Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Gadis Kecilku Telah Kembali


__ADS_3

Alex menjelaskan tentang apa yang ia rasakan selama ini dan benar-benar membuat Sasya bingung harus menjawab apa, karena ia juga tidak tahu perasaan apa yang ia punya untuknya.


Sasya memang sangat nyaman bersama Alex dari dulu, tapi dia belum bisa merasakan cinta yang telah tumbuh di dalam hatinya. Seperti Alex pada waktu itu yang mencoba menangkis semua perasaannya, dan sekarang terjadi kepada Sasya.


Sasya seperti enggan untuk mengatakan jika dirinya memiliki perasaan yang lebih, ia begitu takut saat mengetahu siapa Alex yang saat ini. Alex yang sekarang merupakan ketua King mafia kejam, maka dari itu Sasya takut jika Alex kembali hanya untuk menyakitinya atau pun menyakiti keluarganya. Meskipun Sasya sudah terbebas dari traumanya, tetapi rasa takut itu masih ada di dalam dirinya.


“Ma-maaf Om, Sa-Sasya tidak bisa. Lebih baik Om cari wanita lain yang lebih baik dari Sasya, apa lagi kita memiliki perbedaan keyakinan yang sangat jauh bagaikan bumi dan langit yang tidak akan bisa menyatu"


"Lagi pula Om waktu itu cerita jika hati Om sudah di miliki orang lain kan... jadi ya sudah hiduplah bahagia bersamanya, dan jangan lagi menggangguku ataupun keluargaku. Biarkan kami bahagia dengan jalan kami sendiri, dan Om bahagia dengan jalan Om sendiri”


Sasya berkata dengan menahan segala rasa sakit yang ada di dalam dirinya, hingga ia meneteskan air matanya yang segera ia hapus dan langsung pergi meninggalkan Alex begitu saja dalam keadaan masih berlutut serta matanya yang mulai sembab.


Sasya berlari sekuat tenaga menjauhi Alex, karena ia butuh waktu untuk mencerna semuanya.


“Ke-kenapa kamu pergi Saa... Apa hanya aku saja yang memiliki perasaan ini padamu? Tapi tidak apa-apa, aku sadar kok mungkin kamu masih membenciku dan aku akan berusaha keras untuk membuat kamu bisa membalas perasaanku ini...” ucap lirih Alex sambil ia berdiri menatap kepergian Sasya.


“Tapi apakah aku bisa menaklukkanmu? Ataukah aku akan merasakan seperti apa yang aku takutkan selama ini, yaitu penolakan dan juga kehancuran” gumam Alex dengan tatapan yang begitu sakit, saat ia harus kembali mengingat semua trauma di masa lalunya.


“Maaf mengganggu waktunya Tuan, kita harus segera pulang karena Joko sudah mengabarkan saya kalau ada yang harus Tuan tanda tangani agar ia bisa segera memprosesnya” ujar Pinjai yang membuat Alex berbalik bada serta dia langsung menghapus air matanya.


“Ekhemm... baiklah kau pergilah duluan ke mobil, nanti saya nyusul” ucap Alex yang masih mencoba untuk menetralkan suaranya yang masih serak akibat menangis.


Pinjai yang mendengar suara Alex sangat berubah, membuat ia langsung penasaran dan berjalan mendekati Alex hingga menepuk pundak Alex perlahan.


“Ada apa Lex? Kenapa suaramu seperti sedang menangis seperti itu? Apa kamu kembali mengingat masa lalumu?” tanya Pinjai yang paham betul dengan kisah Alex.


Di antara Pinjai dan Joko, yang lebih dekat dengan Alex adalah Pinjai. Hal ini karena Pinjai lah yang selalu ada di samping Alex kapan pun dan dimana pun itu. Sedangkan Joko, dia yang lebih tahu tentang bisnis Alex karena ia yang menghandle semuanya.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, sudahlah sana pergi... aku mau di sini dulu sendirian!” tegas Alex yang masih enggan untuk menatap Pinjai.


“Huhhh... ya sudahlah terserah maumu saja...” jawab Pinjai yang langsung duduk di kursi taman di samping Alex tanpa sepengetahuan Alex yang masih membelakanginya.


“Ckk... itu anak ngapain sih kepo banget. Untung dia tidak melihat mukaku yang masih sembab ini, coba kalai lihat pasti dia sudah mengejekku” gumam Alex yang terdengar sangat nyaring di telinga Pinjai.


Pinjai hanya bisa tersenyum sambil duduk menatap punggung Alex dan ia melipat kedua tangan di dada dan mengangkat satu kakinya serta di letakan di kaki satunya lagi. Alex berbalik dan siapa sangka matanya langsung menatap pria yang sedang senyum-senyum menatapnya yang membuat ia hampir terhuyung ke belakang.


“Astagaaa... Pinjaaaaiiiii... kenapa kamu ada di situ, hahhh!! Bukannya aku sudah bilang untuk segera pergi, kenapa malah duduk di situ!” Pekik Alex dengan wajah terkejutnya bercampur kesal.


“Ya kan kamu nyuruh aku pergi, terus pas aku mau pergi ehh... aku ngeliat ada kursi kosong, ya sudah aku duduki saja dari pada nganggur kan...” sahut Pinjai yang membuat Alex kembali membelakanginya.


“Ckkk... kau ini kenapa sih rese banget, aku bilang pergi ya pergi!! Kenapa masih ada di sini sih...” ucap Alex dengan penuh emosi.


“Sudahlah Lex, sini duduk di sampingku dan kau tidak udah malu. Aku tidak akan mengejekmu kok... lagian di dalam pekerjaan, kita adalah partner kerja dan di luar dari itu kita adalah saudara. Jadi apa kamu masih mau merahasiakan sesuatu pada saudaramu ini hemm...” ucap Pinjai yang membuat Alex berbalik.


“Kau janji kan kalau kau tidak akan menertawakanku, meskipun mataku sudah kaya Panda seperti ini” ucap Alex sambil menatap Pinjai yang berusaha keras menahan tawanya, tapi pada akhirnya ia tidak kuat dan tertawa begitu lepas.


“Ckkk... tawalah sepuasmu terserah, aku tidak peduli lagi...” ucap Alex sambil duduk dengan posisi sedikit membungkukkan tubuhnya dan menggenggam kedua tangannya menatap lurus ke pohon yang hijau.


“Hehe... ma-maaf Lex, aku kelepasan habisnya baru kali ini aku melihatmu seperti ini setelah kepergian gadis kecilmu itu. Ada apa hem... apa kamu tidak mau berbagi ceritamu padaku lagi?” ujar Pinjai yang membuat Alex menoleh ke arahnya.


“Gadis kecilku telah kembali, sekarang dia menjadi seorang gadis yang sangat cantik dengan jas putihnya. Dia juga telah terbebas dari masa lalu yang begitu pahit akibat ulahku” ucap Alex sambil menatap lurus ke depan.


Perkataan Alex itu mampu membuat Pinjai yang tadinya sedang bersikap santai, kini menjadi tegas dan sangat serius. Pinjai langsung duduk dengan posisi yang hampir sama dengan Alex, kemudian ia sedikit mendekatinya.


“Di-dia telah kembali? A-apa dia yang kamu ma-maksud itu adalah gadis kecilmu, Nona Qisya?” ucap Pinjai yang membuat Alex sedikit meliriknya dan lalu kembali menatap ke depan sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Haaahhh??? A-apa ka-kamu bertemu dengannya? Dimana? Kapan? Kenapa aku tidak tahu? Lalu seperti apa wajah dia sekarang? Apa aku juga pernah bertemu dengannya? Apa dia sudah tidak memiliki trauma terhadapmu? Bukannya dulu dia sangat takut jika ia ada di dekatmu? Lalu bagaimana kalian bisa berinteraksi?”


Pinjai mencecar Alex dengan beberapa pertanyaan yang membuat Alex sangat pusing, ia bingung harus dari mana menjawabnya karena apa yang Pinjai katakan terlalu banyak sehingga Alex melupakannya begitu cepat.


“Stooopp!! Bisa tidak sih jika kamu ingin menanyakan kejelasannya, tanyalah satu persatu jangan sekaligus seperti ini. Aku pusing harus menjawab dari mana, kau tahu hahh!” pekik Alex sambil menjambak rambutnya sendiri sambil menatap Pinjai dengan tatapan kesal.


“Eh... heheeh... ya-yaaa maaf... aku kan kaget jadi ya refleks saja menanyakan pertanyaan sebanyak itu” ucap Pinjai sambil cengenges-cengenges dengan keadaan mengusap tengkuluknya yang tidak gatal.


“Kau itu bukan kaget, tapi kau itu kepo tentang kehidupanku!” tegas Alex yang membuat Pinjai tertawa kecil karena apa yang di katakannya memang benar.


Mungkin mereka terbawa akan suasana, karena Pinjai selalu tahu apa pun yang Alex lakukan. Jadi saat ia mendengar ini dan dia sendiri pun tidak tahu membuat dirinya menjadi ingin tahu. Lalu dengan perlahan Alex menceritakan semuanya yang tadi ia ucapkan kepada Sasya dan begitu juga sebaliknya.


Pinjai yang mendengar itu benar-benar sangat terkejut, makanya waktu awal ia bertemu dengan Sasya seperti ia tidak asing mengenali wajahnya. Tapi waktu itu Pinjai tidak mau ambil pusing, selagi Sasya bisa merawat Alex dengan baik maka tak jadi masalah untuk Pinjai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2