
Meskipun Alex tahu jika Sasya sedang berusaha untuk mencoba menjauhinya, tetapi bukan Alex namanya jika dia tidak memiliki seribu akal yang licik agar bisa menarik perhatian Sasya. Dengan begitu Alex bisa menarik ulur Sasya supaya dia bisa membalas cintanya tanpa adanya sebuah paksaan atau pun kekerasan.
...*...
...*...
Di Indonesia, tepatnya di Desa Suka Maju.
Pada hari Sabtu, Iky dan Isty sedang menemani Baby Iva untuk bermain di taman rumah Iky yang begitu luas. Di sana terdapat tenda atau bisa di bilang seperti saung kecil untuk tempat berteduh sehingga mereka pun duduk di sana bersama dengan Baby Iva.
Sedangkan Bubu mereka saat ini sedang menyiapkan makanan dan juga camilan untuk di bawa ke saung, tapi sayangnya Baba mereka yang awalnya mau ikut gabung bersama mereka kini malah tidak jadi lantaran ada meeting mendadak dengan klien yang cukup berpengaruh untuk perusahaan Baba Arya.
"Yeyeyeyeyy... hahaha..." Baby Iva duduk sambil tertawa gemas saat mereka mengajak Baby Iva untuk bernyanyi bersama.
Ya meskipun Baby Iva masih kecil, namun dia juga mengerti apa yang diucapkan oleh sang Kakak. Apa lagi Baby Iva sangat senang ketika di ajak bernyanyi bersama. Tapi jika nyanyiannya sudah habis, pasti Baby Iva akan menangis meminta agar mereka bernyanyi kembali.
"Huuuhh... udah ya Dek, Mas cape tahu nyanyi mulu jadi haus nih..." keluh Iky kepada sang adik sambil merebahkan tubuh kecilnya dengan wajah lemasnya.
Baby Iva hanya menatap manik mata Iky dengan mata cantiknya yang kini sudah mulai berkaca-kaca sehingga Iky yang tadinya merebahkan tubuhnya, kembali duduk di samping Baby Iva sambil memeluknya serta menciuminya.
"Meskipun dia terlihat seperti anak kecil yang menyebalkan tetapi ketika dia bersikap seperti ini, entah kenapa aku merasa kalau dia adalah seorang Kakak yang bisa melindungi Adiknya dan juga dia tipe pria yang tidak bisa melihat orang sedih, apa lagi kalau wanita" gumam Isty di dalam hatinya saat melihat Iky dan Baby Iva sedang tertawa akibat Iky telah berhasil menghilangkan kesedihan di wajah Baby Iva.
Iky menggelitiki Baby Iva dengan gemas, bahkan kini Baby Iva sudah merangkak ke sana ke sini dengan tertawa gemas karena Iky selalu mengikuti Baby Iva serta mengejarnya dalam keadaan ikut merangkak hampir sama seperti Baby Iva.
__ADS_1
"Hahaha... sini, sini... sayang, sama Kak Isty yuk..." ucap Isty sambil melambaikan tangannya dengan ekspresi wajah senang dan juga bahagia.
"Ya ya ya... hahaha..." Baby Iva tertawa menatap Isty dan langsung merangkak ke arahnya.
Sesampainya di depan Isty, Baby Iva pun langsung merangkak serta memeluk gemas Isty sambil tertawa saat Iky berhasil menarik-narik kecil kaki Baby Iva yang membuat Baby Iva tertawa terbahak-bahak dan mencoba untuk berontak di pelukan Isty.
"Arrwwwgggg... arrwwwggg..." raungan suara Iky yang kini sudah menjadi raja hutan untuk membut Baby Iva selalu tertawa.
"Hahah... udah Ky, udah haha... kasihan Baby Iva" ucap Isty sambil dia memeluk Baby Iva dengan kuat agar tidak terjatuh karena Baby Iva selalu berusaha untuk memberontak ke sana ke sini dengan tubuh kecilnya yang mungil itu.
Di saat mereka sedang asyik bercanda, tertawa bahkan wajahnya terlihat begitu bahagia. Kedua Bubu mereka datang sambil membawa aneka makanan camilan dan juga minuman untuk menemani mereka bermain di bawah saung dengan suasana yang begitu sejuk.
Ya meskipun jam sudah memasuki siang hari, tetapi akibat cuaca saat ini yang mana sedang mendung membuat suana di sana bagaikan tinggal di sebuah Villa yang berada di daerah puncak.
"Assalammualaikum, sayang-sayangnya Bubu..." sapa Bubu Cantika dengan wajah tersenyum manis bersamaan dengan Bubu Naya.
"Aduduh... kayanya lagi seru-serunya nih bercanda hem... apa lagi dari jauh Bubu mendengar suara kalian bahkan sampai teriak-teriak tertawa hingga membuat kami sedikit terkejut loh..." ucap Bubu Naya yang langsung meletakkan minuman sambil duduk di saung tersebut dengan menatap mereka bertiga.
Sedangkan Bubu Cantika sedang menata camilan di depan mereka sambil tersenyum serta duduk tepat di samping Bubu Naya.
"Nya nyaa nyaa..." ucap Baby Iva sambil merentangkan kedua tangannya menatap Bubu Cantika, yang seolah-olah ingin meminta di peluk.
"Uluhh... uluhh... sayangnya Bubu... sini, sini hem..." jawab Bubu Cantika sambil mengambil alih Baby Iva di dalam pelukan Isty secara perlahan.
__ADS_1
"Ya sudah ayo di makan, kasihan kalian pasti cape kan lantaran Bubu Cantika meminta tolong untuk menjaga monster kecil ini hemm..." ujar Bubu Cantika.
"Terima kasih Bubu..." sahut Isty dan Iky secara bersamaaan sambil tersenyum.
Pada akhirnya mereka langsung saja menyantap makanan serta minuman yang sudah di bawa oleh Bubu mereka dengan lahapnya dan sesekali mereka mengobrol, menceritakan kejadian tadi betapa serunya mereka bermain dengan Baby Iva.
Yang mana Baby Iva malah langsung tertidur pulas di pelukan Bubu Cantika dalam keadaan Bubu Cantika yang sedang menyusui Baby Iva menggunakan seutas kain yang menutupi dadanya agar tidak bisa terlihat oleh siapa pun.
Tak lama pun ponsel Bubu Cantika berdering dengan notif yang bertuliskan *_Suamiku_*. Baba Arya menelepon Bubu Cantika dengan panggilan video call lantaran dia sangat kangen serta ingin melihat keseruan mereka yang sedang berkumpul di saung.
📱 "Assalammuaikum, Bubu..." sapa Arya dengan wajah tersenyum.
📱 "Waalaikumsalam, Baba. Ada apa? Bukannya Baba lagi meeting penting, kok bisa nelpon Bubu sih?" ucap Bubu Cantika dengan wajah sedikit bingung.
📱 "Meetingnya masih 30 menit lagi Bubu, cuma Baba kangen saja. Oh iya... Bagaimana anak-anak? Apakah mereka sedih saat tahu kalau Babanya tiba-tiba membatalkan janji dan harus kembali bekerja di hari yang seharusnya adalah waktu bersama keluarga?"
Baba Arya berbicara dengan wajahnya yang sedikit sedih, yang mana tepat di belakang Baba Arya ada Baba Ipul yang sedang ikut nimbrung untuk mengetahui perasaan anak mereka saat ini. Mereka merasa tidak enak dan juga bersalah lantaran hari Sabtu dan Minggu adalah waktu mereka untuk keluarga, tetapi sekarang malah ada meeting mendadak yang tidak bisa mereka hindari.
Jadi mau tidak mau yaa... mereka harus menjalankan tugasnya sebagai suami dan Baba supaya bisa membahagiakan keluarganya serta bisa memberikan kehidupan yang layak.
📱 "Alhamdulillah anak-anak baik-baik saja kok, Baba tidak perlu khawatir ya... Kalian fokus saja sama pekerjaan, nanti kalau sudah beres kita bisa jalan-jalan di sore hari untuk menebus janji kalian itu atau juga bisa besok hari, ya kan Bubu Naynay?" jelas Bubu Cantika sambil melirik ke Bubu Naya.
📱 "Ya benar, kalau kalian tidak percaya lihat saja itu Iky sama Isty lagi berebut camilan. Kalau Baby Iva sedang tertidur sambil menyusu, tetapi itu privasi yaa... hehe..." Bubu Naya pun mengambil alih ponsel Bubu Cantika sambil langsung mengarahkan camera belakang agar bisa memperlihatkan betapa rusuhnya Iky dan Isty yang kini sedang berebut camilan.
__ADS_1
Tapi untungnya mereka tidak sampai bertengkar atau membuat mereka menjadi seorang musuh bebuyutan. Mungkin inilah cara mereka berteman yang mana Iky selalu saja suka mengganggu Isty.
Begitu juga Isty, dia tipikal wanita yang tidak bisa di ganggu jadi Iky selalu senang jika harus memancing emosi Isty untuk naik turun karena bagi Iky wajahnya Isty yang terlihat marah malah membuatnya sangat gemas.