Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Berpamitan


__ADS_3

Wanita cantik berbicara dengan sangat lembut dan tersenyum menatap Ash, Ash yang sudah membalikan tubuhnya menatap wanita itu membuat ia sedikit terkejut, tetapi berkat ucapan wanita itu hati Ash yang terluka penuh dengan amarah seketika mulai mereda. Entah ilmu apa yang digunakan olehnya sampai-sampai yang di ucapkannya berhasil menghilangkan kesedihan di dalam hatinya.


"A-anna? Se-sejak kapan kamu ada di sini? Ja-jangan jangan kamu membuntutiku?" Tanya Ash dengan wajah tegangnya.


"Buat apa aku membuntuti Dokter? Aku ke sini tadinya mau memberikan ini, cuman pas aku ke sini malah ngeliat Dokter dibalik pohon. Ya aku kira kan Dokter lagi main petak umpet sama anak-anak di sini, ehh.. tahunya lagi jadi mata-mata" Jawab Anna.


"Sudahlah lupakan dan stop memanggilku Dokter jika kita sedang berdua. Terus apa yang kamu bawa itu?" Tanya Ash dengan mengalihkan semuanya.


"Oh ini, semalem pas di mess aku iseng-iseng buat kaya puding gitu jadi pas aku berangkat kerja aku bawa buatku dan buat kamu biar enggak dibilang pelit. Ya anggap saja ini sebagai balas budi buat bayar hutangku yang waktu itu minta di teraktir hehe.."


Ucapan Anna berhasil membuat Ash ikut tertawa, bahkan Ash langsung menyuruh Anna untuk pergi ke sisi pojok taman menuju kursi yang kosong. Kemudian mereka duduk sambil Anna memberikan 1 kotak bekal kepada Ash.


Ash membukanya secara perlahan bersamaan dengan munculnya puding coklat sangat menggiurkan lidah, belum lagi fla putih menambahkan kesan kecantikan puding tersebut.


Tanpa basa-basi mereka pun memakan puding itu sambil sesekali bercerita tentang pasien-pasiennya yang sedikit menyebalkan. Dimana sebagian dari mereka bersikap genit dan juga manja kepada mereka berdua hingga mereka terkekeh sendiri merasa geli saat mengingat kejadian tadi.


Disela canda tawa mereka terlindas di dalam benak Ash kalau dia sangat senang memiliki teman seperti Anna. Ya meskipun menyebalkan, cerewet dan sebagainya tetapi berkat Anna Ash bisa menghilangkan rasa kecewa di dalam dirinya terhadap Sasya karena dia berhasil membuatnya merasakan patah hati untuk pertama kalinya.


Sedangkan Anna dia sangat senang ketika melihat Ash kembali tersenyum seperti ini. Bahkan berkat dirinya mencoba untuk menghibur Ash kini keadaan Ash semakin jauh lebih baik. Padahal Anna sendiri dia bisa merasakan betapa sakitnya perasaan Ash, cuman semua itu tidak ada apa-apanya dengan masa lalu Anna yang lebih menyakitkan.


...*...


...*...


Di sisi lainnya Sasya dan Alex baru saja meredakan perasaannya yang membuat mereka sudah bisa memahami perasaan satu sama lain, bahkan Alex baru saja kembali untuk membelikan Sasya minum.


"Ini minum dulu biar kamu tenang, nanti kita lanjut lagi" Ucap Alex menyerahkan sebotol minuman dingin sambil duduk.

__ADS_1


"Terima kasih.." Jawab Sasya yang sudah menerima sebotol minuman dari Alex. Namun ketika Sasya ingin membuka tutup botol tersebut ia malah keingat dengan Ash.


"Astaga aku lupa, dimana Ash? Katanya tadi mau beli minum lalu menyusulku, tapi ini udah lama kenapa enggak muncul-muncul? Apa tiba-tiba dia ada pasien mendadak? Aisshh.. sudahlah jangan memikirkan Ash, dia memang begitu tiba-tiba ilang tiba-tiba muncul udah kek Jalangkung" Gumam Sasya di dalam hatinya sambil sedikit melamun.


Alex baru saja selesai menegak air minumnya langsunh menoleh ke arah Sasya yang sedang melamun sambil memegangi botol minuman.


"Ada apa? Kenapa melamun? Apa yang kamu pikirkan, hem.." Ucap Alex mampu membuyarkan lamunan Sasya dan langsung menoleh ke arahnya.


"Ehh.. e-enggak, i-ini tutup botolnya keras banget jadi aku lagi cari cara hehe.." Sasya cengengesan menutupi sedikit rasa gugupnya.


Alex langsung menggelengkan kepalanya sambil mengambil alih botol dari tangan Sasya, membukanya dengan cepat lalu kembali memberikan botol tersebut. Sasya tersenyum dan segera meminumnya tak lupa ia mengucapkan terima kasih pada Alex.


Mereka terdiam sejenak menikmati selisir angin yang mengenai tubuhnya. Sejuk, tenang dan sunyi. Namun semua itu kembali sinah setelah Sasya memulai obrolannya lebih dulu.


"Sekarang jelaskan padaku apa maksud tujuanmu jika ini adalah pertemuan terakhir?" Tanya Sasya.


"Aku sudah memikirkan semuanya baik-baik, kalau besok aku akan berangkat ke Indonesia untuk menemui Tuan Toni di desanya sesuai dengan apa yang kamu katakan. Setelah itu aku akan meminta bantuannya agar aku bisa masuk serta belajar di pesantren milik sahabatnya" Jelas Alex sambil menatap lurus dan membungkukkan badannya.


"Kamu tenang saja Honey, aku sudah tidak menjalankan bisnis itu. Tetapi tidak bisa langsung sepenuhnya di tutup, masih ada beberapa pekerjaan yang belum tuntas. Setidaknya Kak Joko akan menuntaskannya lebih dulu, sampai semuanya beres barulah Mafia itu akan tutup buku untuk selamanya"


"Kalau Pinjai dia akan membawa istri dan juga anaknya ke Indonesia, kembali ke rumah yang sudah lama tidak kita tempati. Nanti di sana Pinjai akan kembali membangun sebuah perusahaan yang selama ini tidak terurus. Bahkan dia akan kembali membangunnya mulai dari nol"


"Jadi setelah aku kembali nanti dengan semua identitasku yang baru, maka aku akan langsung terjun turun tangan membantu Kak Pinjai buat memperluas perusahaan itu sehingga kita akan hidup dengan damai tanpa adanya pertumpahan darah"


"Bahkan seiring berjalannya waktu, mereka semua juga akan mengikuti jejakku. Dimana mereka juga akan menjalani kehidupan bersama kita kedepannya, cuman yang menjadi pertanyaanku. Apakah kamu bersedia menungguku sampai aku kembali menjemputmu untuk langsung melamarmu?"


Alex menatap lekat kedua mata Sasya yang membuat Sasya hanya tersenyum meneteskan air mata kebahagiaan, dengan cepat Sasya mengangguk pelan.

__ADS_1


"InsyaAllah aku akan menunggumu, semoga saja kembalinya kamu bersamaan dengan tercapainya impianku menjadi seorang dokter terhebat. Tetapi apakah kamu siap memiliki istri yang tidak bisa 24 jam berada di rumah, bahkan kamu pasti tahu dong bagaimana sibuknya seorang dokter jika ada keadaan darurat?" Jelas Sasya.


"Setiap orang pasti ada keinginan yang akan diraihnya, sama halnya dengan diriku yang memiliki cita-cita menjadi pengusaha sukses seperti Ayahmu. Belum lagi rumah tangga yang harmonis adalah impian terbesarku. Jadi aku tidak akan melarangmu asalkan kamu bisa meluangkan sedikit waktumu kepada aku dan anak-anak" Jawab Alex membuat Sasya tersenyum.


"Terima kasih karena kamu sudah mengerti kondisiku, semoga kedepannya kita bisa jauh lebih baik lagi. Ohya.. kalau kamu membuat perusahaan di Indonesia, lalu bagaimana denganku?" Ujar Sasya.


"Aku akan tetap mengunjungimu kapan pun aku mau, sekalian mengambil hati keluargamu agar bisa mempercayaiku kembali. Lalu setelah kita menikah aku akan membawamu kembali ke Indonesia, pasti kamu kangen dengan suasana di sana kan?" Ucap Alex.


"Ya aku kangen banget, tapi itu bisa kita pikirkan nanti saja. Sekarang kamu fokus dengan dirimu dulu, pokonya aku mau kamu belajar sebanyak-banyaknya. Terapkan ilmu yang kamu dapatkan dan juga kamu harus belajar dengan tekun. Ingat jangan buat aku dan Mbah Kung kecewa saat mendapatkan keluhan tentangmu" Jawab Sasya dengan tatapan sinis.


"Hehe.. baiklah Ibu negara, aku akan melaksanakan semua perintahmu. Tapi tenang saja nanti aku kan sesekali mengabarimu lewat pesan singkat, agar kita tidak akan menahan rindu. Kamu tahu kan rindu itu berat, jadi biarkan Dilan saja yang menanggungnya"


Alex terkekeh bersama dengan Sasya, hingga tak terasa jam istirahat Sasya telah berakhir. Mereka pun berpamitan satu sama lain dimana Sasya akan meneruskan kerjanya sedangkan Alex, dia akan kembali ke Indonesia.


Rasa senang, bahagia dan juga sedih kini telah bercampur menjadi satu di dalam hati mereka. Alex pergi meninggalkan Sasya untuk kembali ke Mansionnya dan mempersiapkan semuanya.


Sasya merasa begitu sedih ketika harus berpisah dengan Alex yang entah di tahun keberapa mereka akan kembali bertemu lagi.


Harapan besar di dalam hati mereka hanya ada 1, yaitu semoga takdir mempersatukan mereka kembali dalam keadaan penuh kebahagiaan. Dimana mereka juga berharap bahwa keluarga besar Sasya bisa memafkan semua kesalahan yang pernah Alex lakukan. Sehingga Alex harus lebih giat lagi untuk membuktikan bahwa dirinya sudah benar-benar berubah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Malam semuanya, apa kabar bestie? Semoga kabar baik ya 🥰❤️ Jangan lupa untuk cek branda author karena pada awal bulan ini author baru rilis karya baru yang lebih greget lagi hihi.. 🤣🤣🙏🏻 ...


...Cuss kepoin yuk jangan sampai kelewat, dan satu lagi jangan lupa tinggalkan jejaknya di sana. Mungkin bunga atau kopi juga boleh, bahkan votenya juga boleh🙈😂 Papay semua.. terima kasih 🙏🏻🙏🏻🤗 salam peluk Kang Salto 🤸...


...

__ADS_1



...


__ADS_2