Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Memulih-kan Jantung


__ADS_3

Saat ini Madika hanya tertinggal seorang diri di ruangan itu, dan tampak Madika masih berusaha untuk menarik nafas panjang meski-pun sebenar-nya sudah terasa sangat berat dan sesak saat menarik nafas.


ia merasa sangat sakit di bagian dada-nya saat menarik nafas dan hal itu pula yang telah membuat diri-nya kesulitan untuk bernafas.


Kini Madika yang sudah merasa bahwa kemungkinan Kindo dan para rekan-nya sudah berada jauh dari tempat ini kini langsung melepas-kan segel tingkat legendaris milik-nya untuk memulih-kan semua luka yang ada di dalam tubuh-nya itu.


"seperti-nya mereka sudah pergi jauh." ucap Madika yang saat ini sedang menahan rasa sakit.


Lalu Madika pun langsung membuka segel milik-nya, dan seketika itu pula energi tingkat legendaris pun langsung meluap dari tubuh Madika.


luapan energi tingkat legendaris itu pun kini memenuhi ruangan itu.


energi yang sangat besar dan sangat kuat, wadah-nya, yakni Madika tidak bisa menampung semua-nya itu untuk di gunakan pada tubuh-nya namun untuk melaku-kan pengobatan tingkat tinggi energi itu masih bisa di gunakan.


"saat ini aku memang masih belum bisa mengendali-kan energi ini di dalam tubuh-ku.... tapi jika untuk meregenerasi luka fatal seperti ini.... maka energi ini sudah lebih dari cukup untuk ku gunakan!" bati Madika.


Lalu Madika mulai meregenerasi jantung-nya itu mengguna-kan energi Saga tingkat legendaris milik-nya.


seketika itu juga kini energi Saga tingkat legendaris itu mulai terserap tepat di bagian tubuh Madika yang saat ini sedang terluka parah.


"untuk meregenerasi jantung aku harus sangat berhati-hati.... selain itu mengobati jantung tentu-nya akan memakan sangat banyak energi tingkat legendaris.... kemungkinan aku akan menghabis-kan lebih dari setengah energi tingkat legendaris ini untuk meregenerasi jantung-ku saat ini." ucap Madika dalam hati sambil terus mengobati jantung-nya mengguna-kan Saga tingkat legendaris milik-nya itu.


Sepuluh menit pun berlalu, kini Madika berhasil meregenerasi seluruh luka yang ada di tubuh-nya, bahkan jantung-nya pun kini sudah pulih dan sudah normal kembali bagai-kan tidak pernah terluka sebelum-nya.


"huhh...." Madika menghela nafas panjang.


lalu ia pun mulai mencoba untuk bangun.


Setelah Madika bangun, kini Madika pun langsung duduk bersila, dan sekali lagi ia mencoba menarik nafas perlahan dan kemudian menghembuskan-nya melalui mulut.


"huhhh....."

__ADS_1


Madika menghembus-kan nafas-nya cukup panjang.


Setelah itu kini Madika pun langsung berdiri, ia kemudian mulai menyegel kembali Saga tingkat legendaris milik-nya saat ini.


"huh.... tidak ku sangka sekarang energi Saga tingkat legendaris bisa ku tahan selama sepuluh menit.... padahal biasa-nya hanya sekitar lima menit saja." ucap Madika dalam hati.


Setelah itu kini Madika pun langsung mengangkat tangan-nya ke depan dan seketika itu juga sebuah lingkaran energi muncul di hadapan Madika.


Lingkaran energi itu cukup besar, dan baru saja lingkaran energi itu terbuka, tiba-tiba seekor naga kuno legendaris muncul dari dalam lingkaran itu.


naga itu adalah Bunggu yang saat ini sedang mengguna-kan wujud naga-nya.


Namun, baru setengah tubuh-nya saja Bunggu keluar, tiba-tiba Madika berdiri di depan Bunggu dan menghadang Bunggu agar tidak keluar sepenuh-nya terlebih dahulu.


"apa yang anda lakukan tuan?!.... jangan halangi aku!... biar ku bunuh orang-orang itu untuk anda!" ucap Bunggu dengan tatapan yang terlihat sangat kesal dan penuh amarah.


hal itu di karena-kan sejak tadi Bunggu terhubung dengan tuan-nya sehingga ia bisa mendengar dan melihat apa saja yang sedang di lihat oleh Madika saat sedang bertarung melawan Gupo dan yang lain-nya.


Bunggu yang melihat kondisi Madika saat ini kini hanya bisa menghela nafas panjang dan mencoba untuk bersabar dan tetap patuh pada Madika.


"tapi tuan.... mereka telah melukai dan menghina anda!.... bahkan gadis yang selama ini anda bantu malah mengkhianati anda dan mencoba membunuh anda.... untung-nya anda tidak terbunuh di tangan gadis sial@n itu!" ucap Bunggu mengumpat orang-orang yang melukai Madika.


"hahaha...." Madika tampak tertawa hambar dan ekspresi wajah-nya masih tampak lesu karena tidak bertenaga lagi.


"tidak usah khawatir.... kita akan segera kembali membuat perhitungan pada mereka nanti-nya.... selain itu aku juga masih harus mengambil tongkat milik-ku." ucap Madika dengan ekspresi yang menggambar-kan kesedihan.


Madika saat ini seperti-nya merasa sangat kehilangan ketika tongkat itu sudah tidak berada di tangan-nya.


hal itu masih belum di ketahui apa penyebab pasti-nya, namun bisa di pasti-kan bahwa Madika memiliki kisah masa lalu tersendiri dengan tongkat itu, dan cerita masa lalu itu hanya Bunggu dan madika-lah yang mengetahui-nya.


"anda benar tuan." ucap Bunggu yang kini terlihat bersimpati.

__ADS_1


"kita harus rebut kembali tongkat itu.... tongkat itu adalah sesuatu yang harus-nya anda jaga baik-baik." ucap Bunggu.


"hmm." gumam Madika sambil mengangguk sekali.


setelah itu Madika pun langsung berjalan maju menuju ke lingkaran energi tempat Bunggu keluar masuk.


"apa anda ingin bertukar tempat dengan-ku?" tanya Bunggu saat melihat Madika mendekati lingkaran energi itu.


"ya." jawab Madika singkat dan kemudian langsung masuk ke dalam lingkaran energi itu.


Kini Madika pun langsung keluar dari lingkaran itu dan diri-nya sudah berada di dalam gua yang sebelum-nya di jaga oleh Bunggu.


"kau boleh keluar sekarang!" ucap Madika setelah diri-nya sudah menginjak-kan kaki-nya di tanah gua itu.


Mendengar ucapan Madika, kini Bunggu pun langsung memahami maksud dari perkataan Madika.


Lalu Bunggu pun keluar dari lingkaran energi itu, dan kini Madika dan Bunggu pun langsung bertukar posisi.


Madika kini berada di gua tempat Bunggu sebelum-nya, sementara Bunggu kini berada di ruangan tempat Madika bertarung sebelum-nya.


Trik ini adalah trik yang sudah sangat sering di gunakan oleh Madika saat ia masih hidup di masa lalu sebagai seorang ksatria tingkat legendaris yang bernama Risiwuku.


Namun sayang-nya trik ini tidak banyak yang mengetahui-nya.


sudah banyak orang di zaman Risiwuku yang masih hidup itu mencoba trik ini, namun tak satu pun dari mereka yang bisa melakukan-nya karena ada syarat tertentu untuk bisa melakukan hal itu.


syarat itu berada pada lingkaran energi yang di buat, bisa di bilang madika (Risiwuku) selalu mengguna-kan lingkaran energi yang berbeda dari yang di miliki orang lain saat melakukan pemanggilan hewan peliharaan, dan hal itu-kah yang membuat trik itu bisa berjalan.


Meskipun lingkaran energi-nya terkesan sama, namun lingkaran energi milik Madika (Risiwuku) memiliki fungsi yang bisa mengaktif-kan trik ini.


Madika menyebut trik ini sebagai, 'lubang cacing'.

__ADS_1



__ADS_2