
Saat ini Madika memutar-mutar tongkatnya sambil mengubah-ubah ukuran tongkat bayangan miliknya itu.
Ia memanjangkan dan membesarkan tongkat bayangannya ketika mengarah ke ketua sekte dan itu pun membuat si ketua sekte terkejut.
Dalam keterkejutannya itu, kini ketua sekte langsung salah mengambil langkah.
Ia mengambil langkah yang kini sudah di prediksi oleh Madika sehingga kini tongkat bayangan Madika langsung membesar dan memanjang saat di ayunkan ke arah si ketua sekte akan melesat sehingga kini tongkat bayangan milik Madika itu langsung menghadang si ketua sekte di jalur lesatan-nya, dan hal itu pun membuat si ketua sekte langsung menabrak tongkat bayangan milik Madika.
DUAAARRRR!!!
WHUUUSSSS!!!
Si ketua sekte langsung terhempas dengan sangat kuat hingga menghantam tanah di bawahnya dan membuat tanah itu langsung hancur dan menghasilkan banyak retakan yang membentuk pola melingkar di atas tanah itu.
"Sialan!" Umpat di ketua sekte yang saat ini terlihat sedang berdiri dengan keadaan yang baik-baik saja karena sebelum menghantam tongkat bayangan milik Madika itu si ketua sekte susah mengunakan perisai angin untuk melindungi tubuhnya.
"Ternyata kekuatan-mu benar-benar cukup pantas untuk di akui." Ucap si ketua sekte itu dengan ekspresi wajah yang tampak langsung tenang.
Si ketua sekte mulai menenangkan dirinya.
Ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya melalui mulut secara perlahan.
Seketika kini si ketua sekte pun langsung terlihat tenang tanpa emosi sama sekali.
"Mari kita lanjutkan pertarungannya! Dan tunjukkan semua yang kau bisa gunakan dari tongkat itu!" Ucap si ketua sekte yang kemudian mengeluarkan sebuah tongkat yang mirip dengan tongkat kaisar rotan api namun bukan tongkat kaisar rotan api.
Saat ini si ketua sekte sedang menguji Madika dan ingin tahu seberapa banyak Madika mengetahui tentang teknik dan jurus-jurus dari tongkat kaisar rotan api dan ia juga ingin tahu dari mana Madika bisa mengetahui bentuk sejati tongkat itu.
"Tongkat kaisar rotan api itu harus kami lindungi sampai titik darah terakhir! Karena itu adalah salah satu bentuk pengabdian kami!" Ucap ketua sekte dengan tegas.
Lalu si ketua sekte pun langsung melesat ke arah Madika dengan sangat cepat.
Madika yang melihat hal itu kini hanya bisa mengulas senyum tipis di wajahnya.
"Ohoh... Mau adu keterampilan menggunakan tongkat? Boleh saja! Biar ku hadapi kau dengan kemampuan-ku!" Ucap Madika yang kemudian langsung melesat menghampiri si ketua sekte itu.
Saat Meraka sudah saling bertemu di jarak yang dekat, kini keduanya pun langsung mengayunkan tongkatnya secara bersamaan dan bahkan mereka menggunakan gerakan awalan yang sama.
Setelah itu keduanya lanjut ke gerakan-gerakan berikutnya dan tampak gerakan dan keterampilan penggunaan tongkat mereka sama.
Hal itu pun membuat keduanya jadi terkejut dan dalam hati mereka berpikir bahwa kemungkinan lawannya saat ini juga telah mempelajari tentang keterampilan penggunaan tongkat dari tongkat kaisar rotan api.
Sementara itu, di tempat lain tampak tetua Barugo dari sekte Balumba sedang berhadapan dengan Lingka, budak bayangan milik Madika.
__ADS_1
Tampak tetua Barugo melesat dengan cepat sehingga dirinya terlihat seperti cahaya yang sedang bergerak cepat.
Tubuh tetua Barugo tampak di penuhi oleh aura kebiruan dengan banyak percikan petir bermunculan mengelilingi tubuhnya.
Lalu tetua Barugo pun kini langsung bertemu dengan Lingka dan dengan segera keduanya pun saling beradu tinju.
Tinju tetua Barugo dan Lingka pun saling bertemu dan berhantaman sehingga terjadilah ledakan energi yang di sertai percikan petir yang sangat besar menyambar ke berbagai arah.
Serangan sekuat itu membuat semua orang yang berada di bawah mereka langsung terkejut bahkan beberapa orang ada yang terkena Sambaran petir nyasar dari ledakan tinju petir itu.
Seketika tetua Barugo dan Lingka langsung terdorong ke belakang akibat ledakan yang terjadi saat tinju mereka bertemu.
"Ternyata kau memang cukup kuat Lingka!" Ucap tetua Barugo.
"Tapi sayangnya kau masih belum cukup kuat untuk melampaui ku!" lanjutnya dengan tegas.
Lalu tetua Barugo pun langsung mengangkat tangan kanannya di udara dan kemudian memunculkan seekor piton petir raksasa di udara.
"Rasakan serangan-ku ini!!" Teriak tetua Barugo yang kemudian mengayun-kan tangan kanannya itu ke arah Lingka.
Seketika itu juga piton petir itu langsung melesat ke arah tetua Lingka.
Di sisi lain, tetua Lingka ternyata saat ini juga sudah menyelesaikan persiapan jurusnya.
Di atas udara tepat di atas kepala Lingka tampak sebuah pedang halilintar raksasa yang sedang melayang dan menyambar-kan kilatan-kilatan petir yang cukup banyak di sekitar badan pedangnya.
Setelah itu kini Lingka pun langsung mengayunkan tangan kanannya itu ke samping seolah sedang menebas ke depan, dan seketika itu juga pedang raksasa itu pun langsung melesat menghampiri piton petir raksasa milik tetua Barugo.
Piton petir raksasa dan pedang halilintar raksasa itu pun melesat dengan sangat cepat dan saling menghampiri hingga akhirnya keduanya pun saling bertemu dan berhantaman di tengah-tengah.
DUAAARRRR!!!
Ledakan energi yang sangat dahsyat pun terjadi.
Bersamaan dengan ledakan itu menyambar pula banyak petir di udara yang berasal dari area ledakan itu.
Tidak hanya itu saja, efek ledakan energi itu kini menggetarkan udara dan membuat hentakan yang kuat di udara.
Tampak gelombang energi bergerak meluas dari titik ledakan hingga mencapai area pertempuran yang ada di bawahnya.
Gelombang energi itu pun menghantam sangat banyak mahluk di bawah mereka, yakni para murid sekte serta beberapa guru dan pasukan Madika yang saat ini saling serang-menyerang.
Hantaman gelombang energi itu pun membuat mereka tersentak dan beberapa orang yang berada dekat dengan lokasi terjadinya ledakan itu kini terhempas cukup jauh.
__ADS_1
Sementara beberapa yang berada cukup jauh dari tempat itu kini terlihat terdorong oleh tekanan gelombang energi, namun mereka terus berusaha bertahan agar mereka tidak terjatuh akibat dorongan dari gelombang energi itu.
"Kuat sekali!!"
"Jadi seperti ini rupanya pertarungan antar tingkat Epic!"
"Benar-benar luar biasa!"
"Jika aku terkena langsung serangan sekuat itu mungkin aku langsung mati begitu saja!"
"Tetua Barugo benar-benar sangat luar biasa!"
"Kekuatan tetua Barugo memang yang terbaik di antara tiga tetua lainnya! Benar-benar luar biasa!"
Kini berbagai komentar bermunculan dari mulut para murid sekte Balumba dan mereka semua sempat berhenti sejenak melihat ledakan dahsyat tersebut.
Hingga akhirnya mereka kembali terkejut saat salah satu monster semut milik Madika langsung menusuk perut salah satu murid hingga tembus dan membuat murid sekte itu langsung memuntahkan darah dari dalam mulutnya.
Seketika itu, mereka semua kembali tersadar bahwa mereka saat ini sedang berhadapan dengan monster yang tidak terlalu peduli dengan sekitarnya dan hanya akan mematuhi perintah tuannya.
Jika tuanya menyuruhnya bertarung, maka ia akan bertarung dan membunuh targetnya tanpa mempedulikan sekitarnya.
"Sialan! Monster ini benar-benar tak memberi kesempatan bernafas lega!" Ucap salah satu murid sekte itu.
Lalu kini seluruh murid sekte dan beberapa guru yang berada di tingkat grand master langsung kembali melanjutkan pertempuran melawan para monster yang ada.
Tampak para monster semut menghadapi para murid yang masih berada di tingkat master ke bawah, sementara seribu pasukan bayangan menghadapi para guru yang berada di tingkat master dan grand master.
Seribu pasukan bayangan itu di bantu oleh beberapa budak bayangan dari klan petir sebelumnya yang juga berada di tingkat master dan grand master sementara budak bayangan lainya yang berada di tingkat Elite ke bawah kini berhadapan dengan para murid dari sekte Balumba itu.
Di sisi lain, tetua Barugo dan Lingka kini kembali memunculkan jurus yang berbeda dan mulai saling menyerang lagi sambil terbang menggunakan pedang di kaki mereka.
Tampak tetua Barugo memunculkan sepuluh pedang petir di udara sambil melesat mencari posisi yang bagus untuk menyerang.
"Ternyata serangan mu barusan bisa menyamai serangan piton petir-ku, itu benar-benar sangat bagus, tapi seperti yang ku bilang sebelumnya, kau masih belum cukup kuat untuk menghadapi-ku!" Ucap tetua Barugo.
Lalu tetua Barugo pun langsung menembakkan sepuluh pedang petir itu ke arah Lingka.
Lingka yang melihat hal itu kini langsung memunculkan lima perisai petir di udara.
Sepuluh perisai petir itu berbentuk segitiga panjang dengan ujung yang runcing di bagian bawahnya.
Dengan lima perisai petir itu kini Lingka langsung menggerakkan tangannya dan membuat lima perisai petir yang melayang di udara itu kini ikut bergerak dan langsung memblokir semua pedang yang melesat ke arah Lingka.
__ADS_1
Semua serangan pedang petir itu pun berhasil di tangkis oleh Lingka menggunakan perisai petir miliknya dan itu membuat tetua Barugo kembali mencoba menyerang dengan cara yang berbeda.