Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Aku Cuma Berkhayal Dong?


__ADS_3

Ya meskipun Manda tak terlalu cerewet, tetapi jika dia di satukan dengan Sasya maka kemungkinan rumah sebesar itu akan semakin ramai. Belum lagi jika di tambah dengan anak-anak mereka yang terkadang berebut, berantem dan juga menangis pasti rasanya akan jauh lebih menyenangkan.


Alex pun duduk sambil membayangkan keluarga kecilnya yang penuh warna itu, sehingga membuat Pinjai dan juga Joko melirik satu sama lain dengan tatapan aneh.


“Ada apa dengan dia? Kenapa hari ini sifatnya beda banget? Apa dia sakit?” tanya Joko dengan wajah bingungnya.


Pinjai pun mengangkat kedua bahunya dengan tatapan malas, lalu ia berkata, “Entahlah, tapi aku curiga sepertinya dia sedang membayangkan sesuatu. Lihat saja itu, dia diam tapi dengan keadaan tertawa seperti itu. Apa jangan-jangan dia sudah mulai stres?”


“Mungkin aja, bisa jadi. Kau tahu sendiri bukan semenjak dia itu sudah berhasil menemukan gadis kecilnya itu, setiap harinya tingkahnya ada saja yang aneh. Bentar-bentar marah, sedih, nangis dan sekarang malah ketawa-ketawa begini. Huuhh... semoga saja aku tidak separah kalian yang mana satunya penakut dan satunya lagi stres. Nasib... nasib...”


Joko menggelengkan kepalanya sambil mengambil makanan dan di letakkan di atas piringnya sendiri dengan wajahnya yang malas.


“Cckkk... Lihat saja kau nanti, akan aku pastikan kalau aku akan tertawa paling keras saat tahu jika kau nanti akan lebih bucin dariku saat kamu menikahi Cika...” celetuk Pinjai yang membuat sendok di tangannya Joko terlepas begitu saja dan juga wajahnya yang langsung menatap Pinjai dengan tatapan terkejut.


“Ka-kau ta-tahu dari mana jika a-aku ini mau menikahinya?” tanya Joko dengan sangat serius.


“Kamu kira aku ini orang bod*doh, hahh!! Buat apa punya anak buah jika tidak ada gunanya? Jadi jangan kira aku diam aja itu aku tak tahu apa-apa tentangmu ya... Bahkan aku ini sangat tahu perasaanmu sejak dulu sekali dengan wanita itu, dan sekarang terbukti kan jika kau baru saja menjalin hubungan dengannya”


Pinjai menjelaskan semua apa yang dia ketahui tentang hubungan terlarangnya Joko dengan juga Cika. Tapi bagi Pinjai, selama Joko merasa senang dan juga bahagia maka dia akan mendukungnya. Ya walaupun harus membantunya untuk meminta izin kepada Alex agar Cika bisa segera di bebaskan serta mendapatkan restu supaya Joko bisa segera menikahi Cika.


“Terima kasih Pinjai, kamu selalu peduli denganku. Tetapi aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya supaya aku ini bisa mendapatkan izin darinya” jawab Joko sambil menatap Alex yang masih setia dengan lamunannya dan tertawaannya.


“Kau tenang saja, aku pasti akan selalu membantumu Kak. Aku akan di sisimu dan mengawalmu sampai pintu gerbang kebahagiaanmu Kak” ujar Pinjai sambil tersenyum, hingga membuat Joko pun tersenyum penuh rasa bahagia dan juga sangat senang saat tahu jikalau Pinjai menudungnya.


Joko tidak lagi harus khawatir tentang hubungannya. Sekarang bagaikan 1 vs 2 jadi tidak mungkin jika Alex bisa berkutik ketika melawan 2 Kakaknya sekaligus.

__ADS_1


Apa lagi Joko dan Pinjai tahu jika Alex adalah adik mereka yang terlihat cuek dan juga begitu mandiri, ternyata punya sisi manja tapi hatinya sangat lemah.


Alex tak akan bisa jika harus merasakan kehilangan orang-orang yang sangat dia sayangi akibat rasa traumanya di masa lalu. Sedangkan Alle yang sedari tadi ia hanya mendengar celotehan kedua pria dewasa itu, membuat Alle hanya fokus pada makanannya dan kini makanannya pun sudah habis tak tersisa.


“Dad... ambaah... ambaahh...” ucap Alle dengan tatapan mata berbinar.


Pinjai yang mendengarkan keluhan sang anak pun, segera dia memberikan serta menaruh beberapa buah pencuci mulut di tempat makannya Alle yang khusus di buatkan oleh Manda untuk buah hatinya agar tak membuatnya menangis karena perutnya masih belum terisi penuh.


“Yeeey... ma’acih Dad... hemm.. enyak...” seru Alle yang membuat semuanya pun tertawa gemas, sambil tangannya Pinjai terarah untuk mengelus sayang kepala Alle.


“Pinjai... Kak Joko... astagaaaa... kalian benar-benar berniat untuk mengerjai aku ya...” pekik Manda yang kini sudah balik dari dapur dengan tatapan tajam hingga Alex yang dari tadi masih setia dengan khayalannya seketika sirna akibat suara cemprengnya Manda yang mengganggu telinganya.


“Yaaakk... apaan sih berisik banget, apa kalian tidak tahu kalau aku ini lagi asyik bermain dengan anakku, hahh! Sekarang dia tiba-tiba jadi menangis hanya karena mendengar suaramu yang menggelegar bagaikan sebuah petir itu...” celetuk Alex tanpa sadar.


“A-anak? Sejak kapan kau punya a-anak? Apa kau lupa jika kau itu belum menikah jadi mana mungkin bisa memiliki anak?“ tanya Joko yang membuat Alex pun lalu memelototkan kedua matanya dengan keadaan begitu malu.


“Ehh- hehe... ya... ya ma-maaf, be-berarti ta-tadi aku cuma berkhayal dong? Tetapi kenapa rasanya seperti nyata ya...” ucap Alex dengan tatapan penuh harapan.


Mandan duduk di sebelah Pinjai, sambil merapikan makanannya Alle yang begitu berantakan.


“Sudah tidak apa-apa... aku yakin kalau mimpimu itu sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Percayalah pada impianmu itu, aku akan mendoakan apa pun yang terbaik untukmu dan kalian semuanya” ujar Manda.


Ketiga laki-laki dewasa itu pun menoleh ke arahnyw Manda yang membuatnya tersenyum. Ya meskipun Manda adalah istri sah dari Pinjai, tetapi Manda tidak pernah membanding-bandingkan antara suaminya dengan kedua saudaranya itu. Bagi Manda, mereka semua sama hanya saja mereka bertiga memiliki sifat yang berbeda-beda.


“Terima kasihh...” ucap Joko, Pinjai dan Alex secara bersamaan, lalu Manda pun menatap semuanya dengan tersenyum sambil dia menganggukkan kepalanya perlahan.

__ADS_1


“Sama-sama... Sudahlah sekarang ayo cepat di habiskan atau nanti kalian telat. Bukannya Tuan Alex ada jadwal kontrol hari ini yq? Jadi segaralah bersiap-siap jangan sampai ada yang tertinggal”


Manda berbicara sambil menyendokkan makanan ke piring Pinjai dan juga Alex karena Joko sendiri sudah mengambil makanannya sendiri jadi dia langsung saja makan dengan perlahan. Semuanya pun terdiam sambil makan, tapi sesekali mereka akan tertawa kecil saat melihat tingkahnya Alle yang menggemaskan.


Sampai seketika semuanya pun sudah selesai makan, ketiga pria itu langsung berpamitan pada Manda dan juga Alle. Kali ini untuk pertama kalinya bagi Alex mencium pipi Alle dengan perlahan dan membuat Alle sendiri pun hanya terdiam terkejut melihat Omnya yang bertingkah sangat berbeda dari biasanya.


Apa lagi dengan yang lainnya, mereka pun sampai tercengang menatap wajah Alex yang kini dia sudah berjalan pergi menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit bersama Pinjai. Sedangkan Joko, ia pergi ke markas besar lantaran banyak sekali pekerjaan yang sempat ia tunda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2