab Hana dengan spontan dan malah mendapat tatapan tajam dari Brian.
“Sejak kapan Hanaku bisa berbicara sepandai itu?” ucap Brian dengan suara baritonnya yang membuat Hana sedikit ketakutan tetapi berusaha untuk tetap tenang.
“Sejak Mas Brian menjadi pria yang sangat menyebalkan” jawab Hana.
“Hum,.. begitu rupanya. Jadi aku adalah pria yang menyebalkan. Lalu, kenapa kau bisa jatuh cinta kepadaku, wanita polos?” tanya Brian sambil memutari Hana.
Hana hanya bisa mengikuti arah mata Brian sambil memintir-mintir ujung kerudungnya. Brian yang sudah tahu jika Hana sedang ketakutan membuat dirinya semakin tertantang untuk terus mengerjai Hana.
Sampai seketika Brian berpura-pura kesandung lalu dengan sengaja mencium bibir Hana yang membuat Hana melototkan matanya.
“Mas Briann..” geram Hana dengan wajah yang sudah memerah.
__ADS_1
“Apa? Makannya kalau orang jalan jangan di selengkah. Jadi kena kan” ucap Brian yang berusaha menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah Hana yang sangat lucu.
“Mas Brian menyebalkan” jawab Hana dengan wajah kesal yang memajukan bibirnya.
Cup! ...
Brian kembali mencium bibir Hana sekilas yang malah semakin membuat Hana memajukan bibirnya dengan perasaan kesal.
Cup! ..
Cup! ..
Cup! ..
Brian berkali-kali menciumi bibir Hana dengan sangat cepat.
“Coba majuin lagi bibirnya, biar aku cium terus haha..” ucap Brian yang sudah tidak bisa menahan tawanya.
Seketika tawa Brian pecah bahkan Brian tertawa sambil posisi rukuk. Hana yang sudah kesal langsung memukuli punggung Brian berkali-kali.
“Haha.. ampun sayang, ampun aduh sakit” Brian mencoba menahan tangan Hana sambil terus tertawa.
Seketika Brian langsung memeluk Hana dengan sangat erat.
“Jangan pernah berubah, tetaplah seperti Hana yang saat ini aku kenal. Aku sayang sama kamu, dan aku..” ucap Brian sambil menggantungkan kata-katanya.
Hana yang mulai penasaran kini melepaskan pelukan Brian sambil menatapnya penuh harapan.
“Dan aku apa, Mas?” tanya Hana dengan wajah serius.
“Dan aku adalah suaminya, bhaha..” jawab Brian yang kembali tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah Hana yang begitu serius.
“Dasar suami menyebalkan, aku kira dia mau bicara kalau dia mencintaiku. Sudahlah jangan banyak berharap, aku cuma bisa berdo'a saja untuk kebaikan rumah tanggaku dengan Mas Brian” ucap Hana di dalam hati, sambil menatap Brian yang masih setia tertawa.
Hana meninggalkan Brian dengan perasaan sedih, tetapi ia tidak mau banyak berpikir. Sebagai manusia Hana hanya bisa pasrah dan menjalani apa yang seharusnya ia jalani dan sisanya biar Allah yang mengaturnya.
Brian yang sedang tertawa sedikit melirikkan matanya saat melihat Hana pergi keluar kamar. Kemudian Brian berhenti dari tawanya yang telah ia buat seolah-olah ada kejadian yang benar-benar lucu saat menutupi rasa gugupnya.
“Maafkan aku Hana, aku belum siap menyatakan tentang cinta ini. Tetapi tenang saja, aku akan menyiapkan semuanya terlebih dulu agar aku bisa menyatakan perasaan ini penuh keberanian” ucap Brian sambil menyusul Hana.
Hana dan Brian kemudian berjalan menuju ruang keluarga yang sudah terdapat Nyonya Syifa dan Tuan Ferry sedang bermain bersama Qisya.
Sampai akhirnya, mereka mendengar suara bel rumah berbunyi sangat nyaring.
Ting nong! ...
Assalamualaikum, ada tamu datang nih ...
Ting nong! ...
Ayo cepat bukain pintunya, nanti tamunya kabur loh ...
__ADS_1
Hana yang baru ingin duduk seketika langsung kembali berdiri dan berjalan menuju pintu utama.
Awalnya Nyonya Syifa yang ingin membuka pintunya tetapi tidak jadi karena Hana memintanya supaya dia saja yang membukakan pintu.
Kemudian Hana membuka pintu, dan seketika Hana di buat terkejut dengan kedatangan keluarganya.
“Assalamualaikum, cah ayu anakku” ucap Abah penuh senyuman bersamaan dengan Umi dan Arya yang mengucapkan salam.
Hana yang melihat Abah langsung memeluknya dengan perasaan yang sangat bahagia.
“Waalaikumsalam, Abah.. Umi dan Arya” ucap Hana sambil memeluk ketiganya secara bergantian.
“Wah..,, sepertinya Mbakku ini sangat bahagia ya semenjak menikah dengan Mas duren” saut Arya dengan nada menggoda.
“Duren? Mas Brian kan tidak menjual duren. Dia seorang pebisnis di kantor loh. Apa Mas Brian kekurangan uang sampai harus punya kerjaan sampingan jualan duren?” tanya Hana dengan wajah bingungnya.
Abah dan Umi yang sudah tahu istilah dari Mas duren hanya bisa tertawa melihat kepolosan putri satu-satunya yang menjadi kebanggaan mereka.
“Ya ampun, Mbak. Duren yang Arya maksud itu adalah Duda Keren” ucap Arya sambil menepuk jidatnya.
“Oalah, Mbak kira Mas Brian jualan duren hehe.., ya sudah ayo masuk” ucap Hana mempersilakan semuanya untuk masuk ke dalam rumah dengan membuka pintu selebar mungkin.
“Tunggu sebentar, Ndok” ucap Abah.
“Loh ada apa, Bah. Apa ada yang ketinggalan?” tanya Hana dengan wajah bingungnya.
Tiba-tiba...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello guys... Selamat siang... Good Afternoon... 🤗🤗🤗
Bertemu lagi dengan Author yang cetar membahana membagongkan 😄😆😂
Seperti biasa... Like always... kita akhiri dengan mengucapkan hamdallah 🤭🤭🤭
Ehh... dan juga rekomendasi novel untuk hari ini guys 😁😁😁
Silahkan dijelajahi dan jangan lupa tingalkan jejak melehoy kalian 🤣🤣🤣
BLURB :
Tak saling kenal, tak pernah bertemu. Namun Semesta yang menuntunmu. Itulah takdir, tak pernah ada yang tahu bagaimana kedepannya. Soal jodoh ada yang berwarna, ada yang kelam, ada yang penuh keseriusan dan ada juga yang penuh dengan canda tawa.
Shazfa Aiysha Humaira atau sering dipanggil Sasa , seorang mahasiswi yang memiliki tiga orang sahabat yaitu Safia (Sapi), Fathulila (Patul), dan Fifa (Pipa). Bukan sahabat namanya , jika tidak mengganti nama sahabatnya.
Shazfa pernah jatuh cinta dengan seorang Ustadz bernama Sakha. Tapi sayang, takdir berkata lain karena Ustadz Sakha dijodohkan dengan Patul. Mengikhlaskan adalah hal yang sulit sampai akhirnya datang seorang lelaki dengan gagahnya ingin menikahinya. Lelaki yang sebelumnya tidak ia kenali, tidak bertegur sapa namun ternyata ia lah takdirnya.
Ya, Begitulah Takdir. Lalu, siapakah lelaki gagah itu?
__ADS_1