Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Menyayat Hati


__ADS_3

Hana yang sudah selesai mandi pun langsung menggelar alas untuk tempat tidurnya di lantai, dan Brian yang melihatnya pun sangat acuh.


Namun, di saat Hana ingin membaringkan tubuhnya Brian langsung memanggilnya “Jangan tidur dulu” ucap Brian dengan suara dinginnya.


Hana yang mendengar Brian memanggil pun, langsung bangun dan duduk serta menjawab pertanyaan Brian dengan sangat lembut “Iya, Mas. Ada apa? Apa Mas mau dibuatkan kopi atau sesuatu... biar Hana ambilkan”


“Tidak perlu, kakiku sangat pegal. Jadi pijat sampai aku tertidur. Jika aku belum tidur maka kamu tidak boleh tidur. Mengerti!” ucap Brian sambil merebahkan tubuhnya.


“Iya, Mas. Hana mengerti. Ya sudah Hana izin pijit kaki Mas Brian ya...” ucap Hana sambil berjalan dan duduk di sisi ranjang sambil memegang kaki Brian. Lalu, Hana mulai memijatnya dengan perlahan.


Brian yang merasakan begitu nikmat pijatannya Hana, membuat ia memejamkan matanya.


Namun, Brian tidak mau memperlihatkan sisi keenakannya saat di pijat oleh Hana. Brian malah berbicara sambil masih memejamkan matanya “Pijat yang benar, itu tidak terasa coba kencangkan sedikit. Keluarkan tenaganya, lemah banget sih!” ucap Brian dengan nada angkuhnya.


Hana yang mendengar ucapan Brian sedikit melukai hatinya tapi ia tetap tersenyum demi memperlihatkan bahwa Hana baik-baik saja. Ia tidak mau terlihat lemah di depan Brian. Karena itu akan semakin membuat Brian semena-mena dengan Hana nantinya.


Hampir 2 jam Hana memijat kaki serta tangan Brian dengan bergantian sampai akhirnya Hana naik ke atas kasur dan duduk sambil memijat tangan Brian yang satunya.


Sedangkan Brian sudah tertidur pulas setengah jam yang lalu, bahkan saat ini Hana sudah mulai menguap terus menerus akibat menahan kantuknya.


Sampai seketika Hana benar-benar lelah dan tidak bisa lagi menahan kantuknya dan tanpa sengaja Hana tertidur di dada bidang Brian dengan keadaan badan yang masih menekuk.


Brian pun yang merasakan kenyamanan yang tiada tandingannya pun, membuat ia memeluk tubuh Hana dalam keadaan tanpa sadar.


Brian berpikir itu adalah guling, itulah sebabnya ia memeluknya begitu erat. Tetapi, itu bukanlah guling lalu kenapa rasanya begitu nyaman di dalam pikiran Brian?


Tapi apa boleh buat, Brian sudah sangat mengantuk sehingga ia mengurungkan niatnya untuk membuka matanya. Dan kembali memeluk guling ternyamannya.


Pagi hari Brian dan Hana belum terbangun dari tidur pulasnya, karena mereka begitu lelah.


Sampai jam menunjukkan pukul 08.00 pagi, Brian terbangun lebih dulu dengan sedikit merenggangkan tubuhnya yang begitu pegal.


Di saat Brian sedang membuka matanya perlahan, ia langsung dikejutkan dengan keadaan Hana yang sedang memeluknya dengan begitu nyaman.

__ADS_1


Brian memandangi wajah Hana sedikit lama, dengan perlahan tangan Brian terarah untuk mengusap lembut pipi Hana.


“Kenapa kamu tega menghianatiku, Hana. Kamu tahu jika aku sudah mulai mencintaimu. Tetapi jika kamu sudah menghianatiku seperti ini, maka aku tidak akan membuatmu tenang sedikit pun sayang. Meskipun aku tidak ingin melihatmu bersedih tapi apa boleh buat, hatiku sudah terlalu sakit untuk ini ” ucap Brian di dalam hatinya sambil mengelus wajah Hana dan mencium kening Hana.


Hana yang sedikit terganggu pun langsung membuka matanya, dan dengan sengajanya Brian sedikit mendorong Hana. Lalu, ia berpura-pura jika semua ini adalah salah Hana yang sudah berani ataupun lancang memeluk Brian.


“Berani sekali kamu naik ke atas ranjangku. Aku sudah bilang bukan untuk tidak tidur di ranjangku ini! Tapi kenapa kamu malah tidur dan memelukku, hah!” bentak Brian sambil duduk dan menyender di senderan kasur.


Hana yang begitu kaget pun langsung duduk dan menundukkan kepalanya sambil berkata “Ma-maaf, Mas. Hana suda lancang tidur di sini dan tanpa permisi memeluk Mas Brian. Hana tidak sengaja tertidur di sini saat memijat Mas Brian. Sekali lagi Hana minta maaf, Mas”


“Cih!! Bisa-bisanya mencari kesempatan dalam kesempitan di saat aku tertidur. Sudah sana kamu mandi, bau tahu badanmu!” ucap Brian sambil menutup hidungnya dan tangan satunya terarah seperti mengusir Hana.


Hana kembali mengangkat kepalanya dan tersenyum “Ya sudah Hana mandi dulu ya Mas, biar wangi hehe..” ucap Hana sambil berusaha tertawa dan menahan sesak di dalam dadanya.


Hana kemudian turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, sedangkan Brian yang menatap kepergian Hana hanya bisa terdiam beribu bahasa.


“Di-dia ter-tertawa saat aku menghinanya? Dia benar-benar wanita yang tangguh. Aku menyukai wanita yang sangat menantang seperti ini. Kita lihat saja nanti, kau atau aku yang akan tertekuk lutut” gumam Brian.


Hampir 1 jam lamanya Brian menunggu Hana selesai mandi, sampai akhirnya Hana keluar dari kamar mandi dan Brian hanya bisa melirik kemudian berjalan memasuki kamar mandi.


Hana memulai aksinya untuk belajar merias wajahnya secantik mungkin. Namun, dengan cara yang sederhana. Tidak terlalu menor ataupun terlalu tebal. Hana hanya perlu sedikit memolesi wajahnya agar terlihat lebih segar dari biasanya.


Hampir setengah jam Hana merias diri sambil memakai minyak wangi yang pernah Brian belikan untuknya. Lalu, ia memakai kerudung dengan sedikit di lilitkan berbagai macam gaya sampai akhirnya ia telah selesai dengan semuanya.


Hana kemudian berdiri sambil menghadap cermin dan memutar-mutar tubuhnya agar bisa melihat apakah ada yang kurang atau berlebihan pada dirinya.


Brian yang tadi sudah keluar dari kamar mandi tidak melihat Hana dan langsung pergi menuju ruang ganti.


Namun, di saat Brian sudah selesai dengan berganti pakaian kerjanya seketika saat ia keluar dari pintu ruang ganti ia langsung di kejutkan dengan penampilan Hana yang begitu cantik di depan matanya.


“Di-dia Ha-Hana? Astaga kenapa dia cantik sekali, ya ampun jika seperti ini aku yang akan luluh dengan dia. Arghh.. Tidak bisa! Aku tidak boleh sampai luluh ataupun kalah dengan wanita ini. Lihat saja nanti aku pastikan kamu yang akan menderita ” ucap Brian di dalam hatinya yang masih menatap kagum Hana.


“Loh Mas Brian sudah selesai, mau berangkat kerja ya...” tanya Hana degan penuh senyuman.

__ADS_1


“Mau kemana kamu rapi banget seperti ini, mau kondangan? Lain kali kalau dandan jangan menor-menor, mengalahi badut jalanan saja!” ucap Brian dengan sangat ketus.


Hana hanya bisa tersenyum di hadapan Brian meski pun kata-katanya sangat menyayat hati Hana, tapi ia tidak mau sampai memperlihatkan kelemahannya di hadapan Brian yang nantinya akan semakin membuat Brian keras kepala.


Brian yang sudah tidak mau larut dalam kecantikan Hana langsung pergi meninggalkan Hana dan keluar kamar menuju ruang makan.


Hana yang melihat kepergian Brian langsung segera menyusul Brian dan mengikutinya ke ruang makan.


Di ruang makan, semua sedang menikmati sarapannya bahkan keluarga Hana pun sudah pulang pagi-pagi sekali diantar oleh sopir dari Nyonya Syifa karena Abah tidak mau berlama-lama meninggalkan sawah serta ternakkannya.


Sampai seketika Hana mengucapkan salam kepada semua orang di meja makan dan di balas dengan salam mereka semua.


Sedangkan Brian langsung duduk di kursinya tanpa mengucapkan 1 kata sekalipun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello guys... Selamat beraktivitas dan jaga diri kalian 🤗🤗🤗


Jangan lupa untuk mampir di rekomendasi novel dari Author kali ini


Silahkan jelajahi dan tinggalkan jejak unik kalian yaaa.... 😆😆😆


BLURB :


Bagaimana rasanya dijodohkan dengan 5 laki-laki tampan? Tanyalah kepada Irene Abraham.


Cantik, pintar, dan kayaraya membuat kehidupan Irene serasa sempurna. Apapun yang inginkan selalu bisa didapatkan dengan mudah. Hidupnya sangat bebas sesuka-suka hatinya.


Sampai suatu ketika, sang kakek berencana untuk menjodohkannya dengan salah satu putra keluarga Narendra. Ada lima tuan muda yang bisa Irene pilih menjadi pendampingnya, Alan, Alex, Alfa, Arvy, dan Ares. Kelima tuan muda memiliki sifat dan karakter yang berbeda.


Irene yang belum siap menikah, memutuskan untuk menyamar sebagai wanita jelek dan kampungan. Tujuannya satu, agar tidak ada dari kelima tuan muda yang akan menyukainya.


Apakah tujuan Irene berhasil?

__ADS_1


Ataukah Irene akan jatuh cinta pada salah satu dari kelima tuan muda itu?



__ADS_2