Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kabar baik Dari Alex


__ADS_3

Belum lagi Kakek Iram seperti beranggapan bahwa istrinya terlalu memanjakan Key, sehingga dia menjadi kurang ajar menyentuh barang-barang yang bukan menjadi miliknya.


"Mona! Cepat usir dia dari sini, dan ambil kalung itu! Atau kau tidak akan melihat suamimu yang dulu kembali!" ancam Kakek Iram.


"Cukup, Iram cukup! Kau itu tenang dulu, ada sesuatu yang tidak kau ketahui tentang Key! Dia itu-..."


"Ya dia itu anak jalanan yang berpura-pura lugu, lalu menjilat salah satu dari kita! Setelah salah satu dari kita masuk ke dalam jebakannya, maka dengan leluasa dia bisa mengambil semua harta kita!"


"Hahah.. Dasar memalukan, kecil-kecil sudah berani maling! Cihh.."


"Stop Iram, stop!!! Kau itu salah besar, Key adalah-..."


"Biarkan saja Nek, tidak usah di jelaskan. Untuk Kakek maaf jika Key lancang memakai kalung ini, tetapi ini adalah milik Key. Mau Kakek mengusir Key pun Key tetap akan membawa kalung ini kemana pun Key pergi!"


"Terima kasih selama ini kalian sudah baik kepadaku, aku pamit! Jika aku sudah mendapatkan pekerjaan dan uang, maka aku akan mengganti setiap uang yang sudah kalian gunakan untuk menyekolakanku dan merawatku!"


"Jaga diri kalian baik-baik, Key pamit! Permisi!"


Key pergi dalam keadaan leher masih terluka, tapi Nenek Mona melihat itu ingin sekali mengejar Key cuman tangannya malah di tarik oleh Kakek Iram dengan kasar.


"Hiks... Key!! Jangan pergi hiks.. Lepaskan aku, Iram lepaskan atau kau akan menyesal untuk kesekian kalinya!"


"Kenapa aku harus menyesal, dia bukan keluargaku! Dia hanya anak jalanan, paham!"


"Kau salah Iram, kau salah!! Key itu adalah cucumu, CUCUMU!! Dia anak dari Caca! Jadi lepaskan aku! Hiks.."


Nenek Mona mencoba memberontak ke sana ke sini agar bisa terlepas dari tangan Kakek Iram, cuman itu tidak berlangsung lama. Nenek Mona berhasil lepas dan lari sekuat tenaga untuk menyusul Key yang masih ada di sekitar rumah.


Kakek Iram berdiri terdiam dengan tatapan kosong, matanya memerah setelah mendengar bahwa Key adalah anak Caca. Kakek Iram berpikir keras kenapa Key bisa menjadi anak Caca, sedangkan Caca tidak pernah memberitahukan padanya atau pun mengabari jika Caca sudah menikah.


Mau tidak mau Kakek Iram bergegss pergi keluar kamarnya mencari istri dan juga Key yang telah berada di luar rumah. Dari pintu utama Kakek Iram melihat Nenek Mona memeluk Key dengan perasaan yang sangat menyedihkan, Nenek Mona memohon agar Key tidak meninggalkan rumah ini.


Namun Key tetap kekeh karena Kakek Iram sudah membencinya, apa lagi jika tahu jika Key terlahir dari rahim Caca yang pada saat itu menjadi wanita malam dan Caca meninggal akibat bunuh diri setelah melahirkan Key.

__ADS_1


Kekek Iram yang melihat itu kembali berjalan lalu menatap mereka berdua, Key berusaha melepaskan pelukannya dari Nenek Mona tetapi Nenek Mona malah memeluknya sangat erat sampai-sampai Key tidak bisa melepaskan dirinya yang sudah terkunci.


"Kalian masuk ke dalam, ada yang mau aku bicarakan!" titah Kakek Iram yang membuat Nenek Mona memeluk Key sambil membawanya masuk ke dalam rumah.


Kakek Iram menatap mereka yang semakin menjauh, dengan langkah panjangnya Kakek Iram berjalan mendekati mereka yang sudah duduk di ruangan keluarga. Dimana Key hanya menundukkan kepadanya tak berani menatap wajah Kakek Iram.


Sedangkan Nenek Mona segera mencari kotak P3K untuk mengobati luka Key yang saat ini semakin lebar.


Kakek Iram tak henti-hentinya terus memandangi wajah hingga leher Key yang sekarang sedang di obati oleh Nenek Mona.


Setelah Nenek Mona sudah mengobati luka di leher Key, tanpa berlama-lama lagi Kakek Iram langsung melontarkan pertanyaan. "Apa maksud dari ucapan istriku jika kau adalah anak dari Caca, anak kandungku! Jelaskan, aku tidak suka bertele-tele!"


Key menatap ke arah Nenek Mona yang saat ini sedang mengelus rambut panjang Key sambil mengangguk kecil dan tersenyum.


Kemudikan Key menatap manik mata Kakek Iram, dan kembali menceritakan semua kisahnya yang tadi di ceritakan kepada Nenek Mona. Namun kali ini Key menceritakannya sampai habis, tidak seperti tadi karena Nenek Mona tidak kuat lagi mendengar kelanjutannya.


Nenek Mona kembali memeluk Key berkali-kali menciuminya, seperti Nenek Mona sangat mengerti perasaan Key sedari kecil sampai saat ini.


Di tambah lagi Kakek Iram tahu kalau anaknya meninggal dunia dengan cara tragis, dia sangat yakin pasti di balik kematian Caca itu semua karena ulah Daddy Ken. Jadi Kakek Iram harus menyelidiki semua ini sampi tuntas tanpa sepengetahuan Key.


"Kek, Key mohon Kakek jangan marahin Daddy. Kasihan Mommy Nisha, pasti dia sangat sedih ketika terjadi sesuatu pada Daddy Ken. Key enggak mau membuat Mommy Nisha dan Jay bersedih, Key mohon Kek hiks.."


Key berlutut di hadapan Kakek Iram sambil mendongak menatap wajah Kakek Iram yang masih menatap kosong ke arah depan dengan air mata terus mengalir.


"Berdiri!!" titah Kakek Iram langsung membuat Key berdiri dalam keadaan menunduk sesegukan.


Kakek Iram kemudian berdiri memeluk Key begitu erat, kini tumpahlah air mata Kakek Iram di dalam pelukannya. Tak menyangka setelah bertahun-tahun dia memendam semua rasa kerinduan kepada Caca kini akhirnya dia bisa bertemu dengan keturunannya, meski dalam keadaan seperti ini.


Setidaknya dengan memeluk Key, sama halnya seperti Kakek Iram sedang memeluk Caca. Anak yang selama ini dia rindukan.


Nenek Mona yang melihatnya segera berdiri dan memeluk mereka berdua, dimana air mata yang tumpah adalah air mata kebahagiaan setelah mengetahui bahwa Key adalah cucu kandung mereka.


Kakek Iram selalu memint maaf kepada Key atas perbuatannya tadi yang terbawa emosi, Key memahami itu semua sehingg Kakek Iram mencium seluruh wajah Key dan kembali memeluknya.

__ADS_1


...*...


...*...


Di sisi lain seseorang baru saja mendapat notif dari orang yang di cintainya, siapa lagi jika bukan Sasya. Saat ini Sasya terlihat sangat senang ketika Alex memberikan kabar padanya meskipun hanya pesan singkat.


[Assalammualikum, maaf mengganggu waktumu. Aku cuman mau mengabarkan kalau saat ini aku sudah menjadi mualaf, terima kasih karena atas doamu dan juga keluargamu sekarang aku sudah resmi memeluk agam Islam]


[Tetapi aku harus banyak belajar disini karena aku belum bisa memahami semuanya, untuk kamu baik-baik di sana ya jangan lupa kewajibannya. Doakan aku agar bisa menjadi imammu yang baik, salam peluk dari calon imammu yang sedang berjuang untuk segera menghalalkamu]


[Semangat menuntut ilmunya Sayang, jangan lupakan aku ya. Semoga di saat aku sudah menjadi orang yang jauh lebih baik, keluargamu yang masih belum bisa menerimaku akan segera diberikan hidayah supaya bisa merestui hubungan kita untuk ke jenjang yang lebih serius]


[Ya sudah, jaga diri baik-baik ya cantik! Titip salam buat calon istriku, semoga dia selalu mencintaiku apa pun yang terjadi. Tunggu aku kambali Sayang, i love you so much. Assalammualaikum..]


Notif pesan tersebut mampu membuat Sasya meneteskan air matanya karena dia begitu bahagia melihat perubahan dari sosok Alex.


Dengan cepat Sasya langsung menghubungi Abah Toni dan juga Umi Dewi untuk menyampaikan kabar berita ini.


Cuman sayangnya, Alex sudah mengabari mereka sehingga ketika Sasya memberitahukan tentang Alex tidak membuat mereka terkejut. Mereka malah terkekeh ketika melihat cucunya menangis bahagia.


Tak henti-hentinya rasa syukur Sasya ucapkan kepada Sang Pencipta atas semua nikmat dan juga kejutannya pada hari ini.


Bahkan tanpa di sengaja Bunda Hana mendengar obrolan Sasya dari balik pintu yang lupa tidak Sasya kunci atau pun di tutup rapat.


Disitu Bunda Hana sangat terkejut, lalu segera meminta penjelasan pada Sasya.


Awalnya Sasya bingung, tetapi berkat Abang Toni dan juga Umi Dewi yang meminta Sasya untuk memberikan ponselnya pada Bunda Hana membuat Bunda Hana mengerti.


Meskipun Bunda Hana tidak menyetujuinya, tetapi jika mendengar bahwa Alex benar-benar sudah berubah membuat hatinya luluh.


Apa lagi Sasya terlihat begitu mencintainya, jadi mau tidak mau Bunda Hana menyetujui hubungan Sasya dengan Alex.


Walaupun mereka harus menyembunyikan semua ini dari Ayah Brian dan juga Lukas sampai waktu yang tepat itu tiba, tetapi seenggaknya Sasya bisa bahagia dengan Alex yang sedang berjuang untuk cintanya.

__ADS_1


__ADS_2