
Ucapan Lukas mampu membangunkan singa tertidur yang ada di dalam diri Key, sehingga dia berdiri dengan tegak dan wajahnya terlihat sangat datar dan juga penuh amarah.
“Jangan mentang-mentang kau memiliki keluarga yang sempurna, kau seenaknya berbicara seperti itu hahh! Apa kau tidak mempunyai hati? Jika tidak, pantas saja mulutmu tajam mengalahkan tajamnya pedang dan lancipnya mengalahkan tombak di medan perang!!”
“Tenang saja... aku akan laundry kain jelek ini 7 hari 7 malam agar bersih dari kuman yang ada di tubuhku!! Terima kasih!!!” Key berbicara dengan nada yang sangat tinggi, datar dan juga penuh emosi.
Mungkin jika Key bisa berubah menjadi seekor singa betina yang sesungguhnya, pastinya saat ini tubuhnya Lukas sudah tercabik-cabik sampai tak tersisa satu pun. Setelah puas mengatakan apa yang ada di dalam benaknya, Key pergi begitu saja sambil dia membawa sapu tangan kesayangan Lukas untuk di bersihkan terlebih dahulu baru akan dikembalikan.
Sedangkan Lukas? Dia hanya terdiam mematung, baru kali ini ada seseorang yang berhasil membuatnya sampai tidak berkutik sama sekali. Lukas hanya bisa menatap kepergiannya Key yang saat ini benar-benar sudah menghilang entah kemana.
“Baru kali ini aku kalah dengan wanita seperti itu, ibarat kata dia itu bagaikan pawang dan aku adalah hewannya. Jika sudah bertemu dengannya, pasti aku ini akan jadi jinak tak berkutik sama sekali. Namun jika tidak bertemu dengannya, aku akan jadi sangat liar seliar binatang buas”
Lukas bergumam sangat kecil, menatap ke arah yang mana sudah tidak ada lagi siapa-siapa. Kini hanya selang 1 menit, Lukas lalu mendengar suara bel masuk sekolah yang mengharuskannya untuk segera kembali ke kelas dengan tampang datarnya.
...*...
...*...
Di kelas Lily dan Jay
Lily terlihat sangat bosan karena hari ini pelajaran kosong sehingga membuat ia sedikit merebahkan kepalanya di atas meja dengan tumpuan satu tangannya.
“Huuhh... bete banget sih... pengen pergi ke Bang Lukas, tetapi pasti kelasnya lagi belajar. Terus Lily harus ngapain dong... jenuh tahu...” gumam Lily sambil tangan satunya membuat gambaran abstrak di atas meja yang menggambarkan betapa jenuhnya Lily.
Di saat semua teman-teman yang lain asyik bercanda dan bahkan ada juga yang pergi ke kantin membuat seorang pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jay menatap aneh ke arah Lily.
“Kenapa dengannya? Biasanya juga dia paling semangat jika ada jam kosong, tetapi kenapa sekarang malah terlihat murung seperti itu?” ucap Jay di dalam hatinya.
Jay yang semakin penasaran langsung mencoba bangkit dari kursinya dan dia pun berjalan mendekati kursi Lily serta melewati beberapa murid lainnya yang sedang asyik bermain. Lalu Jay duduk di kursi depan Lily yang kosong, karena penghuninya sedang asyik bermain.
“What's wrong, Lily?” tanya Jay dengan wajah datarnya yang membuat Lily pun mendongakkan kepalanya ke arah Jay dengan perasaan yang begitu malas.
__ADS_1
“I'm bored Jay...” ucap lirih Lily sambil menunjukkan wajah cemberutnya, tapi terlihat sangat manis di depan Jay.
“Ya sudah jika kamu bete, kita main ke taman saja sekalian kita beli makanan ringan di kantin, mau...” tawar Jay yang membuat Lily tersenyum sangat lebar.
“Yeeeyy... mau, mau, maauuu... aku mau Jay hihi...” jawab Lily dengan semangat 45 yang berhasil membuat Jay pun ikut tersenyum.
Tak tahu kenapa tapi Jay merasa sangat senang saat dia melihat jika Lily kembali tersenyum tidak seperti tadi yang hanya diam cemberut bagaikan cucian lecek.
“Tapi nanti di kantin kau yang traktir aku ya, bagaimana?” titah Jay yang kembali membuat Lily memajukan bibirnya.
“Isshh... masa Lily yang teraktir Jay, kan Jay yang cowok jadi harusnya Jay dong yang mentraktir Lily kan?” seru Lily yang hampir membuat Jay ingin tertawa, tapi ia urungkan niatnya agar imagenya yang sebagai pria cuek tidak runtuh di depan Lily.
“Apa bedanya jika aku cowok dan kamu cewek? Memangnya kata mentraktir itu hanya di khususkan oleh cowok? Terus cewek enggak bisa meneraktir cowok gitu?” tegas Jay yang membuat Lily pun langsung berdiri dengan tatapan yang menyeramkan tapi terlihat begitu lucu.
“Tidak... pokoknya Jay yang mentraktir Lily, titik!!! Sudah ayo ke kantin terus kita ke taman, let’s gooo...” Lily berjalan lebih dahulu meninggalkan Jay yang masih terduduk dengan terkekeh kecil.
Sampai membuat semua teman mereka di kelas itu menatap Jay dengan tatapan aneh. Jay yang paham dengan tatapan itu langsung berdiri degan sangat datar. Lalu Jay pun berkata dengan lantangnya hingga membuat semua murid di kelas pun mengalihkan matanya.
Semua temannya merasa sangat takut jika Jay mengeluarkan jurus andalannya sehingga mereka tidak berani menatap Jay, yang membuat Jay langsung berlari mengejar Lily yang entah sudah sampai di mana.
Setelah berhasil menemukan Lily, Jay pun berjalan bersebelahan dengan Lily menuju kantin. Di sana Lily mengambil beberapa camilan yang akan di bawanya untuk bermain di taman sekolah.
“Kamu mengambil makanan sebanyak itu, apa kamu bisa menghabiskannya?” tanya Jay dengan mengerutkan dahinya menatap penuh kebingungan.
“Kan ada kamu, Jay... jadi kau kan bisa membantuku menghabiskannya hehe... Sudahlah kau bayar terus kita ke taman, anggap saja kita sedang piknik jadi seru kaan...” celoteh Lily membuat pedagang tertawa kecil melihat wajahnya Lily yang begitu polos, sedangkan wajahnya Jay terlihat frustrasi menghadapi Lily.
Tapi tidak apa-apa meskipun Lily seperti itu, namun Jay tetaplah merasa nyaman ada di dekatnya. Ya walaupun dia sedikit ngeselin, nyebelin dan rese, namun bagi Jay Lily itu adalah wanita pertama yang berhasil mengambil perhatiannya.
“Kau hanya ingin membeli makanan aja? Lalu bagaimana jika nanti kau tersendat, batuk, dan haus? Apakah kau akan terus memakan semua makanan itu tanpa meminum air sedikit pun?” ucapan Jay mampu membuat para pedagang dan juga Lily tertawa bersama-sama melihat kecerobohannya Lily yang hanya fokus memilih makanan sampai lupa jika dia juga butuh minuman.
“Hehe... ya maaf, aku lupa Jay. Ya sudah aku pilih sekarang ya...” jawab Lily yang langsung memilih beberapa minuman.
__ADS_1
“Huuhh... untung saja hari ini aku dapat uang jajan lebih dari Daddy. Coba kalau tidak, pasti imageku di depan Lily sudah jatuh kalau aku tak bisa meneraktirnya. Nasib, nasib... semoga aja besok Daddy akan memberikan uang jajan yang lebih banyak lagi, karena wanita yang sedang dekat denganku ini cuma butuh dijajanin agar moodnya bisa kembali membaik...” gumam Jay di dalam hatinya.
Setelah semua makanan dan minuman sudah terbungkus rapih, Jay langsung membayarnya yang mana kini uangnya hanya tersisa 30% saja. Tetapi itu tidak masalah, selagi Jay bisa melihat Lily tersenyum begitu bahagia. Lalu Jay dan Lily berjalan ke arah taman sekolah.
Mereka duduk tepat di kursi yang mana tadi sempat Lukas dan juga Key duduki.
Lily lalu membuka camilan yang tadi dia beli dan memakannya dengan sangat lahap. Sedangkan Jay, dia hanya diam memandangi Lily. Entah mengapa Jay begitu senang saat melihat Lily kembali bahagia.
“Jay mau? Sini Lily suapin... aaah...” Lily mengarahkan makanannya itu ke arah depan mulut Jay.
“Ckk... aku ini bukan anak kecil dan aku juga bisa makan sendiri tanpa harus di suapin olehmu oke...” Jay pun langsung merebut camilan itu dari tangannya Lily serta langsung memakannya dengan rasa cuek.
Seketika wajah Lily kembali cemberut lantara Lily sangat kesal dan juga sedih saat Jay menolak untuk di suapin oleh Lily. Lalu Lily pun kembali memakannya dengan sangat kasar. Jay yang melihat cara makan Lily itu membuatnya sedikit takut, dan juga bergidik merinding.
“Ka-kamu kenapa makannya kaya gitu? Kamu sehat kan, Lily?” celetuk Jay yang membuat Lily pun melirik Jay dengan tatapan tajam hingga membuat Jay pun sontak terkejut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻