Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Tidak Memiliki Hati


__ADS_3

Sampai seketika Bubu Cantika, Bubu Naya, Isty dan juga Iky berangkat pergi menggunakan mobil pribadi Bubu Cantika yang terlihat sangat keren. Mereka semua pergi ke supermarket untuk membeli apa pun yang di butuh di acara bakar-bakaran nanti malam.


...*...


...*...


Di Amerika, tepatnya di New York.


Hari ini adalah hari Minggu tepatnya pukul 8 pagi, dimana semua anak sekolah dan juga para pekerja sedang libur.


Di rumah Jay & Key


Daddy Ken dan Mommy Nisha, sedang berada di ruang televisi yang mana saat ini mereka pun sedang bersantai sambil meminum minumannya serta menyemil camilan yang ada di atas meja.


"Kemana Key? Apa dia tidur lagi? Cckk! Dasar anak manja..." celetuk Daddy Ken sambil menatap layar televisi tanpa dia menoleh ke arah Mommy Nisha.


"Mana ada, Key sudah bangun tidur dari tadi memangnya anakmu itu. Bangun tidur lalu sarapan, tapi sekarang malah melanjutkan tidurnya lagi hump..." jawab Mommy Nisha.


Daddy Ken yang mendengar kalau anak kesayangannya itu di jelek-jelekan oleh Mommynya sendiri membuat Daddy Ken langsung menatapnya dengan tatapan aneh.


"Jay itu anak laki-laki jadi biarkan saja dia beristirahat, mungkin saja semalam dia habis begadang main games kan..." celetuk Daddy Ken tanpa di saring.


"Lalu apa bedanya dengan Key? Dia juga sangatlah cape membantu aku untuk membereskan rumah segala macam tanpa dia harus suruh terlebih dulu. Jadi kalau Key mau tidur pun ya biarkan saja, orang hari ini adalah hari libur..." jawab Mommy Nisha yang berusaha membuat nama Key baik di mata Daddynya.


"Cihh... ia hanya mengerjakan pekerjaan rumah aja di bilang cape? Dasar lemah!! Lagian juga itu kan ya memang sudah tugasnya sebagai wanita, jadi ya sudah biarkan saja"

__ADS_1


"Jangan di alem anak kayak gitu, yang ada malah ngelunjak. Mentang-mentang aku kaya raya terus aku di suruh nyewa pembantu gitu? Eleeehh... malas banget, lebih baik aku gunakan uangku itu untuk biayain Jay kuliah nanti"


Daddy Ken benar-benar sudah tidak bisa mengerem ucapannya itu, sehingga Key pun tanpa sengaja dapat mendengar ucapannya dari atas saat Key ingin pergi ke kamar Jay.


"Sebegitu jeleknya aku di matamu, Dad? Padahal aku ini sudah berusaha supaya membuat Daddy percaya kalau aku juga bisa seperti Jay, hanya saja kita cuma berbeda gender doang!"


"Tapi kalau masalah kemampuan dan semuanya, aku bisa buktikan kok kalau aku akan lebih unggul dari Jay. Tetapi kenapa Daddy tidak pernah sekalipun mendukungku? Hanya itu pertanyaanku, Daddy..."


"Aku tahu kok, aku ini bukan terlahir dari rahim wanita baik-baik. Tetapi apa aku tidak berhak merasakan kasih sayang Daddy? Apa aku tidak berhak bahagia? Apakah aku tidak berhak mempunyai keluarga?"


"Kalau memang seperti itu, kenapa aku harus di lahirkan? Kenapa juga Mommy harus mempertahankan aku di dalam kandungannya, jika unjung-unjungnya Mommy meninggalkan aku lalu Daddy yang tidak menginginkanku seperti ini? Kenapaaaaaaaaa!!!!..."


Key berbicara di dalam hatinya sambil berdiri di pembatas tangga dengan keadaan wajahnya sudah sangat merah menahan emosi yang kini membara di dalam hati kecilnya penuh dengan dendam.


Bahkan mata Key sudah meneteskan air mata dengan menyorot tajam ke arah Daddy Ken dari belakang. Belum lagi tangannya Key mulai mencekram kuat pembatas tangga.


Tapi apa boleh buat, setan-setan yang ada di dalam pikiran Key selalu saja mencoba menghasutnya untuk berbuat nekat. Cuma untungnya Key masih bisa sadar dan juga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.


Key yang sudah mulai panas, pun dia langsung kembali ke kamarnya untuk meluapkan semua emosi yang sudah membuat dadanya merasa sangat sesak.


"Kau benar-benar ya Ken! Aku sudah cape lihat tingkahmu yang semakin hari semakin gila seperti ini. Kau tahu tidak, bagaimana perasaan Key setiap saat harus mendengar ucapanmu itu yang begitu menyakiti hatinya"


"Dia sangat hancur Ken, hancur lembur hanya karena selalu merasa jika dirinya tidak pernah di inginkan oleh Daddynya sendiri!! Apa kau pernah sekali berpikir, bagaimana mentalnya Key sekarang?"


"Bahkan dari kecil sampai saat ini aja, ia harus menjalani hidupnya itu dengan semua penderitaan yang mana semua itu di sebabkan oleh kau, Daddynya! Ingat, Ken ingat! Dia adalah darah dagingmu sendiri, dia anakmu anak yang kau inginkan saat aku belum bisa memberikanmu keturunan"

__ADS_1


"Tapi setelah kamu tahu aku hamil anak laki-laki, kamu malah mencampakkan mereka begitu saja. Dimana hatimu Ken, dimana hah!! Apakah kamu terlahir tidak memiliki hati?" Mommy Nisha berbicara dengan nada geramnya penuh emosi, namun ia tidak sampai berteriak keras.


Mommy Nisha tidak mau jikalau sampai anak-anaknya mendengarkan keributan orang tuanya yang hampir setiap hari, karena pasti itu semua akan membuat anak-anak secara tidak sengaja akan mempengaruhi mental Key dan Jay.


Namun di sini yang lebih menguras mental yaitu Key, sedangkan Jay hanya merasa sedih jika sang Kakak selalu menjadi pelampiasan Daddy Ken yang mana Daddy Ken memanglah terlihat sangat membenci Key sebagai anaknya.


"Ya ya ya... terserah kau saja toh sudah aku bilang kan dari dulu, bawa aja dia ke panti asuhan dan urusan pun selesai! Tapi apa jawabanmu? Kamu tetap kekeh mau merawat anak itu, lalu sekarang? Lihatlah... karena anak pembawa si*al itu, rumah tangga kita selalu saja penuh pertengkaran!"


"Masih untung aku tidak menyuruhmu untuk membuangnya, bahkan aku terlalu baik jadi aku menyuruh kamu untuk memberikannya pada panti asuhan biar mereka saja yang merawatnya. Syukur-syukur akan ada orang yang mengadopsinya, jadi kita tidak usah repot-repot membesarkannya seperti ini"


"Anak perempan itu bisa apa sih, hahh! Tugas dia itu hanya menjadi pembantu di rumah serta harga dirinya selalu aja di injek-injek oleh suami dan mertuanya. Coba kalau dia seorang laki-laki seperti Jay, mungkin aku tidak akan seperti ini"


"Aku akan menyekolahkannya setinggi mungkin sama seperti Jay supaya bisa menjadi pemimpin yang tegas, berwibawa dan juga sangat menjunjung tinggi harga diri"


"Tapi pada kenyataannya dia itu seorang perempuan, jadi buat apa di sekolahkan tinggi-tinggi? Enggak ada gunanya jika ujung-ujungnya sebagai pembantu, lebih baik beberes aja di rumah karena itu kan jauh lebih baik!"


Daddy Ken berbicara dengan sangatlah pedas lantaran ia memang sangat tidak menyukai anak perempuan, karena bagi Daddy Ken anak perempuan hanyalah sesosok makhluk yang lemah dan tidak memiliki kekuasan.


Sedangkan sosok laki-laki bagi Daddy Ken itu adalah orang yang sangat kuat penuh dengan ketegasannya serta akan memiliki harga diri yang begitu tinggi.


Setelah berbicara seperti itu, Daddy Ken langsung pergi meninggalkan Mommy Nisha dengan segala air matanya yang kini sudah mengalir sangat deras saat melihat suaminya tidak memiliki belas kasihan terhadap anak kandungnya sendiri.


"Kau lihat saja nanti, Ken!! Aku pastikan Key akan menjadi wanita yang kuat dan dia benar-benar kuat sehingga kau akan terkejut jika nanti dia bisa berdiri sendiri dengan kedua kakinya tanpa mendapat bantuanmu. Aku yakin jikalau Key suatu saat nanti bisa lebih sukses dari dirimu sendiri!" pekik Mommy Nisha.


"Ya ya ya... terserah kamu saja, sampai kapan pun aku yakin Jay lah yang akan jauh lebih berjaya. Palingan juga Key itu akan menjadi budak suaminya, paham kau!" tegas Daddy Ken dari jauh dengan sedikit meninggikan suaranya.

__ADS_1


Key yang mendengar suara mereka yang terakhir itu, membuat Key pun semakin merasakan sakit. Key selalu aja berpikir bahwa Mommy Nisha yang bukan orang kandungnya selalu bisa membelanya ya meskipun harus sering berdebat dengan suaminya sendiri. Namun Daddy Ken yang memang Ayah kandung Key, malah bersikap seperti orang asing yang tidak pernah mengenal Key.


Sedangkan Jay dia masih tertidur pulas di atas kasur di kamarnya, jadi dia tidak bisa mendengarkan kegaduhan orang tuanya yang ada di bawah.


__ADS_2