Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Side Story 2


__ADS_3

Meskipun sekarang Arya sudah menjadi CEO dan Saipul menjadi Asisten Pribadinya, dia masih bersikap rendah hati dan selalu memandang semua karyawannya dengan sama rata. Arya di kenal sebagai Bos baik hati yang selalu memperhatikan kondisi karyawannya dan tidak pernah menyalah gunakan kuasanya sama juga dengan Saipul.


Saat ini Saipul sudah memiliki seorang tunangan yang cantik dan baik hati, sehingga saat ini dia sering menjahili Arya yang mana sampai saat ini masih saja menyendiri alias jomblo.


“Ya ampun, aku lupa kalau ini adalah hari Sabtu ya. Aduh, kayaknya aku enggak jadi lembur nih Arya. Soalnya My Baby Princess sudah menunggu untuk bersenang-senang menghabiskan malam minggu yang panjang ini” sindir Ipul yang membuat Arya jengah.


“Pacaran aja terus, ingat dosa! Lebih baik segera di halalkan dari pada kepincut pria lain. Entarnya yang ada lu nangis, mewek, galau lagi...” saut Arya dengan ketus.


“Cie... cie... Ada yang cembokur nih haha... Makanya cepatlah kejar guru cantikmu itu, katanya kalau lu udah sukses mau segara melamar dia. Tapi, nyatanya mana? Sudah berapa tahun lamanya ini coba, bisa jadi dia sudah berkeluarga kalau kayak gini mah...” ledek Ipul dengan tawa gemasnya.


“Itulah yang jadi permasalahan, Pul. Pada waktu itu aku tidak sempat berkenalan bahkan aku tahu namanya itu saja dari Qisya karena dia guru di sana. Cuma karena pada waktu itu aku malu dengan keadaanku, jadi aku tidaj berani untuk mendekatinya. Dari situ aku punya tekat bahwa setelah aku sukses, maka aku mau langsung melamarnya. Eh... pas aku coba tanya ke sekolah itu, ternyata Bu Cantik sudah tidak bekerja di sana lagi...” curhat Arya dengan wajah sedihnya.


“Sabar, Ya. Jika kalian memang berjodoh juga pasti akan Allah pertemukan kok. Ngomong-ngomong pas kamu tahu Bu Cantik itu tidak kerja lagi di sana, apa kamu menanyakan alamatnya? Siapa tahu dari situ kamu bisa dapat petunjuk” ucap Ipul.


“Astaghfirullah, aku lupa Pul” Arya mengatakannya sambil menupuk jidatnya cukup keras.


“Ya ampun... Arya, Arya masa begitu saja lupa. Kamu ini sebenarnya niat atau tidak sih untuk menemui guru itu? Masa hanya karena dia tidak mengajar di sana kamu malah tidak mencari informasi sedikit pun dan malah lepas tangan kayak gini. Mana Arya yang aku kenal selalu gigih dalam mengejar impiannya, masa sekarang lemah...” saut Ipul dengan nada remeh agar membuat Arya bangkit.


“Yakkk... Enak saja kamu bilang aku lemah. Sorry ya aku tidak selemah itu. Aku laki-laki, jadi aku harus kuat paham! Sekali lagi kamu ngomong begitu, gaji bulan ini aku potong habis” ancam Arya dengan kesal.


“Hehehe... Ma-maaf, CEO. Lagian kamu juga aneh, katanya cinta tapi cuma dengar kata-kata begitu langsung melehoi kek agar-agar. Lebih baik kamu ke sana dan tanyakan ke kepala sekolah, terserah kamu mau bikin alasan apa kek biar mereka percaya dan memberikan informasi tentang guru itu padamu” jawab Ipul.


“Baiklah, aku jalan dulu...” Ucap Arya sambil berdiri dari kursinya dan berjalan melewati Ipul.


“CEO... Anda mau kemana?” teriak Ipul dan berdiri dari kursinya.


Arya yang baru saja mau membuka pintu, langsung terhenti dan membalikkan badannya menatap Ipul sambil berkata, “Tadi kamu bilang aku suruh ke sekolah itu lagi untuk menanyakan informasi Bu Cantik, kan. Ya sudah aku jalan sekarang, kenapa malah di tahan”


“Astaghfirullah Arya, Arya... Maksudku bukan sekarang juga kali, kamu tidak lihat bentar lagi ada meeting masa ia di batalkan padahal waktunya sudah mepet ini” saut Ipul dengan kesal.


“Kan ada kamu, buat apa ada Asisten jika tidak bisa membereskan masalah sekecil itu. Lagian meeting itu juga tidak mengharuskan aku hadir kok, hanya membahas masalah kontrak yang sudah ditanda tangani. Sudahlah, aku mau segera mencari informasi Bu Cantik. Bye...” jawab Arya yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Ipul dengan wajah penuh kekesalan.

__ADS_1


“Gini, nih... Enak banget ya jadi seorang Bos. Main tinggal-tinggal saja pekerjaan, mentang-mentang bisa di handle sama Asisten jadi dia pergi seenak jidatnya tanpa dosa. Bos macam apa itu, bagian urusan hati saja nomor 1. Lagian juga aku kan harus pulang lebih awal. Kalau begini caranya aku bisa telat ketemu My Baby Princess, arrrggg... Dasar Arya menyebalkan” ucap Ipul dengan emosi sambil mengacak-acak rambunya yang sedikit keriting, namun di saat ia sedang kesal tiba-tiba saja ada pesan masuk.


Ting SMS ...


“Nah... kan baru juga di omongin, pasti My Baby Princess nanyain kapan jemputnya. Semua gara-gara Bos menyebalkan itu, tahu gitu tadi aku tidak berbicara seperti itu” gumam Ipul sambil membuka ponselnya.


Di sela-sela kegerutuan Ipul, seketika matanya membolak sangat lebar hingga hampir saja copot saat melihat pesan masuk dari ponselnya.


My Friend is Big Bos


“Cepat keluar dari ruanganku dan jangan pernah mengumpatiku seperti itu, jika kau masih sayang dengan gajimu beserta bonus yang lainnya. Tetapi kalau tidak, maka terima nasibmu tahun depan tidak bisa mendapat bonus untuk menikah”


Ipul yang membaca notif tersebut seketika gusar-gusur keluar dari ruangan Arya, bahkan sampai ia terserimpet kakinya sendiri dan jauh berkali-kali hingga akhirnya berhasil sampai di ruangan Ipul sendiri dengan perasaan lega.


“Hah... hah... hah... si*al!! Kenapa Arya tahu kalau aku sedang mengumpatinya? Atau jangan-jangan dia paranormal yang menyamar jadi Bos? Huaaa... ti-tidak, tidak, tidak. Pokoknya aku harus hati-hati dalam berbicara agar tahun depan aku bisa menikahi My Baby Princess” gumam Ipul sambil duduk di kursi kebesarannya dengan nafas yang sedikit memburu.


...*...


...*...


Arya berjalan keluar perusahaan sambil menatap layar ponselnya. Di sana terdapat gambar Ipul yang sedang mengumpati Arya.


“Hem... Berani sekali dia mengumpati Bosnya sendiri bahkan di ruangan Bosnya pula. Dasar sahabat tidak ada akhlak. Lihat saja nanti, gajimu aku tahan baru tahu rasa dia hump...” gumam Arya di dalam hati kecilnya.


Lalu Arya mengirimkan notif pesan kepada Ipul dan kemudian ia langsung memasukkan kembali ponselnya di dalam saku celana. Arya lalu bergegas memasuki mobilnya dan pergi menuju Sekolah Dasarnya Qisya, namun Arya tidak mendapatkan informasi apapun yang berguna tentang Bu Cantik.


...*...


...*...


Tak terasa kini sudah 5 tahun kembali berlalu...

__ADS_1


Sekarang usia Arya sudah memasuki usia 26 tahun dan dia juga sudah menjadi Direktur dari perusahaannya sendiri. Meskipun dia sudah menjadi Direktur dan Saipul yang masih tetap setia menjadi Asisten Pribadinya, Arya masih belum memiliki sekretaris pribadi yang handal untuk membantunya.


Lalu Arya meminta bantuan Saipul untuk mencarikan Sekretaris untuknya yang memiliki kemampuan yang bagus dan sifat yang baik. Walaupun sudah 5 tahun berlalu, Arya masih saja setia dengan statusnya yang sendirian.


Sementara itu Saipul sudah menikah dengan tunangannya dan di karuniai seorang anak perempuan yang sudah berusia 2 tahun. Saipul juga masih setia untuk menjahili Arya tentang malaikat tak bersayap yang selalu menetap di hatinya Arya, sehingga dia belum bisa membuka hatinya untuk wanita lain.


Arya selalu saja memikirkan Bu guru Cantik yang merupakan guru Qisya di Sekolah Dasar. Bahkan setelah 5 tahun berlalu tanpa kabar, Arya selalu memikirkan wanita itu dan selalu berdoa meminta petunjuk dari Yang Maha Kuasa untuk dipertemukan dengan jodohnya.


Petunjuk-petunjuk yang Arya cari pada waktu itu di sekolah Qisya, tidak membuahkan hasil yang baik. Ternyata rumah yang Arya dapatkan alamatnya dari kepala sekolah merupakan rumah lama Bu Cantik.


Akhirnya Arya menyerah, dia tidak tahu harus mencari Bu Cantik kemana lagi karena semua petunjuk sudah buntu. Namun di sela-sela kerjanya, Arya terkadang mengalami kesulitan karena dia belum memiliki seorang sekretaris yang bisa meringankan pekerjaannya.


Arya juga merasa murung karena dia mendapat kabar bahwa keponakan pertamanya yaitu Qisya, menghilang saat sedang berlibur di Korea Selatan bersama dengan keluarganya. Arya berusaha untuk tetap tegar dan selalu menenangkan Umi, Abah, dan juga orang tua Brian.


Arya merasa bahwa ini merupakan tanggung jawabnya untuk menjaga semua orang di saat Hana dan Brian sedang tidak ada di samping mereka. Melihat Arya yang kesulitan, Saipul selalu membantu Arya dan keluarga Arya sehingga mereka bisa melalui semua ini dengan baik-baik saja. Arya merasa sangat bahagia karena dia memiliki sahabat yang selalu ada di sisinya seperti Saipul.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊


Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆


Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳


Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗


Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗


Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰

__ADS_1


Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2