Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Dimana Kakak?


__ADS_3

“Baiklah, tapi Om jangan nakal-nakal sama Qisya ya. Nanti Qisya aduin ke Ayah baru tahu rasa” ucap Qisya langsung berjalan lebih dulu.


“Awwrrggghhh.. Dasar gadis menyebalkan !!!” geram Bisma di dalam hatinya seperti seekor singa yang ingin menerkam mangsanya.


Bisma pun langsung mengikuti langkah Qisya di sampingnya sambil menunjukkan jalan.


“Kok jalan keluarnya ini? Kayanya tadi bukan ini deh pintunya, Om?” tanya Qisya saat berada di pintu kecil yang berbuat dari besi.


“Memang ini pintunya, kalau kamu tidak percaya lihat saja nanti pasti ada orang-orang yang akan keluar lewat sini” ucap Bisma sambil memberi kode kepada anak buahnya yang sedang mengumpet untuk berpura-pura jadi pengunjung yang akan keluar dari tempat itu.


Satu persatu mereka keluar lewat pintu kecil itu, yang membuat Qisya tidak lagi merasakan kecurigaan. Qisya pun keluar lebih dulu dan terhenti tepat di samping mobil Bisma.


“Eh, ada Om baik” sapa Qisya sambil tersenyum.


“Loh, Nona kok ada di sini sama Tuan saya? Memangnya Nona sedang apa di sini?” tanya Pinjai dengan pura-pura khawatir.


“Tadi, Qisya ke sini sama keluarga Qisya. Ada ayah, Bunda sama adik kembar Qisya. Tapi pas pulang Qisya terpisah dari mereka Om. Dan ketemu sama Om jangkung ini. Terus dia bilang mau antarkan Qisya pulang ke penginapan tapi besok, karena Om jangkung ada keperluan” jawab Qisya.


“Oh begitu, ya sudah Nona ikut saja. Tuan saya baik kok, jadi jangan khawatir ya. Besok kami antarkan Nona untuk pulang” ucap Pinjai sambil tersenyum.


“Oke deh... Karena ada Om baik, jadi Qisya percaya hehe...” ucap Qisya sambil tertawa.


“Maafkan saya Nona, di usiamu yang sangat kecil ini. Kau harus terseret dengan masalah balas dendam Tuanku pada Ayahmu ” ucap Pinjai di dalam hatinya.


“Ayo masuk... Sudah malam tidak baik anak kecil berlama-lama di luar takut kena angin jahat” ucap Bisma dengan dingin.


“Mana ada angin jahat, Om. Ada juga orang yang jahat, kalau angin jahat bagaimana caranya dia melakukan kejahatan coba?” tanya Qisya dengan polosnya.


“Yayaya... Terserah kamu saja gadis kecil, sudah ayo buruan masuk. Aku masih ada urusan” ucap Bisma yang langsung membuat Qisya menaiki mobilnya.


Dan Pinjai pun ikut memasuki mobil Bisma dengan duduk di samping sopir. Kemudian, mobil pun berjalan menelusuri jalanan Korea yang sepi menuju tempat penginapan Bisma yang baru.

__ADS_1


...*...


...*...


Di suatu tempat Lukas baru menyadari bahwa yang menggenggam tangannya adalah Hana. Ia langsung melepaskannya.


“Ayah, Bunda? Dimana Kakak? Kenapa yang genggam tangan Lukas itu Bunda? Harusnya kan Kakak, terus Kakak dimana hiks...” ucap Lukas dengan meneteskan air matanya.


Terlihat jelas di wajah Lukas bahwa ia sangat kehilangan sosok sang Kakak. Brian dan Hana pun merasa terkejut atas ucapan Lukas.


“Kakak dimana Ayah, perasaan tadi dia sama Bunda. Bahkan Bunda selalu genggam tangan Kakak kok. Sedikit pun enggak Bunda lepasi hiks... Ini semua salah Bunda hiks... Bunda harus cari Kakak di sana, mungkin Kakak sedang nangis nungguin kita di sana” ucap Hana dengan air mata yang terurai deras.


“Ya Allah, cobaan apa lagi ini...” ucap Brian sambil menurunkan Lily dari gendongannya.


“Hiks... Yayah, Kakak mana? Ok ndak ada cama kita hiks... Kakak kok pelgi cendilian cih...” saut Lily yang ikut menangis.


“Ini salah Lukas, Lukas enggak becus jaga Kakak. Pokonya Lukas harus cari Kakak sekarang!” teriak Lukas sambil menghapus air matanya dengan kasar.


Di saat Lukas ingin berlari kembali ke tempat ramai tersebut, Brian langsung menahannya dengan erat.


“Enggak, Ayah!! Lukas enggak mau pulang, Lukas mau cari Kakak. Kasihan di dalam pasti Kakak sedang mencari kita Ayah. Lepaskan Ayah, lepasss...” berontak Lukas dengan nafas yang menggebu-gebu dan wajah memerah karena menahan emosinya.


“Lukas!! Dengarkan Ayah. Kamu harus pulang jaga Bunda sama adikmu, Kakak biar urusan Ayah. Kamu ngerti enggak Ayah bilang!! Stop nambah masalah lagi, biarkan Ayah yang urus semuanya. Karena Ayah tahu orang ini bukanlah orang sembarangan, apa lagi kamu masih kecil. Paham!!” tegas Brian sambil menggendong Lukas dan mencari taksi yang ada di jalan.


“Hiks... Ayah, lepaskan Lukas. Lukas pokonya mau cari Kakak hiks...” Lukas menangis sejadi-jadinya di dalam gendongan Brian sambil memukul-mukul dada Brian.


“Hiks... Bunbun, Kakak hiks... Napa Kakak ndak puyang cama kita hiks... Kakak mana Bunbun?” tanya Lily dengan air matanya yang membuat Hana langsung menggendongnya serta memeluknya dengan erat.


“Hiks... Lily doain Kakak ya, biar cepat ketemu. Bunda enggak tahu Kakak dimana hiks...” ucap Hana dengan menumpahkan tangisnya sambil memeluk Lily.


“Ayah lepasin Lukas, ichhh... Lukas mau cari Kakak, pokonya Kakak harus ketemu. Lukas akan bunuh orang itu kalau sampai terjadi apa-apa sama Kakak hiks...” ucap Lukas yang tak di hiraukan oleh Brian.

__ADS_1


Di saat Brian sudah berhasil memberhentikan taksi, Brian menyuruh Hana dan Lily untuk masuk lebih dulu. Kemudian, Hana mendudukkan Lily di sampingnya. Dan ia pun langsung memangku Lukas yang masih menangis memberontak.


Brian langsung menyuruh sopir taksi tersebut untuk segera mengantarkan mereka ke tempat penginapan mereka. Dan taksi pun langsung pergi meninggalkan Brian.


“Aaarrrgghhhhh.... Ya Allah ini ada apa lagi sih, kenapa kebahagiaan keluargaku kau ganti dengan tangisan hiks...” teriak Brian dengan sangat kencang sambil menjambak rambutnya dan menendang angin dengan sekuat tenaga.


Brian pun langsung berlari sekencang mungkin menuju tempat tadi. Namun, di saat Brian sudah sampai di tempat itu, ia malah di kejutkan dengan keadaan tempatnya yang tidak seramai saat mereka ada di sana.


Brian pun langsung berlari ke sana dan ke sini sambil bertanya kepada setiap orang serta penjual yang ada di tempat tersebut untuk menanyakan apakah mereka melihat Qisya.


Nihil !...


Gatot !...


Tak ada hasil !...


Itulah yang Brian kecewakan, ia merasa tidak berguna dan tidak becus sebagai seorang Ayah yang telah membuat salah satu anaknya menghilang begitu saja di tempat yang ramai yang asing bagi mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hey... Hai... Hello semuanya... 😊🤗🤗


Ketemu lagi dengan Author tergemoy dan terunyu kalian 🤭🤭🤭


Biasa seperti...seperti biasa... Author ingin memberikan rekomendasi Novel hari ini 😁😁😁


Silahkan dijelajahi dan tinggalkan jejaknya ya semuanya... 😆😆😆


Terima kasih semuanya... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Sayang kalian semuanya banyak banyak dehh... ❤️❤️❤️

__ADS_1


...*...



__ADS_2