
Bahkan banyak pengunjung di sana yang langsung mengabadikan momen romantis tersebut, hingga tak lupa mereka memasangnya di sosial media serta ada juga wartawan yang entah dari mana langsung mengambil posisi mereka.
Sehingga Pinjai yang sudah menyadarinya begitu terkejut saat semua orang sudah mengerubunginya bagaikan lalat yang ada di suatu makanan.
"Yaakk.. a-apa apaan ini semua hahh? Kalian mau ngapain merekam semua kejadian ini, lebih baik sekaranh cepat hapus semua gambar dan video yang kalian ambil SEKARANG!!"
Pinjai berbicara dengan nada tegasnya sambil menatap semua orang yang mana ada sebagian kabur menjauhinya, dan ada pula beberapa yang masih asyik merekam semuanya.
Sehingga Pinjai langsung memberikan kode kepada bodyguardnya untuk segera menangani semua orang yang begitu menyebalkan.
Tanpa perlu menunggu lama, beberapa bodyguard langsung mendekati mereka semua hingga ada beberapa yang berhasil lolos dengan membawa hasil karyanya dan ada pula yang tertangkap serta di suruh untuk menghapus semua hasil karyanya.
Sedangkan Alex dan Sasya mereka masih terhanyut di dalam lamunan cinta yang mana kupingnya seperti tidak mendengar suara apa pun yang seakan-akan mereka hanya bisa mendengarkan suara detak jantung mereka yang terdengar sangat berirama.
🧒 "Entah sudah berapa lamanya aku memendam perasaan ini, dan harus berdebat dengan hati serta pikiranku sendiri. Sehingga sekarang aku telah sadar kalau selama ini aku sudah jatuh cinta padamu, gadis kecil"
🧕 "Entah saat itu aku sudah mengerti atau tidaknya jatuh cinta, namun sekarang aku benar-benar sudah tersadar jika aku memang sudah memiliki perasaan untukmu Om Jangkung. Hanya saja aku belum bisa memberitahumu, karena aku takut jika berbedaan yang ada pada kita akan membuat kita tidak bisa bersatu. Jadi, lebih baik aku kesampingkan semua rasa ini dan meletakkannya pada sisi kekagumanku terhadap ciptaan Tuhan"
🧒 "Aku paham, kalau kau belum bisa membuka hatimu lantaran aku adalah orang yang sangat keji untukmu. Bahkan aku tidak pantas mendapatkan wanita sebaik dirimu, namun jika aku berubah agar bisa menjadi pria yang jauh lebih baik lagi apakah kesempatan untuk mendapatkanmu itu akan ada? Nyata? Atau hanya angan-anganku saja? Tapi, entah mengapa aku yakin semua itu akan terwujud. Cuman, aku tidak tahu kapan dan bagaimana semuanya akan terjadi"
__ADS_1
🧕 "Jika memang Tuhan telah menakdirkan kita berjodoh, pasti segala macam cara untukku menjauhimu itu akan sia-sia. Maka dari itu aku tidak yakin jika aku bisa melupakanmu serta menjauhimu, karena banyak kejadian kecil yang Tuhan berikan untuk mempersatukan kita dengan caranya tersendiri. Tapi, bagaimana dengan perbedaan yang ada? Apakah kita akan hidup dengan 2 keyakinan dalam satu atap yang sama? Ataukah kita akan hidup dengan 1 keyakinan dengan 1 tujuan yang sama?"
🧒 "Aku sangat mengerti jika saat ini kita masih dalam 2 keyakinan yang berbeda. Namun, aku janji denganmu setelah aku bisa berubah untuk menjadi pria yang baik maka aku akan segera menjadikan 2 keyakinan itu menjadi 1 keyakinan yang sama. Kamu tidak perlu tahu bagaimana perjuanganku untuk bisa berubah hanya demi sebuah cinta, karena semua itu akan terlihat di waktu yang tepat"
🧕 "Terima kasih, karena kau telah mencintaiku dan aku minta maaf belum bisa membalas semua perasaan itu. Aku masih belum tahu dan juga belum yakin dengan kamu yang saat ini, akankah suatu saat nanti kamu bisa membuatku jatuh di dalam pelukanmu lalu kita melangkah bersama demi masa depan yang jauh lebih baik ataukah kisah kita hanyalah sebuah masa lalu yang cukup di jadikan sebuah kenangan"
Kedua insan saling menatap dengan bola mata yang tidak lepas, bahkan mata mereka terlihat sangat berkaca-kaca yang mana mereka seperti memahami suara isi hati mereka satu sama lain.
Pinjai yang dari tadi terlihat sangat kesal, kini langsung saja berjongkok di sisi samping mereka sambil menatap Sasya dan juga Alex yang terlalu hanyut di dalam lautan perasaan.
"Tuan, Nona.. mau sampai kapan kalian akan seperti ini? Apakah kalian tidak malu dan juga tidak menyadari jika banyak bola mata yang menatap ke arah kalian. Bahkan yang lebih parahnya lagi hampir pengunjung di sini mengambil foto kalian dalam keadaan yang seperti ini"
"Namun, jika kalian masih betah dalam posisi seperti ini untuk beberapa jam kedepan ya silakan saja. Pasti saat ini sudah ada berita di mana-mana tentang kalian, bahkan sebentar lagi kemungkina kalian akan menjadi terkenal" ucap Pinjai dengan nada sedikit malas.
Huuaaa.. aarrgghhhh...
Keduanya berteriak sambil Sasya segera bangun dari atas tubuh Alex, yang mana keduanya langsung berdiri dengan salah tingkahnya.
Yang mana saat ini Sasya membenarkan hijabnya yang tidak berantakan serta menunjukkan wajah memerah di kedua pipinya hingga terlihat malu-malu kucing.
__ADS_1
Sedangkan Alex wajahnya sudah terlihat bagaikan badut jalanan yang sangat memerah sambil membenarkan jasnya yang tidak berantakan.
Pinjai perlahan berdiri sambil menatap ke arah keduanya dengan tatapan bingung. "Ada apa dengan wajah kalian? Kenapa malah terlihat bagaikan kepiting rebus seperti ini? Apakah kalian sedang merasakan malu? Atau kalian benar-benar sudah terhanyut di dalam sebuah kata cinta?"
Ucapan Pinjai mampu membuat keduanya semakin salah tingkah hingga akhirnya Sasya langsung saja mengalihkan pembicaraan itu tanpa mau basa-basi lagi lantaran Sasya sudah sangat ingin segera pulang ke rumahnya untuk menemui keluarganya.
"Tu-tuan maaf jika saya lancang, bisakah saya ikut bersama Tuan ke New York?" tanya Sasya dengan sangat gugup.
"Ikut? Bukannya kamu masih dalam masa kerja di sini, lalu buat apa kamu pergi ke sana? Lalu, bagaimana kerjaanmu? Apa kamu diam-diam mengikutiku, dan tidak mau kehilanganku hem..?" cecar Alex dengan semua aktingnya dramanya.
"E.. e.. i.. itu..." ucap Sasya dengan bibir bergetar yang tidak tahu lagi harus menjawab apa, lantaran kan Alex belum tahu dimana Sasya tinggal selama ini.
"Aduh.. bagaimana ini? Apakah aku harus jujur saja padanya jika aku ke sana karena mau menemui keluargaku terutama Ayah yang saat ini sedang sakit. Tapi, kan tujuan kita pindah itu untuk menjauhi semua yang berhubungan dengannya. *Lalu, sekarang jika dia tahu apakah tidak apa-apa?"
"Aishh.. sudahlah Sya.. saat ini yang terpenting adalah kamu bisa pulang dengan selamat dan segera menemui Ayah, mengerti! Jadi, kamu hanya cukup memikirkan hal itu selebihnya biarkan urusan nanti dan kamu bisa memikirkannya kembali*"
Sasya bergumam di dalam hatinya sambil wajahnya terlihat begitu gelisah. Cuman, mau bagaimana lagi jika Sasya tidak jujur maka Alex pasti tidak akan mengizinkannya.
"Kenapa kamu malah gugup seperti itu? Apakah kamu mau pergi ke sana untuk menemui kekasihmu?" ucap Alex yang malah membuat Sasya langsung membolakan matanya dengan sangat terkejut.
__ADS_1
"Yaakkk.. kau kira aku wanita apaan yang akan mengejar seorang pria! Dengar ya aku ini wanita jadi biarkan seorang pria yang mengejar untuk mendaptkanku dengan semua perjuangannya, bukan aku yang mengemis akan cintanya. Paham!"
Sasya berbicara dengan kesal yang tanpa sadar membuat Alex tersenyum, yang mana sepertinya Sasya telah membuka peluang atau memberikan kode keras agar Alex bisa lebih peka serta berjuang lagi untuk mendapatkan cintanya.