
Setelah menyimpan kadambaya ke dalam ruang penyimpanan yang tercipta dari Saga, kini Madika langsung masuk ke dalam rumah-nya dan setelah itu langsung bersantai sejenak.
setelah ia merasa duduk santai-nya sudah cukup, kini ia kembali memulai aktifitas-nya seperti memasak dan beres-beres rumah.
Setelah semua ia kerjakan kini ia langsung makan malam. setelah makan malam ia pun mulai duduk di depan jendela kamar-nya untuk bersantai sejenak.
"hah...." Madika menghela nafas. "kata-nya upacara penerimaan siswa baru-nya akan di adakan Minggu depan, itu berarti aku hanya bisa mulai masuk akademi Walawatu Minggu depan."
Setelah beberapa saat berpikir, kini Madika pun langsung berpikir untuk meningkatkan kemampuan-nya.
untuk meningkatkan level Saga yang sudah mencapai tingkat atas, haruslah dengan melakukan perburuan energi Nara.
Energi Nara adalah energi yang di miliki oleh mahluk yang menyerupai manusia namun memiliki taring layak-nya vampir. mahluk itu disebut Niverom.
dengan kata lain, untuk meningkat-kan level energi Saga yang sudah berada di tingkat atas, maka pengguna Saga harus memburu Niverom dan kemudian menyerap inti dari energi Niverom yakni energi Nara.
Kenaikan level tergantung seberapa kuat energi Nara yang di miliki oleh Niverom yang di buru tersebut.
Sementara itu, bagi para Niverom yang ingin meningkatkan energi Nara, mereka harus meminum darah manusia.
jadi jika semakin banyak darah manusia yang mereka minum, maka kenaikan level dan tingkatan energi mereka akan cepat pula.
Saat ini Madika sudah memutuskan untuk merubah diri dan dia ingin bertambah kuat sesegera mungkin karena diri-nya yang dulu terlalu malas meningkatkan kemampuan-nya sehingga tingkat Saga-nya tertinggal jauh dari teman-teman di Akademi-nya.
"tidak ku sangka di kehidupan ini aku lolos ujian masuk.... padahal dulu aku terpaksa masuk ke akademi yang lain karena gagal di ujian tahap ke dua di Akademi Walawatu." ucap Madika dalam hati sambil menyiapkan peralatan yang akan ia bawa ke tempat perburuan.
Di kehidupan lama-nya, Madika gagal di ujian tahap kedua di karenakan diri-nya berhasil di kalahkan oleh Onale.
namun saat ini ia sudah berhasil lolos ujian dan bahkan ia juga sudah berhasil mengalahkan Natalia yang terkenal sebagai salah satu yang terkuat di antara para peserta yang lain-nya.
__ADS_1
note: Madika tidak tahu bahwa Natalia adalah seorang peserta peringkat dua yang sudah di akui kemampuan-nya oleh beberapa guru yang ada di Akademi Walawatu.
setelah selesai menyiapkan semua perlengkapan-nya, kini Madika langsung keluar dari rumah-nya. tujuan-nya kali ini adalah hutan kematian.
hutan itu adalah tempat yang cocok untuk berburu karena luas hutan itu beribu-ribu hektar.
bukan hanya itu saja, tempat ini cocok untuk berburu karena di sinilah tempat persembunyian beberapa Niverom yang sering muncul dan memangsa manusia yang ada di desa-desa bahkan di kota-kota.
Sementara itu, di balik hutan kematian terdapat sebuah peradaban para Niverom.
peradaban itu sangatlah luas, dan jumlah penduduk-ya juga tidak kalah banyak dengan penduduk di negri manusia.
Hutan kematian yang luas-nya beribu-ribu kilometer itu tampak seolah membagi planet Agrilis menjadi dua bagian.
hal itu pulalah yang membuat banyak ksatria yang berasal dari kutub Agrilis pergi merantau ke negri yang ada di tengah-tengah Agrilis guna untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan serta mempermudah saat ingin menaik-kan tingkatan Saga.
begitu pula sebalik-nya, hal itu juga di lakukan oleh para Niverom yang ada di bagian kutub lain Agrilis.
Setelah beberapa lama melakukan perjalanan menggunakan kadambaya, kini Madika tiba di sebuah gerbang yang bertuliskan hutan kematian.
"baiklah, sekarang saat-nya mempersiapkan kekuatan dan mental untuk menghadapi Niverom!" ucap madika dalam hati sambil menyimpan kadambaya-nya ke dalam tempat penyimpanan yang tercipta dari Saga-nya.
Setelah itu Madika pun berjalan masuk ke dalam hutan itu.
ia terus menyusuri hutan hingga jauh ke dalam hutan kematian itu.
"semoga saja Niverom yang ku temui nanti-nya jauh lebih lemah dari-ku agar aku bisa mengalahkan-nya dengan mudah." batin Madika sambil terus berjalan.
Tak lama setelah itu, di sebuah air terjun tampak seorang Niverom sedang berjalan menyusuri sungai kecil yang ada dekat dengan air terjun itu.
__ADS_1
Sementara itu, dari antara pepohonan Madika muncul dan tiba-tiba berpapasan dengan Niverom tersebut.
hal itu pun membuat Madika terkejut dan langsung mengaktifkan teknik mata Saga, yakni teknik yang mampu melihat energi yang di miliki oleh suatu mahluk.
Saat teknik itu aktif, Madika pun terkejut dan langsung melompat ke belakang untuk menjaga jarak. sementara si Niverom itu langsung terlihat waspada karena diri-nya juga bisa melihat bahwa Madika adalah manusia pengguna Saga.
"tchi.... padahal aku kemari untuk meminum air karena haus berjalan di tengah hutan!... tapi tak ku sangka malah bertemu dengan Niverom di tempat ini!.... terlebih lagi dia mungkin sudah berada satu level di atas-ku." ucap Madika memprediksi level energi Nara yang di miliki oleh Niverom itu.
"hmm..... seperti-nya aku bisa mengalahkan bocah ini!.... energi Saga-nya kemungkinan dua atau tiga level di bawah-ku." ucap Niverom memperkirakan energi Saga Madika.
Setelah saling menilai energi masing-masing, tiba-tiba Niverom itu langsung melesat ke arah Madika dengan kecepatan tinggi.
Madika yang melihat hal itu langsung menghindari serangan mendadak itu.
setelah itu Madika langsung menembak-kan sebuah bola angin ke arah Niverom itu.
namun serangan Madika berhasil di hindari oleh Niverom itu.
kemudian Niverom itu mengibaskan tangan-nya ke arah Madika dan seketika muncul empat pisau api yang cukup panjang dan pisau itu langsung melesat cepat ke arah Madika.
Madika yang melihat hal itu langsung mengaktifkan perisai angin untuk melindungi tubuh-nya.
Tak lama setelah itu, si Niverom itu langsung mengeluarkan sebuah tombak petir di tangan-nya.
lalu dengan cepat Niverom itu langsung melesat ke arah Madika sambil mengayunkan tombak petir-nya.
note: seluruh pengguna Nara mampu mengendalikan dua elemen sekaligus.
Saat Niverom itu mengayunkan tombak-nya ke leher Madika, Madika dengan cepat langsung menunduk sambil memutar tubuh-nya seraya mengayun-kan kaki-nya dan kemudian menendang perut Niverom itu.
__ADS_1
alhasil tendangan Madika mengenai Niverom itu dengan telak, dan Niverom itu langsung terlempar jauh karena tendangan yang di lancarkan oleh Madika itu menghasilkan tekanan angin yang sangat kuat sampai-sampai tanah di sekitar-nya mengeluarkan kepulan debu yang bertebaran di udara.