
Meski kedatangan Alex di awal telah membawa luka yang sangat mendalam untuk mereka, tetapi Abah Toni berharap semoga kali ini kedatangan Alex yang kedua bisa sebagai menebus semua waktu yang telah terlewatkan dengan percuma.
"Lalu langkah apa yang akan dia lakukan untuk memperjuangkan cintanya padamu?" Tanya Abah Toni dengan tersenyum.
"Sasya kurang tahu, tapi Sasya dengar bahwa Tuan Pinjai asisten Tuan Alex dia sedang mencari info untuk mencari pesantren yang terbaik untuk mengajari Tuan Alex dari nol. Apa lagi Tuan Alex itu sangat membutuhkan bimbingan dari Kyai atau Ustadz yang benar-benar faseh dalam memperdalam ilmu agama sehingga bisa membantu Tuan Alex untuk berpindah agama" Jelas Sasya.
"Kalau memang dia mau coba datang ke sebuah pesantren Nurul Hikmah di sana ada seorang Kyai bernama Sholeh. Dia merupakan teman Mbah Kung saat kecil, insyaAllah dia bisa membantu Tuan Alex. Pesantrennya itu terletak di daerah Bandung"
"Kalau enggak nanti Mbah Kung kasih alamat lengkapnya padamu ketika Mbah Kung sudah mengkonfirmasi semuanya kepada beliau. Jadi kamu tenang saja, insyaAllah jika niat Tuan Alex baik semua jalannya akan dipermudah sama Allah"
Abah Toni mengusap kepala Sasya dengan penuh kasih sayang, sehingga Sasya meneteskan air mata kebahagiaan lantaran Abah Toni seperti penolong buat Sasya dan juga Alex. Ya walaupun Sasya belum bisa memastikan kisah cinta mereka kedepannya seperti apa setidaknya Abah Toni sudah berjasa untuk mereka.
"Terima kasih Mbah Kung, Sasya tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Mbah Kung seperti malaikat yang Allah kirim untuk Sasya. Tapi Sasya minta Mbah Kung jangan bicaran soal ini pada semuanya ya, kalau sama Mbah Uti tidak apa-apa asalkan yang lain jangan dulu"
"Sasya takut mereka malah semakin berpikir jelek kepalda Tuan Alex. Sasya enggak mau kalau Tuan Alex semakin di benci oleh Ayah atau pun Lukas. Mbah Kung tahu sendiri kan kemarin gimana reaksi mereka semuanya, Sasya mau mereka tahu ketika Tuan Alex sudah benar-benar berubah menjadi lebih baik lagi"
Sasya memeluk erat Abah Toni sambil menangis, yang mana Umi Dewi melihat adegan itu langsung mendekati mereka sambil mengelus punggung Sasya dan membuat Sasya sedikit terkejut.
Tetapi Umi Dewi malah memberikan respon anggukan kepala yang mana Umi Dewi seperti bisa merasakan perasaan Sasya, ya walau pun Sasya terkenal dekat dengan Mamah Syifa tetapi ketika di saat seperti ini hanya Abah Toni dan juga Umi Dewi yang memang sangat mengerti Sasya.
__ADS_1
Sehingga Sasya pun langsung beralih untuk memeluk Umi Dewi, lalu Umi Dewi berkata " Sudahlah cucuku jangan menangis seperti ini. Tidak baik loh, lebih baik banyakin berdoa semoga jika memang kalian berjodoh sejauh apa pun jarak kalian dan seberat apa pun masalah kalian pasti kalian akan tetap bersatu dengan cara-Nya yang tak terduga"
"Tapi 1 pertanyaan Mbah Uti pada Sasya, bagaimana jika Tuan Alex sudah berpindah agama lalu dia sudah berubah menjadi lebih baik tetapi keluargamu tetap tidak merestuinya. Apa yang akan kalian lakukan? Apa kalian akan nekat menikah, atau kalian akan seperti apa? Apa mungkin Tuan Alex kembali seperti sebelumnya?"
Pertanyaan Umi Dewi mampu membuat Sasya terdiam sambil melepaskan pelukannya, lalu menghapus air matanya dan menatap ke arah Umi Dewi dengan tatapan bingung.
Umi Dewi dan Abah Toni hanya mampu saling melirik satu sama lain, seolah-olah mereka paham apa yang Sasya pikirkan kalau dia tidak akan berpikir sejauh itu. Jadi mau tidak mau mereka menyudahi pembicaraan ini dan akan di sambungnya di kemudian hari, mau itu bertemu langsung atau pun melalui telepon.
"Sudah-sudah, jangan di pikirkan sekarang. Jika kalian sudah mendapatkan jawabannya, beritahu Mbah Kung atau Mbah Putri. InsyaAllah kami akan membantu kalian, kalau perlu beritahu Tuan Alex untuk menemui Mbah Kung supaya kita bisa mengobrol banyak untuk kedepannya" Ucap Abah Toni.
"Ya Sayang, apa yang di katakan Mbah Kung benar. Sasya jangan beranggapan bahwa akan menjalani semuanya sendiri, ingat masih ada Mbah Uti sama Mbah Kung yang akan selalu ada buat Sasya apa pun masalahnya. InsyaAllah kami akan membantumu, selagi kami masih ada di dunia ini" Sahut Umi Dewi.
Sasya yang mendengar kalimat terakhir Umi Dewi langsung menutup bibir Umi Dewi dengan tangannya sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Sasya berbicara dengan nada tegasnya sambil menyingkirkan tangannya, lalu Abah Toni dan Umi Dewi menatap satu sama lain hingga tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya secara bersama-sama.
Sasya begitu antusias saat melihat mereka mengangguk membuat Sasya langsung kembali memeluk mereka secara bersama-sama. Yang mana Umi Dewi mengusap punggung Sasya dan Abah Toni mengusa kepala Sasya.
Tiba-tiba saja kedatangan Lukas membuyarkan semuanya karena Lukas berniat untuk memanggil mereka agar berkumpul dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Ada apa ini? Kenapa kalian semua berpelukan? Apakah Kakak Sasya ada masalah?" Tanya Lukas yang memang sangat lihai dalam menebak suasana, meskipun benar tetapi mereka semua mencoba untuk menutupinya dan menggeleng secara bersama-sama.
"Baiklah, kalau Kakak ada apa-apa langsung bilang Lukas jangan di pendem. Lukas tidak suka ada seseorang yang akan menyakiti Kakak, termaksud di-..."
"Lukas ayo cepat panggil mereka untuk segera ke sini kita makan bersama.." Teriak Bunda Hana yang membuat semuanya menoleh.
"Nahkan.. Bunda udah memanggil kita, ayo Mbah kita ke sana. Ayo Dek, cepat ke sana nanti tidak kebagian loh.. tahu sendiri Lily itu sangat rakus jadi jangan sampai kita kebagian sisanya hehe.. let's go..."
Sasya langsung menggandeng Abah Toni dan juga Umi Dewi lalu mereka berjalan mendekati semuanya dimana Lukas masih terdiam di tempat dengan wajah yang sedikit curiga. Tetapi Lukas segera menangkis semua itu dan berjalan di belakang mereka.
Langsung saja mereka mengambil tempatnya masing-masing dan tanpa lama-lama lagi Abah Toni membimbing doa sedikit untuk pembukan dan juga diakhiri dengan doa makan.
Sehingga mereka menyerbu makanan tersebut dengan sangat bahagia, dimana kali ini mereka makan tidak menggunakan piring, sendok atau garpu. Melainkan dengan sebuah alas dan hanya menggunakan tangan polosnya.
Semua merasa bahagia ketika bisa berkumpul seperti ini, karena keadaan seperti inilah yang mereka kangenin setiap harinya. Hanya saja Sasya harus mengejar impiannya dan juga cintanya yang entah akan bernasip seperti apa nantinya setidaknya salah satu di antara cinta atau karir ada yang berhasil. Entah karir entah cintanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
__ADS_1
...Lets go di serbu... 🤸🤸...