Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Hana Ingin Pulang


__ADS_3

Hana terus saja berteriak serta menangis tiada hentinya sambil berjalan ke sana kesini untuk mencari keberadaan Brian, Qisya, dan si kembar.


Di saat Hana sedang sibuk mencari keberadaan mereka semua, ada seseorang yang mendekati Hana dengan postur tubuhnya dipenuhi oleh cahaya putih serta wajahnya sangat bersinar.


“Permisi, Nona. Anda sedang mencari siapa?” ucap orang tersebut dengan sangat ramah.


Hana yang sedang fokus mencari keberadaan mereka semua langsung terkejut dengan suara seseorang. Kemudian, Hana menatapnya dengan wajah bingungnya.


“Anda siapa? Kenapa seluruh tubuh anda di penuhi dengan cahaya putih yang bersinar? Apakah anda manusia cahaya?” tanya Hana yang malah membuat seseorang tersebut tersenyum.


“Saya adalah penjaga di sini, Nona” jawab seseorang tersebut.


“Apakah tadi anda melihat kemana perginya suamiku dan anakku, serta anak kembar itu?” tanya Hana.


“Mereka semua sudah kembali, Nona. Bukannya anda sendiri yang bilang tidak ingin ikut dengan mereka dan justru menyuruh mereka pergi?” tanya balik seseorang tersebut kepada Hana.


Hana terdiam serta menundukkan kepalanya, tak selang beberapa detik terdengar suara isak tangis Hana yang kembali membasahi pipinya.


“Hiks... hiks... hiks...”


“Kenapa anda menangis, Nona? Katanya anda ingin tinggal di sini, lalu kenapa sekarang menangis?” saut seseorang tersebut.


“Hiks... a-aku se-sebenernya tidak mau berada di sini sendirian, aku hanya terbawa emosi saja saat melihat suamiku. Dia selalu bersikap kasar padaku, terkadang baik terkadang marah-marah bahkan untuk mengungkapkan perasaannya saja dia selalu gengsi dan banyak alasan. Bahkan, terakhir yang aku dengar kalau ia sudah membenciku karena kesalah pahaman itu. Jadi, buat apa aku kembali kepadanya? Hiks...”


Hana meluapkan semua yang ada di dalam hatinya serta di selingi dengan isak tangisnya.


“Jika Allah masih memberimu banyak cobaan serta ujian, berarti tandanya ia masih sangat sayang kepadamu Nona cantik. Dan Allah pun tidak akan memberi cobaan kepada hambanya di luar batas kemampuannya” ucap seseorang sambil menasihati Hana.


“Hiks... ya benar, ta-tapi aku tidak kuat lagi dengan sikap dia yang selalu berubah ubah” ucap Hana.


“Apakah Nona masih mencintai suami Nona? Ataukah Nona sudah membuang semua rasa itu? Lalu, apa yang membuat Nona bisa sampai di sini?” tanya seseorang tersebut.


“Ya, aku masih sangat mencintainya makannya aku selalu menunggu momen di mana dia akan mengungkapkan perasaannya padaku, tapi aku salah. Ia benar-benar sudah tidak mencintaiku semenjak kejadian kesalah pahaman itu. Sampai akhirnya dia telah membenciku dan berkata ingin membalaskan rasa sakit hatinya dengan membuat aku menderita. Namun, naas semua baru terjadi beberapa hari dan kami sekeluarga mengalami kecelakaan hiks.. ” ucap Hana sambil kembali menceritakan kejadian tersebut.


Seseorang itu pun hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menatap Hana.

__ADS_1


“Jadi seperti itu, lalu apakah Nona tahu sudah berapa lama anda di sini?” tanya seseorang tersebut.


“Hiks... ti-tidak lama, mungkin ba-baru beberapa jam saja aku di sini dan di saat aku sedang berjalan-jalan menelusuri taman ini tidak lama aku bertemu dengan anak kembar itu” saut Hana sambil mengusap air matanya.


“Tidak, Nona. Anda sudah lumayan lama di sini, sekitar 4-5 bulan. Bahkan sudah banyak cerita yang anda lewatkan di sana. Cobalah lihat itu, Nona” tunjuk seseorang sambil mengarahkan telunjuknya ke atas langit untuk melihat beberapa kepingan pazel yang terpasang di sana.


Pandangan mata Hana langsung mengikuti arahan tangan seseorang itu kemudian ia terkejut saat melihat adegan Brian yang sedang merawatnya di rumah sakit.


...“Sayang, kapan kamu bangun? Aku sudah kangen banget loh sama kamu. Masa ia kamu tega sih mau hukum aku seperti ini. Sudah ya, maafin aku jangan hukum aku terus. Kasihan dedek bayi di dalam perut kamu ini, berat badan mereka tidak normal sayang. Kasihan jika mereka terlahir dengan berat badan yang sangat kecil. Mereka akan hidup di dalam ruangan bayi dengan berbagai alat-alat lainnya. Apa kamu tidak kasihan dengan mereka?”...


...“Kalau kamu ingin menghukumku aku siap sayang buat menerima itu semua, tapi jangan sampai kamu menghukum yang lainnya juga. Kasihan Qisya setiap malam dia selalu bermimpi sedang bermain bersama kamu, lalu ketika bangun dia selalu menangis memanggil namamu hiks... Aku mohon sayang ayo bangun sayang"...


“Sebentar lagi hari ulang tahun Qisya, dan dia ingin merayakannya di sini bersama kita bareng-bareng sayang. Bahkan, Abah Umi serta Arya pun sudah ada di jalan menuju ke sini. Sedangkan Qisya dan Mamah Papah ke sini agak sorean karena hiks... karena Qisya harus sekolah dulu"


“Kamu tahu kan sayang ini adalah ulang tahun Qisya yang pertama kalinya saat ada kamu, ta-tapi hiks... kamu malah seperti ini, andai saja waktu bisa aku putar. Aku tidak akan mau pergi ke rumah sakit jika ini yang akan terjadi”


Brian menangis sejadi-jadinya dan terus menerus menyalahkan dirinya sendiri, sedangkan Hana hanya bisa menangis mendengar semua ucapan Brian. Bahkan terkejut dengan perlakuan Brian yang begitu lembut kepadanya.


Seseorang tersebut mencoba untuk menasehati Hana supaya ia bisa merasakan perubahan yang telah Brian jalani.


Tak lama gambaran tersebut hilang entah kemana membuat Hana berteriak memanggil semua nama keluarganya.


“Mas Brian maafin Hana... Hana sudah sangat mengecewakan Mas. Bahkan Hana tidak mau ikut dengan Mas untuk pulang. Hiks... Hana menyesal Mas berada di sini. Hana ingin pulang ketemu kalian, Hana kangen kalian Hana ingin bisa melihat kalian lagi hiks...”


“Sudah, Nona. Semua sudah terlambat tidak ada yang bisa di sesali. Bahkan Anda sudah menolak ajakan suami serta anak Anda hanya karena keegoisan Anda. Padahal suami Anda sudah berubah jadi lebih baik untuk menjemput Anda pulang agar kalian bisa hidup bahagia. Namun, Anda malah berpikir buruk kepadanya” ucap seseorang itu dengan wajah tetap tersenyum.


“Hiks... tidakk!!! Hana ingin pulang, Hana tidak mau di sini, huaa hiks... Mas Brian, Qisya, Abah, Umi, Arya, Mamah, Papah, tolong Hana. Hana ingin pulang hiks...”


Hana menangis sambil berteriak dengan keadaan terduduk. Di saat keadaan seperti ini seseorang itu malah pergi meninggalkannya sambil berkata.


“Jika Nona benar-benar ingin kembali ke sana maka, Nona harus mencari sebuah cahaya yang berada di persembunyiannya. Namun, jika sampai anda mencoba untuk beristirahat maka anda benar-benar akan berada di sini untuk selamanya. Ingat pesanku, jika ada yang memanggilmu teruslah berlari mencari cahaya itu tanpa berhenti dan jangan pernah berbalik atau bahkan menjawab panggilan tersebut” ucap seseorang itu sambil berjalan menjauh kemudian menghilang.


Hana yang mendengar peringatan dari seseorang tersebut langsung berdiri kemudian ia berkata “Ya aku harus pulang demi keluargaku, aku tidak mau ada di sini sendiri. Aku masih ingin bersama dengan semua keluargaku. Dan aku tidak ingin meninggalkan mereka”


Hana berlari sekuat tenaganya untuk mencari cahaya yang entah berada di mana. Semakin jauh Hana berlalu membuat ia merasakan kelelahan serta nafas yang semakin memberat.

__ADS_1


“Hah... hah... hah... aku tidak boleh lemah. Aku harus kuat” Hana terus berlari kecil untuk menyeimbangi nafasnya yang masih berat agar tidak terlalu lelah.


Panas, terik, haus, serta cape saat ini telah melanda Hana. Namun, ia tidak menghiraukan semua itu. Ia terus berlari kecil tanpa henti sambil mencari cahaya yang di maksud.


“Bunda, Qisya datang lagi jemput Bunda nih...” ucap Qisya sambil berteriak memanggil Hana.


Hana yang mendengar suara Qisya ingin berhenti berlari, namun ia mengurungkan niatnya untuk berhenti dan berlanjut berlari kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello para pembaca setiaku... 😁😁😁


Semoga kalian semuanya sehat dan selalu bahagia... 😚😚😘


Author mau kasih sedikit pengumuman dulu nehh buat kalian 👉🏻👈🏻


Kalian tahu... Novel ini akan segera berakhir atau taman 😱😱😱


Jadi Author ingin meminta pendapat kalian semua disini... 🤭🤭🤭


Adakah yang mau lanjut Season 2 atau bikin novel baru nehh... 🤔🤔🤔


Karena di novel ini kan sudah banyak konflik dan kejadian... 😗😗😗


Jadi Author bingung lebih baik lanjut atau bikin cerita baru 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️


Tolong berikan masukan dan saran kalian di komentar yaaa... 😊😊😊


Terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Itu sangatlah berarti besar untuk Author selama ini semuanya... 🥺🥺🥺


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi pembaca setiaku... 🤗🤗🤗


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2