Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Terungkapnya Siapa Alex


__ADS_3

Sikap arrogan, kejam dan juga mencekam kini tidak lagi menyelimuti Alex. Cuman jika sikap dinginnya dan juga cueknya memang masih melekat di dalam diri Alex meskipun sudah berkurang lantaran kedatangan gadis kecilnya yang selama ini tidak pernah di sangka-sangka akan bisa kembali dalam keadaan sedekat ini tanpa adanya rasa ketakutan lagi di dalam diri Sasya.


Sasya yang baru saja mengerjapkan kedua matanya seketika terkejut lantaran ruangan Alex sudah di penuhi oleh cahaya matahari yang menandakan jika hari sudah mulai siang.


"Astagfirullah, aku ke siangan ya ampun.. pasti sekarang aku bakalan terkena peringatan gara-gara telat berangkat kerja"


"Eh.. ta-tapi tunggu dulu deh, kok itu Lukas tertidur di sofa? Lah memangnya aku ini dimana? Apa aku bermimpi?"


"Astaga!!! Aku lupa aku kan lagi di New York pantas saja ada Lukas orang aku lagi ada di ruangan Tuan Alex, lalu apa dia sudah bangun lebih dulu dariku? Jikq benar, maka matilah aku. Pasti dia akan menyalahiku dan bilang kalau aku ini dokter tidak becus yang kerjanya hanya tidur bukan menjaganya"


Celoteh Sasya sambil duduk yang mana membuat Alex dan Pinjai menoleh ke arahnya dengan tersenyum, bisa-bisanya Sasya baru bangun tidur sudah mengoceh sepanjang itu.


Bahkan orang normal saja jika baru bangun akan menyumpulakan nyawanya lebih dulu, cuman Sasya? Dia benar-benar seperti bangkit dari tidur panjangnya.


"Sudahlah jangan banyak mengoceh, aku tidak akan sejahat itu padamu. Apa lagi kamu adalah calon istriku, jadi tidak mungkin aku akan menyusahkanmu wahai istriku yang bawel" ucap Alex dengan sedikit membenarkan posisi sandarannya dengan bantuan Pinjai.


Sasya yang mendengar ucapan Alex langsung membolakan matanya tak percaya jika barusan dia telah keceplosan hingga secepat kilat menoleh ke arah Alex yang kini tersenyum menatapnya bahkan mengedipkan matanya dengan sekilas.


"Yaaaakkkk.. dasar pria me*sum! Berani-beraninya kau mengedipkan mata seperti itu padaku, hah.. apa kau mau aku colok pakai linggis iya?" pekik Sasya sambil melemparkan bantal ke arah Alex yang mana Pinjai dengan reflek menangkapnya, sedangkan Alex hanya bisa tersenyum melihat wajah Sasya yang begitu lucu.


"Siapa yang me*sum, Kak? Siapa? Mana orangnya, akan aku buat masa depannya hancur dengan terpotong habis tanpa sisa!" sahut Lukas yang langsung bangun lantaran terkejut dengan suara Sasya.


Sehingga semua melihat kearah Lukas dengan tatapan aneh, sedangkan Lukas berdiri dengan sigap dengan wajah bantalnya.

__ADS_1


"Astaga Lukas, kau ini manusia apa bukan sih.. udah tahu masa depan Tuan Alex hanya ada satu, jika kau memotongnya tanpa sisa maka bagaimana bisa dia memiliki msa depan? Yang ada dia malah berubah gender menjadi seorang waria" celetuk Sasya yang mana berhasil membuat Pinjai menahan tawanya.


Sedangkan Alex melototkan matanya akibat ucapan Lukas dan juga Sasya yang berhasil membuat linu di area dedek gemasnya. Yang mana Alex dengan refleks langsung menutupi masa depannya dengan kedua tangannya hingga tawa Pinjai seketika pecah.


"Bhahaha.. astaga, ternyata Tuan Lukas memiliki sifat yang jauh lebih kejam darimu Tuan. Bahkan kau saja tidak berani menyakiti seseorang seperti itu, lalu dia? Wahh.. ini bisa-bisa tahta King Mafiamu di Golden Fangs akan jatuh di tangannya hahah.." celetuk Pinjai yang mana membuat Alex langsung menatapnya begitu tajam.


"Kau!!!!" geram Alex sehingga berhasil membuat Pinjai langsung menutup mulutnya dengn kedua tangannya.


"Ja-jadi benar apa yang di bilang oleh semuanya bahkan Ash juga pernah bilang padaku jika kau adalah King mafia terkejam, yang mana awalnya aku tidak terlalu percaya tapi sekarang aku mendengarnya langsung dari Tuan Pinjai selaku asistenmu"


"Berarti kejadian waktu beberapa tahun lalu, tidak membuatmu tersadar kalau apa yang kau perbuat adalah salah. Tapi, sekarang malah kau memiliki Mafia yang berpengaruh penting di dunia yang kotor itu. Aku tidak menyangka, jika kau bisa seliar ini. Tapi ya sudahlah ini bukan urusanku, lagian aku bukan siapa-siapa"


Sasya bangkit dan berdiri yang tak jauh dari bangkar Alex, lalu wajah Sasya terlihat begitu kecewa hingga Alex pun merasa begitu ketakutan lantaran Pinjai mengatakannya di saat yang tidak tepat.


"Sudah aku bilang kan, pria seperti dia tidak pantas untuk di kasihani Kak! Lihatlah dia, dia bersikap manis di depanmu hanya untuk menutupi siapa dirinya yang sebenarnya. Dia benar-benar terlihat bagaikan seorang Iblis yang berkedok manusia, aku yakin sudah banyak orang yang berjatuhan akibat keserakahannya itu!"


"Belum lagi banyak pasti korban yang sekarang telah menderita kehilangan keluarganya akibat semua hartanya di kuras habis olehnya dan nyawa pun menjadi taruhan, ckk.. dasar pria MUNA*FIK, BADE*BAH, SAM*PAH!!! Cihhh..."


Lukas berbicara dengan sangat lantang hingga membuat Sasya menoleh ke arahnya, seolah-olah Lukas sedang membuat Sasya kembali berpihak padanya agar menjauhi Alex yang mana Alex bagaikan sumber masalah di dalam hidup Sasya.


"Bu-bukan begitu, ka-kalian salah paham! Dengarkan aku baik-baik, aku memang ketua Mafia dari Golden Fangs tapi Mafiaku berdiri bukan karena keserakahan. Namun, Mafiaku berdiri dengan tujuan membantu orang-orang yang lemah agar mereka memakai jasaku untuk melawan musuh di dalam selimut"


"Aku tidak akan membunuh seseorang jika bukan dalam keadaan mendesak dan juga tanpa perintah dari klien yang sudah menyewa jasaku. Bahkan aku tidak pernah mengambil keuntungan yang banyak dari mereka aku hanya mengambil 40% dari harta yang telah diambil paksa oleh seorang PENGE*CUT!"

__ADS_1


"Jadi aku mohon, Syaa.. jangan salah paham kepadaku. Tolong jelaskan kepada Adikmu juga jika aku bukanlah pria seperti itu, bukan berarti semua Mafia itu hanya mementingkan keserakahan atas nama harta. Tapi, jika kamu tidak percaya kamu bisa menanyakannya langsung pada Pinjai atau Kakakku karena dia yang telah mengambil alih pekerjaan itu"


Alex terlihat begitu ketakutan saat menatap mata Sasya yang terlihat sangat kecewa dengannya, lalu segera mungkin Alex menjelaskan semua yang ia lakukan selama menjadi ketua Mafia.


Ya, memang sih Mafia itu terkenal dengan sikap yang kejam tanpa ampun. Namun, Alex membangun Mafia itu hanya untuk menolong orang-orang lemah yang tertindas oleh mafia yang sangat berkuasa.


Hingga pada akhirnya Alex banyak di kenal semua orang dengan julukkan King Mafia terkejam yang mana semua Mafia jika mendengar Mafia Golden Fangs seakan-akan membuat tubuh Mafia lainnya bergetar hebat dengan penuh ketakutan.


"Sudahlah kau istirahat saja, aku mau ke ruangan Ayah dan Bunda dulu. Nanti aku akan kembali tepat di jam makan siang, kau istirahat saja di sini dan jangan pernah turun dari bangkar jika kau sampai benar-benar turun makan aku akan sangat marah padamu. Mengerti!" titah Sasya dengan aura dinginnya.


Alex hanya bisa menganggukan kepalanya dengan wajah yang sudah tidak bisa di jelaskan, bahkan jatungnya berdetak sangat hebat belum lagi sorot matanya terlihat begitu menyakitkan saat melihat Sasya pergi meninggalkannya dalam keadaan Sasya yang sudah mengetahui siapa dirinya.


Sedangkan Lukas dia tersenyum bahagia dengan sudut bibir yang tersenyum miring, menandakan bahwa dirinya telah menang dan akan membuat Sasya menjauhi Alex. Tak lupa sebelum Lukas pergi meninggalkan ruangannya Lukas mengajungi jari tengahnya sambil berjalan keluar.


Pinjai yang melihat itu semua merasa sangat bersalah dan kini menatap Alex yang terdiam mematung dengan tatapan kosong. Bahkan dari sudut matanya sampai meneteskan air mata, hingga Pinjai benar-benar tidak tega.


"Tu-tuan, ma-mafkan sa-..." ucap Pinjai terhenti saat Alex mengangangkat tangannya, agar Pinjai tidak meneruskan ucapannya.


"Tinggalkan aku sendiri! Jika aku ada apa-apa aku akan memberimu kabar, jadi pergilah sekarang juga!" ucap Alex yang mana tidak mau menatap Pinjai dan malah menatap ke arah yang berlawanan sambil air matanya terus menetes.


Pinjai yang paham jika Alex membutuhkan waktu langsung berpamitan serta keluar dari ruangan alex dengan wajah penyesalan begitu dalam.


"Jika hubungan Tuan Alex dengan Nona Sasya sampai hancur, maka aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri karena semua ini adalah kesalahanku. Maka aku siap menukar nyawaku sendiri agar aku bisa kembali mempersatukan mereka sebagai penebus kata maafku kepada mereka" gumam Pinjai di dalam hatinya.

__ADS_1


Lalu, Pinjai pergi meninggalkan Alex ke taman rumah sakit untuk menenangkan pikirannya serta memikirkam bagaimana rencananya agar Alex dan juga Sasya tidak sampai berpisah serta kembali bersama.


__ADS_2