Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kamu sehat Dek?


__ADS_3

Jay berbicara di dalam hatinya sambil ia makan, serta dia memperhatikan betapa lahapnya Lily saat makan namun terlihat begitu menggemaskan.


Nyam... nyam... nyam...


Lily pun makan tanpa adanya rasa malu di depan Jay, bahkan Lily terlihat sangat cuek dan masa bo*doh dengan tatapan Jay yang saat ini masih saja melihatnya makan. Lalu Jay pun melihat ada noda bekas makanan menempel di bibir Lily, hingga tangannya Jay pun terarah untuk menyentuhnya serta membersihkannya. Tapi sayangnya, Lily pun langsung saja menangkisnya dengan cepat.


“Jay!!! Kamu itu sudah ada makananmu sendiri loh... kenapa kamu malah mau merebut makananku, hah?! Apa kurang? Kalau kamu mau mencoba jajananku ya boleh saja, tapi bilang dong jangan main asal mau comot gitu” pekik Lily dengan kesal.


“Ckkk... apaan sih, itu tuh lihat bibirmu belepotan. Aku cuma mau bersihin saja karena aku risih meliat cewek makannya berantakan kaya gitu” sahut Jay dengan berbagai alasan, yang padahal niatnya ya memang hanya ingin membersihkan noda tersebut, tapi karena dipancing jadi Jay sedikit kesal padanya.


“Astagaaa! Ini cewek sungguh membuat darahku mendidih saja, biasanya cewek kalau di perlakukan romantis pasti akan senang kan tapi Lily? Mau romantis saja susah banget. Dahlah... terserah dia aja"


"Lagian juga Jay... Jay... ngapain sih kau peduli sama dia, toh Lily juga kan bukan siapa-siapanya kamu. Ingat, umurmu itu masih kecil jadi jangan bersikap kayak orang dewasa huump...” Jay berbicara di dalam hati sambil meneruskan makan hingga tak terasa semuanya pun sudah habis tak tersisa.


“Aku balik ke toilet sebelah, jangan lupa bersih-bersih sesuai perintahku biar Pak Jordy melihat kalau kamu menjalankan hukumannya, paham! Setelah nanti bel berbunyi, langsung kembali ke kelas kita secepatnya sebelum Abangmu masuk ke dalam kelas untuk menjemput adik kesayangannya” celetuk Jay yang kini langsung beranjak dari duduknya.


Jay pun perlahan-lahan menghindar dari pantauan CCTV yang ada sampai ia pun berhasil masuk ke toilet pria. Kemudian Jay dan Lily melakukan tugasnya hanya dengan pura-pura agar mereka terlihat jika mereka menjalankan hukumannya dengan sangat baik. Ya memang baik, tapi baik dalam hal mengelabuhi guru yang terbilang galak.


Sampai seketika bel sekolah berbunyi, Jay dan Lily langsung membersihkan tangannya kemudian berlari ke kelasnya yang tidak terlalu jauh supaya mereka bisa mengelabuhi Kakaknya yang super duper dingin dan juga tegas. Jay dan Lily sangat takut kepada Kakak mereka itu, karena jika sudah marah pasti terlihat begitu menyeramkan seperti seekor singa liar yang ingin mencabik-cabik tubuh mangsanya dengan sangat brutal.


Sesampainya di kelas Jay dan juga Lily, bersikap setenang mungkin yang mana hampir teman-teman mereka menatap mereka dengan keadaan yang masihlah ngos-ngosan seperti habis melakukan lomba balap lari. Tak butuh waktu lama, Jay dan Lily sudah mulai tenang dan kembali bersikap normal.


Mereka saling menatap dari jauh dengan menunjukkan jempol pertanda jika keduanya sudah mulai membaik. Benar saja hanya selang beberapa menit Lukas dan Key datang untuk menjemput adik kesayangan mereka. Lalu mereka bersikap layaknya tak ada kejadian apa pun hari ini sehingga mereka berhasil membuat Key dan Lukas itu tidak sedikit pun menaruh curiga pada mereka.


Kemudian mereka berjalan keluar dari kelas Jay dan Lily untuk menuju mobil jemputannya serta mereka masuk ke dalam mobil dan langsung pulang ke rumahnya masing-masing. Lukas duduk di belakang bersama Lily, namun tanpa di sengaja Lukas melirik Lily dengan wajah yang lagi senyum-senyum.


Entahlah apa yang lagi Lily pikirkan, tapi yang jelas saat ini Lily merasa aneh aja. Baru pertama kalinya Lily merasakan di hukum tapi kenapa kesannya dia malah merasa seperti ingin mengulanginya kembali, asalkan bersama dengan Jay.

__ADS_1


“Ada apa dengan wajahmu itu? Kenapa terlihat sangat bahagia?” celetuk Lukas yang sudah sangat penasaran.


Lily pun menoleh sambil menunjukkan sederetan gigi putihnya yang semakin membuat tatapan Lukas menjadi sangat aneh.


“Hehehe... gapapa kok Bang, cuma lagi senang aja hari ini. Tapi aku enggak tau karena apa, yang intinya aku senang aja udah hehe..." jawab Lily sambil senyum.


“Kamu sehat Dek?” ucap Lukas dengan penuh keseriusan, lalu satu tangannya terarah untuk mengecek suhu dahi Lily yang malah membuat Lily pun langsung menangikisnya.


“Ckk... Abang ini apa-apaan, emangnya Lily sakit apa. Lily enggak apa-apa kok... kali-kali gitu percaya sama adik sendiri kok susah banget. Apa-apa selalu saja curiga, berasa Lily ******* saja humpp...”


Lily yang sudah kesal itu pun langsung membuang mukanya ke arah samping dengan cemberut hingga kedua tangan di lipat ke dada, pertanda jika Lily sangat kesal dengan Lukas yang selalu tidak mempercayainya.


“Ya sudah iya... Abang minta maaf kalau salah. Sudah ya... jangan ngambek lagi, ini Abang ada coklat. Tadi pas lagi jajan enggak ada kembaliannya, ya jadi Abang beliin coklat aja buat Lily mau...” tawar Lukas sambil mengeluarkan sebungkus coklat dari tas ranselnya.


Lily langsung menoleh dengan wajahnya yang berbinar-binar, dan membuat Lily langsung mengambilnya serta memeluk Lukas dari samping. Tak lupa juga Lily mencium pipi Lukas sambil tersenyum bahagia.


Lukas hanya bisa tersenyum sambil dia mengelus kepalanya Lily penuh kasih sayang, ya meskipun Lukas terkadang cuek tetapi ia sangat menyayangi adiknya yang terlalu langka untuknya. Apa lagi Kakaknya masih berada jauh untuk mengejar cita-citanya.


Kini Lukas pun kembali fokus menatap ke arah sampingnya untuk melihat-lihat pemandangan sepanjang perjalanan ke rumah. Begitu pun dengan Lily, dia juga menatap pemandangan di sebelahnya sambil mulutnya tidak henti-hentinya mengunyah coklat sedikit demi sedikit hingga akhirnya habis tak tersisa.


...*...


...*...


Hari ini adalah hari dimana Alex harus kembali ke rumah sakit untuk mengecek lukanya yang mana Alex sudah sangat bersemangat karena dia bisa bertemu dengan pujaan hatinya. Bahkan Alex pun sudah berdandan dengan sangat rapih, wangi dan juga tampan.


Terlihat dengan jelas jikalau hari ini Alex berpenampilan sangatlah berbeda, dan ketampanannya itu meningkat tiga kali lipat dari biasanya. Alex berjalan turun ke bawah menuju ruang makan dengan sangat gagah dan juga tersenyum lebar. Sampai seketika semua orang pun telah duduk dengan santainya melihat ke arah Alex dengan tatapan yang sangat aneh.

__ADS_1


“Pagi semuanyaaa...” sapa Alex dengan senyuman lebarnya yang kini terkesan membuat mereka sedikit takut, namun matanya Alex melihat ke arah Alle yang sedang makan dengan belepotan.


“Hai... jagoannya Om. Cepat besar ya... nanti akan Om ajarkan bagaimana cara memegang pistol dengan benar okay...” Alex tersenyum sambil mengelus kepala Alle yang mana ini baru pertama kalinya bagi seorang Alex yang mau berdekatan dengan anak kecil.


Padahal Alex sangat malas jika ia harus berhadapan dengan makhluk kecil yang menyebalkan dan juga sangatlah berisik membuatnya selalu merasa terganggu, tapi hari ini suasana hatinya Alex malah terlihat sangat ceria.


“Oteh... anti ita embak Dad ya Om, dol... dol... hihihi...” seru Alle yang membuat semuanya tertawa gemas namun tidak dengan Pinjai, ia malah terlihat mendelik menatap wajahnya Alle yang kini malah menjulurkan lidahnya.


“Astagaaa... kalau itu anak bisa di tukar tambah, udah gua tukar tambah dahh...” gumam kecil Pinjai sambil minum, yang kini malah mendapatkan tatapan tajam dari istrinya hingga membuat Pinjai pun tersendat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2