Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Membuat Cake Ulang Tahun


__ADS_3

Key memejamkan kedua matanya untuk memasuki alam bawah sadarnya, namun di sela Key tertidur dia seperti merasakan kepalanya di usap oleh seseorang yang tidak bisa Key lihat. Apa lagi saat Key mau membuka matanya terasa begitu berat, hingga dia langsung kembali tertidur dengan nyenyak.


...*...


...*...


1 Bulan berlalu, dimana Sasya sudah kembali ke New York dan berkumpul bersama keluarganya. Begitu juga dengan Ash, dia sangat senang mendapatkan rekan kerja seperti Anna yang selalu bisa membuatnya deg-deg'an.


Walaupun berat untuk mereka meninggalkan Anna di Los Angeles tetapi mereka harus tetap kembali agar bisa menyelesaikan masa kuliahnya yang sebentar lagi akan menghadapi skripsi.


Sasya dan Ash menjalani hari-harinya dengan penuh kesenangan, persahabatan mereka yang hampir saja kandas kini semakin membaik. Bahkan cinta di dalam diri Ash kepada Sasya semakin ke sini semakin memudar, karena Ash mau membuang semua perasaan itu agar tidak merusak hubungan persahabatan mereka yang sudah lama di bentuk.


Di sisi lain keluarga Malvynson mulai terbiasa menjalani kehidupannya tanpa adanya sosok Key di tengah-tengah mereka. Namun jangan salah,mereka menjalani kehidupannya penuh dengan kehampaan, kekosongan dan juga ke sedihan. Tidak ada tawa, canda atau pun kebahagiaan.


Mommy Nisha yang biasanya terlihat ceria kini telah berubah menjadi wanita pendiam, begitu pun dengan Jay. Dia terkenal sebagai anak manja dan juga jahil, tetapi tiba-tiba saja berubah drastis menjadi pria yang terkenal dingin dan sedikit arogan.


Lalu bagaimana dengan Daddy Ken? Dia terlihat sangat murung melihat perubahan dari kedua orang yang sangat dia cintai. Beberapa kali Daddy Ken menawarkan liburan, piknik atau pun mencoba untuk menghibur mereka cuman semua sia-sia.


"Huhhh.. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat mereka kembali seperti semula? Aku sudah bosan menjalani hari-hari tanpa adanya obrolan sedikit pun dari mereka dan juga aku enggak mau kalau anak sia*lan itu kembali!" gumam Daddy Ken sembari duduk di ruang keluarga setelah mencoba untuk membujuk Jay supaya mau bermain dengannya.


Di saat Daddy Ken sedang menjambak frustasi rambutnya, Mommy Nisha datang membawa segelas minuman untuknya.


Baru saja Mommy Nisha meletakkan gelas itu di atas meja dan ingin kembali ke dapur, Daddy Ken langsung menarik tangan Mommy Nisha sampai dia terjatuh di dalam pangkuan Daddy Ken.


"Apa belum cukup 1 bulan terakhir ini kalian mendiami aku?" ucap Daddy Ken sambil mengelus pelan rahang istrinya.


Mommy Nisha terdiam seribu bahasa menatap manik mata suaminya yang selama ini selalu membuat hatinya tergores, tetapi Mommy Nisha juga tidak bisa menyembunyikan perasaannya sendiri kalau dia masih mencintai suaminya tanpa berkurang sedikit pun, hanya saja Mommy Nisa begitu kecewa dengan sikap Daddy Ken.


"Jawab Sayang, jangan diam terus! Aku benar-benar lelah ketika melihat kedua orang yang sangat aku cintai mulai menjauhiku seperti ini. Aku enggak sanggup jika harus kehilangan kalian, bicaralah Sayang. Aku mohon.. Aku kangen mendengar suaramu, please Sayang please..."


Daddy Ken berbicara menggunakan nada yang sangat lembut sampai tak terasa air mata Mommy Nisha runtuh bersamaan dengan kedua bibir mereka yang saling bersentuhan.

__ADS_1


Sudah 1 bulan lebih ini mereka tidak pernah bersentuhan, bahkan Mommy Nisha dan Jay cuman akan mengobrol jika mereka sedang berdua. Jika ada Daddy Ken mereka malah terlihat bagaikan sebuah patung hidup tanpa ekspresi dan juga suara.


Daddy Ken yang sudah rindu dengan sentuhan Mommy Nisha langsung membawa Mommy Nisha ke dalam pelukannya tanpa melepaskan permainan bibirnya. Kemudian Daddy Ken menggendong Mommy Nisha serta membawanya menuju kamar.


Satu persatu anakan tangga mereka lewati, hingga mereka telah sampai di dalam kamarnya. Daddy Ken menaruh perlahan tubuh Mommy Nisha diatas ranjang, lalu mengunci kamarnya dan menyalakan kedap suara agar Jay tidak mendengarnya. Apa lagi ini masih jam 1 siang.


Mommy Nisha tidak bisa menolak semua itu lantaran ini sudah kewajibannya sebagai istri untuk melayani suaminya agar tidak membuat suaminya tersiksa lebih lama menahan hasrat yang sempat tertunda selama 1 bulan terakhir. Meskipun ada perasaan kecewa, tetapi Mommy Nisha tetap melakukan tugasnya sebagai istri yang baik.


Daddy Ken berjalan perlahan sambil membuka pakaiannya, kemudian dia menaiki ranjang dan mengunci tubuh Mommy Nisha. Daddy Ken kembali melu*mat bibir Mommy Nisha serta tangannya mulai gencar menari-nari di atas tubuh istrinya.


15 menit lamanya tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai kain pun yang menempel. Bahkan sawah Mommy Nisha sudah sangat banjir akibat ulah Daddy Ken yang begitu lihai untuk membajak sawah milik istrinya.


Tanpa menunggu lama lagi akhirnya mereka melakukan menyatuan beberapa kali dengan gaya yang berbeda-beda, hingga di ronde ke-5 akhirnya mereka menyudahi semuanya. Dimana Daddy Ken langsung merebahkan tubuhnya yang polos di atas ranjang dalam keadaan terlentang.


Sedangkan Mommy Nisha dia segera bangkit berjalan ke arah kamar mandi untuk bersih-bersih tubuhnya yang lengket, sepanjang Mommy Nisha mandi tak henti-hentinya selalu menangis ketika dadanya kembali terasa sesak akibat suaminya yang tidak bisa mengerti apa yang dia dan anaknya mau.


Belum lagi di sepanjang permainan panas mereka Mommy Nisha cuman bisa mengeluarkan suara indahnya tanpa mengatakan satu kata pun kepada Daddy Ken.


...*...


...*...


Key sedang membantu Nenek Mona untuk membuat cake ulang tahun, Key memang sangat ahli dalam merias cake ketika sudah terbentuk serta sedikit mengerti cara pembuatannya karena dia dan Mommy Nisha suka melakukannya bersama-sama.


Bahkan beberapa resep yang Nenek Mona gunakan sedikit di rombak oleh Key sesuai dengan resep cake Mommy Nisha.


Ada banyak pesenan yang Mommy Nisha terima setiap harinya melalui aplikasi membuat Mommy Nisha sedikit terkejut. Tetapi dari situ dia percaya.jika dibalik semua kni pasti ada campur tangan Key, anak yang sangat baik untuknya. Meski keberadaan Key sangat jauh darinya tapi Key tetap akan meneruskan usaha bisnis Mommy Nisha agar bisa berkembang ke seluruh dunia.


Key hanya khusus bagian tim memantau semua pergerakan para pelanggannya melalui sebuah ponsel genggam yang di berikan oleh Kakek Iram, sedangkan Mommy Nisha menjalani tim produksi bersama Jay yang akhir-akhir ini membantunya.


Namun sesekali tanpa sepengetahuan semuanya Key memberikan pesan singkat kepada Mommy Nisha, kemudian kembali memblokir nomornya. Ibarat kata dalam 1 bulan Key cuman cukup mengirimkan kabar pada Mommy Nisha sebanyak 2 kali saja. Setidaknya Key tahu jika mereka semua baik-baik saja.

__ADS_1


Seiring berjalannya waktu setelah Key tinggal bersama dengan Nenek Mona dan juga Kakek Iram, mereka malah telah menganggap Key sebagai cucunya sendiri sehingga mereka tidak lagi merasakan kesepian jika Lukas tidak sering mengunjunginya.


Key sangat senang bisa bertemu dengan mereka, walaupun sangat menyebalkan tetapi mereka memiliki hati yang baik.


Key sekolah di sebuah sekolah yang cukup elit tetapi tidak satu sekolah dengan Jay, Lily dan juga Lukas. Awalnya mereka mau menyekolahkan Key di sana, namun dengan cepat Key menolak semua itu dan tidak lupa untuk memberikan alasan yang kuat agar bisa mengalihkan keinginan mereka.


"Key alarm ovennya sudah bunyi, tolong angkat cakenya takut keburu gosong soalnya tangan Nenek masih kotor" ucap Nenek Mona sambil membuat adonan cake lainnya.


Hari ini adalah hari ulang tahun Kakek Iram, jadi Nenek Mona dan Key sedang merencanakan pesta kecil-kecilan supaua bisa membuat Kakek Iram merasakan bagaimana rasanya merayakan ulang tahunnya yang sudah lama banget tidak pernah di rayakan semenjak dia kehilangan semua anak-anaknya.


"Nek, ini mau taruh dimana? Terus yang itu mau di masukin ke oven berapa menit waktunya" jawab Key yang baru saja berhasil mengangkat cake panas dari oven.


"Taruh di meja aja biar dingin dulu, nanti kamu masukan adonan satunya ke oven dengan timer yang sama kaya tadi" sahut Nenek Mona.


"Woke.. Terus itu Nenek lagi ngapain?" tanya Key yang sudah menyelesaikan pekerjaannya sambil berjalan mendekati Nenek Mona.


"Ahya.. Ini Nenek lagi buat cream coffe yang di mix sama ice krim gitu, jadi kesannya seperti bukan cream melainkan kaya ice krim hehe.."


"Tahu sendiri kan Kakek Iram itu tidak suka cream putih yang menurutnya kek busa, jadi ya Nenek coba untuk kombinasiin aja biar sedikit menarik"


Key mengangguk ketika melihat usaha Nenek Mona membahagiakan suaminhaya, karena ini kali pertama bagi Nenek Mona bisa membuat suaminya kembali tersenyum di saat ulang tahunnya dan bukan malah menangis ketika mengingat kembali kejadian dulu dimana Kakek Iram sangat bahagia ulang tahunnya dirayakan bersama istri dan juga kedua anaknya.


Akhirnya Key membantu Nenek Mona untuk menyiapkan toping lainnya, setelah semua cakenya mateng serta dingin mereka segera menghiasinya dengan sangat cantik. Sebelum waktu jam pulang kerja tiba.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai guys jangan lupa mempir di karya novel milik teman othor yang tidak kalah serunya loh. Cus melimpir yuk, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian agar author bisa terus up tanpa kendala 🙏🏻🥰❤️...


...Yokk gasss 🤸🤸...


__ADS_1


__ADS_2