
Setelah berhasil membujuk Lukas, mereka bergegas berjalan memasuki rumah. Dimana Lukas dan Key jalan lebih dulu, kemudian Alex serta Sasya mengikutinya dari arah di belakangnya dalam keadaan sama-sama tersenyum.
...*...
...*...
1 minggu telah berlalu, hubungan Alex dengan keluarga Sasya semakin membaik. Cuman Lukas masih belum bisa menerima Alex sepenuhnya, tetapi Ayah Brian dia sudah bisa perlahan menghilangkan semua rasa kecewa di hatinya.
Alex benar-benar sangat bahagia, ternyata semua perjuangannya tidak ada yang sia-sia. Perlahan tapi pasti, itulah yang Alex tanamkan di dalam dirinya.
Alex selalu percaya jika Sasya adalah jodohnya, karena seberat apa pun rintangan yang mereka hadapi berhasil mereka lewati.
Sementara di sisi lainnya ada keluarga Malvynson yang sedang berjuang di ruang ICU, siapa lagi jika bukan Daddy Ken.
Mommy Nisha dan juga Jay tak henti-hentinya menangis terus menunggu di depan ruangan untuk selalu memastikan bahwa keadaan Daddy Ken baik-baik saja.
Mereka tidak mau sampai ada hal buruk yang terjadi dengan Daddy Ken, apa lagi saat ini Daddy Ken sangat butuh sekali donor hati untuk mengganti hatinya yang sudah rusak.
"Hiks.. Mom, ba-bagaimana ini? Sampai detik ini kita belum mendapatkan donor hati untuk Daddy, ba-bagaimana jika Daddy tiada Mom?" ujar Jay dalam keadaan duduk penuh kepanikan.
"Hiks.. E-entahlah Jay, Mo-mommy juga bingung. Mommy sudah daftarkan Daddy di seluruh rumah sakit besar, te-tetapi tidak ada satu pun yang bisa membantu kita"
"Kamu tahu kan, cari pendonor itu susah tidak gampang butuh waktu yang sangat lama. Belum kita bisa menunggunya bertahun-tahun atau pun sampai kita sudah tiada. Jadi Mommy tidak bisa lagi melakukan apa pun selain kita berdoa hiks.."
Mommy Nisha menangis sesegukan sambil duduk dan menutup wajah dengan kedua tangannya, kali ini mereka terlihat begitu setres saat tahu keadaan Daddy Ken semakin memburuk.
Jay sebagai anak laki-laki satu-satunya harus bisa menjadi penguat bagi Mommy-nya, sehingga Jay langsung membawa Mommy Nisha ke dalam pelukannya. Disitulah tangis mereka runtuh bersama meratapi nasib Daddy Ken yang sangat malang.
Mereka tidak menyangka bahwa Daddy Ken bisa mengidap penyakit yang seserius itu sampai membuat nyawanya sangat terancam.
__ADS_1
Hidup mati Daddy Ken hanya sebatas antara pendonor hati, jika semakin lama dia mendapatkan pendonor maka hidupnya akan semakin menipis
Di saat mereka sedang meratapi nasib Daddy Ken, seseorang datang langsung memberi 2 gelas minuman hangat.
"Ayo Mom, minum dulu biar kalian bisa lebih tenang" ucap seorang wanita cantik yang duduk di sebelah Mommy Nisha sambil tersenyum.
Mommy Nisha dan Jay terkejut ketika melihat seseorang datang dalam keadaan tersenyum bersama dengan kedua orang dengan usia paruh baya. Siapa lagi jika bukan Key dan Nenek Mona beserta Kakek Iram.
"Ke-key? Ka-kalian a-ada di sini?" tanya Mommy Nisha sambil menatap mereka secara bergantian.
"Sudah hapus air mata kalian, karena kita ke sini mau kasih kabar baik" sahut Nenek Iram sambil duduk di sebelah Mommy Nisha setelah Jay bangkit dari kursinya.
Kakek Iram menepuk punggung Jay berulang kali sambil sedikit tersenyum. Lalu Jay menyuruh Kakek Iram untuk duduk di sebelah Nenek Mona.
"Ka-kabar apa, Nyo-..."
"Panggil aku Mommy"
"Kamu itu anakku dan kalian cucuku, jadi jangan lagi menganggapku sebagai orang lain. Mengerti?"
Ketegasan Nenek Mona berhasil bikin semuanya tersenyum, meski Nenek Mona terlihat keras yang apa-apa selalu di turuti tetapi dibalik sifat kerasnya itu memiliki arti yang sangat baik.
"Memangnya ada kabar baik apa Nek, Kek? Kenapa kalian terlihat seperti sangat happy?" tanya Jay sambil berdiri di depan semuanya.
"Kami ada kabar baik buat kalian, terutama Daddymu. Jadi suamiku ini sudah menemukan pendonor yang pas untuk Ken dari luar negri, hari ini akan sampai dan besok Ken bisa segera di lakukan transplantasi hati" jawab Nenek Mona penuh keseriusan sambil mengusap kepala Mommy Nisha.
Mendengar perkataan itu mampu buat Jay beserta Mommy Nisha langsung terkejut bukan main, mereka berasa seperti bermimpi kalau Daddy Ken sudah mendapatkan pendonor.
Padahal baru tadi mereka pasrah dengan keadaan Daddy Ken sekarang mereka malah mendapat kabar baik tak terduga.
__ADS_1
"Mo-mommy se-serius ka-kalau Ken su-sudah dapat pe-pendonor?" tanya Mommy Nisha terbata-bata lantaran dia masih sangat syok mendengar semua ini.
"Ya Mom, apa yang di katakan Nenek benar. Tapi-.." Key menghentikan ucapannya bikin Jay dan Mommy Nisha langsung menatapnya sangat penasaran.
"Tapi apa, Kak? Katakan? Apa ada syaratnya? Jika memang begitu, Jay akan lakuin selagi Daddy bisa kembali sehat" ucap Jay antusias.
Kakek Iram yang dari tadi terdiam menyuruh Jay untuk duduk di sampingnya dengan posisi mereka semua duduk sejajar. Di sini Kakek Iram segera menjelaskan sesuatu yang mampu buat mereka terkejut berkali-kali.
"Pendonor hati untuk Ken memang sudah ada dan sudah di pastikan besok akan langsung dilakukan transplantasi hati"
"Cuman di sini aku mau seolah-olah yang mendonorkan adalah Key, aku mau melihat reaksi pria itu bagaimana jika anak yang tidak pernah dia harapkan malah menjadi penolong di saat-saat terakhir"
"Jika dia menyadari kesalahannya berarti dia memang sudah mulai menerima, kalau selama ini dia telah menyia-nyiakan anaknya yang sama sekali tidak memiliki kesalahan!"
"Namun jika dia masih tidak menyadarinya berarti dia memang tidak memiliki hati, dari situ terserah kalian. Apa kalian masih bertahan sama dia atau kalian akan-..."
Ucapan Kakek Iram di sela oleh Mommy Nisha dalam keadaan wajah yang benar-benar serius, mungkin ini kesempatan baginya agar dia bisa menyadarkan Ken selaku suami yang selama ini terlalu mementingkan dirinya sendiri.
"Aku akan meninggalkan Ken jika dia masih belum menyadari semua kesalahannya pada anaknya sendiri. Itulah tekatku saat ini! Setidaknya dia masih bisa menjalani hidupnya walaupun dengan kesendirian!" tegas Mommy Nisha.
"Good! Itu yang mau aku dengar dari mulutmu, buat apa kamu bertahan dengan suami yang cuman mementingkan dirinya sendiri!"
"Cinta boleh, tapi jangan sampai kamu di beg*goin dengan cinta! Mendingan kalian hidup bersama kami itu jauh lebih baik dan kami pun tidak keberatan malahan kami senang"
Nenek Mona menegaskan kata-katanya yang segera diangguki oleh Key dan juga Kakek Iram. Di satu sisi Key memang sangat kasihan sama Daddy Ken, tetapi di sisi lain Key tidak mau hidupnya selalu seperti ini yang disia-siain oleh Ayah kandungnya sendiri.
Mereka pun menyetujuin semua rencana yang awalnya berasal dari Kakek Iram, karena dialah dalang di balik semua ini.
Bukan berarti niat Kakek Iram untuk membohongi Daddy Ken, melainkan Kakek Iram cuman mau memberi pelajaran berarti untuknya agar Daddy Ken menyadari perbuatannya.
__ADS_1
Setelah semuanya setuju, mereka segera pergi ke arah kantin untuk makan siang bersama sekalian membahas rencana yang akan mereka jalani agar terlihat benar-benar kenyataan bukan seperti rekayasa.