Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Oseng-Oseng Paku Bumi


__ADS_3

Lalu mereka berdua berjalan menyusul Ash yang pergi entah kemana, tapi yang jelas Alex dan Pinjai itu berjalan menuju kantin sesuai dengan kesepakatannya untuk makan siang bersama.


Kemudian Alex duduk di sebelah kanan Ash yang mana Ash hanya melirik Alex sekilas, namun tanpa di sadari Alex pun mengkode Pinjai untuk duduk di sebalah kiri Ash agar Sasya dapat duduk tepat di sebelah Alex dan juga Pinjai lantaran 1 meja bundar tersusun 4 kursi.


Ash langsung menoleh ke arah kiri menatap Pinjai dan dia berkata, "Kenapa duduk di sini, bukannya kau sahabatnya. Jadi duduklah di sampingnya sana, gak usah dekat-dekat denganku. Di sini itu tempatnya Sasya!"


"Maaf aku sudah terlalu nyaman di sini, jadi biarkan dokter Sasya duduk di kursi yang kosong karena sepertinya pantatku sudah menempel di sini..." jawab Pinjai yang membuat Ash semakin kesal.


"Aarrrggghh... Kau!! Awas saja kalian ya, tunggu pembalasan dariku!" geram Ash dengan wajah memerah penuh emosi.


Pinjai dan Alex hanya bisa tersenyum penuh kemenangan saat mereka sudah berhasil mempermainkan emosi anak kemarin sore seperti Ash ini, yang mana Ash bertingkah bagaikan dia itu seorang pelakor di antara hubungannya Alex dan juga Sasya.


Tidak lama Sasya pun datang dari arah toilet dengan wajah yang sudah biasa saja tanpa adanya rasa tegang dan juga malu akibat perlakuan Alex tadi pada Sasya yang membuat Sasya pun sedikit meleleh.


"Maaf ya... karena aku perginya sedikit lama..." ucap Sasya yang mana Alex pun langsung memundurkan kursi tersebut untuk menyambut Sasya untuk duduk.


"Thank you" ucap Sasya kembali sambil dia duduk di antara Alex dan juga Pinjai dengan wajah sedikit tenang, meskipun hatinya meronta-ronta ingin keluar tapi Sasya berusaha untuk membuat itu agar terlihat baik-baik saja di dalam sana.


Pinjai melambaikan tangannya untuk memanggil salah satu pelayan yang ada di kantin untuk segera datang ke meja mereka agar secepatnya mencatat semua pesanan mereka.


"Permisi... Tuan, Nona. Ada yang saya bantu?" ucap pelayan tersebut dengan sagat ramah dan juga menunjukkan senyumnya.


"Kau mau makan apa, dokter Sasya?" tanya Alex lebih dulu yang kini kembali memancing suasana hati Ash.


"Apa saja yang penting halal untukku" jawab Sasya dengan cuek tanpa melihat ke arah Alex.


"and you" tanya Alex sambil melirik Ash.


"Oseng-oseng paku bumi!" celetuk Ash dengan kesal yang langsung membuat Sasya pun menatap ke arahnya dengan tatapan bingung.


"Apa kau sehat, Ash?" tanya Sasya.


"Baiklah jika itu maumu, kamu Pinjai?" ucap Alex yang langsung di tatap tajam oleh Ash bahkan matanya pun hampir keluar saking kesalnya.


"Samakan saja denganmu, Tuan" jawab Pinjai dengan tegasnya yang di angguki oleh Alex.

__ADS_1


Sang pelayan pun lalu membuka buku catatannya, sambil berancang-ancang untuk mencatat semua pesanan yang mereka pesan. Tidak lama selesai Alex membaca buku menu yang ada di atas meja, kini dia langsung menatap sang pelayan dengan wajah datarnya.


"Saya pesan ini, ini, ini, dan oseng-oseng apa tadi? Paku ya? Nah iya itu. Untuk minumnya saya pesan ini 4" ujar Alex dengan nada dinginnya.


"Yaaakkk.. enggak gitu juga konsepnya! Mana ada oseng-oseng paku, kau kira aku ini apaan, hahh!" pekik Ash yang membuat semuanya menoleh ke arahnya dengan tatapan heran.


"Loh... kan tadi kamu yang bilang begitu kan? Aku mah cuma memesannya saja, jadi bukan salahku doong..." sahut Alex dengan wajah cueknya.


"Kau ini benar-benar menguras emosiku ya..." geram Ash yang kini telah menatap Alex dengan tatapan marah, namun Alex hanya tersenyum kecil lantaran dia bisa melihat kalau wajah Ash yang awalnya menantanginya kini benar-benar kesal.


"Stop!! Kalian bisa tidak sih jangan kaya anak kecil seperti ini... pusing tahu aku lihatnya! Sudahlah Mbak, samakan saja pesanan temanku denganku dan tolong di proses dengan cepat ya karena saya sudah lapar. Dari pada nanti saya malah memakan mereka berdua!"


Mata Sasya pun mendelik melirik tajam ke arah Alex dan Ash secara bergantian sehingga membuat keduanya bungkam dan sedikit merasa takut.


Sedangkan Pinjai, dia malah diam-diam asyik membalas pesan sang Istri yang kini sedang merasa kangen padanya dan sesekali Pinjai juga melirik mereka bertiga yang mana masih meributkan soal makanan.


"Ba-baik Nona, tu-tunggu se-sebentar yaaa..." ucap sang pelayan yang sedikit membungkuk, lalu pergi meninggalkan mereka semuanya dengan tergesa-gesa.


Saat ini suasananya menjadi sangatlah sepi akibat Sasya terus menatap Ash dan juga Alex secara bergantian yang membuat mereka terdiam serta sedikit menundukkan wajahnya.


Tanpa sepengetahuan Sasya, ternyata Ash juga membalas lirikan mata Alex lebih tajam darinya sehingga membuat mereka terlihat seperti seorang musuh yang sedang memperebutkan wilayah kekuasaan.


Sampai seketika, sang pelayan datang dengan di bantu oleh temannya untuk membawakan pesanannya mereka dan langsung saja meletakkan makanannya di atas meja sesuai dengan pesanan mereka masing-masing.


Setelah selesai, sang pelayan dan juga temannya pergi meninggalkan mereka sambil tersenyum dan membungkukkan sedikit tubuh mereka sebelum pergi.


"Cepatlah makan, enggak ada lagi aku dengar kalian ribut-ribut, paham!" tegas Sasya yang membuat Alex dan juga Ash mengangguk kecil bagaikan seekor sapi yang sudah di cocok hidungnya oleh majikannya sehingga membuat mereka begitu nurut.


Mereka pun makan dengan suasananya yang sangatlah tenang, hanya terdengar suara lentingan alat makan yang saling bertabrakan.


*


*


15 menit berlalu...

__ADS_1


Mereka sudah selesai makan siang, dan kini waktunya Sasya langsung mengajak Alex untuk segera mengecek luka bekas operasinya dengan di ikuti oleh Pinjai dari arah belakang.


Sedangkan Ash, saat dia baru mau ikut mengawal Sasya tiba-tiba saja suster Anna memanggilnya lantaran si Nenek selalu meraung-raung meminta bertemu dengan Ash karena si Nenek itu merasa begitu kangen terhadap Ash.


Jika tidak segera di turuti, maka kondisi si Nenek itu bisa-bisa malah tidak dapat dikendalikan akibat rasa emosinya yang berubah-ubah. Bahkan itu bisa membuat tensinya selalu aja naik turun yang akan berakibat fatal bagi si Nenek. Apa lagi si Nenek punya penyakit darah tinggi yang mana belum stabil.


Kalau tensinya kembali tinggi serta bisa melewati batas darah normal, itu akan membuat Nenek bisa terkena serangan jantung secara mendadak atau juga bisa terkena penyakit struk ringan.


Alex berbaring di atas bangkar yang kini langsung di periksa oleh dokter Rini dan juga di bantu oleh Sasya ya karena Alex tidak mau memeriksakannya jika tidak ada Sasya di sampingnya.


"Syukurlah ternyata lukanya sudah mulai mengering, saya kira lukanya akan lama sembuhnya lantaran melihat luka Tuan Alex pada waktu itu dan juga di tambah lagi dengan ceritanya dokter Sasya yang menyatakan bahwa beberapa kali luka operasinya kembali basah. Sepertinya sekarang lukanya sudah mulai tertutup sempurna"


Dokter Rini membuka perban serta dia mengecek luka di perutnya Alex dengan perlahan, sekalian dokter Rini juga melakukan cabut benang agar lukanya bisa semakin tertutup.


Setelah sudah selesai mengecek, dokter Rini pun kembali menutup luka dengan perban baru sambil di bantu oleh Sasya yang seharusnya ini bukanlah pekerjaan Sasya. Namun jikalau Sasya tidak turun tangan, sudah pasti Alex akan kabur dan memilih untuk pulang ke rumahnya dari pada memeriksakan lukanya itu.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya Alex pun pulang dengan perasaan senangnya karena dia telah bertemu dengan gadis kecil pujaannya.


Meskipun Alex tahu jika Sasya saat ini sedang berusaha untuk menjauhi Alex, tapi bukan Alex namanya jika dia tidak memiliki seribu akal yang licik agar bisa menarik perhatian Sasya. Dengan begitu Alex bisa menarik ulur Sasya supaya dia bisa membalas cintanya tanpa adanya sebuah paksaan atau pun kekerasan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2