Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Apa Tujuan Kalian Menikah?


__ADS_3

Alex terkekeh didalam hatinya saat melihat goa istrinya memerah dan juga iritasi, dia tidak menyangka jika belutnya itu sangatlah gagah. Ya terlepas dari umur Alex yang terbilang cukup matang, tetapi stamina hasratnya melebihi anak muda pada umumnya.








1 bulan kemudian, Syasa sudah mulai disibukan kembali dengan pekerjaannya di New York, sedangkan Alex harus stay di Indonesia untuk mengurus semua pekerjaannya.


Bahkan kontrak sama perusahaan A saja baru dimulai, jadi mau tidak mau mereka menjalani hubungan jarak jauh. Tetapi sesekali Alex mengunjungi istrinya yang semakin kesini semakin sibuk.


Disinilah cinta mereka kembali diuji, satu sisi Alex ingin sekali bisa tinggal satu atap dengan istrinya. Disis lainnya Syasa tidak bisa meninggalkan pekerjaannya yang saat ini karirnya sedang bagus.


Sampai akhirnya tepat dipernikahan mereka yang sudah memasuki usia 6 bulan, mereka belum juga di berikan kabar baik, mungkin karena kesibukan membuat mereka seperti menunda momongan.


Padahal tidak seperti itu, hanya saja keinginan Alex yang sangat ingin memiliki keturunan membuat ego keduanya mulai terlihat.


Beberapa kali setiap Alex kembali ke New York, mereka sering kali bertengkar. Hanya saja ketika didepan kedua orang tua Syasa mereka hanya seperti melihatkan seakan-akan semuanya baik-baik saja.


Cuman dibalik itu semua, kedua orang tua Syasa sudah mulai menaruh curiga. Akan tetapi mereka terdiam sampai menunggu momen yang pas.

__ADS_1


Sampai akhirnya, Ayah Brian dan juga Bunda Hana yang sudah tidak bisa lagi menahan unek-unek didalam hatinya, kemudian mereka menyuruh Alex sama Syasa untuk keruangan kerja Ayah Brian.








Diruangan Ayah Brian


Alex dan Syasa sudah duduk di depan Bunda Hana sama Ayah Brian. Suasana seketika menjadi tegang, dimana detak jantung mereka seakan-akan berdetak begitu cepat. Mereka tahu jika hari ini mereka akan disidang, cuman mereka tidak mau jika ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi.


"Ekhem ...." dehem Ayah Brian membuat mereka sedikit mengangkat kepalanya.


"A-ada apa, Ayah? Ke-kenapa Ayah me-memanggil kami kesini, a-apa ada yang penting?"


Alex terlihat begitu gugup seperti halnya ini seakan-akan merupakan pertemuan pertama kali Alex dengan Ayah Brian disaat ingin melamar Syasa.


Tubuh Syasa mulai sedikit bergetar, ketika dia sudah melakukan kesalahan yang fatal. Alex melirik kearah Syasa, kemudian tangannya menggenggam tangan istrinya begitu erat.


Syasa menatap manik mata suaminya, sedangkan Alex sedikit tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Disini Alex memberikan pengertian bahwa semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Apa tujuan kalian menikah?"


1 pertanyaan berhasil membuat Alex dan Syasa terkejut, mereka membolakan kedua matanya merasakan detak jantungnya berpacu begitu cepat.


Pertanyaan ini benar-benar mewakilkan hati mereka berdua, awalnya pernikahan berjalan sangat romantis. Akan tetapi pekerjaan membuat egois mereka keluar.


"Ma-maksud, Ayah?" ucap Syasa terbata-bata.


"Apa tujuan kalian menikah!" bentak Ayah Brian dengan pertanyaan yang sama.


"Sabar, Mas. Sabar, jangan seperti ini. Kamu janji loh sama aku, akan membicarakan semua dengan baik-baik. Tapi, sekarang?" ucap Bunda Hana sambil menenangkan suaminya yang saat ini mulai terbawa emosi.


Genggaman tangan Syasa kian mengerat, Alex menoleh kearah Syasa yang sedikit ketakutan. Bagi Syasa ini untuk sekian kalinya Ayah Brian semarah ini dengannya, terlepas Syasa pernah membela Alex.


Alex merangkul istrinya, mencoba menenangkan, dimana isak tangis kecil mulai terdengar dari suara istrinya. Meski mereka selalu ribut akibat rasa egonya, tidak membuat cinta mereka memudar.


"Ma-maaf, Ayah. Apa maksud Ayah menanyakan hal itu?"


"Bukannya Ayah dan Bunda tahu, kami menikah itu lantaran kami saling mencintai. Bahkan aku rela berjuang sejauh ini agar aku dan Syasa bisa terus bersama."


Alex mencoba menjelaskan kepada mertuanya, jika mereka menikah atas dasar cinta. Berkat kesibukan masing-masing rumah tangga mereka sedikit goyang.


"Kalau memang kalian menikah atas dasar cinta, lantas kenapa sampai detik ini juga kalian belum berikanku cucu?"


Pertanyaan Ayah Brian kali ini membuat mereka bungkam. Alex dan Syasa saling menatap satu sama lain, mereka bingung harus menjawab apa. Pekerjaan serta jarak berhasil menjadi penghalang diantara mereka.


Jadi mau tidak mau, mereka seperti mengesampingkan keturunan demi ego satu sam lain. Inilah yang membuat Ayah Brian dan Bunda Hana sedikit geram.

__ADS_1


Selama ini Bunda Hana dan Ayah Brian hanya terdiam melihat rumah tangga anaknya sedikit ada gesekan, awalnya memang terlihat wajar karena mereka baru menyesuaikan.


Namun pada akhirnya semakin kesini kedua orang tua Syasa semakin menaruh curiga, sehingga masalah ini harus segera diselesaikan sebelum hal buruk terjadi menimpa rumah tangga anaknya yang masih seumur jagung.


__ADS_2