Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Wanita Murahan


__ADS_3

Hana berbicara sambil sedikit menaikkan nada bicaranya, lalu berdiri dengan menatap Satria yang menunduk. Hana yang terkenal begitu lembut, kini berubah menjadi wanita yang sangat tegas.


Kemudian Satria berdiri sambil menatap Hana dan memegang kedua tangan Hana sambil berkata “Maafin aku Han, aku tidak tahu kenapa aku bisa seperti ini. Tapi yang jelas aku sangat mencintaimu, Han. Aku mohon kembalilah bersamaku, aku janji akan membahagiakan kamu. Tidak seperti Brian yang selalu menyakitimu”


Hana yang mulai merasa tidak nyaman dengan perlakuan Satria yang berani menyentuhnya membuat ia sangat kecewa.


Hana mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Satria dengan sedikit kasar, namun naas tenaga Satria begitu besar sampai membuat tangan Hana sedikit kemerahan.


Untung saja di sana terlihat begitu sepi, bahkan Qisya dan Arya juga asyik bermain membuat ia tidak melihat adegan Hana dan Satria.


Satria yang dia kenal begitu alim kini berubah menjadi pria yang tidak tahu sopan santun.


Meskipun tujuan Satria memang baik, tetapi caranyalah yang salah.


Jika Hana berstatus sendiri maka ini bisa di artikan sebagai perjuangan seorang laki-laki kepada cintanya. Namun, sayangnya Hana sudah memiliki suami bahkan anak sekaligus.


Jadi ini adalah cara yang salah, bahkan bisa sampai membuat rumah tangga Hana dengan Brian retak jika terus menerus di lakukan.


Hana berusaha melepaskan tangannya tetapi Brian yang baru saja datang membuat matanya melihat adegan romantis mereka yang saling berpegangan.


“Wah.. wah.., rupanya kalian asyik berpacaran di sini sedangkan anakku main bersama adikmu. Benar-benar sangat romantis ya kalian. Bisa-bisanya kalian memanfaatkan anakku agar kalian bisa berduaan seperti ini”


Brian bertepuk tangan dengan wajah yang sangat datar membuat Satria terkejut dan langsung melepaskan tangan Hana.


“Mas jangan salah paham dulu, Hana tidak ada hubungan apa-apa dengan Mas Satria. Hana berani bersumpah jika itu yang mau Mas dengar supaya Mas percaya dengan Hana”


Hana mencoba untuk mendekat ke arah Brian sambil memegang pergelangan tangan Brian dengan kedua tangannya. Namun, dengan cepat Brian menghempaskan tangan Hana dan membuat Hana hilang keseimbangan lalu ia terjatuh.


Satria yang melihat sikap Brian terlalu kasar, langsung sesegera mungkin menolong Hana.


“Hana kamu gapapa, kan?” tanya Satria sambil membantu Hana untuk berdiri.


“Hana gapapa, Mas. Makasih” ucap Hana sambil menjauhkan tubuhnya.


“Baru juga di tinggal suami kerja, sudah main belakang. Dasar wanita murahan!” ucap Brian dengan menekankan kata-katanya.

__ADS_1


“Stop Brian!! Jangan pernah kamu mengatai Hana seperti itu. Ini salahku, aku yang berusaha mendekati Hana. Aku tahu aku salah, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku jika aku masih mencintai Hana. Bahkan aku ke sini awalnya ingin mengucapkan selamat kepada kalian sekalian mengantarkan Abah dan Umi, tetapi saat aku mendengar semuanya bahkan melihat perlakuan kasarmu terhadap Hana seperti ini. Itu membuat aku merasakan sakit! Jika kamu marah, marahlah padaku. Pukul aku sekuatmu, tapi jangan pernah kamu sakiti Hana sedikit pun. Aku rela menukar nyawaku demi Hana, asalkan dia selalu bahagia”


Satria menatap Brian dengan sangat tajam begitu juga dengan Brian yang balik menatap Satri penuh emosi. Bahkan kini kedua tangan Brian sudah mengepal sangat kuat.


Ketika Brian ingin mengangkat tangannya untuk memukul wajah tampan Satria. Ia di kejutkan dengan Qisya yang memeluk kakinya sangat erat.


“Yey.., Ayah ke cini. Ayo kita main Ayah” ucap Qisya.


Brian yang begitu kaget kini mencoba untuk meredakan emosinya di depan Qisya.


Brian berbalik sambil menggendong Qisya dan berkata “Sudah puas mainnya, sayang? Sekarang waktunya kita pulang ya”


“Yah.. kok puyang cih Ayah, Isa tan beyum main itu” tunjuk Qisya pada mainan pencapit boneka.


“Nanti kita kesini lagi ya, sekarang Qisya pulang sama Ayah dulu ya” saut Brian sambil menatap Qisya dengan wajah yang berusaha untuk tetap tersenyum.


“Oteh deh, ayo Bunda ita puyang. Ayha cudah jemput” ucap Qisya sambil menatap Hana sambil mengajaknya untuk pulang bersama Brian.


“Bunda tidak bisa ikut sayang, katanya Bunda lagi ada urusan penting. Jadi Qisya pulang sama Ayah dulu ya. Biar Bunda di antar sama Om Satria” ucap Brian sambil melirik Hana dan Satria dengan tatapan membunuh.


Arya yang merasa bingung hanya bisa terdiam, bahkan kini Arya bisa merasakan ada sesuatu yang mengganjal didalam hatinya.


Satria dan Hana hanya bisa terdiam saat mendengar ucapan dari Brian yang begitu menyayat hati.


“Maafkan Hana, Mas. Hana sudah membuat Mas Brian kecewa seperti ini. Hana sadar mungkin Hana belum bisa menjadi istri yang sempurna untuk Mas Brian. Tapi jika saja Mas tahu, bahwa Hana berusaha keras untuk menjadi istri yang baik untuk Mas” Hana berbicara di dalam hatinya sambil menahan air mata.


“Loh kok gitu Ayah, emangna benelan Bunda ata Ayah Bunda ada ulusan penting?” tanya Qisya dengan wajah bingungnya.


Hana hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Oteh deh, Isa puyang dulu cama Ayah ya Bunda. Bunda ati-ati di jalan, cepet puyang Bunda” celoteh Qisya dengan penuh perhatian.


“Arya mau pulang ikut saya atau Mbakmu?” tanya Brian sambil menatap Arya.


“Kalau Mbak Hana ada keperluan penting. Arya pulang sama Mas Brian saja deh hehe” jawab Arya dengan tertawa kecil.

__ADS_1


Akhirnya Brian pergi meninggalkan Hana dan Satria dengan menggendong Qisya tanpa berpamitan lebih dulu.


Sedangkan Arya hanya mengikuti langkah kaki Brian.


“Hiks... sudah puas kamu, Mas!! Kau sudah membuat Mas Brian salah paham. Ini kan yang kamu mau, ingin membuat keretakan dalam rumah tanggaku, iya kan! Jawab Mas, Jawab!!” ucap Hana dengan penuh emosi sambil menangis.


Satria yang baru pertama kali melihat Hana begitu histeris penuh dengan emosi membuat ia semakin bersalah. Bahkan kini hati Satria pun sudah ikut tersayat.


“Maafkan aku, Han. Aku tidak bisa mengontrol emosiku tentang perasaan ini. Aku sudah hilap, Han. Aku akan tebus semua dosaku ini yang sudah membuat hubungan kalian berantakan. Aku akan coba menjelaskan kepada Brian dengan kepala dingin. Aku janji akan mengembalikan rumah tangga kalian agar kembali seperti semula, bahkan lebih bahagia”


Satria berbicara penuh dengan rasa keseriusan, saat ini Satria telah sadar jika cintanya sudah tidak bisa ia gapai.


Dan kini pun Satria malah membuat orang yang dia cintai kecewa dengan sikapnya yang seperti pria tidak tahu adap.


“Makasih Mas, tapi itu tidak perlu. Hana bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Lebih baik Mas pulang saja lebih dulu. Masalah Abah, Umi dan Arya biar Hana yang mengurusnya nanti” saut Hana sambil menghapus air matanya.


“Tapi, Han. Aku masih ingin bersamamu, kalau perlu aku akan mencari tempat tinggal di sini agar aku bisa memantau dirimu. Aku tidak yakin Brian akan berperlakukanmu dengan baik lagi saat masalah ini terjadi. Aku takut jika Brian akan kasar kembali padamu, Han”


Satria yang begitu takut akan nasib Hana ke depannya membuat ia merasa sangat bersalah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo semuanya... Ketemu lagi dengan Author cubby kalian 🤗🤗🤗


Terima kasih atas dukungan kalian yang berarti selama ini 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Berikut adalah rekomendasi novel lagi untuk kalian dari Author 😙😙😙


Selamat menjelajah dan jangan lupa tinggalkan jejak imut kalian 😁😁😁


BLURB :


Mencintai tanpa dicintai... Kedekatannya selama ini dengan sahabat abangnya hanya dianggap sebagai adik, tidak lebih.


Anggita Nur Anggraini, biasa disapa Gita telah jatuh cinta pada sahabat almarhum abangnya. Akan tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan dia sampai merelakan kehormatannya, sayangnya lelaki itu tetap tidak melihatnya.

__ADS_1


Apakah cintanya akan berbalas?



__ADS_2