
Sementara itu Jay hanya pergi membeli susu kotak untuk menetralkan semua makanan berat yang baru saja dia makan.
Sesampainya di kelas, Lily duduk di kursinya dan Jay duduk di kursi di depan mejanya Lily karena saat ini murid yang duduk di sana masih berada di kantin sekolah.
Jay dan Lily kembali membicarakan tentang bagaimana enaknya makan siang yang mereka pesan tadi, hingga akhirnya guru masuk dan pelajaran pun di mulai. Semua murid kembali fokus, serta duduk di kursinya masing-masing.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, lalu saat ini sudah waktunya bagi murid-murid pulang sekolah.
Lukas dan Key berjalan menuju ruang kelas Lily serta Jay dengan berjalan berjauhan seperti layaknya seorang musuh.
Saat tiba di depan pintu kelas, Lily dan juga Jay tiba-tiba Jay serta Lily keluar dengan Lily yang berjingkrang-jingkrakan penuh kebahagiaan lantaran dia bisa menjawab pertanyaan yang di berikan oleh guru di pelajaran terakhirnya.
"Ada apa dengan sikapmu yang aneh itu?" tanya Lukas dengan datar.
"Hehe.. aku sangat senang, karena aku bisa menjawab pertanyaan dari guru Killer itu dengan benar. Yang artinya aku murid yang sangat pintar hihi.." jawab Lily dengan cengengesan penuh bahagia.
"Alhamdulillah jika seperti itu, ternyata adikku yang imut ini ada kemajuan di dalam otaknya. Ya, walaupun ini hanyalah sebuah kebetulan saja" sahut Lulas penuh kecuekan.
"Yaaaaa.. Abang kira aku ini apa? Gini-gini juga otakku sangatlah encer. Ya, meskipun tidak selalu haha.." Lily tertawa gemas membuat Jay rasanya ingin sekali mencubit pipinya yang begitu cubby.
Kemudian, mereka semua langsung bergegas berjalan keluar dari sekolah, namun mereka malah di kejutkan dengan Bunda Hana yang berdiri di depan mobilnya tepat di depan gerbang sekolah dalam keadaan tersenyum.
Lily yang melihat itu segera berlari mendekati Bunda Hana serta langsung memeluk pinggul Bunda Hana dengan sagat erat.
Sedangkan Lukas, Key dan Jay hanya berjalan perlahan mendekati Bunda Hana serta mereka pun menyapa Bunda Hana dengan panggilan mereka masing-masing.
"Apa yang sedang Bunda lakukan di sini? Apakah Bunda datang ingin menjemput putri kesayanganmu ini, hem..?" tanya Lily dengan kedua alis yang naik turun mencoba menggoda Bunda Hana.
__ADS_1
"Tidak kok, Bunda ke sini hanya untuk menjemput Key dan juga Jay bukan Lily.." canda Bunda Hana yang terlihat sedikit serius hingga berhasil membuat wajah Lily yang tadinya penuh godaan kini menjadi terdiam dengan keadaan cemberut.
"Huaaa.. Bunda jahat, sekarang anak Bunda bukan Lily lagi. Semenjak Kak Key dan juga Jay datang ke rumah kita Bunda jadi berubah. Lily tidak suka Bunda yang sekarang karena Bunda membagi kasih sayang kepada mereka humpt.."
Lily berbicara dengan nada ketus sambil membulatkan wajah imutnya, yang kini terlihat seperti ikan buntel.
Jay menahan tawanya saat ia melihat tingkah konyol Lily yang jauh lebih parah dari pada saat Lily ada di sekolah.
"Ma-maaf Tuan putriku yang tersayang, Bunda ke sini untuk menjemput kalian berempat lantaran hari ini kita akan kembali makan malam bersama"
"Namun, kali ini makan malam kita akan menjadi spesial karena kita kedatangan tamu yang luar biasa. Kalian akan tahu jawabannya saat jam makan malam tiba"
Hana menjawab sambil menunjukkan senyuman penuh arti yang membuat mereka berempat menatapnya demgan wajah heran, lantaran ini pertama kalinya Bunda Hana tersenyum seperti itu di depan mereka.
"Sudahlah jangan di pikirkan, lebih baik kita segera pulang ke rumah sambil menunggu waktu makan malam tiba. Jay dan Key, kalian ikut juga dengan Bunda ya ke rumah kami untuk makan malam kedua kalinya"
Sedangkan Jay dan Key hanya menganggukan kecil kepalan mereka, namun wajah mereka tetap dalam keadaan bingung dan tidak tahu bagaimana caranya menolak tawaran Bunda Hana.
Lalu mereka berempat masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, sementara itu Bunda Hana duduk di kursi depan serta Pak sopir yang langsung mengemudikan mobil menuju rumah kediaman Ayah Brian.
Hanya membutuhkan waktu selama 1 jam, akhirnya mereka sampai di gerbang rumah keluarga Ayah Brian. Lalu, datanglah 2 bodyguard yang langsung membukakan pintu gerbang lantaran mereka tahu jika itu adalah mobil keluarga Ayah Brian.
Beberapa detik kemudian, mereka sampai di depan pintu utama rumah kediaman Ayah Brian. Lalu, mereka pun segera turun dan langsung masuk ke dalam rumah untuk berkumpul di ruang keluarga.
Mereka menghabiskan waktu dengan mengerjakan tugas sekoah mereka bersama-sama sambil Bunda Hana yang menyiapkan cemilan serta minuman untuk teman belajar keempat kurcaci tersebut.
Selang beberapa jam kemudian, Ayah Brian pulang dari kantornya dengan membawakan sekotak cheese cake untuk mereka berempat.
__ADS_1
Lily yang melihat cheese cake tersebut langsung bergembira serta bersorak-sorak kegirangan, yang mana membuat Ayah Brian dan juga Bunda Hana hanya menggelengkan kepalanya mereka sambil tersenyum.
"Waahhhh.. ada cheese cake, aku sudah lama tidak memakan cheese cake dari toko kue ini. Terima kasih Ayahku tersayang yang sanggaaaaaattttt tampan", ucap Lily yang langsung merebut kotak cake tersebut dan menaruhnya di meja serta membukanya dengan wajah bahagia.
"Itu cheese cake untuk Key dan juga Jay sebagai tanda penyambutan mereka di rumah ini. Karena Lily sudah pernah memakannya bahkan sering, jadi saat ini berilah kue tersebut kepada Key Jay dan Abang Lukas" goda Ayah Brian sambil duduk di samping Bunda Hana.
"Ayah dan Bunda sama saja, sama-sama ngeselin! Mentang-mentang Kak Key dan juga Jay ada di sini, lalu mereka merebut posisiku sebagai anak kesayangan" ucap Lily dengan wajah kesalnya sambil mendorong cake tersebut agar menjauhinya.
"Sudah-sudah.. jangan selalu mengganggu putri kecilku, lebih baik aku memotong cheese cake ini dengan adil agar kalian semua tidak merasa dibanding-bandingkan" sahut Bunda Hana sambil mengambil alih kue tersebut serta membawanya ke arah dapur.
Lily yang masih sangat kesal serta wajahnya tetap cemburut langsung memalingkan pandangannya menjauhi semuanya. Namun tingkah Lily tersebut malah di tanggapi senyuman oleh Ayah Brian.
Tidak lama kemudian, Bunda Hana kembali dengan nampan yang sudah berisikan cheese cake yang sudah terpotong menjadi 6 bagian.
Lalu, Bunda Hana segera membagika satu persatu cake tersebut kepada semuanya dengan wajah tersenyum.
Tak lupa mereka semua mengucapkan terima kasih, lantaran Bunda Hana selalu bisa memperlakukan mereka dengan adil tanpa membeda-bedakan.
Mereka pun menikmati cheese cake tersebut dengan perasaan bahagia. Namun, cheese cake milik Lily sudah habis lebih dulu di bandingkan yang lainnya. Sehingga Lily hanya bisa menatap mereka semua dengan tatapan pengen.
Lukas yang melihat tingkah laku adiknya itu langsung mencoba untuk mengerjainya. Lukas memakan sesuap cheese cake sambil menunjukkan wajah yang sangatlah bahagia seperti cheese cake itu merupakan kue terenak di dunia.
Lily yang melihat itu langsung saja menunjukkan wajah geramnya dan kembali membulatkan wajahnya yang di balas senyuman licik oleh Lukas.
Kemudian mereka semua kecuali Lily hanya bisa menahan tawa mereka saat melihat wajah gemasnya Lily yang penuh dengan kekonyolan.
Lily yang mendapatkan tawa dari mereka semua langsung menghela nafasnya dengan kasar sambil meliat kedua tangannya di dadanya. Tidak lupa juga Lily memalingkan wajahnya yang membuatnya terlihat lebih menggemaskan dari pada sebelumnya.
__ADS_1