
Lukas menatap tajam kearah Alex penuh aura mencekram, belum lagi Key pun ikut menatap Alex dan sesekali menatap Lukas. Menurut Key pasti Lukas tahu semua tentang ini, tetapi dia enggan untuk memberitahukannya.
Ketika semua sudah terduduk di kursinya masing-masing, bahkan Bunda Hana beserta Key dan Sasya sudah berhasil membuat Nenek Mona menjadi lebih tenang.
Kini saatnya Ayah Brian mengambil alih semuanya dan mulai menjelaskan maksud beserta tujuan dia kenapa mempertemukan kedua pihak yang bermasalah di sini.
Kakek Iram selalu mewanti-wanti agar tidak sampai kecolongan ketika main ke rumah Lukas, cuman kalau takdir sudah berkata mau tidak mau mereka akan tetap bertemu.
Sejauh apa pun mereka berusaha menghindari kenyataan, jika takdir tidak berpihak pun percuma saja. Sama halnya seperti bangkai, serapat-rapatnya kita menutupi bangkai maka suatu hari nanti baunya akan tetap tercium.
"Sebelumnya saya selaku kepala keluarga meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Tuan Iram, Nyonya Mona dan juga Key. Mungkin saja, saat ini kalian merasa kecewa karena saya sudsh membohongi atau lebih tepatnya menjebak kalian di sini"
"Tetapi jujur, dibalik lubuk hati saya yang paling dalam. Tujuan saya mengumpulkan kedua pihak yang bersangkutan cuman ingin membantu kalian untuk menyelesaikan permasalahan di masa lalu supaya tidak berlarut-larut"
"Apa lagi ketika saya mendengar dari mulut anak saya sendiri, bahwasanya sedari dulu dia selalu berusaha menolong kalian agar kalian bisa selamat dari incaran anak buah Tuan Alex membuat hati saya bergerak untuk mendamaikan kedua belah pihak"
"Saya tidak bisa memihak kepada siapa pun karena di sini saya cuma mau mencari kebenarannya dan tidak etis juga jikalau saya hanya menerima penjelasan dari salah satu pihak. Itu hanya akan kembali menimbulkan permasalahan baru"
"Jadi lebih baik kita selesaikan masalah ini bersama-sama supaya kedepannya kita bisa menikmati hidup yang jauh lebih baik dari ini"
"Untuk itu siapa yang akan memulai duluan untuk menjelaskan duduk perkara permasalahan yang sebenarnya terjadi di masa lalu kalian. Lantas kenapa harus ada kalimat seperti itu terucap dari bibir Lukas?"
Ayah Brian menjelaskan secara detail kepada semuanya agar mereka tidak lagi saling menyalahkannya atas kejadian ini. Mungkin niat Ayah Brian untuk mempersatukan mereka kembali itu terdengar sangat sulit. Tapi, apa salahnya di coba.
Kakek Iram saat ini masih terdiam membisu menatap ke arah Alex, saat-saat seperti inilah yang Kakek Iram takutkan selama mereka dekat dengan keluarga Lukas.
__ADS_1
Kakek Iram sebenarnya belum siap untuk mengatakan tentang kejujuran di dalam hatinya akibat masa lalunya bersama Alex.
Namun apa boleh buat, ketika Alex mau menceritakan lebih dulu tentang kejadian tersebut. Kakek Iram langsung memotongnya menceritakan semuanya secara perlahan, dimana Lukas benar-benar terkejut bukan main.
Orang yang selama ini sudah ditolong dan dianggap sebagai keluarga, ternyata memiliki kebohongan yang sedikit menggores hatinya. Padahal Lukas sudah sangat mempercayai Kakek Iram lantaran menurutnya Alex memang merupakan manusia yang kejam dan tidak berhati.
Terlepas dari itu Alex cuman bisa tersenyum ketika mendengar kejujuran Kakek Iram, ya walaupun luka itu masih sakit tetapi Alex mencoba untuk mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.
Ketika Kakek Iram ingin bersujud di hadapan Alex, secepat kilat Alex langsung membuatnya berdiri dan memeluknya. Di situlah air mata Kakek Iram runtuh saat Alex bisa memaafkan semua kesalahannya.
Sasya yang melihat Alex menjadi sedikit lega karena apa yang dia bayangkan tebtang kejadian buruk tidak sampai terjadi.
Sasya sangat bersyukur lantaran mereka di pertemukan diwaktu yang tepat. Mungkin jika mereka bertemu di waktu yang salah pasti saat ini Kakek Iram sudah tiada di tangan Alex.
"Ma-maafkan aku Tuan, ma-maaf hiks... A-aku telah mengkhianati perjanjian kita. A-aku terlalu serakah dengan semuanya, jadi maafkan aku" ucap Kakek Iram di dalam pelukan Alex.
"Sekarang saya sudah menjadi mualaf, jadi beruntung sekali kita bertemu di saat yang tepat. Jika tidak, mungkin saat ini Tuan sudah tidak ada di hadapanku hehe.."
Alex melepaskan pelukannya sambil sedikit bercanda dan tersenyum menatap Kakek Iram. Sedangkan Kakek Iram dia sangat terkejut atas ucapan Alex bahwasanya Alex King Mafia terkejam bisa berubah drastis seperti ini.
Kakek Iram benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, kejadian ini adalah kejadian langka dari sebuah keajaiban besar.
Seiring berjalannya waktu semuanya kembali duduk dalam keadaan tenang saat semua masalah ke salah pahaman ini sudah terselesaikan.
Kakek Iram sams Nenek Mona selalu mengucapkan terima kasih kepada Alex dan juga semuanya karena mereka sudah berkenan untuk memaafkan kesalahan di masa lalu.
__ADS_1
Terlepas dari rasa bahagia itu, Lukas malah langsung bangkit pergi begitu saja dengan kondisi yang masih penuh kekecewaan ketika mendengar kejujuran dari bibir Kakek Iram tentang kejadian yang selama ini dia tutup-tutupi.
Semua orang yang melihat Lukas pergi membuat Kakek Iram ingin sekali mengejarnya, tetapi tangan Ayah Brian segera menahannya untuk memberi waktu kepada Lukas agar bisa menerima semuanya.
Mungkin di saat dia sudah tenang barulah Ayah Brian akan mencoba untuk berbicara padanya, inilah yang ditakutkan Kakek Iram kalau Lukas akan membencinya.
Dan benar saja, setelah Kakek Iram menceritakan kronologi kejadian itu membuat Lukas cuman bisa terdiam mendengarkan. Tetapi Kakek Iram merasakan bahwa Lukas sudah mulai kecewa dengannya.
"Tuan, izinkan saya untuk menyusul Lukas karena saya tidak mau dia membenci saya" ucap Kakek Iram yang mulai dilanda kepanikan.
"Tenang, Tuan Iram. Aku kenal Lukas karena dia adalah putraku jadi aku tahu betul semua tentangnya. Di saat kecewa seperti ini dia akan lebih menyendiri, barulah kembali berbicara"
"Jadi kita hanya perlu waktu yang tepat buat perlahan menarik kembali hati dan kepercayaannya. Saya mohon untuk Tuan agar sedikit saja bersabar, Lukas itu tipe anak yang keras jadi jika kita gegabah pasti semua akan semakin runyam"
Ayah Brian terus mencoba menahan Kakek Iram agar tidak mendekati Lukas lebih dulu, namun Key yang sudah tidak bisa menahannya langsung berdiri.
Key tidak terima jika Lukas akan menyalahkan Kakeknya, terlebih Key sendiri pun kecewa mendengar kisah masa lalu Kakek Iram.
"Key izin mau menyusul Lukas, kalian tenang aja di sini. Meskipun Key kecewa dengan Kakek, tapi Key tidak mau ada kesalah pahaman lagi. Permisi!"
Key bergegas menyusul Lukas yang saat ini pergi ke arah taman, namun Ayah Brian tidak bisa melarang Key karena dia sudah langsung pergi begitu saja.
Cuman ada satu hal yang Ayah Brian tahu, bahwa Key pasti akan bisa melunakkan hati Lukas yang sangat keras bagaikan batu. Apa lagi Ayah Brian tahu jika Key dan Lukas memiliki sifat yang hampir sama jadi dia berharap semoga Key bisa membuat Lukas mengerti.
Sedangkan Bunda Hana dari tadi hanya bisa terdiam mencoba menenangkan Nenek Mona, sampai akhirnya mereka semua meneruskan perbincangannya sesekali memakan cemilan dan minum dalam keadaan tersenyum bahagia.
__ADS_1
Tak lama dari situ Sasya meminta izin pada semuanya untuk pergi keluar sebentar bersama Alex mencari udara segar di dekat taman, sekalian mengawasi gerak-gerik Lukas dan juga Key.