
Hana mengucapkan salam kepada semua orang di meja makan dan di balas dengan salam mereka semua.
Sedangkan Brian langsung duduk di kursinya tanpa mengucapkan 1 kata sekalipun.
Nyonya Syifa yang melihat Hana merasa sangat terkejut dengan penampilan menantunya hari ini yang begitu cantik.
“Ya ampun sayang, kamu cantik banget hari ini. Apa kalian mau pergi berkencan?” tanya Nyonya Syifa dengan wajah berseri.
“Wah.. Bunda antik anget, Bunda mau pelgi ya cama Ayah? Isa itut dong” tanya Qisya dengan wajah murungnya.
“Ya, Nak. Kamu hari ini terlihat berbeda sekali, bahkan kamu terlihat lebih fress dari sebelumnya” ucap Tuan Ferry dengan penuh senyuman.
Hana yang mendengar pujian untuk dirinya dari semua orang kecuali Brian seketika Hana menunduk malu.
“Sudah jangan banyak berbicara, siapin aku makanan keburu telat” saut Brian dengan sangat acuh.
“Brian, bicara yang baik. Dia istrimu bukan pembantumu, paham” ucap Tuan Ferry dengan wajah seriusnya.
Hana yang tidak mau berdebat langsung menyiapkan makanan untuk Brian, kemudian Hana pun ikut makan dengan semuanya sambil melihat Qisya dan membersihkan makanan Qisya yang sedikit berantakan.
Di saat semuanya sudah selesai makan Brian berpamitan dengan semuanya.
“Ikut aku ke kantor, cepat bersiap-siap aku tidak punya banyak waktu lagi” ucap Brian dengan tegas sambil melirik Hana yang sedang membereskan meja makan.
“Aku, Mas?” tunjuk Hana kepada dirinya sendiri dengan wajah bingungnya.
“Apa aku harus mengulangnya lagi?!” ucap Brian dengan tegas.
“Sudah turuti saja suamimu, dari pada nanti kena marah loh” ucap Nyonya Syifa sedikit berbisik pada Hana.
“Isa uga itut Ayah” rengek Qisya dengan wajah sedihnya.
“Loh, katanya Qisya mau sekolah. Ayo nanti ikut sama Opa dan Oma kita cari sekolah yang bagus untuk Qisya, bagaimana? Kalau Qisya ikut Ayah sama Bunda nanti kita tidak jadi daftar sekolah dong” saut Tuan Ferry.
“Oh iyaya, hehe.. ya udah Isa ndak adi itut deh” ucap Qisya sambil tertawa.
“Kok Brian baru tahu kalau Qisya mau daftar sekolah, Pah?” tanya Brian dengan wajah bingungnya.
“Makannya sibuk saja dengan urusanmu itu sampai lupa jika Qisya sudah mau memasuki sekolah play group” saut Nyonya Syifa dengan nada kesalnya.
“Apa kamu juga tahu kalau Qisya mau sekolah?” tanya Brian kepada Hana.
“Ya Mas, Hana sudah tahu tadinya mau bilang cuman keburu ada masalah kecil jadi Hana lupa. Maaf ya...” ucap Hana sambil menatap Brian.
__ADS_1
“Ck!! Sudahlah.. cepat sana ganti baju, aku tunggu di mobil. Mah, Pah Brian berangkat dulu” ucap Brian sambil bersalaman dengan kedua orang tuanya.
Hana yang mendengar Brian untuk segera menyuruhnya rapi-rapi, membuat ia sedikit kelagepan dan langsung pergi ke atas untuk mempersiapkan diri agar bisa bersanding dengan ketampanan Brian.
“Sayangnya Ayah, jangan nakal ya. Nanti Qisya pilih sekolah yang paling bagus ya... Biar Ayah yang urus semuanya nanti oke” ucap Brian sambil mencium pucuk kepala Qisya.
“Oteh Ayah” saut Qisya sambil menunjukkan deretan giginya.
Brian pun tersenyum kepada Qisya kemudian berjalan keluar rumah, lalu langsung menaiki mobil mewahnya dan menunggu sang istri yang masih bersiap-siap.
Di dalam kamar Hana mengganti semua pakaian agar lebih rapi dan sopan saat mendatangi kantor Brian.
Dan Hana menemukan baju yang begitu cocok bahkan warnanya yang hampir serasi dengan jas yang Brian pakai.
Dengan sangat cepat Hana menyulap dirinya begitu cantik, bahkan terlihat bukan seperti Hana yang berasal dari desa.
Hana dengan anggunnya turun ke bawah untuk berpamitan dengan kedua mertuanya serta anaknya. Mereka semua begitu kagum dengan sulapan tangan Hana yang begitu indah.
Sampai akhirnya Hana berjalan menuju mobil Brian kemudian memasuki mobil Brian dengan penuh senyuman.
Betapa terkejutnya Brian saat mendapati seorang bidadari cantik yang memasuki mobilnya.
“Siapa kamu, kenapa bisa masuk dalam mobilku?” tanya Brian dengan wajah bingungnya serta menatap kagum dengan kecantikan Hana yang begitu sempurna.
“Ini Hana loh, Mas. Masa Mas lupa sama Hana” jawab Hana sambil menatap Brian dengan penuh senyuman.
Hana yang merasa aneh di tatap oleh Brian membuat dirinya sangat malu, namun ia berusaha untuk menggoyangkan tangannya di depan wajah Brian supaya membuat Brian sadar.
Brian yang kaget langsung memalingkan wajahnya yang sudah mulai merona.
“Jangan Brian, jangan. Ingat misimu ingin membuat Hana menderita, tapi kenapa malah hatiku jedag-jedug seperti ini sih. Jangan bilang kalau cinta itu mulai kembali tumbuh, yakk.. tidak bisa! Aku harus membuat perhitungan dulu dengan Hana karena dia sudah berani menyelingkuhiku ” ucap Brian di dalam hatinya sambil menatap ke samping.
Hana yang melihat sikap Brian begitu salah tingkah membuat ia penasaran “ Mas, ada apa toh? Katanya tadi sudah telat, lalu kenapa tidak jalan-jalan mobilnya. Dan kenapa masih di depan rumah, kapan kita sampainya loh” ucap Hana sambil menatap Brian.
Brian yang sontak terkejut dengan sigap langsung menjalankan mobilnya dan meninggalkan rumah.
Selama di perjalanan Hana hanya melihat ke samping sambil melihat pemanjangan kota yang penuh dengan bangunan-bangunan tinggi menjulang.
Sedangkan Brian tak henti-hentinya mencuri pandang agar bisa melirik wajah Hana.
Hana yang merasa di lirik oleh Brian langsung menengok ke arah Brian, dan dengan sikap Brian langsung menatap ke arah depan seolah-oleh sedang fokus melihat jalanan.
“Kenapa melihatku seperti itu? Ya, memang aku tampan sih. Jadi wajar saja jika aku ini membuatmu terpesona” ucap Brian sambil menatap lurus ke depan sambil menyetir mobilnya.
__ADS_1
Hana yang kaget dengan ucapan Brian langsung membuat wajahnya menatap ke samping dengan wajah memerahnya.
Brian yang melihat Hana salah tingkah membuat ia sedikit mengukir senyuman di bibirnya dan kembali datar.
Sampai akhirnya mereka telah sampai di kantor Brian.
Brian dan Hana di bukakan pintu oleh seorang security dengan badan yang begitu besar kekar layaknya seorang body guard.
Hana turun dari mobil sambil mengucapkan terima kasih dan tersenyum membuat Brian yang melihatnya sedikit memanas.
Brian langsung merangkul pinggang Hana sambil berkata “Dilarang tersenyum dengan siapa pun kecuali dengan diriku, mengerti!” ucap Brian dengan sangat tegas dan membuat para security menundukkan kepalanya.
Lalu, Hana hanya bisa menganggukkan kepalanya karena ia tidak berani membantah Brian dan membuat Brian malu di depan semua pegawai karyawannya.
Brian dan Hana memasuki kantor lalu mereka berjalan dengan sangat gagah serta anggun.
Entah Hana dapat ke anggunan dari mana, kini seolah-oleh membuat ia begitu terlihat seperti wanita yang benar-benar sangat mewah.
Semua mata melirik ke arah Hana sambil menatapnya penuh dengan kekaguman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih atas dukungan kalian semua pembaca setiaku 🤗🤗🤗
Teruslah dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺
Dan silahkan jelajahi rekomendasi novel yang Author berikan... 🤭🤭🤭
Jangan lupa tinggalkan kenangan berharga kalian yaaa... 😆😆😆
BLURB :
Salahkah aku apabila jatuh cinta pada gadis yang usianya sebaya dengan anakku ?
Dia bernama Karin Shalina, pesona lugunya membuatku jatuh kedalam pesonanya.
Rumah tanggaku yang sudah berada diujung tanduk membuat ku berani bermain api dibelakang istriku.. Aku tak takut di cap pengkhianat atau pria bajingan, nyatanya Istriku yang telah membuat aku bertindak mengkhianati nya. Dialah yang membuatku dari setia menjadi pria pengkhianat...
* Antoni Conte..
Salahkah aku bila mencintai dia yang ternyata suami orang ?
Cap pelakor melekat padaku, bukankah hati tak bisa dipaksa kepada siapa akan berlabuh. Aku yang tak pernah jatuh cinta, tak ku sangka sekali jatuh cinta langsung pada suami orang..
__ADS_1
* Karin Shalina.