Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Dasar Wanita Penyedot Makanan


__ADS_3

Key menceritakan semua kisah hidupnya dengan penuh air mata yang membuat semua yang mendengarnya bisa merasakan kesedihan Key.


Jay yang melihat Kakaknya kembali menangis itu pun langsung memeluknya dan ikut menangis bersamanya.


“Jay juga sayang sama Kak Key... Jay janji kok kalau Jay akan menjadi pria yang selalu menghormati wanita. Tapi Kak Key enggak boleh ninggalin Jay ya hiks... Jay enggak mau jauh dari Kak Key hiks...” Jay menangis dalam pelukannya Key.


“Kakak pasti akan selalu ada di sampingnya Jay hiks... Kakak tidak akan pernah meninggalkan Adik Kakak yang imut dan menggemaskan ini hihi...” Key tertawa dalam tangisnya yang membuat Jay pun melepaskan pelukan mereka.


“Yaakkk... Jay itu tampan, keren dan dingin bukannya lucu dan menggemaskan. Kakak harus menarik kembali kata-kata Kakak tentang Jay barusan okay...” ucap Jay dengan wajah kesalnya yang mana terlihat imut.


“Imut hihi... Jay terlihat imut saat sedang marah seperti ini. Apalagi kalau Jay menggelembungkan kedua pipinya, pasti Jay akan terlihat seperti tupai kecil yang lucu dan imut hihi...” Lily tertawa sambil memuji Jay yang mana membuat Jay tersipu malu.


Kini wajahnya Jay jadi merah padam seperti tomat yang hampir busuk. Lalu semua orang pun mulai tertawa melihat wajah malunya Jay yang mana semakin lucu.


Bahkan Lukas dan Key yang terbilang cuek dan dingin itu pun tersenyum saat melihat wajah malunya Jay.


Bunda Hana dan Ayah Brian pun saling menatap satu sama lain dan tersenyum. Mereka merasa bahwa perkataan Lily bisa membuat Jay dan Key tertawa seperti ini.


Setidaknya sekarang Jay dan Key tidak lagi merasa sedih yang mana itu membuat Bunda Hana dan Ayah Brian ikut senang melihat mereka semua.


“Baiklah, sudah cukup tertawanya hari ini. Lebih baik kita pergi ke meja makan dan makan malam sekarang sebelum menunya menjadi dingin. Hari ini Bunda memasak banyak makanan, jadi kalian harus menghabiskannya” ucap Bunda Hana.


“Tenang saja Bunda, setelah kerja kelompok tadi sekarang perut Lily 100% kosong. Jadi Lily bisa menghabiskan semua masakan Bunda yang lezat itu dalam sekali telan” ucap Lily dengan bangganya.


“Dasar wanita penyedot makanan. Setiap hari makannya sangat banyak tapi badannya selalu saja kecil seperti tiang bendera. Bahkan otaknya saja suka kosong, kalau begitu ke mana semua makanan itu pergi” ucap Lukas dengan nada cueknya.


“Yaaakkk... Lily ini langsing tahu kayak gitar Spanyol. Abang tahu tidak gitar Spanyol itu bentuknya kayak apa? Kalau tidak tahu berarti Abangnya juga otaknya kosong sama kayak Lily wleee...” ledek Lily sambil menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Lukas yang merasa kesal itu pun langsung saja berdiri dan berjalan ke arah ruang makan yang mana Lily langsung tertawa terbahak-bahak.


Semuanya ikut tertawa saat melihat Lukas yang langsung pergi saat Lily berhasil membalas serangannya Lukas.


Bahkan Key juga tertawa yang mana membuat Lukas tersenyum kecil. Setidaknya dengan melakukan hal ini, Lukas sudah berhasil membuat Key kembali tertawa. Sejak melihat Key menangis di taman samping rumah tadi, sudah membuat hati Lukas merasa sesak.


Apa lagi saat tahu kisah hidup Key yang mana membuat Lukas menjadi emosi terhadap Daddy Ken. Tidak tahu kapan tapi Lukas merasa sangat kesal saat tahu bahwa Daddy Ken selalu memperlakukan Key seperti dia tidak ada di sana.


Setelah puas tertawa akhirnya mereka semua pergi menyusul Lukas ke ruang makan. Kemudian mereka mulai makan malam bersama sambil Lily yang memang makan begitu lahapnya.


Bahkan Jay pun juga ikut makan dengan lahap lantaran setelah melihat cara Lily makan tersebut membuat Jay semakin lapar.


Bunda Hana dan Ayah Brian senang melihat Jay yang makan dengan lahap dan Key juga yang sudah tidak bersedih lagi.


Namun di dalam hati mereka masih tersisa beberapa pertanyaan lain yang mereka sendiri tidak tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.


Sementara itu Lukas hanya bermain dengan gamesnya dan Key yang setia dengan buku yang dia bawa dari rumah sebelum pergi ke rumah Lily.


Sementara Jay dan Lily masih asyik menonton film action fantasi yang sangat mereka sukai. Bunda Hana dan Ayah Brian hanya ikut menonton sambil mengawasi anak-anak.


Bunda Hana benar-benar merasa bahwa Lukas dan Key itu mirip, di mana mereka lebih suka menyendiri dalam dunia mereka.


Mungkin saja ini faktor dari kehidupan Key yang pahit sehingga membuat dirinya menjadi lebih dewasa sebelum waktunya.


Sementara Lukas yang memang sedari kecil sudah bersikap dewasa karena tujuannya untuk menjadi pria hebat yang bisa melindungi keluarganya.


Di saat mereka semua sedang asyik menonton film dan bercanda gurau, di sebuah rumah terdapat sepasang suami istri yang sedang bertengkar.

__ADS_1


Daddy Ken mengurung diri di kamar dengan penuh emosi, sedang Mommy Nisha yang menangis tersedu-sedu di ruang tamu.


“Kenapa Ken, kenapa!? Tidak bisakah kau menerima Key sebagai putrimu sendiri hiks... kenapa kau selalu memperlakukan Key sebagai beban di hidupmu. Key hanya anak yang tidak salah apa pun hiks... jadi kenapa kamu harus menghukumnya”


“Semua ini adalah salahmu sendiri yang membuat dirimu seperti ini. Seharusnya kau menyalahkan dirimu dan bukannya Key hiks... Untung saja Key dan Jay tidak ada di sini, jika mereka di sini aku takut jika Ken khilaf dan melakukan dosa”


“Aku harus membereskan semua kekacauan ini dan kemudian aku akan segera menelepon Key untuk bicara dengan orang tua dari Lily hiks... aku harus berterima kasih karena mereka mau menjaga Key dan Jay untuk hari ini”


Mommy Nisha lalu berdiri dan dia mulai membersihkan ruang tamu yang saat ini sangat berantakan seperti kapal pecah.


Di saat Daddy Ken sedang mengamuk, dia membanting semua benda di sekitarnya hingga hancur berkeping-keping.


Sekarang Mommy Nisha pun mulai bersih-bersih karena dia takut jika ada pecahan beling dari vas bunga atau bingkai foto akan melukai Jay dan Key saat mereka pulang besok.


Akibat pecahan beling yang ada di mana-mana itu, membuat Mommy Nisha membutuhkan waktu lama untuk benar-benar membersihkan semuanya.


Hingga tanpa di sadari waktu menunjukkan pukul 11 malam, dan Mommy Nisha baru selesai bersih-bersih. Saat ini Mommy Nisha duduk di sofa di ruang tamu sambil beristirahat. Bahkan Mommy Nisha sampai lupa untuk menelepon orang tuanya Lily karena rasa lelah yang dirasakannya.


Namun tiba-tiba saja ponsel Mommy Nisha berdering dan terdapat sebuah panggilan dari nomor yang tidak di kenal.


Sebelum mengangkat panggilan tersebut, Mommy Nisha pergi ke kamarnya untuk memastikan jika Daddy Ken sudah tertidur dan tidak akan mencurigai Mommy Nisha.


Setelah melihat bahwa Daddy Ken sudah tertidur lelap di kasur kamar mereka, lalu Mommy Nisha keluar dari kamar mereka dan pergi menuju taman belakang rumah.


Mommy Nisha duduk di kursi taman tersebut sambil membawa ponselnya. Lagi dan lagi ponselnya berdering dan itu telepon dari nomor yang sama.


Dengan perasaan campur aduk Mommy Nisha mencoba menenangkan dirinya sambil melihat ke sekelilingnya.

__ADS_1


Mommy Nisha benar-benar memeriksa jika Daddy Ken tidak akan menguping pembicaraannya di telepon dengan siapapun yang sedang menelponnya. Lalu Mommy Nisha mengangkat telepon tersebut di panggilan yang ke 5 kalinya.


__ADS_2