Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Ksatria Legendaris penguasa angin


__ADS_3

Saat ini, di sebuah hutan yang di sebut-sebut sebagai 'hutan kematian' tampak seorang pria yang berusia 21 tahun yang berparas tampan tengah berusaha kabur dari kejaran sekelompok orang.


pria itu bernama Madika Rosompodapala.


Madika saat ini tampak sedang melompat dari satu pohon ke pohon lain-nya dengan sangat cepat. sementara itu beberapa orang yang mengejar-nya juga tampak tidak kalah cepat dari Madika.


"tchi!.... mereka keras kepala sekali!" batin Madika sambil menggertak-kan gigi-nya.


Sementara itu, orang yang mengejar Madika berjumlah 8 orang, dan yang memimpin pengejaran itu adalah paman dari Madika itu sendiri yakni Kiono Rosompodapala.


"jangan biarkan dia lolos!... dia sudah mengetahui semua rahasia kita dan berani menunjuk-kan diri-nya di hadapan kita setelah sebelas tahun bersembunyi!" ucap Kiono dengan nada tegas.


"siap tuan!" balas tujuh orang lain-nya yang mengikuti Kiono dengan serentak.


Lalu Kiono dan rombongan-nya langsung menambah kecepatan mereka untuk mengejar Madika.


"sial!... seperti-nya aku memang tak bisa lari dari mereka!" batin Madika sambil pasang ekspresi kesal. "bersembunyi-pun seperti-nya tidak akan berguna! apa lagi di antara mereka ada seorang yang membawa 'njawaropa' yang terkenal dengan penciuman yang sangat tajam terutama terhadap aroma darah!" ucap-nya dalam hati sambil mengingat tangan dan bahu-nya yang saat ini tampak terkena goresan yang cukup dalam sehingga banyak mengeluarkan darah.


'njawaropa' adalah hewan terbang yang bentuk tubuh-nya mirip kadal dengan kepala yang mirip seperti tikus namun memiliki jengger yang tajam serta di antara kaki dan tangan-nya di tumbuhi sayap layak-nya sayap kelelawar.


njawaropa memang di kenal sebagai hewan yang memiliki penciuman yang sangat tajam.


"apa aku benar-benar harus melawan mereka? atau harus terus kabur hingga kehabisan energi Saga dan ujung-ujungnya akan terbunuh juga oleh mereka?" batin Madika yang saat ini makin bimbang untuk memilih.


Energi Saga adalah energi yang di miliki oleh beberapa manusia tertentu yang ada di planet yang bernama Agrilis ini, yakni planet yang menjadi latar tempat cerita ini.


energi Saga adalah energi yang di gunakan oleh beberapa manusia untuk mewujudkan empat elemen alam dalam kekosongan.


empat elemen alam itu yakni petir, angin, api, dan es.

__ADS_1


namun setiap manusia hanya bisa menggunakan satu elemen yang sesuai dengan tipe Saga milik-nya.


Di sisi lain, Madika yang saat ini terus berusaha kabur kini harus terhenti karena tiba-tiba sebuah petir menyambar ranting pohon yang ia pijaki sehingga ia langsung terjatuh ke tanah.


"sial!" batin Madika yang kemudian hendak melompat.


"tidak secepat itu!" teriak Kiono terdengar dari belakang Madika dan di sertai dengan Sambaran petir yang sangat kuat yang menyambar tanah tepat di hadapan Madika.


tanah yang tersambar itu kini terbakar, api dari efek Sambaran itu berkobar-kobar seolah hendak melahap Madika.


"tchi!.... inikah kemampuan dari ksatria master?!" ucap Madika dengan ekspresi kesal. "kekuatan-nya benar-benar jauh lebih besar di bandingkan dengan tingkat ksatria profesional seperti-ku!"


Tak lama setelah itu, kini Madika sudah di kepung oleh delapan orang yang mengejar-nya itu.


"seperti-nya kau benar-benar sudah putus asa sampai-sampai berani menunjuk-kan diri-mu di hadapan kami!" ucap Kiono dengan angkuh.


"hah.... sudah ku duga, seperti-nya sekarang tak ada alasan lagi bagi-ku untuk membiarkan-mu lolos ataupun membuatmu hilang ingatan seperti sepuluh tahun lalu." ucap Kiono sambil menghela nafas dengan ekspresi bosan.


"menghilangkan ingatan-ku saja sudah membuat-ku kesal! di tambah lagi kenyataan bahwa kau yang telah membunuh orang tua-ku tentu-nya sangat membuat-ku benci pada-mu!" bentak Madika dengan emosi yang makin meninggi.


Kiono yang melihat reaksi Madika itu hanya diam membatu. ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang di ucapkan oleh ponakan-nya itu.


"yah.... selama aku bisa mendapatkan tahta sebagai raja, tentu saja segala hal akan ku halalkan." batin Kiono dengan santai-nya.


Setelah itu Kiono pun mengangkat tangan kanan-nya lalu melambaikan-nya ke bawah sebagai pertanda pada ketujuh pengawal-nya itu untuk mulai menyerang.


Melihat tanda itu, ketujuh pengawal pun mulai melakukan serangan pada Madika.


si pengawal satu yang bernama Mogi langsung menyerang Madika menggunakan pedang es yang melayang di udara. pedang es yang melayang itu kini melesat dengan sangat cepat ke arah Madika.

__ADS_1


Madika yang melihat serangan itu langsung menangkis serangan es itu menggunakan elemen angin yang ia miliki.


tidak cukup sampai di situ, kini sebuah lahar tampak menjalar di bawah tanah yang ada di sekitar Madika. lahar itu kemudian membentuk tiga tentakel tajam dan ketiga lahar berbentuk tentakel itu kini langsung bergerak menyerang Madika.


Madika berusaha menghindari semua serangan itu dengan cara melompat ke udara. namun tentakel lahar itu terus mengejar-nya bahkan di udara sekali-pun.


Karena saat ini Madika sudah terlalu kelelahan serta terus di serang secara bertubi-tubi oleh tujuh pengguna Saga, akhir-nya Madika pun lengah dan perut-nya kini di tembus oleh sebuah pedang halilintar yang terus menyetrum diri-nya.


bukan hanya itu saja, saat ini tangan kanan-nya tampak terpotong, sementara beberapa jari tangan kiri-nya banyak yang putus. sekujur tubuh-nya di penuhi oleh pedang es serta anak panah yang terwujud dari lahar. darah Madika mengalir sangat banyak hingga membasahi tanah tempat ia berdiri. ia saat ini merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, ia tak sanggup lagi menggerak-kan tubuh-nya karena rasa sakit yang ia derita.


"sial!.... bahkan sampai mati pun aku tak bisa membalas dendam orang tua-ku." ucap Madika dalam hati.


tak lama setelah itu pandangan Madika perlahan memudar hingga akhir-nya ia menghembuskan nafas terakhir-nya.


"dimana aku?" ucap Madika saat mendapati diri-nya sedang berada di sebuah ruang hampa yang sangat gelap.


Tak lama setelah itu tiba-tiba di tengah kegelapan itu terdengar suara.


"apa kau yakin ingin mati begitu saja tanpa berusaha untuk membalas?.... jika kau ingin membalas, maka akan ku beri kesempatan kedua bagimu untuk mengubah takdir."


"siapa di sana?! tunjuk-kan diri-mu!" ucap Madika dengan ekspresi waspada sambil menoleh ke segala arah karena tidak tahu dari mana sumber suara itu.


Baru saja berkata seperti itu, tiba-tiba muncul sosok pria tua di hadapan Madika. pria itu tampak berkarisma serta penuh wibawa.


"aku adalah Risiwuku Pusiroe atau biasa kalian kenal sebagai salah satu kesatria legendaris penguasa angin yang menjadi pengawal raja Arga yang merupakan raja terkuat di masa lalu." ucap pria tua itu memperkenalkan diri dengan jujur.


Barangkali ada yang minat baca karya lainnya bisa cek di profil author ya...


__ADS_1


__ADS_2