
Kemudian Brian pun dengan kesalnya langsung mendekati box Baby Lukas dan menggendongnya untuk di berikan kepada Hana.
Betapa irinya Brian saat melihat Baby twins begitu nikmat menyesap dan mengulum gunung Hana secara bersamaan.
Hana hanya bisa menatap wajah Baby twins secara bergantian dengan perasaan yang bahagia. Tak terbayangkan oleh Hana jika ia akan di karuniai dua anak sekaligus dengan jenis kelamin sepasang.
Hampir 5 menit Brian mengantre untuk mendapatkan susu dari Hana, namun ia belum juga mendapatkannya.
“Sayang, sudah belum. Aku sudah kepingin banget ini” ucap Brian.
“Sabar, Mas. Lihat saja tuh Baby twins masih menyusu, jika di paksa untuk lepas maka ia akan kembali menangis karena masih sangat lapar. Namun, jika Baby twins sendiri yang melepaskannya maka tandanya ia sudah kenyang” jawab Hana.
“Ck!!... Lama sayang, gantian dong Baby twins. Kalian tidak kasihan dengan Ayah yang sudah menunggu hampir 1 jam ini” ucap Brian.
“1 jam apaan sih, Mas. Baru juga beberapa menit kok, sudah sabar saja. Mending Mas tidur saja dulu. Nanti kalau sudah selesai Hana bangunin ya” ucap Hana dengan tersenyum.
“Enggak mau, aku mau nunggu saja sambil main game” saut Brian yang langsung memainkan telepon genggamnya sambil tiduran.
Waktu terus berjalan hingga kini Baby twins sudah menyusu hampir 20 menit lamanya.
“Sayang, apa mereka sudah tidur?” tanya Brian yang sudah mulai mengantuk, tetapi ia masih memaksakam untuk membuka matanya dengan mainkan game perang.
“Belum, Mas. Kenapa memangnya? Mas ngantuk? Ya sudah tidur dulu nanti Hana bangunin kalau sudah selesai” ucap Hana.
“Tidak, aku tidak ngantuk kok. Lihat nih mataku kan masih melek” jawab Brian yang berusaha membuat matanya melotot.
Hana hanya bisa tertawa saat mendapati Brian sedang membohongi dirinya. Dan benar saja, tak lama kemudian Brian pun tertidur dengan telepon genggam yang masih menyala.
Sedangkan Baby twins juga sudah tertidur sangat pulas bersamaan dengan Brian. Entahlah, ini hanya kebetulan apa memang Baby twins tidak mau membagi makanannya kepada sang Ayah.
Dengan perlahan Hana menaruh Baby twins kembali ke dalam box tidurnya secara bergantian. Hingga akhirnya Hana kembali ke kasur meletakkan telepon genggam Brian ke meja disamping kasur.
“Mas Brian, bangun yuk katanya mau nyusu. Nih Baby twins sudah selesai loh...” ucap Hana yang mencoba membangunkan Brian.
Namun, Brian tak kunjung bangun dia malah semakin pulas. Hana yang tidak tega untuk membangunkan Brian, kini malah ia ikut tertidur di samping Brian. Namun Hana tak lupa Hana mencium kening Brian sambil tersenyum.
“Selamat beristirahat suamiku, semoga lelahmu menjadi keberkahan untuk keluarga kecil kita. Terima kasih telah menjadi suami dan Ayah yang sangat baik untukku serta anak-anak. Aku sangat mencintaimu, Mas” ucap Hana dan langsung memejamkan matanya lalu, ia tertidur sambil memeluk tubuh Brian.
__ADS_1
...*...
...*...
...*...
Pagi Hari di kediaman rumah Brian
Baby twins selalu saja rewel dan sedikit membuat Hana kewalahan. Karena Baby twins selalu saja bertambah kejar nangisnya jika berada di tangan Brian.
Terkadang Brian begitu sedih dan juga sangat kesal. Kenapa Baby twins selalu saja menangis jika berada di gendongan Brian, tetapi jika bersama Hana apa lagi Qisya mereka malah langsung terdiam.
Dan akhirnya Brian yang sudah pusing pun langsung memanggil Qisya untuk menenangkan Baby Lukas yang selalu saja menangis. Sedangkan Hana tidak bisa menenangkan Baby Lukas, karena entah kenapa Baby Lukas hanya bisa menurut jika itu berasal dari perkataan Kakaknya.
Namun, berbeda dengan Baby Lily yang selalu bisa tenang jika berada di pelukan Hana. Tetapi, sama saja jika Brian yang menggendongnya maka Baby Lily pun akan menangis kejar.
Tidak tahu mereka ada rasa sensitif apa kepada Brian, apakah ini karma untuk Brian karena selalu membuat Hana merasakan sakit hati? Jadi, Baby twins lah yang membalaskan semua perlakuan Ayahnya terhadap Bundanya.
“Kalian itu kenapa sih setiap Ayah ingin menggendong pasti kalian nangis terus. Memangnya salah Ayah apa sampai kalian tidak mau digendong dengan Ayah hem...” celetuk Brian yang sudah mulai kesal.
“Sabar, Ayah. Mungkin mereka belum begitu mengenali Ayahnya. Makanya, Ayah coba deh lebih halus lagi bicaranya bahkan jangan sampai pakai emosi. Jadi, nanti mereka bisa-bisa malah tambah jauh loh dari kamu” ucap Hana yang sambil menenangkan Baby Lily.
“Wah... Baby Lukas telsenyum, tuh lihat Ayah... Belalti Baby Lukas setuju sama Kakak kalau Ayah itu enggak boleh malah-malah mulu jadinya meleka takut” heboh Qisya saat melihat Baby Lukas tersenyum menatapnya.
“Terus Ayah harus bagaimana biar mereka mau Ayah gendong?” jawab Brian dengan wajah lesunya yang penuh dengan kesedihan.
“Sini deh Ayah duduk dekat Kakak, dan Bunda coba deh boboin Baby Lily di samping Baby Lukas” ucap Qisya.
Hana dan Brian hanya bisa menuruti perkataan Qisya. Ya, meskipun mereka bingung dengan apa yang dimaksud Qisya bahkan ia tidak tahu kenapa Qisya menyuruhnya untuk menaruh Baby Lily berdekatan dengan Baby Lukas. Sebenarnya apa yang ingin Qisya lakukan untuk mendekatkan Brian kepada mereka.
Di saat Hana sudah membaringkan Baby Lily, lalu Qisya langsung menyuruhnya untuk duduk di samping Brian.
Awalnya saat Brian duduk berdekatan dengan mereka, Baby twins malah menangis tetapi Qisya mencoba untuk menenangkannya. Betapa ajaibnya mereka langsung bisa tenang hanya dengan sentuhan tangan Qisya.
“Ayah mau dekat sama Baby twins kan, biar Ayah bisa menggendong mereka sama kaya Bunda?” tanya Qisya dengan wajah yang sangat serius.
Entah kenapa kini Qisya benar-benar terlihat sangat dewasa padahal umurnya yang masih sangat kecil.
__ADS_1
“Ayah mau, ta-tapi mereka selalu menangis Ayah bingung kenapa mereka tidak menyukai Ayah. Apa salah Ayah sama mereka sebenarnya” ucap Brian dengan raut wajah yang sangat sedih.
“Sabar sayang. Sabar ya...” saut Hana yang mengusap-usapkan tangannya di punggung Brian dengan lembut.
“Coba Ayah melem dulu teyus Ayah talik nafas pelan-pelan. Kalau Ayah sudah tenang, Ayah coba genggam tangan Baby twins baleng-baleng” ucap Qisya yang langsung diikuti oleh Brian, sedangkan Hana hanya bisa tersenyum melihat Qisya yang sangat dewasa.
Kemudian, Brian menggenggam tangan Baby twins dengan perlahan secara berbarengan.
“Nah kalau sudah, coba Ayah minta maaf sama Baby twins kalau Ayah dulu banyak salah sama Bunda. Ayah juga minta maafnya baik-baik jangan malah-malah lagi bial Baby twins enggak takut sama Ayah” ucap Qisya.
Brian pun menuruti perkataan Qisya, namun Brian melihat ke arah Hana terlebih dahulu dan Hana pun hanya bisa tersenyum mengedipkan matanya perlahan sambil mengangguk.
Apa salahnya kan di coba, siapa tahu apa yang dikatakan Qisya ada benarnya. Jadi, Brian perlahan menciumi tangan Baby twins secara bergantian lalu meminta maaf pada mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello para pembaca setiaku... 😁😁😁
Semoga kalian semuanya sehat dan selalu bahagia... 😚😚😘
Author mau kasih sedikit pengumuman dulu nehh buat kalian 👉🏻👈🏻
Kalian tahu... Novel ini akan segera berakhir atau tamat 😱😱😱
Jadi Author ingin meminta pendapat kalian semua disini... 🤭🤭🤭
Adakah yang mau lanjut Season 2 atau bikin novel baru nehh... 🤔🤔🤔
Karena di novel ini kan sudah banyak konflik dan kejadian... 😗😗😗
Jadi Author bingung lebih baik lanjut atau bikin cerita baru 🤷🏻♀️🤷🏻♀️🤷🏻♀️
Tolong berikan masukan dan saran kalian di komentar yaaa... 😊😊😊
Terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Itu sangatlah berarti besar untuk Author selama ini semuanya... 🥺🥺🥺
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi pembaca setiaku... 🤗🤗🤗
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻