Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Pulang ke Indonesia


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


Qisya selalu saja membujuk Bisma untuk segera mengantarkannya kepada keluarganya. Tapi, bukan Bisma namanya jika ia tidak memiliki sebuah cara untuk menahan Qisya.


“Om jangkung, ayo antarkan Qisya sekarang” bujuk Qisya dengan wajah sedihnya.


“Sbar ya, Om sudah menghubungi teman Om yang sedang menginap di sana. Katanya keluargamu sudah pulang dan kembali ke Indonesia” jawab Bisma yang langsung membuat Qisya terdiam.


Degh !...


Degh !...


Degh !...


Jantung Qisya berdetak dengan sangat cepat serta air matanya yang mulai runtuh.


“Me-mereka semua sudah pulang ke Indonesia?” tanya Qisya dengan tidak percaya.


“Sepertinya begitu, mereka tidak mencarimu sama sekali. Jika kamu tidak percaya ayo saya antar ke sana untuk mengecek ke resepsionis atau mau saya teleponkan resepsionis tempatmu menginap?” tanya Bisma.


“Qisya tidak percaya mereka setega itu meninggalkannya Qisya di sini. Coba Om teleponi mbak-mbak yang menjaga penginapan itu. Qisya mau bicara langsung hiks...” ucap Qisya dengan wajah yang sudah berlinang air mata.


“Ternyata mudah sekali membohongi gadis kecil ini. Hanya dengan omong kosong dia langsung percaya, padahal kan dia anaknya. Harusnya dia tidak semudah itu percaya pada orang asing sepertiku ini haha...” ucap Bisma di dalam hatinya sambil menunjukkan senyum devilnya.


“Tuan Bisma memang tidak bisa di ragukan lagi, ia sepertinya sudah tahu kalau Nona kecil ini benar-benar sangat polos dan mudah untuk di bod*dohi hahh...” ucap Pinjai di dalam hatinya.


Tak lama kemudian sambungan telepon pun berdering...


Tut !...


Tut !...


Tut !...

__ADS_1


“Halo, selamat siang. Dengan penginapan Sakura di sini. Apa ada yang bisa kami bantu?” ucap resepsionis menggunakan bahasa Korea.


Qisya pun terdiam karena ia tidak mengerti sama sekali apa yang di ucapkan resepsionis tersebut.


“Apa kamu tidak bisa menggunakan bahasa Korea, Gadis kecil?” tanya Bisma dengan wajah bingungnya.


Qisya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil terisak.


“Maaf, Mbak. Saya ingin bertanya, apakah di sana ada penyewa atas nama...” ucap Bisma terjeda dan langsung menatap Qisya.


“Siapa nama panjang, Ayahmu?” tanya Bisma dengan berpura-pura tidak tahu.


“Hiks... Bri-Brian Adijaya, Om...” jawab Qisya dengan kesedihannya sambil menatap Bisma.


Bisma hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya dan kembali berbicara. “Atas nama Brian Adijaya” ucap Bisma dengan dingin.


“Maaf, Tuan. Penyewa kamar atas nama Brian Adijaya sudah pergi dari pagi-pagi sekali. Di karenakan ia telah terburu-buru bersama istri dan kedua anaknya untuk kembali ke Indonesia, beliau berpesan jika nanti ada yang menanyakan, maka bilang saja ia tidak akan pernah kembali ke Korea” ucap resepsionis yang sudah diancam oleh anak buah dari Bisma.


“Hiks... A-apa kata, Mbaknya Om? Qisya tidak paham bahasa Korea” tanya Qisya dengan wajah penasaran.


Qisya hanya menganggukkan kepalanya tanda ia telah menguasai bahasa tersebut.


“Tolong ulangi kembali dengan menggunakan bahasa Inggris, karena ada anaknya yang tertinggal. Dan ia tidak mengerti bahasa Korea” ucap Bisma.


Kemudian, Bisma menyalakan pengeras suara dan sedikit mengarahkan kepada Qisya. Lalu, sang resepsionis pun kembali menjelaskan kepada Qisya dengan bahasa Inggris.


Awalnya Qisya tidak percaya dengan semua ini. Namun saat ia berbincang dengan resepsionis tempat keluarganya menginap, ia malah menjadi percaya bahwa ia sengaja di tinggalkan di Korea.


“Hiks... Ayah, Bunda jahat hiks... Kenapa kalian meninggalkan Qisya di sini. Apa kalian sudah tidak sayang pada Qisya? Apakah Qisya anak yang nakal yang tidak menurut oleh Ayah sama Bunda? Hiks...” Qisya menangis sejadi-jadinya saat Bisma menutup teleponnya.


“Bagus! Gadis ini sudah masuk dalam perangkapku, haha... Kau memang cerdas Bisma, tidak ada yang bisa mencurigaimu hihi...” ucap Bisma di dalam hatinya dengan perasaan bahagia saat melihat air mata Qisya runtuh tanpa henti.


“Hiks... Qisya tahu, Ayah dan Bunda bukan orang tua kandung Qisya. Tapi kenapa kalian tega meninggalkan Qisya seorang diri di negeri orang seperti ini hiks... Jika kalian tidak menyayangi Qisya, lebih baik taruh Qisya di panti asuhan saja. Qisya lebih bisa ikhlas menerimanya daripada Ayah dan Bunda berpura-pura ingin berlibur ke sini. Lalu, pada akhirnya kalian meninggalkan Qisya hiks... Kalian jahaattttt! Kalian orang tua yang tidak bisa menaga anaknya. Qisya benci Ayah dan Bunda, benci... benci... bencii...” teriak Qisya dengan sangat frustrasi.

__ADS_1


Degh !...


“Ja-jadi, gadis ini sudah tahu bahwa dia bukan anak kandung mereka ?” ucap Bisma di dalam hatinya dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


“Ternyata Nona kecil ini sudah mengetahui bahwa dia anak angkat dari keluarga itu, beruntung sekali Tuan Bisma. Seperti sedang mendapatkan hadiah bertubi-tubi. Kepolosan, keluguan dan sekarang Nona kecil ini sudah menyadari bahwa dia bukanlah anak kandung mereka. Langkahmu akan semakin dekat, Tuan...” ucap Pinjai di dalam hatinya.


“Hiks... Jadi ini arti liburan kami sekeluarga, jadi ini rencana Ayah dan Bunda saat mengajak Qisya dan adik-adik berlibur pertama kali di luar negeri hanya untuk membuang Qisya di negeri orang hiks... Kalian benar-benar jahat. Qisya kira kalian adalah orang tua yang sangat menyayangi anak-anaknya. Apa lagi kalian berdua tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang anak angkat dan anak kandung, tapi nyatanya Qisya salah hiks... Kalian bagaikan orang tua yang memiliki topeng 2” ucap Qisya yang masih penuh dengan emosi.


Bisma dan Pinjai hanya bisa terdiam menatap Qisya dengan keadaan yang sangat memperihatinkan. Pinjai merasa sedikit kasihan karena ini di luar dugaannya, Pinjai merasa bahwa ini adalah di luar rencana mereka.


Mereka kira Qisya tidak tahu mengenai hal itu. Tapi pada kenyataannya semua terbalik. Pasti saat ini Qisya sudah seperti mendapatkan tamparan keras dari kedua orang tuanya yang sudah meninggalkannya seorang diri di negeri orang, yang padahal ini hanyalah akal-akalan dari Bisma.


Itulah, yang ada di dalam benak Pinjai saat ini. Sedangkan Bisma merasakan kemenangan yang tiara tara. Ia bagaikan pendayung yang sekali dayung 2 sampai 3 pulau terlampaui.


Senyum licik, sorotan mata jahat hingga kesenangan saat ini telah terukir di dalam wajah Bisma. Hingga Qisya pun tak dapat mencurigai sosok pria kejam yang berada di dalam topeng kebaikan Bisma.


“Bagaimana jika aku antarkan kamu pulang ke Indonesia? Biar semua keberangkatan Pinjai yang akan mengurus semuanya? Apakah kamu mau, gadis kecil? Nanti di sana kau bisa mempertanyakan apa yang saat ini kamu rasakan, kenapa mereka begitu tega meninggalkanmu di negeri orang seperti ini! Bahkan mereka berani membuang anak angkatnya demi melanjutkan hidup mereka dengan anak kandungnya sendiri!” ucap Bisma dengan sedikit menyiramkan minyak ke dalam bara api emosi Qisya yang sudah tidak terkendali.


“Tuan Bisma, kau memang sangat licik! Gadis kecil seperti dia yang sangat polos bisa kau jadikan mainan untuk menghancurkan keluarga angkatnya sendiri. Sungguh, baru kali ini aku melihat sisi lainmu Tuan...” ucap Pinjai di dalam hatinya.


“Hiks... Ti-tidak perlu, aku bisa hidup sendiri tanpa mereka! Aku tidak akan sudi kembali pada orang tua sejahat mereka! Selama ini mereka bagaikan keluarga yang sangat sempurna di mataku, tapi di balik itu semua mereka memiliki rencana jahat untukku. Aku memang bukan anak kandung mereka, jadi aku pantas di buang bagaikan sampah! Dan suatu saat nanti aku akan membalaskan rasa sakit ini kepada mereka semua!” ucap Qisya dengan sorotan mata yang sangat menyeramkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat pagi... Selamat siang... Selamat malam... untuk semua pembacaku 🤗🤗🤗


Aku harap kalian menyukai karyaku dan bisa terus dukung Author kalian ini 🥺🥺🥺


Author juga ingin selalu bisa memberikan rekomendasi novel untuk kalian semua 😗😗😗


Berikut adalah rekomendasi dari Author untuk kalian semua pembaca setiaku 🥳🥳🥳


Silahkan kalian jelajahi dan tinggalkan jejak indah kalian semua... Terima kasih... 😁😁😁

__ADS_1


...*...



__ADS_2