Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Biarkan Jack yang Memilih


__ADS_3

Setelah dirasa cukup mendengar semua percakapan mereka, Denis langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan menemui mereka.


Prokk...


Prookk...


Proookkk...


Denis menepuk tangannya hingga terdengar sangat nyaring dan mereka pun langsung menatap Denis.


“Oh, jadi ini alasan kamu kenapa akhir-akhir ini dari tahun ke tahun selalu banyak saja alasan serta perubahannya. Jadi kalian berselingkuh di belakangku, ya! Dasar wanita murahan!” pekik Denis sambil menampar Shine dengan sangat kencang.


Plaakkk...


“Heii... Wanita kejam! Jangan pernah kau berani melukai Ibuku” teriak Alex sambil berdiri di depan Ibunya dan menatap tajam ke arah Denis.


“Haha... Dasar bocah! Bisa apa kamu, hah! Apa kamu bangga di lahirnya dari rahim wanita murahan seperti dia” ucap remeh Denis yang membuat Alex semakin geram.


Lalu Ibu Shine hanya bisa terdiam memegang pipinya yang kemerahan. Sedangkan Jack, dia bingung harus bagaimana agar membuat mereka mengerti. Apa lagi ini di tempat umum.


“Ya, aku sangat bangga bisa lahir dari perut Ibuku. Dari pada Aku lahir di perut iblis seperti dirimu” pekik Alex yang malah membuat Denis hampir saja menampar Alex.


“Stop, Nyonya! Jangan menampar anakku. Cukup aku yang jadi pelampiasan kemarahanmu” saut Shine sambil menahan tangan Denis.


“Sudah cukup! Ini di tempat umum, lebih baik kita selesaikan di rumah. Semua ikut aku dan jangan ada yang protes!” tegas Jack yang pergi lebih dulu.


Lalu Denis mengikutinya di belakang Jack. Serta Alex dan juga Shine yang langsung mengambil tasnya. Kemudian menyusul mereka. Di dalam di rumah, mereka kembali berdebat hingga membuat anak perempuan Jack yang mana itu adalah Sandra pun menjadi ketakutan.


Shine mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Denis yang malah membuat Denis menatap tajam ke arah Jack, dan Jack pun hanya bisa menundukkan kepalanya meratapi kesalahannya sendiri.


“Jadi semua itu karena ulahmu Jack! Dasar pria breng*sek!” pekik Denis yang langsung menampar Jack.


Plaaakkk...

__ADS_1


“Maafkan aku, aku tahu aku salah aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku mencintai kalian berdua, dan aku sangat ingin memiliki anak laki-laki. Saat kamu tidak bisa mewujudkan itu, maka aku menjadi sangat kesal dan akhirnya aku bertemu degan Shine” ucap Jack.


“Jika Shine tidak bisa memberikanmu anak laki-laki, apakah kamu akan menikahi wanita lain, hah!” teriak Denis.


Jack terdiam dengan perkataan Denis, ia benar-benar tidak bisa menjawab semua itu karena apa yang di katakan Denis ada benarnya. Seumpama Shine tidak bisa memiliki anak laki-laki, maka pasti Jack akan mencari wanita yang bisa memberikan anak laki-laki.


Sandra dan Alex hanya bisa duduk di sofa yang sama saling menatap satu sama lain, di dalam hati Alex sangat senang bisa mendapati Kakak perempuan tetapi bukan cara seperti ini yang Alex mau.


Namun di dalam hati Sandra, dia sangat bingung dengan semua keributan ini. Hanya saja dia juga senang jika Alex adalah adik yang selama ini ia mau, Sandra memang menginginkan adik laki-laki tetapi sang Ibu tidak akan pernah bisa mewujudkan semua itu.


“Sekarang kau pilih, aku atau dia! Aku tidak mau membagi suamiku dengan orang lain. Jika kamu mau memilih dia, maka silahkan pergi dan jangan pernah kembali ke sini. Aku akan menyuruh temanku mencabut pekerjaanmu, lalu kau tidak akan pernah bisa bekerja dimana pun” ancam Denis.


Shine yang mendengar itu pun merasa kasihan pada Jack, jika ia tidak bekerja maka harga diri sebagai seorang laki-laki seketika jatuh.


Lalu Shine memutuskan dan mengatajan, “Tidak perlu, Nyonya. Biarkan Tuan Jack bersama kalian. Di sini meskipun bukan sepenuhnya kesalahanku, tetapi aku juga ikut andil di dalam kesalahannya karena tidak teliti dalam memilih suami. Aku terlalu percaya kepada omongan manisnya sehingga aku menyakiti wanita lain. Sekali lagi aku minta maaf atas semua kekacauan ini. Saya dan Alex izin pamit pulang ke rumah”


“Tunggu, biarkan Jack yang memilih. Dengan siapa dia mau bersama, jawab Jack!” ucap Denis dengan tatapan tajam.


“Sudah aku duga, jadi tidak apa-apa. Ayo Alex kita pulang, jangan lupa kamu pamit sama Kakakmu itu, jika ada waktu nanti kalian bisa bersama kembali” ajak Shin kepada Alex.


Alex pun berdiri di depan Sandra yang sedang duduk lalu berkata, “Kak Sandra, Alex pamit pulang dulu ya. Kakak di sini baik-baik, jika Alex boleh main ke sini nanti Alex akan mengajak Kakak untuk bermain bersama. Tapi kali ini Alex harus pulang menemani Ibu”


“Baiklah, tapi Alex janji ya sama Kakak akan sering-sering datang ke sini. Kakak kesepian di sini” ucap Sandra dengan wajah sedihnya.


Alex hanya bisa mengangguk dengan senyuman tanpa mau menjawab ucapan Sandra. Denis yang melihat itu membuat hatinya tersentuh dan seketika Denis memeluk Shine.


“Hiks... Ma-maafkan aku sudah menamparmu karena kesalahpaham ini, bahkan aku hampir menyakiti anakmu. Jika kamu mau kapan pun itu, kamu mainlah ke sini bersama Alex, pasti mereka akan senang main bersama”


“Baiklah, jika sudah di izinkan, nanti aku akan cari waktu yang tepat untuk mereka” ucap Shine sambil tersenyum menatap Denis yang sudah melepaskan pelukannya.


“Aku janji akan membiayai semua kebutuhan kalian tanpa kekurangan sedikit pun, jadi aku mohon jaga Alex baik-baik. Kamu tidak perlu bekerja biar aku yang bekerja keras untuk kalian semua. Tugasmu hanya menjaga putra kita saja” ucap Jack yang membuat Shine juga tersenyum ke arahnya.


Meskipun sakit, tetapi Shine tidak boleh egois jarena bagaimana pun Alex adalah anak Jack dan saudara tiri Sandra. Jadi Shine harus bisa membuat Alex mengerti tanpa harus membenci siapa pun. Hingga akhirnya mereka berpamitan dan langsung pulang ke rumah.

__ADS_1


...*...


...*...


5 bulan berlalu...


Kini akhirnya Alex sudah bisa mengerti dengan ucapan sang Ibu agar tidak membenci Ayahnya. Bahkan setiap bulan, Jack selalu menjemput Alex untuk menginap beberapa hari di rumahnya agar bisa menemani Sandra tepat di hari Jack libur sekolah. Sampai seketika mereka menjadi sangat akur, dan tidak adanya permusuhan atau kebencian dihati semuanya.


Mereka sudah bisa menerima kesalahan Jack secara perlahan. Bahkan kini Jack dan Shine sudah resmi berpisah. Namun semua itu tidak merubah apa pun, mereka tetap saling berkomunikasi hanya demi Alex dan Denis pun tidak cemburu kepada mereka karena dia paham dengan semua keadaan saat ini.


Tak terasa kini, waktu cepat berlalu...


1 tahun lebih mereka merasakan kehidupan seperti ini, hingga akhirnya Shine mengalami sakit-sakitan karena diam-diam dia menyimpan semua rasa sakit seorang diri. Di depan semuanya ia merasa sangat baik-baik saja, tetapi jika di belakang Shine selalu meratapi nasibnya yang begitu mencintai Jack. Namun akhir cintanya malah menjadi rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan.


Shine sedang menangis di malam hari, lalu ia ingin sekali memejamkan kedua matanya. Lalu tiba-tiba ia merasa sesak yang sangat mendalam bahkan ia berusaha mencari obatnya dan sayangnya obat itu telah habis. Shine lupa untuk membelinya agar bisa berjaga-jaga.


Alex yang mendengar suara barang-barang jatuh dari kamar Ibunya, langsung terbangun dan berlari hingga Alex melihat sang Ibu tersungkur di bawah tempat tidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu ya cerita hari ini semuanya... 😁😁😁


Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗


Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗


Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2