Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Pria Lemah dan Lembek


__ADS_3

Key benar-benar terkejut saat menatap seseorang yang kini juga menatapnya dengan tatapan begitu insten, bagaikan seorang intel yang menemukan hal yang mencurigakan.


"Siapa kau? Kenapa kamu mengintip Tuan Lukas dan Nona Lily dari jauh, hah? Apakah kamu memiliki niat jahat kepada mereka, jadi itu sebabnya kenapa kamu mengawasi mereka dari sini?" tanya seseorang dengan nada dingin dan aura kejamnya yang mana dia adalah Pinjai.


"A-aku di si-sini cu-cuma i-ingin bertemu dengan Lu-Lukas dan Lily. Kami itu teman sekolah dan orang tua kami juga berteman, jadi ba-bagaimana mungkin aku memiliki niat buruk pada mereka" ucap Key dengan ketakutan dan menundukkan kepalanya.


"Benarkah? Lalu kenapa kamu bersembunyi di sini dari pada menghampiri mereka? Aku tidak bisa mempercayai orang yang mencurigakan seperti dirimu" tegas Pinjai yang membuat Key mulai gemetar ketakutan.


Di saat Key dan Pinjai sibuk berbicara dan saling mengintimidasi, tidak jauh dari mereka Lukas melihat jika Key sedang berbicara dengan seseorang yang mana terlihat tidak asing baginya.


"Siapa pria yang ada bersama dengan Key di sana? Kenapa aku merasa tidak asing dengan pria itu, tapi aku tidak ingat dia siapa. Lalu kenapa Key terlihat seperti ketakutan? Apakah pria itu berniat jahat pada Key?"


Lukas bergumam di dalam hatinya sambil melihat ke arah Key, yang mana saat ini Key keluar dari tempat persembunyiannya dan berdiri bersama dengan Pinjai.


Lukas yang merasakan ada sesuatu aneh di antara mereka pun, pada akhirnya segera berjalan mendekati mereka.


"Abang... Abang mau pergi ke mana ya? Kenapa Abang tiba-tiba berjalan ke arah sana, ohh... di sana ada Kak Key, tapi siapa pria yang berdiri di sampingnya? Abang... tunggu akuu..." teriak Lily sambil berlari mendekati Lukas dan Key.


Sementara itu Key masih berdiri sambil menundukkan kepalanya karena dia tidak berani menatap matanya Pinjai yang kini menyorot tajam padanya.


Tidak lama kemudian Lukas sampai di sana dan langsung berdiri di antara Key dan juga Pinjai sambil menatap mereka secara bergantian.

__ADS_1


"Siapa Anda? Kenapa Anda mengintimidasi teman saya seperti ini? Apakah Anda mencoba untuk menyakiti teman saya, atau Anda berusaha untuk melakukan hal jahat lainnya padanya?" tanya Lukas dengan nada dingin dan tegasnya yang membuat Pinjai terdiam.


"Hah... hahh... Abang kalau jalan pelan-pelan dong hahh... Lily cape tahu harus lari mengejar Abang hahh... lalu apa yang Kak Key lakukan di sini? Dan siapa Paman yang ada di depanmu Abang?" tanya Lily dengan napas beratnya karena dia baru saja berlari.


Lukas hanya menoleh sejenak menatap Lily, dan kembali fokus mendongak menatal wajah Pinjai. Sedangkan Key, dia hanya bisa menundukkan kepalanya lantaran dirinya malu jika sampai Pinjai mengatakan bahwa Key baru saja mengawasi Lukas dan juga Lily.


Belum lagi Key tidak mau di sangka jika dirinya seperti ingin mengetahui semua tentang Lukas serta keluarganya. Itulah sebabnya Key hanya diam dan tidak ingin mengucapkan satu patah kata pun pada Pinjai.


"Maaf Tuan, apa Tuan lupa siapa saya? Baiklah kalau begitu perkenalkan saya adalah Pinjai, asisten dari Tuan Bisma yang mana saat ini telah berganti nama menjadi Tuan Alex" jawab Pinjai dengan tegas.


Lukas dan Lily kini sedikit terkejut, akibat pria ini adalah tangan kanan Alex yang mana pasti dia terlibat dengan kejadian di masa lalu.


Lukas yang sudah kembali emosi, kini langsung menarik tangan Key untuk berada di belakang Lukas yang mana membuat Key terkejut bukan main.


"Aku sudah tahu kalau Tuan Lukas memang anak yang dingin dan cuek, tapi aku tidak menyangka kalau dia akan memiliki auraa gelap dan menakutkan yang tidak kalah dengan Tuan Alex" gumam Pinjai di hatinya sambil menatap Lukas dengan kagum.


"Kenapa kau diam saja, jawab perkataanku! Apa kau pikir hanya karena aku masih anak-anak, jadi kau tidak menganggap serius perkataanku begitu? Kau itu sama saja dengan pria baji*ngan di dalam sana"


"Hanya karena di pukul sekali saja di perutnya, dia langsung tepar tanpa tenaga. Bagaimana bisa pria seperti itu menjadi Bos Mafia yang di takuti? Dia hanyalah pria lemah dan lembek, tidak pantas di takuti"


Lukas berbicara dengan nada remehnya sambil mengingat Alex yang langsung tersungkur hanya karena satu pukulan dari Lukas. Sementara itu Pinjai malah sangat terkejut saat mendengar perkataannya Lukas.

__ADS_1


"A-Apa!? Ka-kamu me-memukul Tuan Alex di pe-perutnya? Lalu bagaimana dengan keadaannya? Apakah kukanya terbuka, ataukah lukanya semakin parah?" tanya Pinjai dengan wajah kaget dan khawatirnya.


"Luka? Memangnya paman yang ada di ruangannya Ayah punya luka di perutnya? Tadi saat kami pergi dari sana pria itu hanya memegangi perutnya sambil wajahnya yang menahan sakit" ucap Lily dengan wajah bingungnya.


"Itu benar, beberapa hari yang lalu Tuan Alex baru selesai melakukan pengecekan jahitannya. Dia memiliki luka tusuk di perutnya yang mana masih belum kering, aku takut lukanya terbuka akibat pukulan dari Tuan Lukas. Kalau begitu aku pergi dulu, permisi..."


Pinjai berbicara dengan nada khawatirnya yang mana membuat Lukas merasa sedikit bersalah. Dia memang tidak menyesal telah memukul Alex, tapi dia merasa bersalah saat tahu bahwa lukanya Alex terbuka akibat pukulannya.


Pinjai berlari memasuki rumah sakit dan pergi ke ruang rawat di mana Ayah Brian dan yang lainnya berada. Sementara itu Lukas, Lily dan Key masih berdiri terdiam di teman rumah sakit dengan wajah dan perasaan bingungnya.


"Abang, se-sepertinya kita ha-harus pergi dan me-melihat Tuan yang bernama Alex itu di dalam. Ba-bagaimana jika lu-lukanya benar-benar terbuka karena pu-pukulan darimu?" tanya Lily dengan nada khawatirnya.


"Itu benar Lukas, kita harus kembali ke ruangan Ayahmu dan melihat keadaan pria itu. Meskipun kamu tidak merasa menyesal telah memukulnya, tapi aku tahu kamu pasti merasa bersalah karena lukanya bukan?"


"Kalau begitu ayo kita kembali ke dalam dan memeriksa keadaannya. Jika kita sudah mengetahuinya, mungkin rasa cemas yang ada di dalam hatimu bisa berkurang. Bagaimana menurutmu tentang ucapanku Lukas?"


Key berbicara dengan nada yang sedikit cemas karena dia tahu jika Lukas merasa sedikit bersalah saat mengetahui jika Alex memiliki luka di perutnya. Lalu Lukas pun mengangguk dan mereka bertiga berlari memasuki rumah sakit tersebut.


Lukas, Lily dan Key langsung pergi ke ruang rawatnya Ayah Brian dan langsung masuk ke dalam ruangannya. Mereka terkejut saat melihat keadaan yang ada di dalam ruangan tersebut, yang mana sudah terdapat dokter yang sedang memeriksa keadaannya Alex.


Lalu Lukas pun berdiri diam di tempatnya sambil melihat situasi dan mencoba mendengarkan ucapannya dokter. Sementara semua orang yang ada di ruangan tersebut masih belum menyadari bahwa Pinjai, Lukas, Lily dan Key sudah masuk ke dalam sana.

__ADS_1


Bagaimana pun saat mereka masuk ke ruangan tersebut, perhatian semua orang tertuju pada Alex. Apalagi saat ini dokter sedang memeriksa perutnya Alex yang mana sudah tertutup oleh darah segar yang terus keluar dari bekas jahitan di perutnya.


Lukas yang melihat bahwa perutnya Alex penuh dengan darah pun semakin merasa bersalah. Dia tidak pernah berpikir untuk menyakiti Alex seperti ini, karena bagaimana pun dia tidak ingin menjadi pria jahat yang hanya menyerang orang yang lemah, terluka atau tidak bisa melawan balik.


__ADS_2