Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Kecurigaan Alex Pada Sasya & Pinjai


__ADS_3

Belum lagi Iky selalu menjahili Lily hingga membuatnya selalu berteriak dan juga dalam mode manja yang pada akhirnya mereka malah saling mengejar satu sama lain dan membuat semua hanya bisa terkekeh kecil dengan membayangkan mereka bagaikan Arya dan juga Hana di waktu kecil ketika sedang merebutkan sesuatu.


...*...


...*...


Selesai menunaikan ibadah shalat maghrib, Sasya langsung kembali ke rumah sakit tanpa ikut acara makan malam. Sedangkan Lukas yang dari tadi ribut ingin ikut langsung di tahan oleh Bunda Hana lantaran besok harus sekolah pagi, jadi mau tidak mau Lukas harus menahan kekesalannya akibat tidak bisa menjaga sang Kakak.


Sesampainya di rumah sakit, Sasya langsung berjalan keruangan Alex serta membuka pintu dengan menatap Alex yang sedang memainkan laptopnya sehingga membuat Alex langsung menoleh ke arah pintu.


"Kau sedang ngapain? Apa kau lupa jika lukamu itu baru saja mendingan jadi jangan kebanyakan duduk, bisa kan!" Ucap Sasya langsung berlari kecil mendekati Alex dan mengambil alih laptopnya.


"Astaga, kembalikan laptop itu. Aku harus mempelajari kembali cara membangun perusahaan dan juga bagaimana langkah kedepannya" Jawab Alex sambil mencoba mengambil laptopnya di tangan Sasya.


Tapi, apa boleh buat Sasya langsung berjalan mendekati sofa dan menaruh laptop itu di atas meja. Kemudian kembali lagi mendekati Alex dan menatapnya dengan instan.


"Siapa yang menyuruhmu memainkan laptop? Lalu, ini laptop punya siapa? Dan juga kemana Kak Pinjai, apakah dia belum kembali?" Tanya Sasya.


"Tidak ada yang menyuruhku memainkan laptop, tetapi aku hanya jenuh saja. Jadi, aku menyuruh salah satu bodyguard-ku untuk membelikannya. Kalau masalah Kak Pinjai, tadi dia bilang lagi di jalan dan sebentar lagi juga sampai. Eohhh... tu-tunggu dulu, kenapa kamu manggil Pinjai dengan sebutan Kakak sepertiku? Biasanya kau memanggilnya dengan embel-embel Tuan?"


Alex menatap curiga kepada Sasya, yang mana membuat Sasya langsung terkejut gugup karena dia lupa bahwa Alex belum mengetahui apa pun soal ini. Lalu Sasya tetap berusaha tenang serta menunjukkan wajah cengengesannya yang malah terlihat mencurigakan.


"Heheh.. eee.. i-itu, eee.. a-anu.. ka-karena.." Ucapan Sasya terhenti ketika Alex langsung mencelanya akibat tidak sabar mendengar suara Sasya yang gugup.


"Karena apa? Jawab yang lantang, kenapa bicaramu jadi gugup seperti itu? Jangan bilang kalau kalian ada apa-apa di belakangku?? Huuuaaa.. jahatnya kalian!!" Cecar Alex dengan wajah sangat serius menatap Sasya hingga Sasya yang mulai kesal langsung menyentil kening Alex.

__ADS_1


"Aduhhhh.. awwsss... sa-sakit tahuuuu.." Pekik Alex sambil mengusap keningnya.


"Lagian kalau ngomong kaya enggak diayak aja, mana mungkin kalau aku sama Kak Pinjai ada hubungan. Dia saja sudah memiliki istri dan juga anak bukan? Lalu, jika dia selingkuh apakah kau akan tinggal diam? Tidak juga kan, jadi kalau ngomong di pikir dulu!!" Tegas Sasya yang malah membuat Alex cengengesan dengan menunjukkan deretan giginya yang putih.


"Apa nyengir-nyengir lagi? Mau aku getok pakai martil biar rontok tuh gigi sekalian!" Imbuh Sasya kembali yang membuat Alex langsung mingkem menatapnya hingga menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Astaga, kamu ini baru dateng udah marah-marah aja. Padahal aku seharian ini sangat jenuh berdiam diri di kamar, ehhh.. pas kamu dateng bukannya buat aku happy malah marah. Lagian juga kenapa kamu bilang memanggil Pinjai dengan sebutan Kakak? Sedangkan semalam saja kau masih memanggilnya Tuan kan? Kenapa sekarang berubah sangat tepat?" Cecar Alex.


"Jadi begini ceritanya, pas kamu tidur aku sama Kak Alex keluar ke-.. eohhh.." Ucap Sasya refleks tanpa di sengaja hampir sama menceritakan kejadian semalam.


Namun, syukurnya Sasya belum mengatakannya hingga dia harus segera memikirkan cara lain untuk mengalihkan pertanyaan yang akan terlontar sebentar lagi dari Alex. Dan benar saja, belum lama Sasya berhenti menjelaskannya Alex langsung menyerobotnya dengan wajah penuh penasaran.


"Ja-jadi saat aku tertidur pulang kalian pergi keluar? Astaga, bukannya jagain aku ini malah keluar-keluar enggak jelas! Mana berdua lagi, jangan bilang kalian pergi ke taman but melihat bintang dan juga bulan yang sangat indah?"


Alex yang begitu geram kembali lagi mendapat sentilan yang cukup keras dari jari lentik Sasya hingga kini matanya pun berair, yang mana membuat Sasya merasa bersalah.


"Ma-maafkan aku Tu-tuan, a-aku tidak se-sengaja. Habisnya kamu itu dari tadi buat aku kesal mulu, bisa tidak sih biarkan aku selesaikan ucapanku dulu baru kamu boleh menjawabnya. Ini belum apa-apa sudah main nebak aja, mana tebakannya semuanya salah pula dan hanya bisa menuduh saja!" Celoteh Sasya dengan sedikit kesal.


"Ya habisnya kamu lama ceritanya, aku jadi penasaran. Ya sudah ayo lanjutkan, kamu sama Pinjai perlu kemana semalam saat aku tidur? Ceritakan yang jelas dan juga detail, aku tidak mau bertele-tele. Pahamkan maksudku!" Sahut Alex.


"Huhh.. baiklah, dengarkan aku baik-baik ya jangan sampai di potong sebelum aku bilang udah selesai. Paham!" Tegas Sasya yang membuat Alex menganggukan kepalanya.


Sasya berusaha berpikir keras mencari sebuah alasan yang akan masuk akal, karena Sasya tidak mau jika Alex sampai mencurigai jika Sasya sudah mengetahui semuanya tentangnya.


Karena Sasya juga belum bisa menentukan bagaimana harus membantu Alex agar bisa melupakan semua kejadia menyakitkan dan menggantinya dengan memulai menata hidupnya yang baru penuh dengan kebahagiaan.

__ADS_1


"Jadi semalam aku dan Kak Pinjai pergi ke kantin untuk ngopi bersama, terus juga aku merasa lapar jadi ya aku sambil makan. Awalnya sih niatku mau pergi sendirian cuman akibat sudah cukup larut malam Kak Pinjai takut ada apa-apa denganku jadi dia menemaniku"


"Disana Kak Pinjai menceritakan tentang dirinya yang sudah berkeluarga dan memiliki anak yang lucu, terus juga dia menceritakan siapa itu Kak Joko. Ya, aku tahu kalian bertiga hidup sebatang kara tapi kalian bisa menjadi orang yang sukses berkat persahabatan kalian yang bagaikan saudara"


"Nahh.. dari situ Kak Pinjai memintaku untuk memanggil namanya atau kalau perlu dengan panggilan Kakak sama sepertimu. Awalnya aku bingung kan harus jawab apa, tapi karena Kak Pinjai bilang dia sudah menganggapku sebagai adiknya dari waktu aku kecil jadilah aku memanggil dia dengan sebutan Kakak begitu.. setelah selesai kami balik ke ruangan lalu langsung tidur akibat perut sudah terisi penuh hehe.."


Sasya menjelaskan semuanya dengan karangannya sendiri untuk membuat Alex agar percaya padanya, bukan bermaksud untuk membohongi Alex. Hanya saja Sasya ingin mencoba membantunya tetapi dia belum bisa menemukan caranya.


Alex yang terdiam mendengar cerita Sasya malah membuat Sasya yang awalnya tertawa menjadi berubah dengan mengerutkan keningnya sangat bingung. Lalu Sasya berkata, "Kenapa diam? Bagian aku sudah selesai cerita malah diam. Tadi aja nyerocos mulu kaya mobil enggak ada rem!"


"Oh udah? Aku kira belum, kan tadi kamu sendiri yang bilang katanya kalau udah selesi nanti kamu akan bilang selesai begitu. Sebelum kamu bilang selesai aku nggak boleh berkata apa-apa kan? Jadi aku menunggu kamu bilang selesai"


Alex berbicara dengan sangat polos yang kini, telah berhasil memancing sebuah emosi hingga hampir saja Sasya merauk wajah Alex jika ia tidak bisa mengendalikan rasa geregetnya. Sedangkan Alex hanya bisa terkekeh geli ketika melihat betapa gemasnya Sasya padanya.


Kemudian Sasya langsung duduk dengan keadaan wajah dalam mode ngambek. Dimana waktunya Alex menghibur Sasya hingga ia mengajak Sasya untuk jalan-jalan di taman rumah sakit.


Awalnya Sasya tidak mau, tapi pada akhirnya dia mau menemani Alex yang mana Alex selalu menggunakan jurus andalannya yaitu merengek manja dengan mode kyiut. Siapa yang akan kuat ketika melihat orang yang di kenal sangat kejam kini berubah menjadi seekor kelinci imut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....


...Lets go di serbu... 🤸🤸...


__ADS_1


__ADS_2