Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Melawan Monster Lipan (2)


__ADS_3

Saat ini Madika terlihat sedang mengangkat kedua pedang di tangan-nya lurus ke atas tepat di atas kepala-nya.


Kedua pedang itu pun kini langsung memancar-kan cahaya biru pudar yang cukup terang dan sedikit silau.


Tak lama setelah itu kini di atas pedang itu langsung terbentuk sebuah esensi kekuatan yang memiliki rupa layak-nya seperti seekor kerbau.


kerbau itu terlihat memiliki warna biru pudar sama seperti cahaya yang memancar di pedang itu.


Wajah dari hewan monster berbentuk seperti kerbau itu sangat-lah sangar.


bagaimana tidak, kerbau yang biasa-nya hanya memiliki gigi dalam mulut berbeda dengan kerbau ini yang memiliki dua taring yang panjang yang tumbuh di deretan gigi atas dan menjulur panjang ke bawah hingga keluar dari bibir si kerbau.


Selain itu mata si kerbau itu pun tampak berwarna merah.


setiap kali kerbau itu menghembus-kan nafas-nya selalu saja muncul semacam asap dari lubang hidung-nya.


Bukan hanya itu saja, banteng itu tampak tidak hanya memiliki dua tanduk saja, melain-kan ada tiga tanduk di kepala-nya.


dua tanduk sama seperti tanduk kerbau pada umum-nya, sementara satu tanduk lagi berada di dahi si kerbau, dan tanduk yang berada di dahi itu memiliki bentuk seperti sebuah besi berujung runcing.


Sementara itu, si lipan raksasa yang melihat hal itu kini langsung menyerang Madika mengguna-kan jurus yang sebelum-nya ia pakai, yakni jurus benda tajam yang mirip kaki-nya sendiri itu.


Madika yang melihat serang itu kini langsung menebas-kan pedang-nya ke depan.


seketika kerbau itu pun langsung berlari ke depan Madika dan menerobos semua serangan si lipan raksasa itu sehingga serangan lipan itu tak ada yang sampai pada Madika.


Melihat si kerbau terus berlari ke arah si lipan raksasa, kini si lipan raksasa itu pun langsung maju dengan sangat cepat.


Lipan itu tampak bergerak cepat ke arah kerbau Madika.

__ADS_1


tampak-nya lipan itu ingin beradu kepala dengan kerbau milik Madika.


Hingga akhir-nya kini kepala kerbau serta kepala lipan raksasa itu pun saling berhantaman.


Meski-pun kepala kerbau Madika itu memiliki tanduk yang runcing di dahi-nya, namun sayang-nya tanduk itu tidak bisa langsung menghancur-kan atau pun melubangi kepala si lipan raksasa itu sehingga kini hantaman kepala mereka berdua menghasil-kan ledakan energi.


Ledakan energi itu pun menyebab-kan terbentuk-nya gelombang energi yang sangat kuat dan langsung bergerak meluas dengan cepat layak-nya sebuah hentak-kan.


Pepohonan yang ada di sekitar tempat kerbau dan lipan itu saling bertabrak-kan kini langsung di hantam oleh gelombang energi yang sangat kuat itu sehingga hampir semua daun pohon di sekitar mereka langsung terhempas menjauh dari tempat mereka bertarung.


"sungguh kekuatan yang luar biasa!" ucap Madika dalam hati sambil memandangi kerbau-nya yang sedang beradu kekuatan dengan si lipan raksasa itu.


Saat ini Madika masih belum mengendali-kan jurus-nya itu karena jurus itu termasuk jurus yang kuat.


ia sengaja tidak langsung mengendali-kan jurus itu agar supaya jika ternyata jurus itu kalah, maka diri-nya tidak akan terkena efek dari kehancuran jurus-nya sendiri.


karena pada umum-nya, jika jurus di kendalikan, baik itu secara bebas atau-pun hanya di kendalikan dengan satu tujuan yakni memperkuat serangan jurus saat beradu kekuatan, maka saat jurus itu hancur, maka kita yang masih mengendali-kan jurus itu akan mengalami efek timbal balik dari jurus milik kita yang di hancur-kan oleh musuh tersebut.


Kini kerbau yang beradu kepala dengan monster lipan itu tampak terus saling mendorong.


kekuatan mereka sama-sama kuat, namun bisa terlihat bahwa saat ini kerbau milik Madika sedikit lebih unggul.


Hal itu bisa di lihat dari dorongan kerbau berhasil membuat si lipan sedikit bergeser ke belakang.


Lipan itu pun langsung mengeluar-kan suara keras dan berusaha mendorong dengan kuat.


Madika yang melihat hal itu kini merasa yakin bahwa jurus milik-nya itu pasti bisa menumbang-kan lipan tersebut.


Lalu Madika pun melaku-kan beberapa bentuk gerakan sambil menebas kecil di udara.

__ADS_1


setelah itu Madika pun langsung menghentak-kan kedua pedang-nya itu tepat seperti arah kerbau yang sedang mendorong lipan raksasa itu.


Seketika lipan raksasa itu pun langsung terdorong jauh dan tak bisa menghenti-kan serangan si kerbau itu.


Lipan itu pun di tanduk oleh kerbau itu hingga menabrak banyak pohon yang ada di belakang-nya.


Lipan itu terus di tanduk hingga jarak yang cukup jauh sehingga sangat banyak pohon yang kini hancur akibat serangan dari kerbau itu terhadap si lipan.


Begitu si kerbau mencapai sebuah pohon besar saat menanduk lipan raksasa itu, kini ledakan besar pun terjadi saat kerbau itu menghantam-kan lipan itu ke batang pohon yang sangat besar itu.


~DUAAAARRRR!!!~


Ledakan itu kini menghasil-kan gelombang angin yang begitu kuat dan terasa seperti sebuah hentak-kan di udara.


Gelombang angin itu pun membuat banyak daun pohon di sekitar tempat itu langsung beterbangan dan berjatuhan ke tanah.


sementara itu terlihat pula cahaya biru pudar berpadu dengan warna merah kini memenuhi udara di sekitar akibat dari pelepasan energi tipe angin dari si banteng dan energi tipe api dari si lipan raksasa itu.


Madika yang melihat hal itu kini merasa sedikit puas dengan kinerja dari pedang ganda milik-nya itu.


"seperti yang di harap-kan dari pedang energi tingkat delapan, ini benar-benar bisa menekan hewan monster tingkat elite sekali-pun." ucap-nya sambil tersenyum.


Namun, karena Madika saat ini masih merasa-kan keberadaan lipan raksasa itu, kini Madika pun tetap merasa sedikit waspada.


"yah.... seperti-nya tidak sepenuh-nya bisa mengalah-kan jika hanya mengandal-kan kekuatan pedang ini saja." timpal Madika sambil tersenyum hambar. lanjut-nya, "tapi setidak-nya ini sudah bisa membukti-kan bahwa aku bisa mengandal-kan pedang ini saja untuk melawan lipan raksasa ini!.... aku yakin kali ini serangan-ku pasti akan melukai diri-nya!" ucap Madika dalam hati dan berusaha menyemangati diri sendiri.


Di sisi lain, si lipan yang saat ini sudah terluka cukup parah hingga terlihat banyak darah keluar dari kepala serta beberapa bagian tubuh yang lain kini langsung menoleh ke arah Madika dengan penuh amarah.


Lipan itu pun langsung mengeluar-kan suara keras seolah membentak Madika.

__ADS_1


Madika yang melihat hal itu kini hanya tersenyum tipis menatap lipan itu.


"ohoh..... masih mau melawan rupa-nya." ucap Madika seperti sedang mengejek si lipan raksasa itu.


__ADS_2