
“Ya ampun, Ayah bisa enggak sih jangan bikin baby Lukas tambah nangis. Lagi pula mana ada sih bayi bisa ngomong” saut Hana sambil berusaha mendiami Baby Lily.
“Tahu nih Ayah, lihat tuh Baby Lukas nambah nangis kan setelah digendong Ayah” ucap Qisya.
“Loh kok pada salahin Ayah sih. Kan Ayah enggak ngapa-ngapain. Baby Lukasnya saja yang malah nambah nangis kejar” jawab Brian yang sudah kesal.
“Ada apa sayang, kenapa kalian nangis hem... Kan tadi sudah minum susu apa kalian haus lagi iya...” tanya Hana kepada Baby Lily.
Baby Lily pun mulai terdiam saat mendengar suara lembut dari Bundanya.
“Oeekk... oeekk... oeekk...” Baby Lukas terus menerus menangis.
“Cupcupcup... Jangan nangis dong, tuh lihat kembaranmu saja sudah diam kenapa kamu malah nambah nangis. Ayah pusing nih jadinya” ucap Brian sambil mengayun-ayunkan Baby Lukas di dalam dekapannya.
“Ueeekk... ueeekkk... ueeekk...” tangis Baby Lukas kembali kencang yang terasa membuat kepala Brian ingin pecah.
“Ayah jagan di malah-malahin Baby Lukasnya, kan jadi tambah nangis. Sudah sini taluh di kasul bial Kakak yang coba nenangin Baby Lukas biar dia tidak menangis lagi” ucap Qisya yang langsung menaiki kasur.
“Coba Ayah taruh Baby Lukas di kasur biar Kakak yang urusin, nanti kalau masih nangis Bunda yang ambil alih. Sekalian menunggu Baby Lily tertidur lagi” ucap Hana sambil menidurkan Baby Lily yang mudah tenang.
Brian pun langsung membaringkan Baby Lukas di atas kasur dengan sangat perlahan.
“Tuh coba buat Baby Lukas berhenti nangisnya, paling juga dia semakin kejar nangisnya” ucap Brian yang sudah mulai kesal.
“Ishh... ishh... ishh... Ayah lihat nih ya, pasti Baby Lukas akan berhenti nagisnya kalena dia melihat Kakaknya yang cantik. Dari pada Ayahnya yang galak” ucap Qisya yang langsung menatap Baby Lukas.
“Eerrrrrrrr...” gumam Brian yang seolah-olah ingin menerkam Qisya yang sangat menyebalkan.
“Ayah...” ucap Hana sambil menekankan kata-katanya.
Brian pun menoleh ke arah Hana dan tersenyum kaku. Namun, tak lama Baby Lukas pun terdiam saat matanya menatap sang Kakak.
“Baby Lukas jangan nangis lagi ya, ini Kakak Qisya yang cantik loh. Nanti kalau Baby Lukas berhenti menangis, maka Kakak nyanyiin lagu buat dedek mau?” ucap Qisya sambil mengusap-usap pipi Baby Lukas.
__ADS_1
Dan ajaibnya tangisan Baby Lukas berhenti bahkan ia sedikit tersenyum.
“Wah... Baby Lukas tersenyum Bunda lihat itu” teriak Qisya yang sangat bahagia saat melihat senyuman dari Baby Lukas.
“Alhamdulillah sayang, Kakak hebat ya bisa membuat Baby Lukas berhenti menangis. Tidak seperti Ayah yang bisanya cuma mengomel saja” sindir Hana sambil melihat Baby Lukas yang tersenyum dengan mata yang selalu berkedip untuk menyesuaikan cahaya.
“Bagaimana mungkin dia bisa membuat Baby Lukas terdiam secepat itu? Sedangkan dia saja tidak menggendongnya. Lalu, di saat aku yang menggendongnya malah membuat baby Lukas bertambah kejar nangisnya ” ucap Brian di dalam hatinya sambil menatap bingung.
“Coba awas, Ayah mau berbicara sama Baby Lukas. Pasti ini hanya kebetulan saja” ucap Brian yang langsung duduk di samping Qisya.
“Kalau nangis lagi berarti Baby Lukas tidak menyukai Ayah wlee...” ledek Qisya yang membuat Brian langsung melototkan matanya.
Kemudian, Brian kembali fokus menatap Baby Lukas yang seperti hanya menatap sang Kakak.
“Hai anak tampan yang seperti Ayahnya. Kenapa kamu menangis tadi hem... Apa mau Ayah nyanyikan?” tanya Brian sambil menatap Baby Lukas.
Namun, entah bagaimana Baby Lukas malah kembali menangis dengan sangat nyaring.
“Oeeekk... oeeekk... oeeekk...” suara isak tangan Baby Lukas.
Brian seketika itu pun langsung terkejut dengan reaksi Baby Lukas yang secepat kilat bisa berhenti menangis kembali saat mendengar suara Qisya.
“Lukas bobo ohh... Lukas bobo, kalau tidak bobo di gigit Ayah” Qisya bernyanyi sambil mengusap pipi Baby Lukas dengan sangat lembut.
Dan ajaibnya Baby Lukas langsung memejamkan matanya tertidur dengan sangat tenang.
“Wah... Kakak benar-benar sangat hebat ya, bisa menidurkan Baby Lukas yang dari tadi menangis saat bersama Ayah” ucap Hana yang sudah kembali menaruh Baby Lily di box tidurnya.
“Yakk... Kenapa harus di gigit Ayah sih, kan lagunya di gigit Kebo kenapa jadi Ayah coba” ucap Brian yang semakin kesal.
“Ayah diamlah nanti Baby Lukas bangun lagi, kasihan nanti Baby Lily juga ikutan nangis” jawab Qisya dengan wajah marahnya.
“Sayang... Kenapa Baby Lukas jika bersama aku dia terus menerus menangis sih, tapi jika sama Kakak dia malah bisa anteng seperti itu? Memangnya mukaku terlihat sangat menyeramkan dan galak ya?” tanya Brian sambil merengek memeluk Hana dari samping.
__ADS_1
“Prrfftt... Su-sudahlah Ayah jangan manja seperti ini malu di lihat anak-anak loh... Mungkin Baby Lukas kan laki-laki dan Kakak perempuan jadi mungkin saja ia sangat senang melihat wajah Kakaknya dari pada Ayahnya. Nanti juga lama-lama dia tidak akan menangis lagi, jika di gendong sama kamu kok. Lagi pula kan masih ada Baby Lily sayang, siapa tahu dia menyukaimu hem...” ucap Hana sambil mengelus pipi Brian dengan sangat lembut.
“Hoya... Aku sampai lupa. Kakak lihat saja nanti pasti Baby Lily akan menyukai Ayah. Apa lagi Baby Lily itu kan perempuan pasti akan terkagum dengan ketampanan Ayah” ucap Brian dengan nada sombongnya.
“Ck! Ck! Ck!... Paling juga Baby Lily kembali menangis karena dia takut melihat wajah Ayahnya yang sepelti monstel hiiiii... seleeemm...” ucap Qisya yang langsung kabur menuju pintu kamar Baby Twins.
“Yakkk... Mau kemana kamu anak nakal, lihat saja nanti akan Ayah buktikan jika Baby Lily menyukaiku” teriak Brian dengan wajah kesalnya.
“Haha... Makannya Ayah jadi olang jangan galak-galak jadi Baby twins ketakutan wleee... dahh... Bunda Qisya bobo dulu ya ngantuk” ucap Qisya yang langsung menutup pintu kamar dan berlari ke kamarnya sendiri.
“Astaghfirullah Mas, jangan teriak-teriak dong kasihan Baby twins nanti mereka bangun lagi loh. Sudah ayo kita istirahat, badanku masih sangat lemas Mas” ucap Hana yang sudah berhasil memindahkan Baby Lukas ke dalam box tidurnya.
“Ya sudah sayang, kau istirahat ya. Aku mau cek pekerjaan dulu. Nanti aku menyusul” ucap Brian sambil menyelimuti Hana.
“Ya sudah jangan cape-cape ya, aku tidur dulu Mas” ucap Hana yang langsung memejamkan matanya.
Brian pun mengecup kening Hana secara perlahan sambil mengusap pipinya Hana dan kemudian pergi menuju sofa yang ada di dalam kamar mereka.
Brian membuka laptopnya untuk mengecek pekerjaan yang beberapa hari ini tertunda akibat ia selalu menjaga Hana saat mulai masuk rumah sakit hingga pulang ke rumah.
Dan di saat semua pekerjaan Brian telah selesai ia sedikit merasa mengantuk. Lalu pada akhirnya Brian pun ikut tertidur di samping Hana sambil memeluknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Cubby ini... 🤭🤭🤭
Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Sayang kalian banyak banyak semua pembaca setiaku 🤗🥰❤️🤍
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻