Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Wanita Licik Seperti Dia


__ADS_3

Di dalam toilet perusahaan


Cika sedang berkaca di sebuah kaca besar di dalam toilet. Lalu ia merapikan baju serta dandannya agar terlihat sangat cantik saat bertemu dengan Brian, sang pujaan hati.


“Astaga, sepertinya aku harus rajin-rajin ke salon nih... Supaya wajahku semakin glowing hihi...”


“Maklumlah aku kan sedang kebanjiran uang, jadi apa pun yang aku mau haruslah terjadi. Tidak sia-sia aku memalsukan tanda tangan Tuan Brian”


Cika berbicara sambil berdandan di depan cermin yang mana ia kira di dalam hanya ada dirinya, tapi ternyata ada salah satu karyawan yang berada di dalam toilet. Saat itu ia mendengar ucapan Cika dari balik salah satu bilik kamar mandi.


Tanpa perasaan takut ia menyalakan sebuah rekaman dari ponselnya yang mana bertujuan untuk merekam semua yang Cika ucapkan. Wanita itu tidak berani keluar dari biliknya, jadi dia harus berdiam diri di dalam agar tidak membuat Cika curiga.


“Ya ampun, ternyata dalang dari penggelapan uang perusahaan Tuan Brian adalah Bu Cika. Astaga, jahat sekali dia. Bisa-bisanya mengelabuhi semuanya dengan memalsukan tanda tangan Tuan Brian ” ucap wanita tersebut di dalam hatinya sambil menggenggam ponselnya.


“Haha... Beginilah resiko jadi wanita cantik dan pintar, apa pun yang di kerjakan terasa sangat mudah, bukan? Aduh Tuan Brian, semoga kamu cepat bercerai dari istrimu itu dan aku bisa jadi istri pria terkaya haha...” ucap Cika sambil tertawa.


“Andai saja Tuan Brian tahu jika pada kejadian beberapa tahun lalu aku yang membayar perampok itu untuk menggagalkan aksi malam pertama mereka, yang mana aku sudah menduplikat kunci rumahnya agar mudah untuk mereka masuk ke dalam haha...”


“Dan dor... dor... dor... hahaha... Jadi mati deh aduh, kasihan sekali Tuan Brian menjadi duda rasa perjaka hihi... Tapi selama 4 tahun aku mencoba mencari perhatian Tuan Brian, eh dia malah tidak sama sekali menganggapku ada. Pada akhirnya dia malah menikah dengan wanita miskin itu, cih... Dasar wanita licik. Bisa-bisanya dia menikah dengan Tuan Brian dengan alasan demi anak angkatnya itu”


“Lagian juga Qisya kenapa sih bukannya milih tante saja yang jadi Mamahnya, ini malah memilih wanita miskin, kampungan dan tidak modis itu. Dan yang lebih membuat aku kesal, saat acara 7 bulanan istrinya itu. Orang suruhanku tidak berhasil mencelakai istrinya itu beserta anak mereka yang ada di dalam kandungan. Akhhh... si*al!"


"Jadi seperti inilah, aku harus menunggu kembali untuk merencanakan sesuatu agar bisa menyingkirkan istrinya secara halus. Asal Tuan Brian tahu saja, aku ini sudah membuat karangan cerita yang menarik kepada Tuan Bisma selaku adik tiri dari istri pertamanya haha... Aku membuat karangan untuk menarik perhatian Tuan Bisma agar mau menjadi partnerku untuk menyingkirkan istrimu itu hihihii..."


"Tetapi kenapa dia malah menculik anakmu. Kenapa bukan istrimu saja yang diculik, di bunuh, di mutilasi dan di buang ke laut terdalam agar tidak bisa di temukan oleh orang lain. Dengan begitu kan aku bisa membuat cerita baru bahwa istrimu sedang berselingkuh dan pergi meninggalkanmu berserta anak-anak untuk pergi bersama selingkuhannya”


“Tapi, sudahlah mungkin saat anaknya di culik mereka akan lebih sering berantem. Jadi, perlahan lahan aku bisa masuk dan mengambil hati Tuan Brian kembali haha...”


Cika terus berbicara yang membuat dirinya tidak akan sadar jika ia akan segera masuk ke dalam lubang singa. Lalu Cika langsung menyemprotkan minyak wangi ke tubuhnya sendiri. Kemudian saag sudah selesai, ia langsung berjalan keluar kembali ke mejanya untuk menyambut Brian.


Tidak lupa wanita tersebut langsung memberitahukan kepada Bisma dengan memberikan rekaman tersebut ke sang asistennya. Sang asisten yang mendapat notif dari salah satu karyawan wanita pun dibuat terkejut.


Asisten Brian tersebut benar-benar tidak menyangka bahwa Cika bisa melakukan hal licik itu hanya demi cintanya yang tak kunjung di balas oleh Brian. Sang asisten langsung buru-buru keluar dari ruangannya dengan wajah paniknya menuju ruangan Brian.

__ADS_1


“Loh Pak Sandi kenapa buru-buru seperti itu, memangnya ada yang penting? Bukannya Tuan Brian belum datang? Lalu, kenapa Pak Sandi ingin masuk ke dalam?” tanya Cika beberapa kali saat melihat Sandi seperti orang yang di kejar binatang buas.


Sandi terhenti sambil menatap Cika dengan tatapan penuh arti yang membuat Cika sedikit bergidik ngeri.


“Kenapa Pak Sandi melihat saya seperti itu? Pasti karena saya cantik dan sek*si hari ini ya hehe... Ya saya tahu Pak kalau Pak Sandi suka dengan saya, tapi maaf Pak saya sudah memiliki calon suami, jadi maaf ya” ucap Cika dengan percaya diri penuh kesombongan.


“Cih... Bisa-bisanya dia bersikap semanis itu padaku. Lagian aku juga tidak sudi sampai jatuh cinta pada wanita licik seperti dia. Kelihatannya saja dari luar cantik, tapi di dalam hatinya busuk. Bagaikan jambu air yang di luar bagus tapi pas di buka isinya belatung semua ihhh... Serem ” ucap Sandi di dalam hati kecilnya yang langsung masuk ke dalam ruangan Brian.


“Lah, malah main masuk aja tuh orang. Mungkin dia kecewa kali ya aku tolak haha... Tapi ya sudah biarkan saja, lagian aku sukanya sama Tuan Brian kok jadi buat apa mikirin Pak Sandi” gumam Cika yang kembali mengerjakan pekerjaannya.


...*...


...*...


Di dalam ruangan Brian


Brian saat mendapat kabar tentang semua itu dan mendengar jelas ucapan Cika membuat ia semakin emosi.


“Saya sudah menelepon Komisaris Tuan, dan mereka akan datang sebentar lagi” ucap Sandi yang penuh ketakutan.


“Bagus, kau sekarang bawa masuk Cika ke sini dan jangan membuatnya curiga. Lalu kau kasih hadiah serta jabatan sekretaris untuknya setelah dia keluar dari sini” saut Brian.


“Baik, Tuan” jawab Sandi langsung berjalan keluar ruangan untuk memanggil dan membawa Cika menghadap Bisma.


Cika yang mendapat kabar bahwa Brian memanggilnya membuat ia sangat bahagia, terlihat jelas di depan mata Sandi bahwa Cika benar-benar mencintai Brian. Jadi, berbagai cara ia lakukan tanpa memikirkan resikonya.


Setelah Cika masuk ke ruangan Brian, lalu Brian mengirimkan pesan singkat kepada Sandi untuk keluar dari ruangan dan menguncinya dari luar serta menjaga di depan pintu sambil menunggu Komisaris datang.


Sandi yang membaca pesan tersebut langsung menatap Brian. Brian hanya memberikan kode matanya mengisyaratkan bahwa dia akan baik-baik saja. Kemudian Sandi keluar dari ruangan Brian dan mengunci pintu.


Ceklek !...


Ceklek !...

__ADS_1


Cika yang mendengar suara pintu dikuncu, seketika menengok ke arah pintu.


“Loh kok di kunci pintunya Tuan?” tanya Cika yang kembali menatap wajah tampan Brian.


“Memang kenapa sayang hem... Apa kamu tidak suka berduaan denganku disini?” ucap Brian sambil berjalan memutari Cika dan sedikit meniup telinga Cika.


Geeerrrrrsss !...


Seketika Cika merinding membuat kue apemnya berkedut-kedut.


“Astaga, Tuan Brian. Kau benar-benar membuatku berga*irah saja. Sudah lama aku tidak bermain dengan pria, lalu dengan caramu seperti ini malah membuatku menjadi lebih hidup ” ucap Cika di dalam hatinya sambil memejamkan matanya saat merasakan sentuhan tangan Brian yang membelai wajahnya.


“Tu-tuan, a-apakah na-nanti istrimu tidak akan marah jika kita berduaan seperti ini?” ucap Cika dengan suara paraunya.


“Kau tahu kan semenjak hilangnya anakku di Korea, itu membuat kami selalu saja cekcok. Aku cape, Cik! Aku butuh belaian dari wanita lain agar tubuhku menjadi tenang” ucap Brian.


“Baiklah, Tuan mau main dimana? Di sini atau di kamar? Atau bisa juga di sofa biar lebih mengasyikkan hihihi...” tawar Cika yang langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Brian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗


Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗


Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2