
Lily, Lukas, Jay dan Key turun dari mobil dengan pintu yang di bukakan oleh bodyguard tersebut.
Lalu, mereka semua berjalan memasuki gerbang sekolah dengan cuek dan dinginnya. Kecuali Lily yang malah menyapa bodyguard tersebut dan tak lupa mengucapkan terima kasih sambil menunjukkan senyum imutnya.
Kemudian, mereka berempat pun berjalan bersama-sama memasuki sekolah mereka dan banyak murid-murid lain yang memperhatikan mereka.
Mau bagaimana pun, ini pertama kalinya mereka berempat datang ke sekolah secara bersama-sama seperti ini.
Apalagi Lukas dan Lily dengan Key dan Jay merupakan saudara yang kurang lebih memiliki sifat yang sama.
Jadi semua murid berpikir jika mereka berempat tidak akan bisa di satukan dengan melihat kepribadian mereka masing-masing.
Mereka berempat pun berpisah di mana Lily dan Jay pergi ke kelas mereka yang ada di lorong kiri, sedangkan Lukas dan Key pergi ke kelas mereka yang ada di lorong kanan.
Lily dan Jay pergi dengan berjalan seiring, namun Lukas dan Key malah jalan berjauhan seperti mereka adalah musuh bebuyutan.
“Kenapa juga dia berjalan berjauhan dariku? Apakah dia menganggap aku ini sebagai musuhnya atau apa? Padahal kemarin dia menginap di rumah kami, tapi sekarang kami terlihat seperti seorang musuh yang tidak bisa bersatu” gumam Lukas di dalam hatinya.
“Bagaimana keadaan Mommy Nisha saat ini ya... aku ingin segera pulang dan bertemu dengan Mommy Nisha, tapi aku takut jika Daddy Ken masih marah. Aku harap saat pulang sekolah nanti aku bisa bertemu dengan Mommy Nisha dan menanyakan tentang semuanya” pikir Key di dalam hatinya dengan wajah datarnya.
Di saat mereka berdua hanya diam dan berjalan berjauhan, beda ceritanya dengan Lily dan Jay. Mereka berjalan beriringan sambil Lily yang terus saja mengoceh tanpa henti.
Sebenarnya Jay merasa senang bisa sedekat ini dengan Lily, namun dia tetap bersikap cuek dan juga dingin lantaran dia tidak mau imagenya di sekolah ini akan hancur.
“Lily senang banget deh waktu Jay dan Kak Key menginap di rumah Lily, apalagi kita juga makan malam dan sarapan bersama. Rasanya rumahku menjadi lebih ramai dari pada sebelumnya dan itu terasa menyenangkan, benar kan Jay?” tanya Lily sambil menatap Jay.
“Iya, kamu benar. Aku juga senang karena bisa makan malam dan sarapan bersamamu dan keluargamu. Tante dan Om juga sangat baik hati padaku dan Kak Key. Aku merasa seperti ada di rumah sendiri dan bukan seperti di rumahmu” ucap Jay dengan wajah datarnya.
__ADS_1
“Bunda dan Ayah memang orang yang baik hati dan mereka sangat penuh kasih sayang. Itu sebabnya Lily, Abang Lukas dan Kak Sasya sangat menyayangi Ayah dan Bunda. Tapi Lily jadi ingin bertemu dengan Bunda sama Ayahnya Jay dan Kak Key deh, mereka pasti juga baik hati bukan?” tanya Lily dengan rasa penasarannya.
Jay yang mendengar perkataannya Lily pun hanya bisa menjawabnya dengan berdehem dan menganggukkan kepalanya.
Jay tidak bisa menjawab apa pun karena memang dia tidak tahu apakah Daddy Ken bisa dikatakan orang baik hati atau tidak, tapi Mommy Nisha memang wanita yang berhati besar.
Tidak lama mereka pun sampai di kelas dan langsung masuk serta duduk di kursi mereka masing-masing.
Lily pun menaruh tasnya di kursinya dan dia pergi menuju mejanya Jay dan duduk di kursi yang ada di depan mejanya Jay. Lily pun tersenyum menatap Jay yang hanya membalasnya dengan wajah datarnya.
“Jay, kita pergi ke kantin yuk... tiba-tiba aku lapar nih. Nanti Lily yang akan traktir Jay deh karena hari ini Bunda memberikan Lili uang jajan yang lebih, jadi Lily bisa traktir Jay hari ini yeeeyy...” ucap Lily dengan wajah gembiranya.
“Kita kan tadi sudah sarapan di rumahmu, tapi kamu masih saja merasa lapar? Sebenarnya perut kamu itu terbuat dari apa sih sampai-sampai kamu tidak bisa merasa kenyang?” tanya Jay dengan wajah bingungnya.
“Memangnya kenapa jika aku masih lapar? Aku juga Cuma sarapan roti isi saja di rumah tadi, padahal aku maunya makan ayam. Bunda bilang kalau perutku tidak kuat jika sarapan dengan lauk yang berat, jadi Bunda selalu menyiapkan sarapan roti atau bubur” jawab Lily sambil memanyunkan bibirnya.
“Ya sudah deh kalau begitu, aku akan mentraktirmu saat makan siang saja. Aku juga tidak bisa mentraktirmu dua kali jadi untuk saat ini aku akan menahan rasa laparku ini dan kita akan makan siang bersama-sama yaaa...” ucap Lily dengan senyum manisnya.
Jay yang tanpa sadar pun ikut tersenyum dan beberapa detik kemudian, Jay kembali dengan wajah datarnya.
Meskipun Jay hanya tersenyum sekilas, namun itu sudah membuat Lily senang. Tidak lama kemudian bel berbunyi dan Lily kembali duduk di kursinya sendiri, bersamaan dengan guru yang sudah masuk ke ruang kelas.
Kini pelajaran di mulai dan semua murid fokus mendengarkan penjelasan yang guru mereka terangkan di depan kelas.
Walaupun ada beberapa murid yang malah asyik bercanda dengan temannya, namun itu tidak menutup kemungkinan jika guru akan langsung menegur murid yang tidak fokus dan sudah mengganggu yang lainnya.
Sementara itu dengan Mommy Nisha di rumahnya, saat ini dia sedang membereskan seluruh rumah agar anak-anak tidak mencurigai sesuatu.
__ADS_1
Mommy Nisha tidak ingin jika Key dan Jay sampai tahu bagaimana Daddy Ken mengamuk semalam dan menghancurkan barang-barang yang ada di dekatnya.
“Sekarang semuanya sudah beres, dengan begini maka anak-anak tidak tahu jika semalam rumah ini sudah seperti kapal pecah. Kalau begitu sekarang adalah saatnya bagiku untuk beristirahat karena badanku terasa sangat lelah dan pegal uughh...” ucap Mommy Nisha sambil merenggangkan tubuhnya yang kaku.
Tiiinnggg...
Ponsel Mommy Nisha berbunyi yang menandakan bahwa adanya notifikasi pesan masuk. Lalu Mommy Nisha mengambil ponselnya dan kembali bersandar di sofa sambil melihat isi pesan yang dia terima di ponselnya, yang mana itu adalah pesan dari Bunda Hana.
📨 “Pagi Nisha... sore ini aku berencana untuk menjemput anak-anak dan mengajak mereka makan malam bersama. Bagaimana jika kamu dan suamimu juga datang ke rumahku dan kita makan malam bersama?”
Mommy Nisha tersenyum saat membaca pesan tersebut karena ini pertama kalinya dia menerima ajakan makan malam dari seorang teman.
Kemudian Mommy Nisha sedikit berpikir dan mengingat kembali perkataan Daddy Ken sebelum dia pergi ke perusahaan hari ini.
📨 “Baiklah, hari ini suamiku tidak pulang karena dia ada meeting di luar kota sore ini jadi aku bisa datang ke rumahmu. Aku juga ingin bertemu langsung dengan orang yang baik hati sepertimu dan suamimu. Kirimkan aku alamat rumah kalian dan aku kan ke sana sore nanti”
Mommy Nisha menjawab pesannya Bunda Hana dengan penuh kebahagiaan karena akhirnya dia bisa bertemu dengan orang yang sudah mau menjadi sahabatnya.
Lalu Bunda Hana pun mengirimkan alamat rumahnya pada Mommy Nisha, dan dia pun segera bersiap untuk pergi berbelanja bersama supir.
Bunda Hana berencana untuk mengadakan makan malam yang mewah untuk Mommy Nisha, Key dan juga Jay.
Mau bagaimana pun ini sebagai bentuk rasa syukur Bunda Hana karena dia bisa mendapatkan seorang sahabat seperti Mommy Nisha setelah dia menetap tinggal di Amerika beberapa tahun belakangan ini.
Sementara Mommy Nisha pun bahagia dan dia juga bersiap untuk berbelanja beberapa buah serta camilan lainnya yang bisa menjadi teman makan malam mereka nanti.
Mommy Nisha tidak mau jika dia harus selalu menerima, karena setidaknya hanya sebatas ini saja dia bisa membalas semua kebaikan dari Bunda Hana dan juga Ayah Brian.
__ADS_1