Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Rumah Sakit Los Angeles


__ADS_3

Di rasa tubuh Jovan sudah terombang-ambing tak terbentuk. Kemudian Joko menyuruh mafiosonya untuk membawakan daging segar itu agar menjadi santapan si kembar peliharaan kesayangan Tuannya.


*


*


Di rumah sakit Los Angeles


Alex sudah di bawa ke ruangan khusus karena ia sudah kehabisan darah yang cukup banyak, bahkan keadaannya sudah tidak sadarkan diri ketika di dalam perjalanan di bawa ke rumah sakit. Untungnya mafioso dengan sigap membuka jalan serta langsung membuat Alex berada di tangan dokter yang tepat.


“Berikan pengobatan yang terbaik untuk Tuan Alex, paham!” tegas Pinjai yang membuat sang dokter ketakutan hingga ia segera masuk ke dalam ruangan untuk menangani kasus Alex.


Pinjai dan beberapa mafioso hanya bisa berjaga di luar ruangan penuh dengan keadaan begitu cemas. Sehingga tidak lama kemudian, Joko pun datang dengan beberapa anak buahnya.


“Bagaimana kondisi Tuan?” ucap Joko sambil berdiri tepat di depan Pinjai.


“Tuan sudah tidak sadarkan diri saat di bawa ke rumah sakit, bahkan darahnya pun tak henti-hentinya mengalir” jawab Pinjai dengan wajah pucatnya.


Joko yang melihat wajah pucatnya Pinjai, ia segera menepuk punggungnya Pinjai serta mengarahkan Pinjai untuk duduk terlebih dahulu.


“Tenang, saya yakin Tuan akan baik-baik saja. Dia pria yang kuat kok, jadi dia tidak akan semudah itu untuk menyerah begitu saja. Apa kau lupa, jika ini bukan yang sekian kalinya dia tertusuk atau pun tertembak kan..."


"Jadi untuk sekarang tenangkan dirimu dulu, jangan terlalu mencemaskannya dan cukup kita tunggu bagaimana kabar Tuan dari dokter yang telah menangani Tuan di dalam”


Joko mencoba untuk menenangkan Pinjai karena dialah yang paling dekat dengan Alex sehingga Joko bisa merasakan bagaimana rasanya kesedihan Pinjai saat melihat Alex tak berdaya untuk sekian kalinya.


Di sini Joko tidak berperan sebagai sahabat atau pun rekan kerjanya, tetapi ia berperan sebagai seorang Kakak. Joko memeluk Pinjai dari samping dengan keadaan Pinjai yang begitu mengkhawatirkan kondisi Alex.


“Apa Alex bisa bertahan di dalam, Kak?” tanya Pinjai sambil menoleh menatap wajahnya Joko.


Joko tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, “Pasti, Alex itu laki-laki yang kuat. Aku percaya dia akan bertahan, Alex bukan tipe orang yang muda menyerah. Jadi hapus air matamu itu, dan jangan sampai Alex melihat ini. Jika ia melihatnya pasti kau akan langsung di hukum”


Pinjai menghapus air matanya yang tak sengaja membasahi pipinya, ia takut Alex akan marah saat melihat seorang pria menangis. Tapi Pinjai menangis bukan tanpa alasan, melainkan karena ia telah menganggap Alex sebagai adiknya sendiri begitu juga dengan Joko yang berperan sebagai seorang Kakak.


Tak lama kemudian seorang suster keluar dari ruangan Alex dengan wajah yang sangat panik. Pinjai dan juga Joko yang melihatnya pun langsung segera berdiri menahan sang suster.


“Ada apa, Sus?” tanya Joko.

__ADS_1


“Tuan saya baik-baik saja kan, jawab!!” tegas Pinjai yang membuat sang Suster ketakutan.


Joko menepuk punggung Pinjai untuk memberikan kode supaya ia tidak membuat sang Suster ketakutan.


“Ma-maaf, Tuan. Sa-saya ti-tidak bisa menjelaskannya sekarang. Sa-saya harus segera pamit dari sini, permisi” sang Suster langsung berlari dengan wajah cemasnya yang membuat semua mafioso dan Pinjai serta Joko semakin khawatir pada keadaan Alex.


“Aku harus segera masuk ke dalam untuk memastikan jika Alex baik-baik saja di dalam” ucap Pinjai dengan penuh emosi, seketika Joko menahannya untuk membuat Pinjai mengerti.


“Cukup, Pinjai! Buang emosimu jauh-jauh, apa kau lupa ini tugas seorang dokter bukan tugas kita untuk menyelamatkan Alex. Jika kita memaksa masuk ke dalam dan membuat dokter itu takut, bisa-bisa ia akan membahayakan keselamatan Alex paham!!” bentak Joko yang membuat Pinjai langsung memukul dinding rumah sakit.


Duuuaaaakkk...


“Aaarrrggghhhhh...” pekik Pinjai sambil meluapkan semua amarahnya.


“Astaga Pinjaaaaiiii...” pekik Joko yang segera menolong Pinjai sambil menoleh ke arah mafiosonya.


“Cepat, panggilkan suster untuk mengobati tangannya” sahut Joko yang membuat satu mafioso segera mencari suster yang bisa mengobati tangan Pinjai.


Joko membawa Pinjai untuk duduk di kursi tunggu di depan ruang rawatnya Alex, ia tahu jika saat ini Pinjai begitu cemas memikirkan nasib Alex begitu pun dengan Joko. Tetapi selaku orang yang lebih tua di antara Alex dan juga Pinjai, jadi Joko harus bisa bersikap layaknya seorang Kakak yang kuat.


“Aku tahu kamu marah, kamu kesal, kamu cemas, kamu khawatir! Tapi ingat, jika kamu seperti ini bagaimana Alex bisa sembuh karena kamu hanya bisa marah dan marah tanpa mendoakan keselamatannya” tegas Joko sambil duduk di sebelah Pinjai.


“Percayalah... Alex adalah adik kita yang paling kuat, jadi berikan dia dukungan lewat doa bukan dengan sebuah emosi yang tidak ada gunanya” jawab Joko yang membuat Pinjai menundukkan kepalanya.


Tak lama seorang suster datang dengan membawa kotak yang berisikan obat-obatan serta ia langsung membersihkan luka di tangan Pinjai.


Sementara itu di sisi lantai rumah sakit lainnya, ada seorang suster yang berlari dengan wajah paniknya menuju ruangan tempat para dokter beristirahat.


“Akhirnya aku bisa makan juga, terima kasih Ash. Kamu baik deh sudah membelikanku makanan, sedangkan aku sendiri saja lupa jika ini sudah masuk jam makan siang hehe...” ucap seorang dokter cantik yang menggunakan hijabnya, dan siapa lagi itu jika bukan Sasya.


“Wisss... Ya dong, buat soon to be my wife apa sih yang enggak haha...” canda Ash yang membuat Sasya menatapnya dengan sinis.


“Idiissshhhh... Pe’de sekali kamu ya, dahlah aku mau makan nih lapar. Kamu kerja lagi sana, kasihan pasienmu yang sudah menunggu untuk di periksa” ucap Sasya sambil membuka bungkusan makanan tersebut.


“Ckk! Yayaya... Bawel banget sih, bukannya senang di temani makan ini malah ngusir. Dasar wanita!!” ucap Ash dengan wajah kesalnya.


Padahal ia selalu memberikan Sasya kode, namun tanggapan Sasya seperti tidak tertarik pada Ash. Jadi ya sudahlah, Ash harus bisa memberikan ruang untuk Sasya dan jangan gegabah karena ia tidak mau jika Sasya tahu perasaannya dan membuat keduanya saling tidak enak, maka itu semua bisa merusak kedekatan mereka selama ini.

__ADS_1


Lalu Ash keluar untuk meneruskan pekerjaannya. Ia harus terus belajar di bawah bimbingan para dokter ahli lainnya supaya nanti ia bisa menguasai ilmu yang di dapatkannya selama menjadi relawan di rumah sakit ini.


Sasya yang sudah tidak sabar melihat makanan begitu menggiurkan lidahnya, ia langsung cepat-cepat memasukkan satu suapan makanan ke dalam mulutnya serta melahapnya. Namun saat ia ingin memakannya lagi, tiba-tiba saja ia di kejutkan oleh kedatangan suster dengan nafas tidak beraturan.


Braaakkk...


“Hahh... hahh... hahh...” sang Suster menarik nafas sebanyak mungkin untuk menetralkan detak jantungnya.


Sasya yang melihat itu pun lalu secepat mungkin mengurungkan niatannya untuk memakan makanannya.


“What's wrong Sus? Kenapa suster terlihat sangat cemas dan juga terburu-buru seperti ini. Apa ada yang urgent?” tanya Sasya penuh kepanikan.


“Sorry dokter Sasya, Dokter Rini memanggilmu untuk meminta bantuanmu, karena ia akan melakukan operasi yang benar-benar menyangkut nyawa pasien. Saat ini pasien mengalami pendarahan yang cukup hebat dan juga luka tusukan yang sangat dalam” jawab suster dengan wajah khawatir.


“Alright Sus. Ayo kita segera kita ke sana, sebentar saya minum dulu” sahut Sasya yang minum dalam keadaan terburu-buru hingga ia lupa untuk menutup botol tersebut dan juga makanannya.


Sesegera mungkin Sasya berlari kecil bersama sang suster menuju ruangan Alex.


“Where the room, Sus? Apa masih jauh?” tanya Sasya.


“In this way, Doc. Mari ikut saya” ucap sang suster sambil membukakan pintu ruangan Alex.


Secepat mungkin Sasya masuk ke dalam, lalu saat sang suster ingin menyusul ke dalam ia langsung di tahan oleh Joko. Sedangkan Pinjai berusaha untuk tetap tenang saat suster lainnya masih mengobati tangannya.


“What's happened, Sus? Kenapa ada dokter lainnya yang masuk ke dalam ruangan? Apa keadaan Tuan saya separah itu sampai harus melibatkan dokter lain?” tanya Joko yang membuat sang suster sedikit ketakutan.


“Ma-maaf Tuan, saat ini keadaan pasien sangat kritis. Kami harus segera melakukan operasi yang cukup memakan waktu, karena luka di bagian perutnya sangat dalam sehingga pasien mengalami pendarahan hebat” ucap suster yang membuat semuanya terkejut bukan main.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat siang... Selamat sore... Selamat beraktivitas semua... 😃😃😃


Semoga kalian menyukai bab hari ini dan enjoy your life guys 😁😁😁


Untuk hari ini Author akan update 2 bab semua, yeeeyyy... 😆😆😆


Mohon dukungan dan semangat dari kalian semuanya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi pembaca setiaku 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2